Jurnal Kesehatan Andalas
Not a member yet
1143 research outputs found
Sort by
Derajat Keparahan Pneumonia Komunitas pada Geriatri Berdasarkan Skor CURB-65 di Bangsal Penyakit Dalam RS. Dr. M. Djamil Padang Tahun 2016
Skor CURB 65 merupakan salah satu sistem prediksi derajat keparahan pneumonia komunitas yang cukup mudah dan valid namun tingkat prediksinya tidak cukup tinggi dalam menentukan risiko mortalitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui derajat keparahan pneumonia komunitas pada geriatri berdasarkan skor CURB-65 di Bangsal Penyakit Dalam RS. Dr. M. Djamil Padang tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah deskriptif retrospektif. Penelitian dilakukan dari November 2016 sampai April 2017 di Bangsal Penyakit Dalam Rumah Sakit Dr. M. Djamil Padang dan bagian Rekam Medik Rumah Sakit Dr. M. Djamil Padang. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dan data diolah secara manual dalam bentuk tabel. Dari 365 sampel yang didata, 167 (45,75%) sampel berasal dari laki-laki, dan 198 (54,25%) sampel dari perempuan. Kelompok usia dengan frekuensi tertinggi adalah 60-69 tahun 159 (43,56%). Skor CURB-65 terbanyak pada pasien Pneumonia Komunitas adalah skor 2 yaitu 132 (36,16%) pasien. Derajat keparahan pneumonia komunitas tertinggi didapatkan pada derajat berat sebanyak 167 (45,75%) pasien. Hasil didapatkan 156 (42,74%) pasien meninggal dengan perbandingan perempuan lebih besar dibandingkan laki-laki yaitu 22,47% dan 20,27%. Simpulan penelitian ini adalah derajat keparahan pneumonia komunitas pada geriatri berdasarkan skor CURB-65 yang dirawat di Bangsal Penyakit Dalam Rumah Sakit Dr. M. Djamil Padang tahun 2016 yang terbanyak adalah derajat berat
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Personal Hygiene terhadap Kejadian Pedikulosis Kapitis pada Anak Asuh di Panti Asuhan Liga Dakwah Sumatera Barat
Pedikulosis kapitis adalah infeksi kulit dan rambut kepala yang disebabkan infestasi Pediculus humanus var. capitis. Kejadian pedikulosis kapitis cukup tinggi di daerah lingkungan padat seperti panti asuhan. Prevalensi pedikulosis kapitis yang tinggi di panti asuhan menyebabkan anak asuh mengalami gangguan psikis dan fisik. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan tingkat pengetahuan mengenai pedikulosis kapitis dan personal hygiene terhadap pedikulosis kapitis. Metode penelitian berupa survei analitik cross sectional yang dilaksanakan pada dari Januari sampai November 2016 di Panti Asuhan Liga Dakwah Sumatera Barat. Pengumpulan data menggunakan kuisioner terhadap 69 orang anak asuh yang bersedia menjadi responden. Hasil penelitian menunjukan lebih dari setengah responden (58%) memiliki pedikulosis kapitis positif, responden lebih dominan memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi (88,4 %) dan responden lebih banyak memiliki personal hygiene yang baik (81,2 %). Analisis data untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan personal hygiene terhadap pedikulosis kapitis yaitu menggunakan uji Chi-square yang menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan mengenai pedikulosis kapitis terhadap kejadian pedikulosis kapitis dengan nilai p=0,126 dan tidak ada hubungan antara personal hygiene terhadap kejadian pedikulosis kapitis dengan nilai p = 0,548
Keinginan Berhenti Merokok Pada Pelajar Perokok Berdasarkan Global Youth Tobacco Survey di SMK Negeri Kota Padang
Remaja menjadi salah satu pengguna rokok dengan prevalensi yang terus meningkat hal ini dipengaruhi oleh banyak faktor yang juga berkaitan dengan kepribadian dan lingkungan remaja. Berdasarkan Factsheet Global Youth Tobacco Survey di Indonesia memaparkan 4 dari 5 orang perokok berkeinginan untuk berhenti merokok. Banyak perokok menyadari risikonya dan termotivasi untuk berhenti merokok, namun mengalami kesulitan untuk berhenti merokok. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keinginan berhenti merokok pada pelajar SMK Negeri di kota Padang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan desain penelitian potong lintang. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 166 orang siswa perokok SMK Negeri di Kota Padang pada tahun 2018 dengan menggunakan kuesioner Global Youth Tobacco Survey, berbahasa Indonesia. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa pelajar perokok di SMKN kota Padang adalah 43,10%. Sebagian besar perokok adalah laki-laki. Sebanyak 43,40% siswa mulai merokok pada usia pada kelompok usia 14-15 tahun. Sekitar 64,45% berkeingian untuk berhenti merokok. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat kurang dari separuh siswa di sekolah tersebut merupakan perokok. Ditemukan sebagian kecil siswa perempuan pernah mencoba rokok dan usia terbanyak mulai merokok adalah usia 14-15 tahun. Sebagian besar pelajar perokok berkeinginan untuk berhenti merokok
Perbedaan Paparan Tungau Debu Rumah dengan Status Rhinitis Alergi Berdasarkan Kriteria ISAAC pada Anak di Dua Panti Asuhan Kecamatan Koto Tangah
Tungau Debu Rumah (TDR) merupakan tungau yang berasal dari famili Pyroglyphidae yang hidup bersama debu rumah. TDR memiliki feses yang dapat menimbulkan penyakit alergi yang salah satunya rhinitis alergi. Rhinitis alergi muncul sekitar 15% anak usia 6-7 tahun dan 40% pada 13-14 tahun. International Study of Asthma and Allergies of Childhood (ISAAC) merupakan organisasi dunia yang melakukan studi prevalensi rhinitis alergi dengan menggunakan kuesioner yang telah distandarisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan paparan tungau debu rumah dengan status rhinitis alergi berdasarkan kuesioner ISAAC pada anak. Penelitian ini merupakan cross sectional study yang dilakukan di Panti asuhan Kecamatan Koto Tangah dari November 2017 sampai Januari 2018. Teknik pengambilan sampel secara total sampling. Debu tempat tidur diambil dengan vacum cleaner dan dilakukan wawancara dengan menggunakan kuesioner ISAAC. Debu diperiksa di laboratorium Parasitologi Fk Unand. Dari penelitian didapatkan 41 sampel. Famili terbanyak adalah Famili Pyrogliphydae yaitu 34,6% (81 tungau). Individu dengan rhinitis alergi berdasarkan kuesioner ISAAC berjumlah 17 orang (41,5%). Kepadatan TDR pada penderita rhintis alergi yaitu 6.29 tungau dan non rhinitis alergi sebanyak 6.33 tungau. Simpulan adalah tidak terdapat perbedaan bermakna antarapaparan tungau debu rumah dengan status rhinitis alergi pada anak
Gambaran Karakteristik Penderita Retinopati Hipertensi Yang Datang Berobat Ke Poliklinik Mata RSUP DR. M. Djamil Padang
Retinopati hipertensi merupakan salah satu kerusakan target organ akibat tekanan darah tinggi, yang dapat menimbulkan kelainan-kelainan retina dan pembuluh darah di retina. Tujuan penelitian ini adalah mengindentifikasi gambaran karakteristik penderita retinopati hipertensi di RSUP DR. M. Djamil Padang dari tahun 2015 sampai 2016. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan dari November sampai Februari 2018 di ruang pusat rekam medis RSUP DR. M. Djamil Padang. Sampel terdiri dari 80 rekam medik penderita yang didiagnosis dengan retinopati hipertensi yang tercatat di rekam medis. Dari 80 rekam medik, 74 rekam medik penderita memenuhi kriteria sampel.Dari 74 pasien, mayoritas penderita berumur >60 tahun (dengan rata-rata berumur 57,6 tahun), jenis kelamin perempuan mendominasi (51,4%), mayoritas penderita adalah bekerja menggurus rumah tangga (31,1%), menderita hipertensi stadium 1 dan telah menderita hipertensi selama 1-5 tahun (63,5%, dengan rata-rata 5,5 tahun). Mayoritas penderita tidak memiliki kerusakan target organ lain. Simpulan studi ini ialah mayoritas penderita retinopati hipertensi di RSUP DR. M. Djamil Padang dari tahun 2015 sampai 2016 adalah perempuan dan berumur diatas 60 tahun. Mayoritas dari pasien adalah ibu rumah tangga, telah menderita hipertensi stadium 1 selama 1-5 tahun dan tidak memilki kerusakan target organ lain
Gambaran Intensitas Kebisingan di Wahana Bermain Indoor di kota Padang
Kebisingan merupakan salah satu masalah kesehatan lingkungan. Wahana bermain indoor merupakan salah satu tempat yang memiliki intensitas kebisingan yang tinggi sehingga dapat menyebabkan gangguan pendengaran pada pengunjung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rerata gambaran bising di beberapa titik di wahana bermain indoor di kota Padang, apakah kebisingan tersebut masih dalam batas aman atau tidak, serta mengetahui profil pengunjungnya. Penelitian ini merupakan studi deskriptif yang dilaksanakan pada bulan November 2017-April 2018. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 30 orang responden dan pengukuran intensitas kebisingan yang dilakukan di 15 titik di tiga lokasi wahana bermain indoor yaitu Fun Station Basko Grand Mall, Zone 2000 Plaza Andalas, dan Trans Studio Mini Transmart. Pengukuran intensitas kebisingan dilakukan menggunakan Sound Level Meter merek Tenmars TM-102. Hasil penelitian menunjukkan intensitas kebisingan rerata dari masing-masing wahana bermain yaitu Fun Station Basko Grand Mall sebesar 91,67 dB, Zone 2000 Plaza Andalas sebesar 91,58 dB, dan Trans Studio Mini Transmart sebesar 91,594 dB. Intensitas kebisingan rerata di tiga tempat tersebut melebihi nilai ambang batas yang ditetapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup untuk tempat rekreasi, yaitu sebesar 70 dB. Mesin permainan dengan intensitas kebisingan tertinggi di Zone 2000 dan di Trans Studio Mini adalah hockey, sedangkan di Fun Station adalah mesin Go Go Doggy
Gambaran Morfologi Eritrosit Packed Red Cell Berdasarkan Waktu Penyimpanan Di Bank Darah RSUP Dr. M. Djamil Padang
Packed red cell (PRC) merupakan komponen darah terbanyak yang digunakan dalam transfusi dan dapat disimpan sekitar tiga puluh lima hingga empat puluh dua hari di bank darah. Penyimpanan PRC mengakibatkan jejas penyimpanan, yaitu perubahan morfologi eritrosit, deformabilitas, fragilitas osmotik, kemampuan untuk agregasi, dan viskositas intraseluler. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran morfologi eritrosit PRC berdasarkan waktu penyimpanan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan potong lintang pada tujuh sampel PRC. Tiap sampel diperiksa pada hari penyimpanan ke nol, tujuh, empat belas, dua puluh satu, dan dua puluh delapan. Penelitian dilaksanakan mulai September 2016 hingga Agustus 2017. Pemeriksaan morfologi eritrosit dilihat dari sediaan hapus darah tepi dengan menghitung bentuk eritrosit abnormal per 1.000 eritrosit. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Penelitian ini dilakukan pada tujuh sampel PRC yang berasal dari tujuh donor, terdiri dari enam donor laki-laki (85,7%) dan satu orang donor perempuan (14,3%). Rerata umur pendonor ialah 29 (5) tahun. Rerata kadar Hb pendonor ialah 14,5 (1,2) g/dL. Rerata kadar Hb sampel ialah 21,2 (2,5) gr/dL.Perubahan bentuk diskoid menjadi bentuk sfero-ekinosit didapatkan pada seluruh sampel penelitian. Perubahan bentuk eritrosit semakin meningkat seiring dengan waktu penyimpanan. Penyimpanan eritrosit mengakibatkan adanya perubahan morfologi eritrosit, yaitu perubahan bentuk eritrosit normal dari diskoid menjadi sfero-ekinosit. Penelitian lain diperlukan untuk mengetahui perubahan morfologi eritrosit dengan waktu penyimpanan berbeda lainnya dan adanya penelitian lanjutan untuk mengetahui korelasi antara parameter eritrosit dengan jejas penyimpanan
PENGGUNAAN ANTIKOAGULAN PADA PENYAKIT GINJAL KRONIK
Antikoagulan adalah terapi utama untuk pencegahan dan pengobatan akut dan jangka panjang dari berbagai macam tipe penyakit tromboemboli. Dalam klinis, penggunaan antikoagulan harus diperhatikan antara manfaat dan risiko yang ditimbulkannya, antara pencegahan kejadian tromboemboli dan risiko perdarahan terutama pada pasien dengan kondisi khusus seperti penyakit ginjal kronik (PGK). Sebagaimana kita ketahui pasien dengan penyakit ginjal kronik mengalami abnormalitas pada kaskade koagulasi. Hal ini mungkin menjelaskan mengapa pada pasien PGK dapat terjadi 2 kejadian hemostatis yang berlawanan: perdarahan dan kecenderungan trombosis. Begitu juga dalam penggunaan agen antikoagulan dimana penyakit ginjal berhubungan dengan penurunan stabilitas antikoagulan, yang ditandai dengan penurunan yang signifikan pada TTR (time in therapeutic range) obat. Banyak antikoagulan yang diekskresikan melalui ginjal, sehingga perlu penyesuaian jenis dan dosis antikoagulan pada pasien dengan PGK untuk menghindari risiko terakumulasinya obat yang cenderung menimbulkan perdarahan
Diagnosis dan Penatalaksanaan Papiloma Laring Berulang pada Dewasa
Pendahuluan: Papiloma laring merupakan tumor yang berasal dari infeksi Human Papiloma Virus (HPV) yang bersifat jinak, berulang dan berisiko berubah menjadi ganas. Anti virus yang diberikan seringkali tidak menyebabkan remisi dari papiloma sehingga perlu tindakan bedah yang berulang. Tujuan: Memahami cara menegakkan diagnosis dan melakukan tatalaksanaan papilloma laring berulang pada dewasa. Laporan Kasus: Dilaporkan satu kasus papiloma laring pada seorang pasien perempuan usia 26 tahun yang sudah dilakukan ekstirpasi papiloma dengan laser 5 tahun yang lalu. Pasien tidak pernah kontrol lagi sehingga dilakukan trakeostomi akibat obstruksi jalan napas. Penatalaksanaan selanjutnya adalah dengan pemberian antivirus dan tindakan bedah  setiap 3 bulan untuk ekstirpasi papiloma. Kesimpulan: Papiloma laring dapat menginfeksi laring dan dapat tumbuh kembali dengan cepat dan jika dibiarkan dapat menyebabkan obstruksi jalan napas. Penatalaksanaan dengan antivirus dan penanganan bedah dilakukan berulang menggunakan mikrolaringoskopi ekstirpasi dengan Laser
Hubungan Sepsis Neonatorum dengan Berat Badan Lahir pada Bayi di RSUP Dr. M. Djamil Padang
Sepsis neonatorum merupakan salah satu penyakit yang masih menjadi masalah utama pada neonatus saat ini, karena banyaknya faktor risiko yang belum dapat dicegah.Salah satu faktor risiko tersebut adalah berat badan lahir rendah atau lebih. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan sepsis neonatorum dengan berat badan lahir pada bayi di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Jenis penelitian ini adalah analitik retrospektif dengan metode case control study. Populasi adalah seluruh neonatus yang mengalami sepsis neonatorum (kasus) dan yang tidak mengalami sepsis neonatorum (kontrol) yang diambil dari data rekam medik RSUP.Dr. M. Djamil Padang periode Januari 2014 sampai Juli 2016. Subjek penelitian adalah populasi dengan data rekam medik yang lengkap. Hasil penelitian diolah dengan uji Chi-square. Jumlah subjek penelitian adalah 162 orang yang terdiri dari 81 kasus dan 81 kontrol. Dari 81 neonatus yang mengalami sepsis neonatorum, 43 diantaranya mengalami sepsis dengan late onset sepsis, 38 dengan early onset sepsis, 25 dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dan 56 tidak BBLR. Setelah dilakukan uji hubungan antara sepsis neonatorum dengan berat badan lahir menggunakan uji Chi-square didapatkan nilai p=0,601, OR=1,276, CI= 0,643-2,530. Simpulan studi ini ialah tidak terdapat hubungan yang bermakna antara sepsis neonatorum dengan berat badan lahir bayi. BBLR memiliki risiko yang lebih besar untuk mengalami sepsis daripada yang tidak BBLR