Jurnal Kesehatan Andalas
Not a member yet
    1143 research outputs found

    PENGARUH PEMBERIAN ISOLAT KATEKIN GAMBIR (Uncaria gambir Roxb) TERHADAP KADAR HORMON TESTOSTERON DAN JUMLAH SPERMATOZOA TIKUS Rattus Norvegicus JANTAN HIPERGLIKEMIA

    Get PDF
    Hiperglikemia merupakan kondisi peningkatan gula darah sehingga menyebabkan stres oksidatif meningkat hal ini menyebabkan penurunan fungsi dari organ hipotalamus dan GnRh di hipofisis anterior akan sulit mensekresikan FSH dan LH sehingga terjadinya penurunan fungsi sistem endokrin reproduksi yaitu menurunya hormon testosteron dan jumlah spermatozoa. Mengetahui Pengaruh Pemberian Isolat Katekin Gambir Terhadap Kadar Hormon Testosteron dan Jumlah Spermatozoa Tikus Rattus Norvegicus Jantan Hiperglikemia. Metode Penelitian ini merupakan penelitian experimental, Pemberian Isolat Katekin Gambir, selanjutnya dilakukan pengambilan darah pada vena retro orbita tikus yang digunakan untuk pemeriksaan kadar hormon testosteron dalam serum, kadar testosteron  di analisis dengan tekhnik Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA) dan Vas Deferrens tikus untuk pengambilan spermatozoa menghitung jumlah spermatozoa dengan analisa sperma. Didapat kaadar hormon testosteron pada kelompok  (KN) 1,1154 nmol/L, KP 0,8232 nmol/L, PI 2,9592 nmol/L, PII 1,4078 nmol/L, PIII 1,6334 nmol/L secara statistik terdapat perbedaan rerata hormon testosteron p (p<0,05). Rerata spermatozoa kelompok (KN) 430,0, KP 297,01, PI 452,0,PII 345,0, PIII 213,0 secara statistik terdapat perbedaan (p<0,05). Pemberian isolat katekin gambir (Uncaria gambir Roxb) dapat meningkatkan kadar hormon testosteron dan jumlah spermatozoa pada tikus rattus norvegicus jantan hiperglikemia

    Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien Peserta JKN di Poliklinik Semen Padang Hospital

    Get PDF
    Rumah sakit sebagai organisasi penyedia pelayanan kesehatan dihadapkan pada lingkungan yang semakin kompetitif dengan ekskalasi biaya dan kebutuhan pasien yang terus meningkat. Rumah sakit pemerintah dan swasta harus selalu memperhatikan serta meningkatkan pelayanan terhadap pasien sehingga tercapai kepuasan pasien dan loyalitas yang tinggi sebagai upaya untuk menjadikan rumah sakit unggul dalam persaingan jangka panjang. Semen Padang Hospital (SPH) merupakan salah satu rumah sakit swasta di kota Padang yang berstandar Internasional dan memiliki keunggulan sumber daya manusia (SDM) spesialistik yang lengkap serta sarana prasarana penunjang medis yang canggih, yang telah melayani pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sejak tahun 2015. Tujuani penelitian ini adalah menguji pengaruh kualitas layanan peserta JKN di Poliklinik SPH. Penelitian ini merupakan explanatory research yang bersifat cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan November 2015 sampai Juli 2016 di Poliklinik SPH. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling sehingga didapatkan 160 sampel. Hasil penelitian adalah responsiveness merupakan dimensi yang paling berpengaruh (Thitung = 18,75>Ttabel = 2,57), dan emphaty merupakan dimensi yang terendah (Thitung = 9,36>Ttabel = 2,57) pada variabel kualitas jasa untuk peserta JKN pada poliklinik SPH. Simpulan penelitian ini ialah kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifkan terhadap kepuasan pasien peserta JKN

    ANALISIS PELAKSANAAN SASARAN KESELAMATAN PASIEN DI RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PADANG PARIAMAN

    Get PDF
    Keselamatan (safety) menjadi isu global termasuk di rumah sakit. Rumah sakit wajib mengupayakan pemenuhan sasaran keselamatan pasien yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan nomor 11 tahun 2017. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pelaksanaan sasaran keselamatan pasien di rawat inap RSUD Padang Pariaman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui wawancara mendalam, Focus Group Discussion, observasi dan telaah dokumen. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara lima belas orang informan yaitu direktur, kepala bidang pelayanan medik, ketua komite medis, ketua komite keperawatan, kepala instalasi rawat inap, kepala ruangan rawat inap, dokter umum, perawat pelaksana, apoteker, ahli gizi, analis dan radiographer. Komponen yang diteliti mengenai input (kebijakan, pedoman dan Standar Prosedur Operasional (SPO), tenaga, metode, dana, sarana), proses yaitu pelaksanaan sasaran keselamatan pasien, dan output dari capaian penerapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan dan SPO sudah lengkap. Tenaga penanggung jawab keselamatan pasien dalam hal ini tim keselamatan pasien belum bekerja optimal. Metode sudah sesuai dengan pedoman yang ada dan dana sudah mencukupi namun pengadaan sarana belum lengkap. Kepatuhan petugas dalam pelaksanaan sasaran keselamatan pasien belum optimal, nilai rata-rata capaian 73,4% (standar 100%). Kesimpulannya, pelaksanaan sasaran keselamatan pasien di rawat inap RSUD Padang Pariaman tahun 2018 belum maksimal dan hasil belum mancapai target

    Defisiensi Protein S pada Trombosis Vena Dalam

    Get PDF
    Trombosis vena dalam (TVD) merupakan penyebab kematian yang utama di Amerika Serikat dan negara barat. Sekitar 2 juta orang meninggal akibat trombosis vena maupun komplikasinya. Trombosis vena dalam sendiri adalah terbentuknya bekuan darah didalam lumen vena dalam, terutama pada vena di tungkai seperti vena femoralis dan vena poplitea. Stasis dan hiperkoagulabilitas merupakan patogenesis trombosis yang paling penting. Kelainan koagulasi dan trombosit baik bersifat herediter maupun yang didapat bisa menimbulkan hiperkoagulabilitas dan menyebabkan trombosis vena dalam. Pada pasien dengan dugaan TVD clinical probability ditentukan berdasarkan skoring oleh Wells. Telah dilaporkan kasus seorang wanita 39 tahun dengan keluhan utama bengkak pada paha kanan. Trombosis Vena Dalam ditegakkan berdasarkan keluhan dan data klinis yaitu Wells score lebih dari 3 (risiko tinggi), PT 14 detik, APTT 41,7 detik, nilai D Dimer 3152,5 ng/mL dan hasil echovasculer dengan ditemukannya tanda-tanda TVD pada vena poplitea dekstra. Faktor risiko dan underlying disease untuk terjadinya TVD pada pasien ini tidak ditemukan. Pemeriksaan penunjang protein C 77,80% dan protein S 35,50 %. Faktor risiko dan underlying disease untuk terjadinya TVD pada pasien ini tidak ditemukan. Pemeriksaan penunjang protein C 77,80% dan protein S 35,50 %

    Hubungan Antenatal Care dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah pada Ibu Aterm di RSUP Dr. M. Djamil Padang

    Get PDF
    Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) dipengaruhi banyak faktor. Semua faktor dapat dicegah dan dideteksi secara dini melalui kunjungan antenatal care (ANC) yang lengkap dari segi kuantitas dan pelayanan yang berkualitas. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan antenatal care dengan kejadian bayi berat lahir rendah di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Jenis penelitian ini merupakan studi analitik dengan desain cross sectional, dilakukan bulan Juni hingga Oktober tahun 2015. Populasi adalah rekam medik seluruh ibu hamil yang melahirkan di bagian Obstetrik dan Ginekologi RSUP Dr. M. Djamil Padang pada Januari 2013-Juni 2014. Besar sampel penelitian yang diambil adalah sebanyak 84 subjek. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil uji statistik diperoleh, ibu yang melahirkan BBLR lebih sedikit melakukan ANC yang lengkap daripada ibu yang melahirkan bayi normal (p=0,026; OR=3,692). Simpulan studi ini ialah tidak ada hubungan tenaga kesehatan yang dikunjungi ibu saat ANC dengan BBLR (p=0,875). Frekuensi ANC ibu hamil aterm memiliki hubungan dengan kejadian BBLR. Ibu yang melakukan kunjungan ANC kurang dari 4 kali memiliki risiko 3,692 kali untuk melahirkan BBLR daripada ibu dengan kunjungan ANC yang lengkap

    Gambaran Faktor Risiko Kegawatdaruratan Obstetri pada Ibu Bersalin yang Masuk di Bagian Obstetri dan Ginekologi RSUD Dr. Rasidin Padang Tahun 2014

    Get PDF
    Angka kematian ibu (AKI) di Indonesia masih tinggi diatas target MDGs. Fokus percepatan untuk menurunkan AKI adalah dengan deteksi kehamilan risiko tinggi menggunakan sistem pendekatan risiko dan penanganan yang adekuat melalui sistem rujukan terencana. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran faktor risiko dan pelaksanaan rujukan di salah satu rumah sakit rujukan di Padang. Penelitian dilakukan pada seluruh ibu bersalin di RSUD DR. Rasidin Padang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan data rekam medik periode Januari sampai Desember 2014. Hasil penelitian didapatkan frekuensi kasus kejadian terbanyak pada kelompok faktor risiko APGO adalah ibu hamil usia ≥ 35 tahun (28,9%), pada kelompok AGO adalah serotinus (52%), pada kelompok AGDO adalah preeklampsia berat/eklampsia (96,6%), kelompok skor terbanyak adalah kehamilan risiko sangat tinggi (KRST) (46,6%) dan kriteria rujukan terbanyak adalah rujukan terlambat (56,1%). Simpulan penelitian ini adalah bahwa ibu bersalin di RSUD DR. Rasidin Padang banyak yang termasuk kehamilan risiko sangat tinggi, namun kasus rujukan terlambat masih tinggi

    PENGARUH EMISI DEBU SEMEN TERHADAP STATUS TEAR FILM MASYARAKAT DI SEKITAR PABRIK PT. SEMEN PADANG

    Get PDF
    Permukaan okular rentan terhadap efek iritatif dari debu semen tersebut karena epitel konyungtiva dan kornea hanya dilapisi oleh lapisan tipis tear film. Paparan debu semen jangka panjang menyebabkan terjadinya inflamasi subklinis kronik yang dapat mempengaruhi transdiferensiasi epitel konyungtiva dan densitas sel goblet yang kemudian dapat menyebabkan timbulnya gejala dry eye syndrome. Tujuan penelitian ini adalah menilai status tear film pada masyarakat  yang  terpapar  emisi  debu  semen  dibandingkan  dengan  masyarakat  yang  tidak  terpapar.  Penelitian ini berupa analytic cross sectional study pada dua populasi yaitu kelompok terpapar dan tidak terpapar emisi debu pabrik semen. Semua sampel penelitian dari dua populasi menjalani pemeriksaan pH tear film, Schirmer, Ferning dan Tear Break Up Time (TBUT). Hasil studi mendapatkan peningkatan nilai pH tear film yang bermakna pada penduduk di kelompok terpapar dengan p=0.001. Terdapat juga penurunan kualitas Ferning yang bermakna pada penduduk di kelompok terpapar yang didominasi tipe III dengan p=0.005 dan 0.029. Sedangkan hasil pemeriksaan Schirmer dan TBUT masih dalam batas normal dan tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara kedua kelompok. Simpulan studi ini ialah erdapat peningkatan rerata nilai pH tear film dan penurunan kualitas lapisan musin tear film yang bermakna pada masyarakat yang terpapar emisi debu semen namun tidak didapatkan peningkatan kejadian dry eye yang bermakna

    Akomodasi dalam Refraksi

    Get PDF
    Akomodasi merupakan mekanisme perubahan kekuatan refraksi mata dengan merubah bentuk dari kristalin lensa. Titik fokus posterior berpindah kedepan mata selama akomodasi. Dengan adanya proses tersebut, titik jauh lebih dekat ke mata. Kemampuan akomodasi ketika otot siliaris berkontraksi sebagai respon bagi stimulasi parasimpatetik dan relaksasi serabut zonular. Pergerakan dari respon akomodasi merupakan hasil dari peningkatan konveksitas lensa ( terutama pada permukaan anterior). Amplitudo akomodasi (dalam D) atau sebagai jarak dari akomodasi. Jarak antara titik jauh mata dan titik terdekat dimana mata dapat menjaga fokus (titik dekat). Lensa kehilangan elastisitasnya diakibatkan proses penuaan dan respon akomodasi berkurang dinamakan presbyopia

    Hubungan Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan Menutup, Menguras dan Mendaur Ulang Plus (PSN M Plus) terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Andalas

    Get PDF
    Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi oleh virus dengue yang ditularkan melalui vektor nyamuk Aedes aegypti. PSN 3M Plus merupakan tindakan pengendalian DBD dengan melakukan upaya memberantas sarang nyamuk dan menghindari diri dari gigitan nyamuk Aedes. Perilaku PSN 3M Plus dapat memutusrantai penularan virus dengue sehingga hasil yang diharapkan adalah penurunan kejadian DBD. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan perilaku PSN 3M Plus terhadap kejadian DBD di Kelurahan Andalas. Penelitian analitik berjenis kasus kontrol ini telah dilakukan pada November 2017 sampai Desember 2017.Pengumpulan data menggunakan kuesioner tentang perilaku PSN 3 M Plus kepada 28 responden kelompok kasus dan 56 responden kelompok kontrol dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Hasil analisis univariat didapatkan distribusi frekuensi kategori perilaku PSN 3M Plus pada kelompok kasus terdapat 7 responden (16%) berperilaku baik dan 21 responden (52,5%) berperilaku buruk. Pada kelompok kontrol terdapat 37 responden (84%) berperilaku baik dan 19 responden (47,5%) berperilaku buruk. Hasil analisis bivariat didapat RO =5,842 denganp = 0,001. Simpulan studi ini adalah terdapat hubungan bermakna antara perilaku PSN 3M Plus terhadap kejadian DBD di Kelurahan Andalas

    Studi retrospektif erupsi obat alergik di RS dr. M. Djamil Padang periode Januari 2014 – Desember 2016

    Get PDF
    Latar belakang: Erupsi obat alergik (EOA) dapat terjadi pada semua usia dengan berbagai manifestasi klinis. Obat penyebab terbanyak EOA umumnya adalah golongan antibiotik dan anti-konvulsan. Terdapat peningkatan kasus EOA di RSUP dr. M. Djamil Padang dari tahun ke tahun. Tujuan penelitian: Mengetahui profil EOA berdasarkan jumlah dan variasi kasus, usia, jenis kelamin, serta obat terbanyak yang dicurigai menyebabkan EOA di RSUP dr.M.Djamil Padang periode Januari 2014 – Desember 2016. Metode: Penelitian dilakukan secara retrospektif berdasarkan rekam medis pasien rawat inap dan rawat jalan di RSUP DR.M.Djamil Padang periode Januari 2014 – Desember 2016. Hasil: Selama periode Januari 2014 – Desember 2016 didapatkan kasus EOA sebanyak 179 kasus. Tipe makulopapular merupakan EOA terbanyak (26,25%), diikuti oleh Sindrom Steven Johnson (SSJ) (24,02%) dan eritroderma (24,02%). Kelompok usia 25 - 44 tahun (37%) merupakan usia terbanyak pada semua tipe EOA. Berdasarkan jenis obat penyebab, cefadroxil merupakan obat penyebab terbanyak pada kelompok makulopapular dan eritroderma, sedangkan karbamazepin merupakan obat penyebab terbanyak penyebab SSJ. Kesimpulan: Pada penelitian ini, antibiotik dan anti-konvulsan merupakan obat tersangka terbanyak yang menyebabkan EOA, sama seperti banyak penelitian sebelumnya. Antibiotik (cefadroxil) merupakan obat penyebab terbanyak pada kelompok makulopapular dan eritroderma, sedangkan anti-konvulsan (karbamazepin) merupakan obat penyebab terbanyak pada kelompok SSJ

    1,096

    full texts

    1,143

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Andalas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇