Jurnal Kesehatan Andalas
Not a member yet
    1143 research outputs found

    Pengaruh Bone Marrow Mesenchymal Stem Cells Terhadap Sekresi VEGF pada Penyembuhan Luka Bakar Tikus

    No full text
    Treatment for burns have been carried out in various ways, but have not provided satisfactory results, so that using stem cells is necessary. Administering Bone Marrow Mesenchymal Stem Cells (BM-MSCs) for healing, are by accelerating the formation of granulation tissue, however the effectiveness of the provision of is still under exploration. The objective of this study was to determine the effect of the administration of stem cells BM-MSCs on VEGF secretion on burn healing process in rats. This research was an experimental research with design the post-test only control, using 12 Wistar rats, divided into 2 groups: control (PBS), treatment (BM-MSCs), stem-cells subcutaneously administered dose of 2 x 106 cells / ml. Before that the treated rats anesthetized using xylazine and ketamine then burns are made on the dorsal with full thickness degrees. On day 3 and 7, blood were obtained to measure levels of VEGF was measured by ELISA. The results were analyzed by t-test. Levels of VEGF in day 3 and day 7 in the group given BM-MSC were dereased 12.875 pg/ml dan 23.917 pg/ml compared to the control group 61.667 pg/ml and 200.042 pg/ml and showed significant differences p= 0.012 and p=0.038. The conclusion of this study is the administration of BM-MSCs were the influence levels of VEGF which has into differentiate to cells that contribute to angiogenesis was can to granulation tissue.Â

    Profil dari Cortical Visual Impairment di Rumah Sakit Dr. M. Djamil Padang

    Get PDF
    AbstrakAnak-anak dengan cortical visual impairment (CVI) pada umumnya mempunyai hasil pemeriksaan okular yang normal disamping penurunan ketajaman penglihatan dan respon pupil yang normal. Penyebab dari CVI bisa kongenital atau didapat. Penyebab prenatal dan perinatal termasuk hipoksia atau iskemia (periventricular leukomalacia (PVL) adalah bentuk yang paling umum dari kerusakan hipoksia pada bayi prematur dan PVL bisa mengakibatkan cerebral palsy), infeksi intrauteri, perdarahan intrakranial, kelainan struktur sistem saraf pusat, kejang dan hidrosefalus. Penyebab yang didapat termasuk trauma yang tidak disengaja, trauma kepala akibat penganiayaan, infeksi seperti meningitis, ensefalitis dan sepsis. Penelitian ini untuk mendiskripsikan profil kasus CVI di RSUP Dr. M. Djamil Padang dari tahun 2012-2015. Data diperoleh dari rekam medis 26 pasien yang didiagnosa dengan CVI selama 2012-2015. Rasio laki-laki dan perempuan adalah 57,69% : 42,31%. Ditemukan kelainan kongenital pada 17 pasien (65,38%) dan kelainan yang didapat pada 9 pasien (34,61%). Kelainan kongenital yang ditemukan : hipoksia pada 5 kasus ( 1 kasus dengan leucomalacia periventrikular dan 4 kasus dengan cerebral palsy) (29,41%), kelainan dari struktur sistem saraf pusat pada 4 kasus (23,52%), kejang pada 4 kasus (23,52%), perdarahan intrakranial pada 2 kasus (11,76%), dan infeksi intrauterin, hidrosefalus 1 kasus untuk masing-masing etiologi (5,88%). Kelainan yang didapat adalah meningitis pada 8 kasus (88,89% dan ensefalitis dalam 1 kasus (11,11%). Di RSUP dr. M. Djamil Padang, etiologi kongenital yang paling umum adalah hipoksia dan etiologi yang didapat adalah meningitis

    Gambaran Faktor Risiko Timbulnya Tuberkulosis Paru pada Pasien yang Berkunjung ke Unit DOTS RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2015

    Get PDF
    Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit infeksi paru menular yang masih menjadi masalah kesehatan di dunia terutama di negara berkembang. Timbulnya penyakit Tuberkulosis paru sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran distribusi frekuensi faktor risiko penyakit TB paru pada pasien yang berkunjung ke unit DOTS RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2015. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi adalah 77 orang, pengambilan sampelmenggunakan metode consecutive sampling untuk mendapatkan 65 orang. Penelitian dilakukan dari bulan Januari hingga Oktober 2015 di Unit DOTS RSUP Dr. M. Djamil Padang. Data dianalisa secara komputerisasi dengan tampilan deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel. Didapatkan penderita TB paru dengan HIV negatif sebanyak 86,2%, tidak memiliki riwayat DM 87,7%, memiliki status gizi kurang sebanyak 66,2% dan berdasarkan riwayat konsumsi alkohol 98,5% bukan kelompok berisiko, serta 60% merupakan former smoker (mantan perokok). Sebagian besar penderita TB Paru tidak memiliki riwayat HIV, tidak memiliki faktor risiko DM dan berdasarkan riwayat konsumsi alkohol hampir semua pasien TB paru bukan kelompok risiko. Namun sebagian besar merupakan mantanperokok dan memiliki status gizi kurang

    Gambaran Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Andalas Angkatan 2013 tentang Stroke

    Get PDF
    Stroke merupakan penyebab utama kecacatan pada kelompok usia diatas 45 tahun dan penyebab nomor dua kematian secara global. Stroke dapat dicegah, salah satunya dengan memberikan pengetahuan kepada mahasiswa sebagai generasi muda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap dan tindakan mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Andalas angkatan 2013 tentang stroke. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel adalah consecutive sampling dengan jumlah sampel 85 orang. Penelitian ini dilakukan bulan Januari 2016 sampai Juni 2016. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan menggunakan analisis manual. Hasil penelitian didapatkan gambaran pengetahuan responden pada kategori baik sebanyak 47,1% dan kategori sedang sebanyak 52,9%. Gambaran sikap responden kategori baik sebanyak 77,6% dan kategori sedang 22,4%. Gambaran tindakan responden pada kategori baik sebanyak 75,3% dan kategori sedang 24,7%. Simpulan penelitian ini adalah didapatkan pengetahuan pada kategori sedang terdapat pada lebih dari separuh responden, sikap dan tindakan sebagian besar responden pada kategori baik

    Perbandingan Nilai Hematokrit dan Jumlah Trombosit antara Infeksi Dengue Primer dan Dengue Sekunder pada Anak di RSUP. Dr. M. Djamil

    Get PDF
    Virus dengue terdiri dari empat serotipe DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN 4. Infeksi dengue primer adalah infeksi pertama kali oleh salah satu dari empat serotipe virus yang ditandai dengan trombositopenia dan hemokonsentrasi. Infeksi sekunder adalah infeksi kedua oleh serotipe virus yang berbeda dari infeksi sebelumnya ditandai juga dengan trombositopenia dan hemokonsentrasi. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan nilai hematokrit dan jumlah trombosit antara infeksi dengue primer dan sekunder pada anak yang dirawat di RSUP. Dr. M. Djamil. Penelitian ini adalah penelitian retrospektif dengan pendekatan analitik komparatif tidak berpasangan yang dilakukan di Bagian Rekam Medik RSUP Dr. M. Djamil. Sampel dalam penelitian ini adalah data pasien DBD (Demam Berdarah Dengue) anak yang memenuhi kriteria inklusi berupa; usia < 18 tahun, mempunyai data umur, jenis kelamin, pemeriksaan nilai hematokrit, jumlah trombosit, dan serologis di rekam medik pasien. Sampel berjumlah 30 yang terdiri dari 15 sampel infeksi dengue primer dan 15 sampel infeksi dengue sekunder. Nilai hematokrit dan jumlah trombosit yang dijadikan data dalam penelitian ini adalah pemeriksaan hematokrit dan trombosit saat pasien masuk rumah sakit. Metode analisis perbandingan dilakukan dengan menggunakan uji t tidak berpasangan (unpaired t-test). Hasil penelitian ini menunjukkan nilai rerata hematokrit infeksi dengue primer 37%, lebih rendah dibandingkan dengue sekunder 42% dan terdapat perbedaan bermakna secara statistik (p<0,05). Jumlah rerata trombosit infeksi dengue primer 72.400 sel/mm3 , lebih tinggi dibandingkan dengue sekunder 51.733 sel/mm3, tetapi tidak berbeda bermakna secara statistik (p>0,05)

    PENGARUH PEMBERIAN SUPLEMEN ZINK TERHADAP STATUS GIZI ANAK SEKOLAH DASAR

    Get PDF
    Penanganan gizi buruk selalu dikaitkan dengan makronutrisi padahal mikronutrisi juga penting. Zink merupakan mikronutrisi yang penting untuk sintesis protein, diferensiasi sel dan pertumbuhan. Kurangnya asupan zink dapat menganggu pertumbuhan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan pengaruh pemberian suplemen zink terhadap status gizi anak sekolah dasar. Studi ini adalah true experimental dengan rancangan pre test-post test grup design yang dilakukan selama 3 bulan. Subjek penelitian sebanyak 33 orang dengan usia 7 – 9 tahun yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Subjek dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok 1 (teratur) 14 orang dan kelompok 2 (tidak teratur) 19 orang. Hasil uji t berpasangan terhadap pengukuran rerata Berat Badan (BB), Tinggi Badan (TB) dan Indek Massa Tubuh (IMT). Pre test dan post test untuk kelompok 1 dan kelompok 2 didapatkan nilai p=0,000 , p=0,000 , p=0,000 , p=0,000, dan p=0,051 , p=0,682. Hasil uji Anova one way terhadap pengukuran BB, TB dan IMT post test diantara kedua kelompok didapatkan nilai p=0,053, p=0,117 dan p=0,211. Simpulan studi ini adalah terdapat perbedaan yang bermakna BB dan TB pre-test dan post-test kedua kelompok namun IMT menunjukan hasil tidak bermakna pada pre-test dan post-test kedua kelompok. Tidak terdapat perbedaan yang bermakna BB,TB, dan IMT antara kelompok 1 dan kelompok

    Penatalaksanaan Karsinoma Mukoepidermoid Kelenjar Parotis

    Get PDF
    Angka kejadian tumor kelenjar liur adalah sekitar 3-4 % dari semua tumor di kepala dan leher. Karsinoma mukoepidermoid dapat melibatkan kelenjar parotis. Sering terjadi pada orang dewasa, wanita memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Metode terapi utama dalam pengobatan karsinoma mucoepidermoid adalah reseksi bedah. Terapi radiasi tanpa kemoterapi telah terbukti efektif sebagai modalitas tambahan terapi setelah terapi bedah. Dilaporkan suatu kasus karsinoma mukoepidermoid pada seorang perempuan usia 18 tahun dengan keluhan bengkak yang mengeluarkan cairan di bawah telinga kiri sejak 10 tahun yang lalu. Pada pemeriksaan histopatologi dikonfirmasi adalah suatu karsinoma mukoepidermoid. Ditatalaksana dengan parotidektomi superfisial dan dilanjutkan dengan ajuvan radioterapi. Karsinoma mukoepidermoid adalah suatu karsinoma pada kelenjar liur dengan gejala berupa benjolan yang dirasakan tanpa gejala. Reseksi bedah adalah terapi utama pada karsinoma mukoepidermoid, radioterapi tanpa kemoterapi adalah terapi ajuvan untuk karsinoma mukoepidermoid

    ANALISIS PENGADAAN ALAT KESEHATAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PADANG PARIAMAN TAHUN 2017

    Get PDF
    Pengadaan alat kesehatan adalah usaha pihak manajemen logistik rumah sakit dalam pemenuhan kebutuhan rumah sakit dan user akan alat kesehatan untuk peningkatan mutu pelayanan rumah sakit. Untuk pemenuhan kebutuhan ini diperlukan pertimbangan efisiensi, efektifitas dan pemanfaatan alat kesehatan yang diadakan tersebut. RSUD Padang Pariaman masih bermasalah dalam pelaksanaan pengadaan alat kesehatan dimana masih adanya alat kesehatan yang diadakan belum dimanfaatkan dalam memberikan pelayanan kesehatan di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimanakah analisis pengadaan alat kesehatan di RSUD Padang Pariaman tahun 2017. Hasil penelitian ini dari komponen input, kebijakan atau SOP belum ada, tenaga dari sisi kuantitas belum mencukupi, dana perlu ditingkatkan anggaranya terutama yang bersumber dari APBD, sarana prasarana belum ada. Pada komponen proses, perencanaan dan penerimaan/pemeriksaan masih ada masalah sedangkan pada komponen pengadaan pemilihan penyedia sudah sesuai dengan Perpres RI No 4 Tahun 2015. Pada komponen output, pelaksanaan pengadaan alat kesehatan di RSUD Padang Pariaman belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan rumah sakit dan user

    PENGARUH PEMBERIAN MADU ASLI HUTAN SIJUNJUNG TERHADAP TNF α DAN PENYEMBUHAN LUKA PADA TIKUS GALUR WISTAR JANTAN

    Get PDF
    Madu memiliki kandungan zat antibakteri, anti inflamasi dan anti oksidan. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh pemberian madu untuk menurunkan kadar TNF α dan penyembuhan luka pada tikus galur wistar jantan. Jenis penelitian ini adalah Post Test Only Group Control Design dengan menggunakan 24 ekor tikus galur wistar jantan yang berumur 2-3 bulan, yang terbagi dalam 6 kelompok dan masing – masing kelompok terdapat 4 ekor tikus. Kelompok KN tidak diberikan madu dan povidone iodine, kelompok KP diberikan povidone iodine 10%, kelompok P1 diberi madu dengan konsentrasi 20%,kelompok P2 diberi madu dengan konsentrasi 40%, kelompok P3 diberi madu dengan konsentrasi 80%, kelompok P4 diberi madu dengan konsentrasi 100%. Setelah diberi perlakuan selama 10 hari, darah diambil dan diperiksa kadar TNF α dengan mengggunakan metode ELISA. Selain itu juga dilakukan pengukuran terhadap panjang dan lebar luka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata – rata TNF α kelompok KN 32,25 pg/ml, kelompok KP 39,12 pg/ml, kelompok P1 25,25 pg/ml, kelompok P2 21,92 pg/ml, kelompok P3 32,03 pg/ml, kelompok P4 27,28pg/ml. Untuk persentase penyembuhan panjang luka didapatkan kelompok KN 29,17%, kelompok KP 71,10%, kelompok P1 49,29%, kelompok P2 75,68%, kelompok P3 71,74%, kelompok P4 94,22%. Untuk persentase penyembuhan lebar luka didapatkan kelompok KN 30,95%, kelompok KP 76,60%, kelompok P1 44,66%, kelompok P2 83,37%, kelompok P3 71,18%, kelompok P4 97,15%. Pada analisa data didapatkan kadar TNF α p >0,05 yang tidak bermakna secara statistik, untuk persentase penyembuhan panjang luka didapatkan p <0,05 yang bermakna secara statistik, dan untuk persentase penyembuhan lebar luka didapatkan p <0,05 yang bermakna secara statistik. Dapat disimpulkan ada pengaruh pemberian madu terhadap penurunan TNF α dan ada pengaruh pemberian madu terhadap penyembuhan panjang dan lebar luka pada tikus galur wistar jantan

    Foreign Body Bottom of Pen in Bronchus with and without Atelectasis

    Get PDF
    Introduction: Foreign body aspiration (FBA) is a common case in children. Delayed diagnosis more than 24 hours often increased the risk of complications and mortality. Atelectasis is one of the common complication of FBA. Rigid bronchoscopy under general anaesthesia is the choice of procedure for diagnosis and treatment. Case Report: It was reported two cases foreign body aspirationof a bottom of pen. First case was agirl, aged 6 year-old with foreign body a bottom of pen without lumen in bronchus with atelectasis and second case was a foreign body bottom of penwith lumen in bronchus in a boy, aged12 year-old without atelectasis but late diagnosis. Both cases have been successfully extracted using rigid bronchoscopy. Conclusion: Foreign body without lumen have more acute and severe complication rather than foreign body with lumen. The presence of a lumen within the foreign body allows good ventilation and shows less symptomps. Appropriate diagnosis and treatment will minimize the risk of complications

    1,096

    full texts

    1,143

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Andalas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇