Jurnal Kesehatan Andalas
Not a member yet
1143 research outputs found
Sort by
Perbedaan Kadar Vitamin C dan Kadar Malondialdehide Antara kejadian Abortus Dengan Kehamilan Normal
Angka kejadian abortus masih tinggi didunia dan di Indonesia. Dalam pelayanan obstetrik, abortus masih menjadi suatu masalah dan merupakan penyebab meningkatnya mortalitas, morbilitas ibu dan neonatal, Penyebab abortus salah satu penyebabnya adalah ketidakseimbangan antioksidan yang terjadi saat plasentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar vitamin C dan kadar malondialded (MDA) antara kejadian abortus. Desain penelitian yaitu dengan cross sectional, penelitian ini dilakukan di RS Bayangkara Padang, RS dr. Reksodiwiryo Padang, RS Ibu Sina Padang, RS dr. Rasidin Padang, Puskesmas Andalas, Labor Biomedik dan Labor Biokimia Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, pada bulan Desember 2016–Februari 2018. Sampel penelitian ini adalah ibu hamil yang terdiagnosa abortus berjumlah 14 orang dan ibu hamil normal ≤ 20 minggu berjumlah 14 orang dengan menggunakan teknik conseticutuve sampling. Kadar Vitamin C diperiksa dengan metode ELISA dan kadar MDA diperiksa dengan metode spectrophometer. Hasil penelitian ini menunjukkan rerata kadar vitamin C yaitu 30,78±5,26 μmol/L pada abortus dan 34,09±13,14 μmol/L pada kehamilan normal dengan nilai p ˃ 0,05. Rerata kadar MDA yaitu 3,31±0,59 nmol/ml pada abortus dan 3,71±1,24 nmol/ml pada kehamilan normal dengan nilaip>0,05. Kesimpulan penelitian ini adalah Terdapat kecenderungan peran kadar Vitamin C pada kejadian abortus dan kehamilan normal, tetapi tidak bermakna secara statistik dan Terdapat kecenderungan peran kadar MDA pada kejadian abortus dan kehamilan normal, tetapi tidak bermakna secara statistik
IDENTIFIKASI DAN KARAKTERISTIK BAKTERI ASAM LAKTAT YANG DIISOLASI DARI VAGINA WANITA USIA SUBUR
Bakteri vagina adalah sumber utama dari laktat asam di vagina. Lactobacillus berperan memberikan proteksi pada sel epitelial vagina dengan memberikan bantuan pada hubungan antar sel serta sekresi bakteriosida berupa Hidrogen Perioksida (H2O2). Â Lactobacillus sebagai mikroflora dominan vagina mampu menjaga pH vagina 4,5 sehingga dapat mengurangi risiko kolonisasi bakteri patogen. Peningkatan pH vagina menguntungkan bagi kelangsungan hidup Lactobacillus dan karakteristik Lactobacillus sebagai produk probiotik vagina. Penelitian ini bersifat deskriptif bertujuan mengetahui jenis bakteri asam laktat yang diisolasi dari vagina wanita usia subur dengan pemeriksaan makroskopis, mikroskopis, dan karakteristik molekuler. Populasi dari penelitian ini adalah wanita usia subur. Sampel penelitian ini sebanyak 39 orang. Teknik pengambilan sampel adalah consecutive sampling. Hasil penelitian didapatkan rata-rata umur responden 32 tahun, kelompok umur terbanyak 25-30 tahun (79,4%), rata-rata paritas responden adalah 2 orang, dan 2 diantara responden adalah wanita hamil. Dari 39 sampel setelah dilakukan pewarnaan Gram, didapatkan hampir semua isolat bakteri adalah bakteri Gram positif dengan bentuk kokus dan basil. Berdasarkan hasil identifikasi molekuler dengan analisis sekuensing didapatkan jenis Bakteri Asam Laktat, Lactobacillus crispatus, Lactobacillus oris, Lactobacillus salivarius, dan Enterococcus faecalis
Perbedaan Derajat Keasaman (pH) Saliva Antara Perokok dan Bukan Perokok pada Siswa SMA PGRI 1 Padang
Rongga mulut merupakan bagian yang paling awal dari tubuh manusia yang terpapar secara langsung terhadap asap rokok. Saliva adalah kelenjar yang terdapat di rongga mulut yang berperan sebagai pertahanan mukosa rongga mulut melalui kapasitas buffer yang terdapat didalamnya. Derajat keasaman (pH) saliva diketahui sebagai nilai yang dapat diukur untuk menggambarkan kapasitas buffer saliva. Tujuan penelitian ini adalah menentukan perbedaan pH saliva antara perokok dan bukan perokok. Penelitian ini merupakan studi analitik komparatif dengan desain cross sectional yang dilakukan dari September 2017 sampai Januari 2018 di SMA PGRI 1 Kota Padang. Sebanyak 70 orang untuk masing-masing kelompok perokok dan bukan perokok dari siswa SMA PGRI 1 Kota Padang dipilih secara Simple Random Sampling. Status merokok diukur dengan wawancara kebiasaan merokok, sedangkan nilai pH diukur dengan pH meter. Data yang diperoleh diuji secara statistik dengan uji Mann- Whitney. Hasil penelitian menunjukan rerata pH saliva perokok 6,239 ± 0,296 dan bukan perokok 6,923 ± 0,2925. Analisis data yang dilakukan memperoleh nilai signifikasi p<0,05 yang menunjukan perbedaan yang bermakna antara pH saliva perokok dan bukan perokok. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan pH saliva perokok lebih rendah dibanding pH bukan perokok
Hubungan Staging Kanker Paru dengan Skala Nyeri pada Pasien Kanker Paru yang Dirawat di Bagian Paru RSUP DR M Djamil Padang
Pasien kanker paru banyak ditemukan sudah berada pada stadium lanjut. Nyeri banyak dikeluhkan oleh pasien kanker paru. Nyeri yang dialami oleh pasien dapat menurunkan kualitas hidup pasien. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan stadium kanker paru dan skala nyeri pada pasien kanker paru yang dirawat di Bagian Paru RSUP Dr M Djamil Padang. Penelitian ini merupakan studi observasi analitik dengan desain potong lintang. Sampel penelitian ini adalah data rekam medik pasien kanker paru di Bagian Paru RSUP DR. M Djamil Padang periode tahun 2014 sampai 2015 yang berjumlah 66 pasien. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2017 sampai Maret 2018 di RSUP Dr M Djamil Padang. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil studi didapatkan karakteristik pasien kanker paru terbanyak adalah umur >40 tahun (90,9%), jenis kelamin laki-laki (84,8%), status rokok adalah sebagai perokok (74,2%), dan jenis sel Kanker Paru Jenis Karsinoma Bukan Sel KeciL/KPKBSK (45,5%). Pasien paling banyak berada pada stadium lanjut (93,9%) dengan keluhan nyeri paling banyak adalah nyeri sedang (51,5%). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan tidak ada hubungan yang bermakna antara staging kanker paru dengan skala nyeri
PENGARUH FAKTOR RISIKO TERHADAP EKSPRESI RESEPTOR ESTROGEN PADA PENDERITA KANKER PAYUDARA DI KOTA PADANG
Kejadian kanker payudara menduduki peringkat kedua tertinggi yang diderita oleh wanita di Indonesia. Kejadian kanker payudara dipengaruhi beberapa faktor risiko. Estrogen reseptor merupakan marker biologi pada pemeriksaan imunohistokimia dan dapat memberikan prognosis dan jenis terapi terhadap kanker payudara. Tujuan penelitian ini adalah menentukan pengaruh faktor risiko terhadap ekspresi reseptor estrogen pada penderita kanker payudara. Studi ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain cross sectional. Penelitian ini menggunakan data sekunder pada Registrasi Bagian Bedah Divisi Bedah Onkologi RS Dr. M. Djamil Padang dan Registrasi Kanker Payudara PERABOI Cabang Padang. Hasil analisis multivariat didapatkan tiga faktor risiko yang memiliki pengaruh terhadap ekspresi reseptor estrogen adalah: status menopause dengan p=0,04; paritas dengan p=0,01 dan indeks massa tubuh dengan p=0,08. Simpulan penelitian ini adalah faktor risiko yang memiliki pengaruh terhadap ekspresi reseptor estrogen yaitu status menopause, paritas dan indeks massa tubuh
Hubungan Protein Urine dengan Laju Filtrasi Glomerulus pada Penderita Penyakit Ginjal Kronik Dewasa di RSUP Dr. M.Djamil Padang tahun 2015-2017
Penyakit ginjal kronik adalah kelainan struktur dan penurunan faal ginjal yang telah berlangsung lebih dari tiga bulan. Gangguan fungsi ginjal dapat ditentukan berdasarkan nilai laju filtrasi glomerulus, tetapi dengan metode sederhana bisa juga melalui pemeriksaan protein urine. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan protein urine dan laju filtrasi glomerulus pada penderita penyakit ginjal kronik dewasa di RSUP Dr. M. Djamil Padang dari 2015 sampai 2017. Penelitian ini merupakan studi analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 40 data rekam medis penderita penyakit ginjal kronik dewasa yang telah memeriksakan protein urine dan laju filtrasi glomerulus melalui hasil pemeriksaan kreatinin serum. Data dianalisis menggunakan analisis statistik univariat dan bivariat menggunakan uji Kruskal-Wallis. Hasil analisis univariat didapatkan karakteristik dari sampel penderita penyakit ginjal kronik yang terbanyak adalah jenis kelamin laki-laki dan berumur lebih dari 60 tahun. Penyebab terbanyak adalah nefropati diabetes. Rerata laju filtrasi glomerulus sampel adalah 9,178 mL/mnt per 1,73 m2 . Pemeriksaan protein urine sampel didapatkan hasil yang terbanyak adalah +3. Hasil analisis bivariat didapatkan p=0,118. Simpulan studi ini adalah tidak terdapat hubungan yang bermakna antara protein urine dan laju filtrasi glomerulus pada penderita penyakit ginjal kronik dewasa di RSUP Dr.M.Djamil Padang dari 2015 sampai 2017
Perbedaan Tingkat Kecemasan Ibu Bersalin di Puskesmas dengan di Bidan Praktik Mandiri dan Hubungannya dengan Lama Persalinan
Kejadian kematian ibu lebih tinggi terjadi pada ibu yang bersalin dengan tindakan dibandingkan pada ibu yang bersalin normal. Rasa cemas yang tidak teratasi juga dapat menyebabkan persalinan berlangsung lebih lama dan harus diakhiri dengan tindakan. Lingkungan bersalin di rumah sakit dapat meningkatkan kecemasan ibu yang berakibat mengganggu kontraksi uterus sehingga tindakan harus dilakukan untuk mempercepat proses persalinan. Tujuan penelitian adalah mengetahui perbedaan tingkat kecemasan ibu bersalin di Puskesmas dan di Bidan Praktik Mandiri serta hubungannya dengan lama persalinan. Desain penelitian adalah crossectional terhadap 74 orang ibu bersalin yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu ibu bersalin di Puskesmas dan ibu bersalin di Bidan Praktik Mandiri (BPM) dengan teknik consecutive sampling. Data dianalisis dengan uji t independen dan Chi-square dan hasilnya terdapat perbedaan signifikan dengan nilai p < 0,05 dan terdapat hubungan antara tingkat kecemasan dengan lama persalinan dengan nilai p < 0,05. Simpulan studi ini ialah ada perbedaan signifikan antara tingkat kecemasan ibu bersalin di Puskesmas dan di Bidan Praktik Mandiri, serta ada hubungan antara tingkat kecemasan dan lama persalinan
Gambaran Kejadian Retinopati Hipertensi pada Penderita Hipertensi yang Dirawat di Bagian Penyakit Dalam RSUP dr. M. Djamil pada Bulan Januari-Desember 2013
Hipertensi bisa mengakibatkan kerusakan pada target organ seperti jantung, ginjal, otak, dan mata. Kerusakan target organ dapat dideteksi dengan melihat gambaran retinopati hipertensi. Pada retinopati hipertensi stadium III dan IV pada klasifikasi Keith-Wagener- arker akan terjadi kerusakan target organ lain dan penurunan visus serta kebutaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kejadian retinopati hipertensi pada penderita hipertensi yang di rawat di Bagian Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan data rekam medik pasien dengan diagnosis hipertensi dari Januari sampai Desember 2013. Seluruh anggota populasi dijadikan sampel sesuai kriteria inklusi dan eksklusi, sehingga diperoleh sampel sebanyak 144 orang. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu 46.5% dari penderita hipertensi mendapat retinopati hipertensi. Pada pasien dengan retinopati hipertensi, 65.7% dengan TDS >160 mmHg dan/atau TDD >100 mmHg, 55.2% menderita hipertensi > 5 tahun, 95.5% merupakan kelompok usia > 40 tahun, 62.7% adalah perempuan, dan 62.7% dengan Keith-Wagerner-Barker II. Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa sebagian besar pasien retinopati hipertensi dengan Keith-Wagerner-Barker II pada pasien dengan TDS >160 mmHg dan/atau TDD >100 mmHg, menderita hipertensi >5 tahun, dengan umur >40 tahun
Pengaruh Pektin Buah Apel (Malus Sylvestris Mill) Terhadap Kadar LDL Kolesterol pada Tikus Putih Jantan (Rattus Novergicus) Hiperkolesterolemia
Hiperkolesterolemia dapat dikurangi dengan meningkatkan ekskresi kolesterol melalui cairan empedu. Pektin, dapat mengikat cairan empedu sehingga asam empedu yang kembali ke hati lebih sedikit, sehingga kolesterol darah akan menurun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pektin buah apel terhadap kadar LDL tikus hiperkolesterolemia. Penelitian ini adalah experimental dengan the post test only control group design. Sampel adalah 25 ekor tikus, dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu kelompok kontrol negatif (KN) dan kontrol positif (KP), perlakuan P1, P2, dan P3, masing-masing diberikan diet tinggi lemak sapi dan pektin dengan dosis 90, 180 dan 360 mg. Data dianalisis dengan uji paired sample t test dan perbedaan LDL kolesterol antara kelompok penelitian dengan Anova. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata LDL pada tikus hiperkolesterolmia sebelum perlakuan yaitu KN:2,08±0,65, KP:2,79±1,26, P1:3,45±0,75, P2:2,76±0,39, dan P3:3,21±1,04. Rata-rata LDL tikus hiperkolesterolmia setelah perlakuan pada KN:1,96±0,85, KP:2,96±0,52, P1:2,00±1,42, P2:1,19±0,28 dan P3:2,19±0,53. Terdapat perbedaan signifikan antara LDL darah tikus hiperkolesterolemia sebelum dan setelah diberikan pektin pada P2 dan P3 (p<0,05). Terdapat perbedaan signifikan LDL setelah perlakuan antara perlakuan dan kontrol (P<0,05). Simpulan penelitian yaitu pemberian pektin 180 mg menyebabkan penurunan kolesterol yang paling bermakna
Uji Aktivitas Antijamur Ekstrak Etanol Umbi Bawang Dayak (Eleutherine americana (Aubl.) Merr. Ex K. Heyne.) terhadap Trichophyton mentagrophytes secara In Vitro
Dermatofitosis adalah suatu infeksi pada jaringan berkeratin yang disebabkan karena adanya kolonisasi dari jamur jenis dermatofita. Salah satu spesies dermatofita yang paling banyak menginfeksi yaitu Trichophyton mentagrophytes. Tanaman bawang dayak (Eleutherine americana (Aubl.) Merr. Ex K. Heyne) merupakan tanaman yang biasa digunakan masyarakat untuk mengobati penyakit kulit. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aktivitas antijamur ekstrak etanol umbi bawang terhadap pertumbuhan Trichophyton mentagrophytes, mengetahui kandungan metabolit sekunder dan untuk mengetahui konsentrasi efektif larutan uji yang dapat menghambat pertumbuhan Trichophyton mentagrophytes. Metodologi penelitian ini merupakan eksperimental murni secara in-vitro dengan rancangan acak lengkap posttest only control group design. Aktivitas antijamur ekstrak diuji dengan metode difusi cakram Kirby-Bauer. Kontrol positif yang digunakan adalah itrakonazol 8 µg dan kontrol negatif adalah Tween 80 10%. Hasil penelitian adalah ekstrak etanol umbi bawang dayak memiliki aktivitas antijamur pada konsentrasi 600; 300; 150 mg/mL, KHM pada 150 mg/mL dengan zona hambat 9,15 mm, hasil skrining fitokimia didapatkan fenol, flavonoid, tanin, saponin, dan kuinon. Simpulan studi ini ialah ekstrak etanol umbi bawang dayak memiliki aktivitas antijamur terhadap Trichophyton mentagrophyte