Jurnal Kesehatan Andalas
Not a member yet
1143 research outputs found
Sort by
Hubungan Diabetes Melitus dengan Gangguan Fungsi Kognitif Post Stroke Iskemik di Rumah Sakit Bethesda
Ada setengah pasien post stroke mengalami gangguan fungsi kognitif. Diabetes mellitus merupakan salah satu factor risiko stroke sekaligus factor risiko terjadinya gangguan fungsi kognitif. Tujuan penelitian adalah mengukur pengaruh diabetes mellitus terhadap gangguan fungsi kognitif post stroke iskemik. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional. Data diambil dengan melakukan pengukuran fungsi kognitif pasien post stroke iskemik menggunakan instrument MoCA-INA dan CDT, data sekunder diambil dari Stroke Registry di RumahSakit Bethesda Yogyakarta pada tahun 2010-2017. Data dianalisis dengan chi-square test untuk analisis bivariat, serta regresi logistic untuk analisis multivariat. Dari 110 subjek penelitian terdapat pasien dengan gangguan fungsi kognitif (MoCA-INA < 26 dan CDT > 1) sebanyak 75 (68.2%) pasien, dan fungsi kognitif baik (MoCA-INA >= 26 dan CDT = 1) sebanyak 35 (31.8%) pasien. Analisis bivariat menunjukkan bahwa diabetes mellitus tidak berhubungan dengan gangguan fungsi kognitif post stroke iskemik (OR: 1.506, 95% CI: 0.654-3.466, p: 0.334). Analisis multivariate dengan regresi logistik didapatkan usia, onset, serangan stroke berulang, lesi temporal dan parietal sebagai faktor yang paling berpengaruh terhadap terjadinya gangguan fungsi kognitif post stroke iskemik. Simpulan penelitian ini adalah diabetes mellitus tidak mempengaruhi terjadinya gangguan fungsi kognitif post stroke iskemik
Hasil Operasi Entropion Involusional di Rumah Sakit Dr. M. Djamil Padang
Entropion involusional adalah malposisi kelopak mata pada lansia. Beberapa faktor penyebab seperti kelemahan palpebra horizontal, kelemahan palpebra vertikal dengan pengurangan atau disinsersi retraktor kelopak mata bawah dan overriding otot orbicularist preseptal. Tanpa penatalaksanaan, kondisi ini bisa menyebabkan ketidaknyamanan okular, epifora dan kornea. Prosedur utamanya adalah prosedur wies dan horizontal tightening yang terdiri dari lateral tarsal strip dan horizontal shortening. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi hasil rekonstruksi entropion involusional di subbagian okuloplastik bagian mata Rumah Sakit M Djamil Padang. Studi retrospektif terhadap 13 kelopak mata dari 13 pasien dengan entropion involusional antara April 2012 sampai Desember 2015. Pasien dievaluasi bulan ke 6 dan bulan 12 setelah operasi. Kami menganalisis persentase keberhasilan teknik rekonstruksi, rekurensi entropion, dan prolonged ectropionsetelah operasi. Dari 13 kelopak mata yang dioperasi, prosedur wies dilakukan pada 9 kelopak mata (69%). Horizontal tightening yang terdiri dari prosedur wies dikombinasikan dengan teknik lateral tarsal stripdan prosedur wies + horizontal shortening dilakukan pada 3 kelopak mata (23%) dan 1 kelopak mata (8%). Tidak ada prosedur yang gagal. Kekambuhan entropion terjadi pada 2 pasien (15%) yang dioperasi dengan prosedur weiss pada follow up 12 bulan. Dari 13 kelopak mata menjalani operasi entropion, tidak ada prolonged ectropion. Operasi rekonstruksi entropion involusional di Rumah Sakit M Djamil Padang memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi dan tingkat kekambuhan yang rendah
Gambaran Hasil Pemeriksaan Urine pada Pasien dengan Pembesaran Prostat Jinak di RSUP DR. M. Djamil Padang
Pembesaran prostat jinak dapat menyebabkan terjadinya hambatan aliran urine, sehingga pasien akan merasakan keluhan pada saluran kemih bagian bawah atau Lower Urinary Tract Symptom (LUTS). Urinalisis merupakan salah satu pemeriksaan yang dapat dilakukan pada pasien dengan LUTS yang terdiri dari pemeriksaan fisik, mikroskopik dan kimia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran hasil pemeriksaan urine pada pasien dengan pembesaran prostat jinak di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Jenis penelitian adalah deskriptif observasional. Sampel diambil menggunakan teknik total sampling di bagian Bedah dan Rekam Medik RSUP. Dr. M. Djamil Padang. Penelitian dilaksanakan dari bulan Januari 2016 sampai Desember 2016 dengan jumlah sampel adalah 40 orang. Data yang digunakan adalah hasil pemeriksaan pH, protein, leukosit, eritrosit dan epitel urine pada rekam medik pasien pembesaran prostat jinak. Data yang sudah dikumpulkan kemudian dianalisis dengan program komputer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 100% pasien memiliki hasil pH urine 4.5 sampai 8. Sebanyak 42,5% memiliki hasil protein urine 1+, 60% pasien memiliki nilai leukosit >5/LPB, 80% pasien dengan nilai eritrosit >1/LPB serta 100% pasien dengan epitel gepeng positif satu (+). Simpulan penelitian ini adalah terdapat peningkatan leukosit, eritrosit dan protein urine pada pasien dengan pembesaran prostat jinak namun pH dan epitel urine pasien masih dalam nilai normal
PROFIL PENYAKIT PENYAKIT JANTUNG BAWAAN DI INSTALASI RAWAT INAP ANAK RSUP DR. M. DJAMIL PADANG PERIODE JANUARI 2013 – DESEMBER 2015
Penyakit Jantung Bawaan (PJB) menempati peringkat pertama dari berbagai penyakit pada bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil penyakit jantung bawaan di instalasi rawat inap RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan desain potong lintang yang dilakukan di instalasi rekam medik RSUP Dr. M.Djamil Padang dari Juli 2016 sampai Desember 2016. Populasi dari penelitian ini adalah data rekam medik pasien rawat inap penyakit jantung bawaan di Bagian Anak RSUP Dr. M. Djamil Padang dari Januari 2013 sampai Desember 2015 dengan jumlah 85 pasien. Hasil yang didapat yaitu VSD adalah ialah jenis penyakit jantung bawaan terbanyak (40,00%). Sebaran usia terbanyak pada kelompok >1 tahun (50,59%). Pasien terbanyak dengan jenis kelamin laki-laki (54,12%). Status gizi pasien PJB didominasi oleh gizi kurang (75,30%). Kelainan yang menyertai pasien terbanyak yaitu kelainan paru (40,00%), dengan penyakit terbanyak yaitu bronkopneumonia (21,18%). Pasien yang memiliki riwayat keluarga hanya 2,35%. Rerata hemoglobin dan hematokrit pasien PJB sianotik lebih tinggi daripada PJB asianotik. Simpulan studi ini ialah penyakit jantung bawaan banyak terjadi dengan jenis VSD, usia > 1 tahun, jenis kelamin laki-laki, gizi kurang, disertai kelainan paru (bronkopneumonia), jarang yang memiliki riwayat keluarga, dengan rata-rata Hb dan Ht lebih tinggi pada PJB sianotik
Perbedaan Kadar Aldosteron dan Tekanan Darah pada Akseptor KB Pil Kombinasi Berdasarkan Lama Pemakaian Kontrasepsi
Kontrasepsi pil kombinasi meningkatkan resiko hipertensi, karena kontrasepsi pil kombinasi mengaktifkan sistem renin angiotensin aldosteron yang dapat mempengaruhi peningkatan tekanan darah. Tujuan penelitian ini adalah menentukan perbedaan kadar aldosteron dan tekanan darah pada akseptor KB pil kombinasi berdasarkan lama pemakaian kontrasepsi. Penelitian ini merupakan studi cross sectional pada populasi akseptor KB pil kombinasi yang memenuhi kriteria inklusi yang diambil dengan teknik consecutive sampling di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya dan Puskesmas Andalas Padang sejak Maret sampai Mei 2017. Pemeriksaan kadar aldosteron dilakukan di laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang dengan metode ELISA. Data dianalisis dengan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian ini menunjukkan perbedaan yang signifikan kadar aldosteron antara akseptor kontrasepsi pil kombinasi 1-3 tahun dan ≥3-5 tahun yaitu 3,84±1,09 ng/dl pada akseptor kontrasepsi pil kombinasi 1-3 tahun dan 4,80±1,80 ng/dl pada akseptor kontrasepsi pil kombinasi ≥3-5 tahun (p<0,05). Hasil penelitian ini juga menunjukkan perbedaan yang signifikan tekanan darah antara akseptor kontrasepsi pil kombinasi 1-3 tahun dan ≥3-5 tahun yaitu tekanan darah sistolik 116,80±10,69 mmHg pada akseptor kontrasepsi pil kombinasi 1-3 tahun dan 128,00±15,54 mmHg pada akseptor kontrasepsi pil kombinasi ≥3-5 tahun (p<0,05), tekanan darah diastolik 76,80±8,52 mmHg pada akseptor kontrasepsi pil kombinasi 1-3 tahun dan 84,80±10,84 mmHg pada akseptor kontrasepsi pil kombinasi ≥3-5 tahun (p<0,05). Simpulan dalam penelitian ini adalah kadar aldosteron dan tekanan darah lebih tinggi pada akseptor kontrasepsi pil kombinasi ≥3-5 tahun dibanding akseptor 1-3 tahun
Analisis Hubungan Pengetahuan dan Persepsi Pasien dengan Partisipasi Pasien di Instalasi Paviliun Ambun Pagi RSUP DR. M. Djamil Padang Ditinjau dari Aspek Hukum Keselamatan Pasien
Pasien bisa memainkan peranan penting dalam peningkatan keselamatan pasien dengan terlibat aktif dalam proses perawatan mereka. Partisipasi pasien dipandang sebagai hak hukum pasien serta standar emas sistem pelayanan kesehatan internasional. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pengetahuan dan persepsi pasien tentang aspek hukum keselamatan pasien dengan partisipasi pasien dalam keselamatan pasien di Instalasi Paviliun Ambun Pagi RSUP Dr. M. Djamil Padang. Ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Sampel ditentukan dengan cara systematic random sampling. Data dikumpulkan selama bulan Maret tahun 2016. Hasil penelitian terhadap 75 orang responden menunjukkan bahwa sebagian besar memiliki pengetahuan kurang (42 [56.00%]) dan persepsi negatif (49 [65.33%]), serta sebagian besar memiliki partisipasi yang rendah (46 [61,33%]). Ada hubungan antara pengetahuan (p=0,024) dan persepsi pasien (p=0,007) tentang aspek hukum keselamatan pasien dengan partisipasi pasien dalam keselamatan pasien. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan persepsi pasien tentang aspek hukum dalam keselamatan pasien memiliki hubungan dengan partisipasi pasien dalam keselamatan pasien. Perlu ditingkatkan edukasi dan informasi tentang hak pasien dalam keselamatan pasien bagi pasien dan keluarga, guna mendorong peningkatan partisipasi pasien
Pengaruh Penyuluhan Gizi Terhadap Perubahan Perilaku Kebiasaan Sarapan Pagi Murid SD Negeri 05 Solok Selatan Tahun 2016
Pola konsumsi anak menentukan kebiasaan makan saat dewasa, sehingga perlu mendapat perhatian adalah kebiasaan sarapan pagi. Tujuan penelitian ini adalah menetukan pengaruh penyuluhan gizi terhadap perubahan perilaku kebiasaan sarapaan pagi murid SD Negeri 05 Solok Selatan. Jenis penelitian ini adalah Quasi Eksperiment dengan menggunakan rancangan one group pre and post test design. Sampel penelitian ini adalah 58 Murid SD Negeri 05 Solok Selatan dengan menggunakan instrument berupa penanyangan film/video tentang sarapan pagi dan kuesioner yang dianalisis secara univariat, bivariat dengan paired-samples t test dan multivariat dengan GLM repeated measures. Berdasarkan survei dan wawancara yang dilakukan di SD Negeri 02 Solok Selatan diketahui bahwa terdapat 4 orang dari 10 responden (40%) siswa memiliki status gizi berdasarkan IMT/U berada pada kategori kurus dan 6 orang dari 10 responden (40%) tidak memiliki kebiasaan sarapan pagi. Hanya 32,8% murid SD Negeri 05 Solok Selatan yang sarapan, sisanya hampir setengah dari jumlah anak-anak yang ada, mengaku bahwa mereka melewatkan waktu sarapannya Hasil penelitian didapat ada perubahan rata-rata nilai pengetahuan, sikap dan tindakan murid tentang sarapan pagi sebelum dan sesudah penyuluhan dan terdapat perbedaan pengetahuan, sikap dan tindakan murid tentang sarapan pagi sebelum dan sesudah penyuluhan
Hubungan Pola Makan dan Tingkat Stres terhadap Kekambuhan Gastritis di Wilayah Kerja Puskesmas Tarok Kota Payakumbuh Tahun 2017
Gastritis adalah proses inflamasi yang disebabkan oleh faktor iritasi dan infeksi pada mukosa dan s ubmukosa lambung. Gastritis dapat mengalami kekambuhan yang dipengaruhi oleh pola makan dan stres. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan pola makan dan tingkat stres terhadap kekambuhan gastritis pada masyarakat wilayah kerja puskesmas Tarok kota Payakumbuh tahun 2017. Jenis penelitian adalah deskriptif analitik dengan desain cross-sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien gastritis Puskesmas Tarok kota Payakumbuh tahun 2017. Terdapat sembilan puluh sampel yang diambil dengan teknik systematic random sampling. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner untuk mendapatkan data pola makan, tingkat stres dan kekambuhan gastritis responden. Data dianalisis dengan Chi-square untuk pola makan dan kekambuhan gastritis dan Kruskall-wallis untuk tingkat stres dan kekambuhan gastritis. Hasil univariat didapatkan prevalensi kambuh (55,6%), sampel dengan pola makan kurang baik (20%) dan sampel dengan tingkat stres berat (26,7%). Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan antara pola makan dengan kekambuhan gastritis (p=0,000) dan juga ada hubungan antara tingkat stres dengan kekambuhan gastritis (p=0,000). Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan bermakna antara pola makan dan tingkat stres dengan kekambuhan gastritis pada masyarakat wilayah kerja Puskesmas Tarok kota Payakumbuh tahun 2017
Uji Efektivitas Ekstrak Etanol Biji Rambutan (Nephelium lappaceum L.) sebagai Larvasida Alami pada Larva Nyamuk Aedes aegypti
Metode pengendalian vektor yang sering digunakan hingga saat ini adalah larvasida sintetik temephos. Saat ini di beberapa daerah telah terjadi resistensi larva Aedes aegypti terhadap temephos, sehingga diperlukan larvasida alami sebagai alternatif. Ekstrak etanol biji rambutan (Nephelium lappaceum L.) mengandung senyawa flavonoid yang bersifat racun pernafasan sehingga dapat membunuh larva Aedes aegypti. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol biji rambutan sebagai larvasida terhadap larva Aedes aegypti. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan rancangan Post Test Only Group Design. Populasi dalam penelitian adalah larva Aedes aegypti instar III atau IV yang diperoleh dari telur yang dikoleksi dari rumah warga di Kelurahan Jati Kecamatan Padang Timur. Data penelitian dianalisis menggunakan uji Kruskal wallis dan uji signifikansi Mann-whitney, serta analisis probit untuk mendapatkan LC50 dan LC90. Hasil penelitian menunjukkan (1) konsentrasi terendah ekstrak etanol biji rambutan yang efektif membunuh larva Aedes aegypti adalah konsentrasi 4%, (2) LC50 dan LC90 dari ekstrak etanol biji rambutan adalah 0,975% dan 3,473%, (3) persentase kematian larva setelah dipaparkan temephos 0,012 mg/L adalah 83,75%. Simpulan penelitian ini adalah ekstrak etanol biji rambutan (Nephelium lappaceum L.) 4% terbukti lebih efektif dibandingkan dengan temephos 0,012 mg/L terhadap kematian larva Aedes aegypti di Kelurahan Jati, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Kecamatan Padang Timur Kota Padang Tahun 2018
Stunting merupakan keadaan indeks tinggi badan menurut umur di bawah minus dua standar deviasi berdasarkan standar WHO.. Stunting merupakan manifestasi jangka panjang faktor konsumsi diet berkualitas rendah, penyakit infeksi berulang, dan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan. Jenis penelitian ini adalah studi analitik observasional dengan desain cross-sectional. Sebanyak 74 sampel dipilih secara simple random sampling. Penelitian dilakukan dari Maret sampai April 2018. Pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran tinggi badan, wawancara dan pengisian kuesioner. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-square dan multivariat menggunakan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi stunting sebesar 26,9 persen dan normal sebesar 73,1 persen. Hasil uji Chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat asupan energi, riwayat durasi penyakit infeksi, berat badan lahir, tingkat pendidikan ibu dan tingkat pendapatan keluarga dengan kejadian stunting. Tingkat pendidikan ibu memiliki hubungan paling dominan dengan kejadian stunting. Penelitian ini menyarankan pemerintah, instansi kesehatan, dan pihak terkait berkolaborasi menerapkan kebijakan untuk mengurangi risiko stunting. Masyarakat disarankan mendapatkan pendidikan yang berkualitas, memberikan asupan nutrien yang seimbang dan meningkatkan derajat kesehatan anak