Jurnal Kesehatan Andalas
Not a member yet
    1143 research outputs found

    Efek Pemberian Vitamin C terhadap Gambaran Histopatologi Hati Tikus Wistar yang Terpapar Timbal Asetat

    Get PDF
    AbstrakPaparan timbal asetat dapat menyebabkan kerusakan sel hati dan menurunkan aktivitas enzim yang bekerja sebagai antioksidan esensial dalam tubuh. Vitamin C merupakan senyawa alami yang bersifat antioksidan kuat dan pengikat radikal bebas.Tujuan penelitian ini adalah menentukan efek pemberian vitamin C terhadap gambaran histopatologi hati tikus wistar yang terpapar plumbum asetat dan dilakukan di laboratorium Fakultas Farmasi dan laboratorium Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Penelitian ini dilakukan pada 28 ekor tikus wistar jantan, berumur 3 bulan, berat badan ± 200 gr. Didapatkan bahwa pada pemaparan timbal 50 mg/kgBB/hari selama 4 minggu meningkatkan skor Manja Roenigk hati tikus wistar. Penambahan vitamin C 50 mg/kgBB/hari dan 75 mg/kgBB/hari pada tikus yang terpapar timbal asetat menunjukkan penurunan skor Manja Roenigk pada hati tikus wistar. Berdasarkan uji t berpasangan ternyata tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara skor Manja Roenigk yang tidak terpapar dan terpapar timbal asetat (p = 0,501). Berdasarkan uji one way Anova terdapat pengaruh yang signifikan vitamin C terhadap gambaran histopatologi hati tikus wistar (p = 0,000). Secara statistik pemberian kedua dosis vitamin C ini tidak memberikan perbedaan yang bermakna (p = 0.379).Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh proteksi vitamin C terhadap mikroskopis hati tikus wistar yang telah terpapar timbal asetat.Kata kunci: Timbal Asetat, Gambaran Histopatologi Hati, Vitamin C, Plumbum Asetat, Manja Roenigk AbstractExposure of lead acetate can caused cell injury in liver and decrease activity of enzyme which works as essential antioxidant in body. Vitamin C is a natural compound as potent antioxidant and free radical binding.The objective of this study was to determine the effect of vitamin C on liver histopathology in exposed lead acetate wistar rats. This research was conducted at Pharmacy Laboratory and Pathology laboratory, Faculty of Medicine, Andalas University. The study performed on 28 male Wistar rats, 3 months old, body weight 200 g.             It was found that 50 mg/ kgBW/day of lead exposure for 4 weeks increased Manja Roenigk’s grading of wistar rat’s liver. Administration of vitamin C 50 mg/kgBW/day and 75 mg/kgBB/day to rat which exposed to lead acetate showed decrease in score of Manja Roenigk on wistar rat’s liver. Based on paired sample t test was not significant difference score of Manja Roenigk between unexposed and exposed lead acetate (p = 0.501). Based on one way Anova test was found  a significant effect of vitamin C to histopathology of wistar rat’s liver (p = 0.000). Statistically administration of both dose vitamin C did not give significant difference (p = 0.379).The conclusion of this study show  there is the effect of protection from administration of vitamin C to microscopic Wistar rat liver which exposed to lead acetateKeywords: lead acetate, histopathology of liver, vitamin C, plumbum acetate, Manja Roenig

    Hubungan Kualitas Tidur dengan Prestasi Akademik Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Angkatan 2010 FK Universitas Andalas

    Get PDF
    AbstrakKualitas tidur seseorang dikatakan baik apabila tidak menunjukkan berbagai tanda kekurangan tidur dan tidak mengalami masalah dalam tidurnya. Gangguan tidur banyak ditemui dikalangan dewasa muda terutama mahasiswa yang nantinya bisa menyebabkan berkurangnya konsentrasi belajar dan gangguan kesehatan. Hal ini bisa menyebabkan tidak tercapainya prestasi akademik secara optimal karena proses belajar menjadi terganggu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan hubungan kualitas tidur dengan prestasi akademik mahasiswa pendidikan dokter angkatan 2010 FK Unand. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan rancangan cross sectional. Total responden sebanyak 177 orang yang dipilih dengan teknik random sampling. Data kualitas tidur diambil dengan menggunakan indeks kualitas tidur Pittsburgh (PSQI) dan prestasi akademik dari nilai ujian blok 4.2. Pada akhir penelitian dilakukan uji statistik chi square untuk mengetahui hubungan kedua variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 51 mahasiswa (65%) memiliki kualitas tidur dan prestasi akademik yang baik, 27 mahasiswa (35%) memiliki kualitas tidur yang baik dengan prestasi akademik yang kurang baik, 43 mahasiswa (43%) memiliki kualitas tidur yang buruk dengan prestasi akademik yang baik, dan 56 mahasiswa (57%) memiliki kualitas tidur yang buruk dan prestasi akademik yang kurang baik. Berdasarkan uji chi square didapatkan nilai p=0,004 (p<0,05). Penelitian ini menyimpulkan terdapat hubungan antara kualitas tidur dengan prestasi akademik mahasiswa pendidikan dokter angkatan 2010FK Unand.Kata kunci: kualitas tidur, prestasi akademik, mahasiswa kedokteran AbstractThe good quality of sleep is there is no any disturbance in their sleep. The condition of sleep disorders commonly found among young adults, especially college students who can later cause a reduction in the concentration of learning and health problems. This can lead to failure to achieve optimal academic achievement because learning becomes impaired. The objective of this study was to determine the relationships between sleep quality and academic achievement on medical education student class of 2010 medical faculty of Andalas University. This research used analytic methods with cross sectional design. Total of 177 respondents were selected by random sampling technique. Sleep quality using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) and the academic achievement of test scores 4.2 blocks. At the end of the study, conducted chi-square test to determine the relationship between the two variables. The results showed that as many as 51 students (65 %) have quality sleep and good academic achievement, 27 students (35 %) had a good sleep quality with poor academic achievement, 43 students (43%) had poor sleep quality with good academic achievement, and 56 students (57%) had poor sleep quality and poor academic achievement. Based on chi square test p value=0,004 (p<0,05). The study concluded there is a relationship between sleep quality with academic achievement for medical education student class of 2010 medical faculty of Andalas University.Keywords: sleep quality, academic achievement, medical student

    Pengaruh Hemodialisis terhadap Urea Reduction Ratio pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik Stadium V di RSUP Dr. M. Djamil Padang

    Get PDF
    Abstrak Pravelensi pasien penyakit ginjal kronik stadium V yang mendapat terapi hemodialisis terus meningkat di dunia. Dosis hemodialisis yang diberikan kepada pasien harus mencukupi kebutuhan tubuh agar tujuan terapi dapat tercapai dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh hemodialisis terhadap Urea Reduction Ratio (URR). Penelitian secara eksperimental kuasi dilakukan pada 55 pasien hemodialisis sejak Agustus 2013 sampai Maret 2014. Data dikumpulkan dari rekam medik dan hasil pemeriksaan ureum sebelum dan sesudah hemodialisis. Analisis bivariat menggunakan uji t berpasangan dan korelasi Pearson untuk mengetahui perbedaan ureum sebelum dan sesudah hemodialisis serta pengaruh hemodialisis terhadap URR. Berdasarkan data penelitian didapatkan hasil rerata ureum sebelum hemodialisis sebesar 100,27 mg/dl, rerata ureum sesudah hemodialisis 31,17 mg/dl dan rerata URR sebesar 68,80%. Sebanyak 62% pasien mendapatkan hemodialisis yang adekuat dan 38% pasien mendapatkan hemodialisis tidak adekuat. Uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan signifikan ureum sebelum dan sesudah hemodialisis (p = 0,0001) dan terdapat pengaruh signifikan hemodialisis terhadap URR (p = 0,0001).Kata kunci: hemodialisis, ureum, URR AbstractThe prevalence of chronic kidney diseases stage V that receive hemodialysis therapy rise in the world. Hemodialysis doses are given to the patient must meet the body’s needs in order to make the therapeutic goals can be achieved well. The objective of this study was to determine the adequacy of hemodialysis measured by URR in hemodialysis patients in the M Djamil hospital Padang. Quasi-experimental studies performed on 55 hemodialysis patients from August 2013 to March 2014. Data were collected from medical records and the results of urea before and after hemodialysis. Bivariate analysis using a paired t test and Pearson correlation urea to know the difference between before and after hemodialysis and hemodialysis influence on the URR. The results showed that the mean of urea levels before hemodialysis is 100.27 mg/dl, the mean of urea levels after hemodialysis is 31.17 mg/dl and the mean of URR is 68,80%. The 62% patients got adequate hemodialysis and 32% patients got inadequate hemodialysis. Based on statistics, obtained p value is 0.0001 showed there are siginificants difference in urea before and after hemodialysis and there are the influence of hemodialysis to URR (p value: 0.0001). Keywords: hemodialysis, urea, UR

    Hubungan Pengetahuan Dengan Kejadian Merokok Pada Pelajar SMPN 1 Pariaman

    Get PDF
    AbstrakIndonesia menempati urutan kelima negara pengkonsumsi rokok terbanyak dan urutan ketiga negara dengan jumlah perokok terbanyak di dunia. Kelompok usia <15 tahun terjadi peningkatan  jumlah perokok, peningkatan tertinggi pada kelompok usia 10-14 tahun. Salah satu faktor utama yang mempengaruhi prilaku merokok pada remaja adalah tingkat pengetahuan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan antara pengetahuan tentang rokok dan kejadian merokok pada pelajar SMPN 1 Pariaman. Penelitian ini bersifat analitik dengan menggunakan pendekatan desain cross sectional di SMPN 1 Pariaman dari Mei 2013 hingga Januari 2014. Data yang dikumpulkan adalah data primer dengan menggunakan kuesioner kepada seluruh sampel. Uji statistik dilakukan  menggunakan chi-square dengan derajat kepercayan 95%. Hasil penelitian pada 228 orang didapatkan responden dengan tingkat pengetahuan baik sebesar 60% dan kejadian merokok sebesar 1%. Analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan tentang rokok dan kejadian merokok pada pelajar SMPN 1 Pariaman.Kata kunci: pengetahuan, kejadian merokok, pelajar AbstractIndonesia ranks the fifth country with the highest cigarette consuming and the third country with the largest number of smokers in the world. The age group <15 years increase in the number of smokers, the highest increase in the age group 10-14 years. One of the main factors that influence smoking behavior in adolescents is knowledge level. The objective of this study was to determine the relationship between the knowledge about cigarette and the smoking incidence on students at  SMPN 1 Pariaman. This research was a cross-sectional analytic study in  SMPN 1 Pariaman that was conducted in Mei 2013 until January 2014. The data was collected from primary data using questionnaires to the entire sample. Statistical test was performed by chi-square with confidence level 95%. The results obtained on 228 respondents with good knowledge level by 60% and the incidence of smoking by 1%. The conclusion from this result  show that  there is a relationship between the level of knowledge about cigarette and the smoking incidence on SMPN 1 Pariaman students.Keywords: knowledge, smoking incidence, student

    Hubungan Konsumsi Makanan Sumber Antioksidan dan Omega-3 Terhadap Tekanan Darah Masyarakat di Sumatera Barat

    Get PDF
    Abstrak             Pengaturan tekanan darah melibatkan banyak sistem seperti endotelium melalui aktifitas nitrit oksida. Produksi dan aktivitas nitrit oksida dapat dipengaruhi oleh pola makan, terutama asupan makanan sumber antioksidan dan omega-3. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan antara makanan sumber antioksidan dan omega-3 terhadap tekanan darah masyarakat di Sumatera barat. Penelitian ini merupakan penelitian dengan data sekunder yang berasal dari penelitian Lipoeto et al (2008) yaitu “Faktor Determinan Hipertensi di Sumatera Baratâ€. Subyek penelitian berjumlah 400 orang yang diwawancarai menggunakan formulir Food Frequency Questioner (FFQ) dan pemeriksaan tekanan darah dengan sphygmomanometer air raksa. Penelitian ini dilaksanakan dari Maret sampai Mei 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata konsumsi sayur dan buah masyarakat di Sumatera Barat lebih tinggi dari rerata Internasional, tapi lebih rendah dari rerata nasional dengan rerata 200.7 ± 128.11 gram/orang/hari, rerata konsumsi ikan masyarakat di Sumatera Barat lebih tinggi dari rerata nasional dan internasional yakni 101.26 ± 62.18 gram/orang/hari. Prevalensi hipertensi di Sumatera Barat mengalami kenaikan menjadi sebesar 41.76%. Tingkat konsumsi makanan sumber antioksidan dan omega-3 masyarakat Sumatera Barat lebih tinggi daripada rerata internasional. Terjadi peningkatan prevalensi hipertensi di Sumatera Barat. Kesimpulan hasil studi ini adalah tidak terdapat hubungan antara konsumsi makanan sumber antioksidan dan omega-3 terhadap tekanan darah.Kata kunci: antioksidan, omega-3, tekanan darah Abstract             Blood pressure regulation involves many systems, one of the most important is endothelial system through nitric oxide activity. Nitric oxide is also known to be affected by diet, especially dietary intake of antioxidants and omega-3. The objective of this study was to determine the correlation between consumption of food source of antioxidant and omega-3 on blood pressure to people in West Sumatra. This study used secondary data from research by Lipoeto et al (2008) in "Determinant Factors of Hypertension in West Sumatra". Subjects were 400 people who were interviewed using Food Frequency Questionnaire (FFQ) form and examination of blood pressure using mercury sphygmomanometer. This research was conducted from March to May 2014. The result showed that the average consumption of vegetables and fruits of West Sumatran people is higher than international average, but lower than national average with a mean of 200.7 ± 128.11 g / person / day, the average consumption of fish of West Sumatran people is higher than the national and international average ie, 101.26 ± 62.18 g / person / day. The prevalence of hypertension in West Sumatra was increased to 41.76%. This study obtained the level of consumption of food sources of antioxidants and omega-3 of West Sumatran people is higher than international average. There is prevalence increasing of hypertension in West Sumatra. The conclusion is no correlation between the consumption of food sources of antioxidants and omega-3 on blood pressure.Keywords: antioxidant, omega-3, blood pressur

    Perbandingan Tekanan Darah Sebelum dan Sewaktu Melakukan Handgrip Isometric Exercise pada Mahasiswa Angkatan 2011 Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

    Get PDF
    AbstrakHipertensi dapat menyebabkan gangguan jantung yang serius sampai kematian. Handgrip isometric exercise adalah latihan yang melibatkan kontraksi otot lengan bawah dan tangan dengan melakukan cengkraman menggunakan handgrip dynamometer. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perubahan tekanan darah sewaktu melakukan handgrip isometric exercise. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan desain randomized crossover study yang melibatkan 24 orang subjek laki-laki dengan usia 20,7 ± 0,6 tahun dan BMI 21,8 ± 2,1 Kg/m2. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan tekanan darah baik sistolik maupun diastolik yang signifikan sewaktu melakukan handgrip isometric exercise. Tekanan darah sistolik dari 115,2 ± 5,0 mmHg menjadi 135,0± 6,5 mmHg (p<0,05) dan diastolik 76,3± 5,0 mmHg menjadi 98,3 ± 8,7 mmHg (p<0,05). Pada kontrol terlihat penurunan tekanan darah sistolik yang signifikan dari 113,8 ± 6,1 mmHg menjadi 111,5 ± 7,1 mmHg (p<0,05) dan diastolik penurunan tidak signifikan dari 75,0 ± 5,9 mmHg menjadi 72,9 ± 6,2 mmHg (p>0,05).  Pada penelitian ini disimpulkan bahwa tekanan darah meningkat sewaktu handgrip isometric exercise.Kata kunci: hipertensi, handgrip isometric exercise, tekanan darah AbstractHypertension can cause a serious heart problem and mortality. Handgrip isometric exercise is an activity involving contraction of forearm and hand muscle of one arm by pressing handgrip dynamometer. The objective  of  this study was to investigated blood pressure during handgrip isometric exercise. This research was an experimental study with randomized crossover design that involved 24 male subjects, age of 20,7 ± 0,6 years old and BMI 21,8 ± 2,1 Kg/m2. The results demonstrated significant increases in systolic and diastolic blood pressure during handgrip isometric exercise. Systolic blood pressure significantly increased from 115,2 ± 5,0 mmHg to 135,0 ± 6,5 mmHg (p<0,05) and diastolic from 76,3 ± 5,0 mmHg to 98,3 ± 8,7 mmHg (p<0,05). In control group, systolic blood pressure significantly decreases from 113,8 ± 6,1 mmHg to 111,5 ± 7,1 mmHg (p<0,05) and unsignificant decreased in diastolic blood pressure from 75,0 ± 5,9 mmHg to 72,9 ± 6,2 mmHg (p>0,05). It can be concluded that blood pressure increased during handgrip isometric exercise.Keywords: hypertension, handgrip isometric exercise, blood pressur

    Hubungan Lingkar Abdomen (Lingkar Perut) dengan Tekanan Darah

    Get PDF
    Abstrak             Prevalensi obesitas terutama obesitas sentral terus meningkat di dunia termasuk Indonesia. Obesitas sentral diukur melalui lingkar abdomen. Lingkar abdomen yang meningkat berpotensi meningkatkan tekanan darah. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan lingkar abdomen dengan tekanan darah pada karyawan Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas. Studi observasional ini dilakukan terhadap 92 orang karyawan yang terdiri dari 42 orang karyawan laki-laki dan 50 orang karyawan perempuan dengan rentang usia 24-59 tahun. Data dikumpulkan dari pengukuran lingkar abdomen dan tekanan darah  langsung. Analisis data univariat dan bivariat menggunakan program aplikasi. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi Pearson untuk mengetahui hubungan lingkar abdomen dengan tekanan darah. Hasil penelitian menunjukkan rerata lingkar abdomen karyawan laki-laki sebesar 84,50±9,50 cm dan karyawan perempuan sebesar 83,57±8,98 cm. Penelitian menunjukkan sebanyak 14,13% karyawan memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi). Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara lingkar abdomen dengan tekanan darah sistolik pada subjek laki-laki dan perempuan (p<0,01 dan p<0,05) namun tidak terdapat hubungan lingkar abdomen dengan tekanan darah diastolik baik pada kelompok laki-laki maupun perempuan (p>0,05). Kesimpulan hasil ini memperlihatkan bahwa peningkatan lingkar abdomen mempunyai risiko meningkatkan tekanan darah.Kata kunci: lingkar abdomen, tekanan darah, hipertensi AbstractThe prevalence of obesity especially central obesity continues to rise in the world including Indonesia. Central obesity measured by abdominal circumference. The increasing of abdominal circumference potentially increasing blood pressure. The objective of this study was to determine the correlation of abdominal circumference on blood pressure in the employees at Faculty of Medicine, Faculty of Dentistry and Faculty of Public Health from Andalas University. Observational study conducted on 92 employees consisting of 42 male employees and 50 female employees with age  of  24-59 years. Data was collected from the measurement of abdominal circumference and blood pressure directly. Univariate and bivariate data analysis using application program. Bivariate analysis using Pearson correlation test to determine the correlation of abdominal circumference on blood pressure. The results showed a mean of abdominal circumference in male employees by 84.50 ± 9.50 cm and female employees by 83.57 ± 8.98 cm. Research showed  14.13% of employees have high blood pressure (hypertension). The statistical test showed a significant correlation exists between abdominal circumference and systolic blood pressure in male and female subjects (p <0.01 and p <0.05), but there was no correlation between abdominal circumference and diastolic blood pressure both in the group of male and female subjects (p> 0.05). The conclusion of this study is the increase in abdominal circumference at risk of increased blood pressure.Keywords: abdominal circumference, blood pressure, hypertensio

    Identifikasi Nyamuk Anopheles Sebagai Vektor Malaria dari Survei Larva di Kenagarian Sungai Pinang Kecamatan Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan

    Get PDF
    AbstrakMalaria merupakan salah satu masalah kesehatan global  yang menimbulkan angka kesakitan tinggi dan kematian terutama pada daerah beriklim tropis dan subtropis. Kenagarian Sungai Pinang merupakan salah satu daerah endemik malaria yang didukung oleh topografinya yang terdiri dari daerah pantai, rawa, sungai, daerah pertanian dan area pemukiman. Jenis rancangan penelitian adalah survei deskriptif dengan populasi semua larva nyamuk yang ditemukan di beberapa tempat perindukan. Sampel adalah semua larva nyamuk Anopheles yang tertangkap melalui proses cidukan. Identifikasi nyamuk anopheles dengan memakai buku acuan Stroker dan Koesoemawinangoen. Data dianalisis secara manual dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Penelitian dilakukan di Kenagarian Sungai Pinang dari Oktober 2011 sampai Maret 2012. Hasil penelitian adalah 5 spesies nyamuk anopheles yaitu An. aconitus, An. barbirostris, An. kochi, An. subpictus dan An. Sundaicus. Tempat perindukan yaitu kolam bekas kurungan ikan, lagoon, rawa-rawa, kubangan kerbau, tambak sawah dan sungai. Kesimpulan penelitian ini ialah rata-rata kepadatan larva anopheles tertinggi adalah An. subpictus yaitu 4,95 ekor/cidukan  dengan tempat perindukan yang memiliki rata rata kepadatan larva Anopheles tertinggi yaitu kolam bekas kurungan ikan dengan 27,93 ekor/cidukan.Kata kunci: nyamuk anopheles, larva anopheles, tempat perindukan, kepadatan larva AbstractMalaria is a global health problem that causes high morbidity and mortality, especially in the tropics and subtropics areas. Kenagarian Sungai Pinang  is one of endemic areas which supported by the topography of the area, consists of beaches, marshes, rivers, agricultural area and a residential area. Research conducted in Kenagarian Sungai Pinang from October 2011 to March 2012. Design of this study was a descriptive survey with a population was any mosquito larvae were found  in some breeding places. The samples were all  Anopheles larvae that caught through detention. Identification of the Anopheles mosquito using  Stroker and Koesoemawinangoen (1950) reference books. The data were analyzed manually and presented in the form of a frequency distribution table. The results were five species of Anopheles mosquito; An. aconitus, An. barbirostris, An. kochi, An. subpictus dan An. Sundaicus. Seven breeding place were ex-fish cages ponds, lagoon, marsh, buffalo wallow, embankment, rice fields and rivers. The conclusion of this research are the highest larva density is An. subpictus with 4,95 larvae/detention and breeding place that has highest density of Anopheles larvae is ex-fish cage ponds with 27,93 larvae/detention.Keywords: anopheles mosquito, larvae anopheles, breeding places,  larvae densit

    Hubungan Mobilisasi Dini dengan Proses Penyembuhan Luka pada Pasien Pasca Laparatomi di Bangsal Bedah Pria dan Wanita RSUP Dr. M. Djamil Padang

    Get PDF
    Abstrak   Mobilisasi dini merupakan kebijakan untuk secepat mungkin membimbing penderita turun dari tempat tidur dan berjalan. Tatalaksana ini adalah salah satu faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka pasca pembedahan serta dapat mengurangi risiko komplikasi. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan antara mobilisasi dini dengan proses penyembuhan luka pada pasien pasca laparatomi di bangsal bedah pria dan wanita RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional study dengan jumlah sampel 31 responden yang diambil secara consecutive sampling technique. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan lembar observasi, kemudian dianalisis dengan uji chi-square dengan derajat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara mobilisasi dini dan proses penyembuhan luka pasca laparatomi (p = 0,003). Pasien mobilisasi dini dengan penyembuhan luka yang baik sebanyak 14 responden (77,8%) dan buruk 4 responden (22,2%). Responden tanpa mobilisasi dini dengan penyembuhan luka yang baik berjumlah 3 responden (23,1%), sedangkan yang buruk 10 responden (76,9%). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara mobilisasi dini dengan proses penyembuhan luka pasien pasca laparatomi di bangsal bedah pria dan wanita RSUP Dr M. Djamil Padang.Kata kunci: laparatomi, mobilisasi dini, proses penyembuhan luka AbstractEarly mobilization is policy to guide the patients out of their bed to walk as soon as possible. Early mobilization is one of the factors that affect post surgical wound healing and may reduce the risk of complications. The objective of this study was to determine the relationship between early mobilization and wound healing process for post laparatomy patients in men and women surgical ward of Dr. M. Djamil General Hospital Padang. The design of this study was a cross sectional to 31 respondents by consecutive sampling technique. Data were collected through questionnaire and observation, then analyzed by chi-square test with 95% confidence interval.The results show there was a significant relationship between early mobilization and wound healing process (p = 0.003). Patients of early mobilization with good wound healing were as many as 14 respondents (77,8%) and bad as many as 4 respondents (22,2%). Respondents without early mobilization who are in good wound healing were 3 respondents (23,1%) while bad ones are 10 respondents (76,9%). Based on the results of the study, it can be concluded that there is a relationship between early mobilization and wound healing process for post laparatomy patients in men and women surgical ward of Dr. M. Djamil General Hospital Padang.Keywords: laparatomy, early mobilization, wound healing proces

    Fungsi Tiroid Pasca Radioterapi Tumor Ganas Kepala- Leher

    Get PDF
    Abstrak                 Latar Belakang : Radioterapi merupakan salah satu pilihan modalitas pada penatalaksanaan tumor ganas kepala dan leher selain pembedahan dan kemoterapi. Radioterapi pada tumor ganas kepala dan leher dapat mempengaruhi kelenjar tiroid dan merangsang kelainan. Diantara efek samping akibat radioterapi pada kelenjar tiroid tersebut, hipotiroid merupakan kelainan yang paling sering ditemukan. Hipotiroid akibat radioterapi ini bersifat irreversibel dan mempengaruhi kualitas hidup pasien.  Tujuan : Untuk mengetahui fungsi tiroid setelah dilakukan radioterapi pada pasien tumor ganas kepala dan leher. Tinjauan Pustaka : Hipotiroid merupakan efek samping yang paling sering ditemukan pasca radioterapi tumor ganas kepala dan leher. Kelainan pada tiroid pasca radioterapi dihubungkan dengan kerusakan sel dan pembuluh darah kecil kelenjar tiroid serta fibrosis kapsul kelenjar tiroid yang selanjutnya menyebabkan kelenjar tiroid mengecil. Kesimpulan : Radioterapi pada pasien tumor ganas kepala dan leher dapat menimbulkan efek samping berupa hipotiroid yang dibuktikan dengan peningkatan nilai TSH dan penurunan nilai T4  pada pemeriksaan fungsi tiroid.Kata kunci: Radioterapi, tumor ganas kepala dan leher, hipotiroid AbstractBackground: Radiotherapy is one option of modality in the management of head and neck cancer beside surgery and chemotherapy. Radiotherapy in the head and neck cancer can affect the thyroid gland and stimulates the gland disorders. Among the side-effects of radiotherapy on the thyroid gland, hypothyroidism is a disorder most commonly found. Hypothyroidism due to radiotherapy is irreversible and affect quality of life of patients Objective: To determine the function of the thyroid after radiotherapy in patients with the head and neck cancer. Literature Review: Hypothyroidism is the most common side effects found after radiotherapy of the head and neck cancer. Abnormalities of the thyroid after radiotherapy is associated with damage cells and small blood vessels of the thyroid gland and capsule fibrosis of the thyroid gland which in turn causes the thyroid gland to shrink. Conclusion: Radiotherapy in patients with the head and neck cancer can cause side effects such as hypothyroidism as evidenced by the increase in the value of TSH and T4 in the impairment of thyroid function tests. Keywords:  Radiotherapy, head and neck cancer, hypothyroi

    1,096

    full texts

    1,143

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Andalas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇