Jurnal Kesehatan Andalas
Not a member yet
1143 research outputs found
Sort by
Krisis Tiroid pada Wanita Multipara Usia 42 Tahun
Krisis tiroid selama kehamilan dapat mengancam nyawa ibu maupun janin. Kematian pada ibu disebabkan karena terjadinya henti jantung dan kematian janin disebabkan oleh keguguran, berat badan lahir rendah, kelahiran premature, preeklamsi dan malformasi kongenital. Dilaporkan seorang wanita multipara 42 tahun yang telah dikenal hipertiroid datang dengan penurunan kesadaran sejak 1 hari sebelum masuk rumah sakit, usia kehamilan 20 minggu. sebelumnya pasien mengeluhkan palpitasi, demam, berkeringat, tremor, diare, dan sesak nafas. Berdasarkan pemeriksaan fisik, pasien tampak delirium, dengan tekanan darah 110/50 mmHg, nadi 115 kali/menit, dan suhu 38,4oC. Pada pemeriksaan mata tampak Rosenbach dan Enroth. Tanda oftalmopati Graves adalah NOSPEC 1. Berdasarkan palpasi kelenjar tiroid, ukuran 9 x 5 x 2 cm, difus, dan simetris.Pada pemeriksaan fisik ditemukan kardiomegali dan hepatomegali. Skor index Wayne adalah 22 (hipertiroid) dan Skor Burch dan Wartofsky adalah 60 (krisis tiroid). Pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar FT4 43,49 pmol/L, tyroid-stimulating hormone (TSH) 0,1 UIU/mL, dan peroksida anti-tiroid (anti-TPO) 0,31 IU/mL (negatif). Pemeriksaan USG tiroid menunjukkan struma difusa. Pasien mendapat terapi 600 mg PTU dan diikuti dengan 200 mg PTU empat kali sehari. Propanolol 40 mg sehari, Deksametason 40 mg sehari melalui intravena, dan Iodin Lugol empat kali sehari. Selama pengobatan, kondisi klinis pasien membaik, krisis tiroid teratasi dan keadaan janin dalam keadaan baik
Evaluasi Penanggulangan Tuberkulosis Paru di Puskesmas dalam Penemuan Penderita Tuberkulosis Paru di Kabupaten Sijunjung
Indonesia merupakan negara nomor dua dengan beban tertinggi akibat Tuberkulosis (TB) di dunia setelah India. Penemuaan penderita TB di Kabupaten Sijunjung dari tahun 2013 sampai 2017 terus mengalami penurunan. Tujuan penelitian ini adalah melakukan evaluasi terhadap penanggulangan TB paru di puskesmas dalam penemuan penderita TB paru dengan pendekatan sistem, yaitu input (kebijakan, sumberdaya manusia, metode, dana, sarana), proses (perencanaan, penggerakkan-pelaksanaan, monitoring dan evaluasi), dan output (pencapaian program penemuan penderita TB) di Kabupaten Sijunjung tahun 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan program TB berpedoman kepada peraturan dari pusat (kementerian kesehatan), tenaga kesehatan dalam penemuan penderita TB kurang, metode yang digunakan dalam penemuan penderita TB adalah pasif dan aktif, dana dan sarana guna penemuan penderita TB masih kurang. Proses, perencanaan di puskesmas sudah sesuai dengan pedoman, penggerakkan-pelaksanaan dalam penemuan penderita TB belum berjalan dengan baik, monitoring dan evaluasi dalam penemuan penderita TB belum berjalan dengan baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa program penanggulangan TB dalam penemuan penderita TB paru di Kabupaten Sijunjung belum berjalan dengan baik dan hasilnya belum mencapai target yang ditetapkan
Perbedaan Jumlah Perdarahan Saat Persalinan Pada Ibu Primigravida Yang Melakukan Dan Tidak Melakukan Senam Hamil Selama Kehamilan Trimester III
Angka Kematian Ibu (AKI) masih cukup tinggi di Indonesia, karena disebabkan oleh perdarahan, eklamsi dan infeksi. American College of Obstetricans and Gynecologist merekomendasikan senam selama kehamilan agar persalinan lancar dan mengurangi komplikasi saat persalinan. Tujuan penelitian adalah menentukan perbedaan antara jumlah perdarahan saat persalinan pada Ibu primigravida yang melakukan dan tidak melakukan senam hamil selama kehamilan trimester III. Jenis penelitian adalah rancangan comparative study. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Andalas dan Lubuk Buaya dari Oktober 2018 sampai Januari 2019. Jumlah sampel adalah 44 orang di bagi menjadi 2 kelompok, yaitu pertama 22 orang ibu yang melakukan senam hamil dan 22 orang ibu yang tidak melakukan senam hamil. Pengambilan sampel dengan consecutive sampling. Analisis data menggunakan system komputerisasi dengan uji independent t-test. Hasil penelitian didapatkan rerata jumlah perdarahan pada ibu yang senam hamil 489,18 cc dan pada ibu yang tidak senam hamil 501,86 cc. Tidak terdapat perbedaan jumlah perdarahan pada ibu yang melakukan dan tidak melakukan senam hamil dengan nilai (p=0,786)
Implementasi Permenkes Nomor 72 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit Terhadap Tatakelola SDM Instalasi Farmasi Rsu Mayjen H.A Thalib Kerinci Tahun 2018
Permenkes 72 tahun 2016 sangat penting di terapkan di setiap Instalasi Farmasi di rumah sakit, sehingga tercapainya peningkatan mutu Pelayanan Kefarmasian. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana implementasi Permenkes No.72 Tahun 2016 tentang standar pelayanan kefarmasian terhadap tata kelola SDM Instalasi farmasi RSU Mayjen H.A Thalib Kerinci Tahun 2018 dengan menganalisis kualifikasi, persyaratan serta Beban kerja dan kebutuhan SDM di IFRS MHAT. Penelitian ini menggunakan desain Sequential Explanatory menggabungkan kuantitatif dan kualitatif dan penelitian kuantitatif adalah 28 orang, untuk informan pada penelitian kualitatif adalah 9 orang. Waktu penelitian dari Nopember sampai Desember 2018 di RSU Mayjen H.A Thalib Kerinci. Hasil penelitian adalah kualifikasi tenaga TKK masih ada dengan latar belakang SMF, Hasil check list dokumen didapatkan jika pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai 44,4% belum terlaksana sedangkan pelayanan farmasi klinik 63,6% belum terlaksana. Hasil pengamatan work sampling didapatkan hasil jika unit gudang dan rawat jalan memiliki produktivitas sedang, sedangkan untuk unit rawat inap menunjukkan tingkat produktivitas rendah. Kualifikasi, persyaratan serta Beban kerja dan kebutuhan SDM di IFRS MHAT belum sesuai dengan Permenkes 72 tahun 2016
Hubungan Ekspresi Survivin dengan Subtipe Molekuler Karsinoma Mammae Invasif
Karsinoma mammae merupakan salah satu penyebab utama kematian pada perempuan di seluruh dunia. Karsinoma ini memiliki prognosis, respon pengobatan serta perilaku klinis yang berbeda yang disebabkan oleh karakteristik molekuler yang berbeda. Berbagai faktor prognostik telah menjadi dasar dalam pemberian terapi adjuvan (dan kelangsungan hidup). Salah satu molekul yang memiliki peran sebagai faktor prognostik adalah survivin. Tujuan penelitian adalah menentukan hubungan ekspresi survivin dengan subtipe molekuler karsinoma mammae invasif. Penelitian ini menggunakan metode analitik potong lintang. Sampel adalah 40 kasus dari sediaan blok parafin karsinoma mammae invasif yang didiagnosis histopatologi di Sentra Diagnostik Patologi Anatomik Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Sumatera Barat periode Januari 2014-Desember 2017 serta reevaluasi subtipe molekuler yang telah diperiksa di Laboratorium Patologi Anatomik Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung berdasarkan pemeriksaan imunohistokimia ER, PR, Her-2 dan Ki-67. Ekspresi survivin dinilai secara imunohistokimia ditandai dengan warna coklat pada inti dan sitoplasma sel tumor. Hasil penelitian dianalisis dengan uji Chi-square. Ekspresi survivin positif ditemukan pada 27 kasus dengan 9 sampel (33,3%) subtipe luminal, 8 sampel (29,6%) subtipe Her-2, dan 10 sampel (37%) subtipe Triple-negative. Karsinoma mammae invasif paling banyak ditemukan pada kelompok usia 50-59 tahun serta subtipe molekuler terbanyak adalah subtipe Triple-negative. Kesimpulan penelitian ini tidak terdapat hubungan bermakna antara ekspresi survivin dengan subtipe molekuler karsinoma mammae invasif (p=0,770)
Profil Penderita Leukemia Mieloblastik Akut di Bagian Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang
Jenis leukemia yang paling umum ditemukan pada orang dewasa adalah leukemia mieloblastik akut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil penderita Leukemia Mieloblastik Akut di bagian Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian ini bersifat deskriptif retrospektif yang dilaksanakan pada Februari – Mei 2015. Populasi penelitian ini adalah semua pasien leukemia mieloblastik akut yang dirawat di bagian penyakit dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang antara Januari 2014 sampai Desember 2014. Sampel untuk penelitian ini adalah bagian dari populasi yang memenuhi kriteria inklusi yaitu berjumlah 35 orang. Data diambil melalui rekam medis dan pengolahan data dilakukan secara manual. Hasil penelitian ditemukan pasien leukemia mieloblastik akut terbanyak pada kelompok umur 20-39 tahun sebanyak 16 orang (45,71%). Berdasarkan jenis kelamin, lebih banyak ditemukan pada perempuan sebanyak 18 orang (51,43%). Berdasarkan klasifikasi French-American-British (FAB), tipe leukemia mieloblastik akut yang terbanyak yaitu tipe M4 sebanyak 20 orang (57,14%). Sebanyak 17 orang mengalami anemia berat (48,57%). Terdapat 21 orang mengalami hiperleukositosis (60%). Seluruh pasien leukemia mieloblastik akut mengalami trombositopenia (100%). Terdapat 32 orang dengan presentasi blast >30% (91,43%)
Hubungan Kadar Albumin Serum dengan Lama Rawatan Pasien Stroke Iskemik Akut
Kadar albumin serum yang rendah pada penderita stroke iskemik akut dikaitkan dengan perburukan status fungsional, yang mungkin akan mempengaruhi lama rawatan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan antara albumin dan lama rawatan pada pasien stroke iskemik akut. Penelitian ini merupakan studi observasional menggunakan disain potong lintang (cross sectional). Subjek penelitian adalah pasien stroke iskemik akut yang dirawat di bangsal penyakit saraf RS. DR. M. Djamil Padang selama bulan Maret sampai September 2015 dengan onset kurang dari 24 jam yang memenuhi kriteria inklusi. Kadar albumin serum diukur dalam 24 jam pertama rawatan. Kadar albumin serum, derajat stroke, komplikasi dan faktor risiko merupakan variabel yang akan dianalisis dan lama rawatan. Hubungan antar variabel diuji dengan menggunakan uji Chi-square. Hasil dianggap bermakna secara statistik apabila nilai p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 50 subjek dievaluasi selama penelitian, usia rerata adalah 59 tahun (36-85 tahun), dan rerata kadar albumin serum adalah 3,86 mg/dL. Tidak terdapat hubungan antara kadar albumin serum dan dengan lama rawatan (p=0,715), serta faktor risiko dan lama rawatan (p=0,76), namun terdapat hubungan antara derajat stroke dan lama rawatan (p<0,001,OR=12,6), serta hubungan antara komplikasi dan lama rawatan (p<0,001,OR=17,6). Simpulan studi ini adalah tidak terdapat hubungan antara kadar albumin serum dan faktor risiko terhadap lama rawatan, namun terdapat hubungan signifikan antara derajat stroke dan komplikasi terhadap lama rawatan
Hambat Ekstrak Etanol Rimpang Kunyit (Curcuma domestica V.) terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Secara In Vitro
Staphylococcus aureus merupakan salah satu bakteri patogen yang bisa menyebabkan infeksi. Penggunaan antibiotika untuk penanganan infeksi yang tidak rasional dapat membuat kuman patogen menjadi resistensi, sehingga penggunaan Rimpang kunyit (Curcuma domestica V.) mungkin dapat sebagai alternatif pengganti antibiotik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daya hambat ekstrak etanol rimpang kunyit (Curcuma domestica V.) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus secara in vitro. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium dengan desain post-test only control group design menggunakan metode difusi (cakram) yang dilakukan dari Februari 2015 sampai September 2015 di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Sampel yang digunakan adalah rimpang kunyit yang berasal dari ladang kunyit Puncak Payo, Tanah Garam Solok. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol rimpang kunyit (Curcuma domestica V.) memiliki daya hambat yang berbeda terhadap pertumbuhan bakteri S. aureus dengan berbagai konsentrasi yaitu 10%, 20%, 40%, 80% b/v . Konsentrasi ekstrak yang paling efektif dalam menghambat S. aureus adalah konsentrasi 80% b/v. Penggunaan ekstrak etanol rimpang kunyit (Curcuma domestica V.) sebagai alternatif pengganti antibiotik terhadap infeksi oleh S. aureus perlu dipertimbangkan
Clinical Profile of Bilateral Optic Neuritis
Neuritis optik adalah istilah yang digunakan untuk merujuk suatu peradangan pada saraf optik. Neuritis optik bilateral pada orang dewasa jarang terjadi, terutama pada individu tanpa adanya kelainan sistemik inflamasi atau autoimun. Tujuan: Untuk menggambarkan profil klinis neuritis optik bilateral akut pada orang dewasa, efek terapi kortikosteroid intravena serta waktu pemulihan visus. Metode: Kami melakukan tinjauan retrospektif terhadap rekam medis pasien yang merujuk ke klinik neuro-ophthalmologi di Rumah Sakit M. Djamil dengan neuritis optik bilateral akut dari Januari 2016 sampai April 2017. Kriteria eksklusi mencakup multiple sclerosis atau myelopathy sebelumnya, kelainan sistemik yang dikenal atau pengobatan yang terkait dengan neuropati optik, uveitis, atau neoplasma. Pasien mendapatkan metilprednisolon intravena yang diikuti oleh tappering off metilprednisolon oral. Ketajaman visual, lapang pandang, penemuan oftalmoskopi, dan evaluasi neurologis dicatat pada awal dan pada 1 bulan atau 3 bulan. Hasil: Sembilan pasien dari 4 pria dan 5 wanita, dengan rentang usia 22-41 tahun, memiliki penglihatan bilateral yang menurun, 6 dengan rasa sakit pada menggerakan mata. Semua pasien memiliki evaluasi neurologis normal, dengan ketajaman penglihatan mulai dari penghitungan jari sampai gerakan tangan dan berbagai pola lapang pandang. Kedua saraf optik menunjukkan temuan ophthalmoscopy yang tidak normal. Setelah terapi kortikosteroid rata-rata 2 minggu, semua pasien menunjukkan perbaikan pada ketajaman penglihatan, bidang visual, dan temuan oftalmoskopi. Tidak ada pasien yang mengalami masalah neurologis selama follow-up dengan rata-rata 3 bulan. Kesimpulan: Neuritis optik bilateral idiopatik jarang terjadi pada orang dewasa. Terapi kortikosteroid menunjukkan hasil visual yang baik
Survei Entomologi, Maya Indeks, dan Status Kerentanan Larva Nyamuk Aedes aegypti terhadap Temephos
Demam berdarah dengue (DBD) adalah salah satu penyakit menular yang merupakan masalah kesehatan dan sudah menjadi perhatian di dunia. Data selama 50 tahun terakhir, kasus DBD meningkat hingga 30 kali lipat. Peningkatan kasus DBD berhubungan dengan kepadatan nyamuk, maya indeks, dan status kerentanan disuatudaerah. Tujuan penelitian ini adalah menentukan kepadatan nyamuk (HI,CI,BI), maya indeks dan status kerentanan larva Aedes aegypti terhadap Temephos 0.012 mg/L. Penelitian telah dilakukan di Desa Salido Kecamatan IV Jurai Kabupaten Pesisir Selatan pada bulan Desember 2017- Februari 2018 dengan 100 rumah menjadi sampel yang dibagi secara proporsional berdasarkan banyak rumah di kelompok tertentu. Pengamatan dan pencatatan dilakukan pada tempat penampungan air yang berada di dalam dan di luar rumah dan mengambil semua larva yang ditemukan. Larva yang didapatkan diuji di Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Hasil penelitian didapatkan nilai HI 57%, CI 22.04%, BI 123% dengan nilai rerata DF 7 artinya kepadatan tinggi. Nilai CS 77.42% didapatkan lebih tinggi dari DS 22.58% dengan total kontainer berjumlah 558 buah. Maya indeks didapatkan 93 rumah dengan risiko rendah dan 7 dengan risiko sedang. Uji kerentanan dengan Temephos 0.012 didapatkan sudah terjadiresistensi