Jurnal Kesehatan Andalas
Not a member yet
    1143 research outputs found

    Tren Kasus Tuberkulosis Anak di RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2014-2016

    Get PDF
    Latar belakang: Tuberkulosis (TB) masih menjadi penyebab utama tingginya angka kesakitan dan kematian. Insiden TB anak sekitar 6% dari semua kasus TB namun spektrum penyakit TB anak masih belum jelas. Tujuan penelitian ini menggambarkan profil demografi, spektrum penyakit, dan respon pengobatan seluruh anak dengan TB pada 3 tahun terakhir di Rumah Sakit dr M Djamil Padang. Metode: Studi ini merupakan penelitian retrospektif terhadap semua anak menderita TB di Rumah Sakit Dr. M. Djamil pada tahun 2014-2016. Data dikumpulkan dari rekam medis pasien. Hasil: Terdapat 198 anak dengan diagnosis TB, 114 pasien rawat jalan dan 84 pasien rawat inap. Sebagian besar berusia 5-9 tahun (40,9%), laki-laki 66,7% dan 78,8% berstatus sosial ekonomi rendah. TB paru lebih banyak ditemukan pada pasien rawat jalan daripada rawat inap (69,3% vs 15,5%), TB ekstraparu lebih banyak ditemukan pada pasien rawat inap (84,5% vs 30,7%). Penyakit penyerta tersering adalah HIV (6,6%). Gejala terbanyak pada pasien rawat inap adalah penurunan kesadaran (67,9%) sedangkan pasien rawat jalan adalah penurunan berat badan (43,9%). Temuan tes tuberkulin positif hampir sama pada pasien rawat jalan dan rawat inap (48,2% vs 45,2%). Riwayat kontak TB ditemukan pada 43,9% kasus. Rontgen toraks dengan gambaran TB ditemukan pada 92,4% kasus. 78,3% kasus pulih paska 6 bulan pengobatan, 21% pulih dengan pengobatan tambahan, yang lainnya pindah ke pelayanan kesehatan primer dan putus obat. Efek samping obat terjadi pada 6,6% kasus, 6,6% kasus meninggal. Kesimpulan: Terdapat variasi spektrum klinis yang luas pada TB anak, data surveilans yang komprehensif sangat berguna untuk menentukan kebijakan berikutnya untuk menurunkan insiden TB

    Pengaruh Jus Seledri (Apium graveolens L.) terhadap Gambaran Mikroskopis Hepar Tikus (Rattus norvegicus) yang Diinduksi Diet Hiperkolesterol

    Get PDF
    Kadar kolesterol berlebihan dalam tubuh akan mengakibatkan penumpukan lemak di hepar. Salah satu alternatif obat tradisional yang dapat menurunkan kadar kolesterol adalah tanaman seledri. Penelitian sebelumnya menyatakan bahwa fraksi air herba seledri dapat menurunkan kadar kolesterol total pada keadaan hiperkolesterol. Tujuan penelitian ini adalah menentukan pengaruh pemberian jus seledri terhadap gambaran mikroskopis hepar yang diinduksi diet hiperkolesterol pada tikus percobaan. Jenis penelitian adalah eksperimental dengan desain post test control group. Sampel berjumlah 25 ekor tikus yang terdiri atas 5 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif, kontrol positif, perlakuan 1, perlakuan 2 dan perlakuan 3. Masing-masing perlakuan diberikan diet hiperkolesterol yang dibuat dari minyak babi sebanyak 2 gram dan kuning telur puyuh rebus 1 gram selama 14 hari. Selanjutnya diberikan jus seledri dengan dosis masing-masing kelompok perlakuan yaitu 0,72ml/200gBB; 1,44ml/200gBB; dan 2,16ml/200gBB yang diberikan dua kali sehari selama 14 hari berikutnya. Histopatologi hepar tikus diamati dengan menghitung jumlah sel yang mengalami perlemakan. Analisis data menggunakan uji one way Anova terhadap semua kelompok. Hasil analisis memperlihatkan terjadi perubahan jumlah sel berlemak yang bermakna secara statistik antara kelompok kontrol dengan ketiga kelompok perlakuan dengan nilai p<0,05. Simpulan penelitian ini adalah jus seledri dapat mengurangi perlemakan sel hepar akibat penumpukan lemak dengan dosis efektif yaitu 0,72ml/200gBB

    Hubungan Personal Hygiene Dengan Kejadian Enterobiasis Pada Anak Usia 6-12 Tahun Di Panti Asuhan Kota Padang

    Get PDF
    Enterobiasis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Enterobius vermicularis. Infeksi dapat terjadi pada anak-anak dalam kelompok yang hidup bersama seperti panti asuhan. Salah satu faktor yang meningkatkan risiko enterobiasis adalah personal hygiene yang buruk. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan personal hygiene dengan kejadian enterobiasis pada anak usia 6-12 tahun di panti asuhan Kota Padang. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain cross sectional yang dilaksanakan pada bulan Agustus 2017 sampai Maret 2018. Penelitian dilakukan pada anak usia 6-12 tahun di 13 panti asuhan Kota Padang. Pengambilan sampel dengan teknik proportional random sampling. Personal hygiene dinilai dengan menggunakan kuesioner dan kejadian enterobiasis dinilai dengan pemeriksaan anal swab. Metode analisa data adalah uji Chi-square dengan derajat kepercayaan 95% atau nilai p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian enterobiasis sebesar 18% dan yang memiliki personal hygiene yang baik sebesar 59%. Uji statistika antara personal hygiene dengan kejadian enterobiasis menggunakan uji Chi-square didapatkan nilai p= 0,747. Simpulan penelitian ini yaitu tidak terdapat hubungan yang bermakna antara personal hygiene dengan kejadian enterobiasis

    Terapi Antibiotika pada Pneumonia Usia Lanjut

    Get PDF
    Pneumonia merupakan infeksi yang sering ditemukan pada usia lanjut. Berbagai faktor dapat meningkatkan risiko usia lanjut mengalami pneumonia, diantaranya perubahan sistem imun, multipatologi, dan penurunan status fungsional. Dalam memilih antibiotika bagi pasien usia lanjut dengan pneumonia, diperlukan berbagai pertimbangan diantaranya jenis pneumonia apakah di komunitas atau nosokomial, beratnya pneumonia yang dideritanya, dan status frailty pasien usia lanjut. Pilihan antibiotika awal yang diberikan tergantung jenis dan berat pneumonia, status frailty, dan faktor risiko yang mendasari penderita mengalami infeksi organisme tertentu. Dosis antibiotika yang diberikan disesuaikan dengan laju filtrasi glomerulus

    Efek Ekstrak Etanol Daun Kesum (Polygonum minus Huds.) sebagai Antifungi terhadap Trichophyton rubrum

    Get PDF
    Dermatofitosis adalah penyakit akibat kolonisasi jamur dermatofit dengan agen penyebab terbanyak yaitu jamur Trichophyton rubrum. Daun kesum (Polygonum minus Huds.) mengandung senyawa-senyawa metabolit sekunder yang dapat digunakan sebagai antijamur. Tujuan penelitian ini adalah menentukan efek ekstrak etanol daun kesum sebagai antifungi terhadap Trichophyton rubrum, menentukan konsentrasi ekstrak etanol daun kesum yang efektif sebagai antifungi dan menentukan diameter zona hambatan ekstrak etanol daun kesum terhadap Trichophyton rubrum. Metodologi penelitian ini merupakan eksperimental murni. Analisis fitokimia pada daun kesum menggunakan uji KLT. Aktivitas antifungi diuji dengan metode difusi cakram. Itrakonazol digunakan sebagai kontrol positif dan DMSO 10% digunakan sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian pada skrining fitokimia didapatkan flavonoid, saponin, alkaloid, terpenoid, dan fenol. Ekstrak etanol daun kesum memiliki aktivitas antifungi pada konsentrasi 5%; 10%; 20%; 40%; 80%. Respon hambatan yang terbentuk yaitu pada konsentrasi 5% dengan kategori hambatan sedang (9 mm); konsentrasi 10% dengan kategori sedang (9,75 mm); konsentrasi 20% dengan kategori kuat (14 mm); konsentrasi 40% dengan kategori kuat (15 mm); dan konsentrasi 80% dengan kategori sangat kuat (21 mm). Simpulan dari penelitian ini yaitu ekstrak etanol daun kesum memiliki aktivitas antifungi terhadap Trichophyton rubrum dan konsentrasi yang efektif yaitu 20%

    Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemenuhan Indikator Angka Kontak Komunikasi dan Rasio Peserta Prolanis di Puskesmas Kabupaten Padang Pariaman

    Get PDF
    Indikator Angka kontak komunikasi dan ratio peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) yang merupakan dua dari tiga indikator KBKP (Kapitasi Berbasis Pemenuhan Komitmen Pelayanan), yaitu indikator angka kontak komunikasi 150 permil, indikator ratio rujukan non spesialistik ≤ 5 %, dan ratio peserta prolanis rutin berkunjung ≤ 50% sangat sulit sekali terpenuhi oleh Puskesmas di Kabupaten Padang Pariaman. Angka kontak komunikasi ini adalah untuk melihat aksesabilitas dan pemanfaatan pelayanan primer oleh peserta baik pelayanan di dalam gedung maupun pelayanan luar gedung. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pemenuhan indikator angka kontak komunikasi dan rasio peserta prolanis rutin berkunjung di Puskesmas Wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif jenis case study (studi kasus). Pemilihan informan dalam penelitian ini adalah secara Purposive, yang terdiri dari Kepala Dinas Kesehatan, Ketua Tim Kendali Mutu Kendali Biaya, Kepala BPJS, Kepala Puskesmas dan Penanggung jawab tekhnis pelaksanaan kapitasi Kabupaten. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masih ada 3 puskesmas yang belum mampu memenuhi indikator angka kontak komunikasi ≥150 permil, yaitu Puskesmas Sicincin, Puskesmas Ulakan dan Puskesmas Limau Purut. Dari tiga puskesmas tersebuat dua diantaranya yaitu Puskesmas Limau Purut dan Puskesmas Ulakan, belum mampu memenuhi indikator ratio peserta prolanis rutin berkunjung ≥ 50%

    Pengaruh Pemberian Air Rendaman Rumput Fatimah (Anastatica Hierochuntica) Terhadap Kadar Hormon Oksitosin dan Hormon Prolaktin Pada Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Menyusui Perbandingan

    Get PDF
    Rumput fatimah (Anastatica Hierochuntica) mengandung senyawa fitokimia seperti alkaloid, tanin, dan flavonoid yang merupakan bagian fitoestrogen. Tujuan Penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pemberian air rendaman rumput fatimah (Anastatica Hierochuntica) terhadap hormon oksitosin dan hormon prolaktin pada tikus putih (Rattus Norvegicus) menyusui. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan desain Post-Tes Only Control Group. Jumlah sampel 32 tikus menyusui yang dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu kelompok kontrol dan 3 kelompok perlakukan P1, P2 dan P3 yang masing–masing diberi 10gr, 20gr dan 40gr rendaman Anastatica Hierochuntica. Penelitian dilakukan di Labor Farmasi dan Biomedik Universitas Andalas. Hormon oksitosin dan hormon prolaktin diukur dengan mengunakan metode ELISA. Uji statistik menggunakan uji Shapiro Wilk untuk mengetahui normalitas data, dilanjutkan One Way ANOVA dan untuk mengetahui perbedaan pada kelompok digunakan uji Multiple Comparisons (post hoc test) jenis Bonferroni. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan signifikan (p<0,05) kadar hormon oksitosin antara kelompok kontrol (56,604±10,907) dengan kelompok P2 (44,095±6,117). Pada hormon prolaktin juga berbeda secara bermakna (p<0,05) antara kelompok kontrol (11,794±1,633) dengan kelompok P3 (16,991±3,735). Terdapat perbedaan yang bermakna terhadap pemberian air rendaman rumput fatimah (Anastatica Hierochuntica) terhadap hormon oksitosin dan hormon prolaktin pada tikus putih (Rattus Norvegicus) menyusui

    Kemoterapi Adjuvan pada Kanker Kolorektal

    Get PDF
    Kanker kolorektal (colorectal cancer/CRC) memiliki insiden, morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Pembedahan sebagai terapi kuratif terbaik dalam penanganan CRC belum memberikan hasil klinis yang memuaskan karena tingginya kejadian rekurensi pasca pembedahan akibat adanya residu mikroskopis sel kanker. Kemoterapi adjuvan dikembangkan untuk menangani hal tersebut namun pemberiannya dihadapkan pada masalah efek samping dan resiko toksisitas. Penentuan stadium, kondisi pasien, indikasi kemoterapi dan pemilihan regimen yang tepat perlu dilakukan

    Eklampsia Antepartum pada G5P4A0H3 Gravid Preterm 33-34 Minggu + Sindrom HELLP + AKI + IUFD

    Get PDF
    Hipertensi merupakan komplikasi medis yang paling sering ditemukan selama kehamilan. Sebagai penyumbang yang bermakna terhadap morbiditas dan mortalitas maternal dan perinatal, hipertensi diperkirakan telah menjadi komplikasi pada sekitar 7% sampai 10% dari seluruh kehamilan. Preeklamsia dan eklamsia merupakan penyebab dari 30-40 % kematian perinatal dan merupakan salah satu komplikasi obstetri yang banyak menimbulkan morbiditas dan mortalitas selain perdarahan dan infeksi.Preeklamsia adalah suatu sindroma penyakit yang bersifat polimorfik sehingga semua organ dapat terlibat, sedangkan eklamsia di sertai kejang pada preeklamsia tanpa adanya penyebab lain. Berikut akan dibahas kasus seorang wanita usia 29 tahun dengan diagnosis penurunan kesadaran ec eklampsia antepartum pada G5P4A0H3 gravid preterm 33-34 minggu + HELLP sindrom + AKI + IUF

    Invasive Carcinoma Mammae dengan Metastasis Orbita, Tulang, dan Paru

    Get PDF
    Carcinoma mammae (kanker payudara) merupakan penyakit keganasan yang paling banyak terjadi pada wanita di negara berkembang dan merupakan penyebab kematian wanita kedua di Amerika Serikat.Pada tahun 2014, terdapat 232.000 kasus baru pada wanita di Amerika Serikat dan dengan angka kematian 40.000 jiwa. Invasive breast carcinoma paling banyak berasal dari epitel duktus dan lebih dari 75% merupakan invasive ductal carcinoma not otherwise specified (IDC-NOS). Angka kejadian metastasis orbita 2-9% dari semua kasus keganasan pada dewasa dan 8-10% berasal dari kanker payudara. Pada kasus ini, wanita 36 tahun datang dengan keluhan sesak napas dan terdapat benjolan pada mata kiri sejak 2 bulan yang lalu. Pasien telah dikenal menderita Ca Mammae dengan hasil biopsy jaringan ditemukan invasive carcinoma mammae of no special type (NST) Grade II sejak 1,5 tahun sebelumnya, namun menolak pengobatan dan kemoterapi. Saat ini telah terjadi metastasis di orbita, metastasis tulang dan paru. Pasien diberikan kemoterapi dengan regimen Carboplatin (AUC 6) dan Paclitaxel 170 mg/m2 dan mengalami perbaikan secara signifikan

    1,096

    full texts

    1,143

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Andalas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇