Jurnal Kesehatan Andalas
Not a member yet
1143 research outputs found
Sort by
Analisis Pelaksanaan Family Development Session Bidang Sanitasi Program Keluarga Harapan di Kecamatan Lengayang
Kondisi sanitasi di Pesisir Selatan untuk persentase penduduk dengan akses sanitasi yang layak sebesar 79% dari jumlah penduduk, ini masih dibawah target SPM Nasional yaitu 85%. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan sanitasi adalah dengan Family Development Session (FDS). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pelaksanaan FDS bidang sanitasi di Wilayah Kecamatan Lengayang tahun 2018 dengan melihat aspek input (kebijakan, tenaga, biaya, sarana prasarana), proses (perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi) dan output dari pelaksanaan FDS. Metode penelitian yang dipakai adalah pendekatan kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, FGD, observasi dan telaah dokumen. Waktu penelitian bulan April sampai Desember 2018 di Wilayah Kabupaten Pesisir Selatan. Informan dalam penelitian ini berjumlah 7 orang dan peserta FGD berjumlah 8 orang untuk setiap nagari. Validasi data dilakukan dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian didapatkan jika kebijakan FDS khusus wilayah Pesisir Selatan sanitasi belum ada, anggaran, sarana dan prasarana tidak mencukupi, tenaga pendamping direkrut dan dilatih langsung oleh Kementrian Sosial, monitoring dan evaluasi FDS sanitasi belum dilakukan secara maksimal baik dari Kabupaten ataupun dari Provinsi. Pada pelaksanaan tenaga pendamping belum sesuai pedoman yang ditetapkan oleh Kementrian Sosial, FDS belum melibatkan lintas sektor seperti puskesmas dan pemerintah nagari. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan jika pelaksanaan FDS sanitasi di Kecamatan Lengayang Pesisir Selatan belum berjalan optimal. Untuk itu perlu peningkatan komitmen dari pendamping untuk benar-benar melaksanakan FDS sesuai petunjuk, dan melakukan advokasi ke pemerintah kabupaten agar bisa mengeluarkan kebijakan khusus FDS Sanitasi
Visual Outcome Ambliopia Refraktif Yang Mendapat Cam Vision Stimulator Di RS. M. Djamil Padang Januari-Desember 2017
The Cambridge Amblyopic (CAM) Vision stimulator merupakan salah satu teknik pengobatan ambliopia yang bekerja sesuai teori neurofisiologi oleh Hubel dan Wiesel, dimana seluruh neuron dari kortek visual dapat diaktivasi dan pulih dengan stimulasi grating sensitivitas kontras tinggi yang berputar dengan besar spatial frequency yang berbeda. Tujuan penelitian ini adalah melaporkan perbaikan visus pasien dengan ambliopia refraktif yang mendapat terapi CAM Vision Stimulator di RS. M. Djamil Padang selama bulan Januari – Desember 2017. Metode yang digunakan adalah studi Retrospektif. Partisipan adalah pasien di Poli Mata subbagian Pediatrik dan Strabismus yang sudah didiagnosa sebagai ambliopia refraktif dan sudah mendapat dan memakai koreksi kacamata selama satu bulan. Terapi CAM Vision Stimulator dilakukan satu kali seminggu selama 7-14 menit. Terapi dihentikan setalah 16 kali latihan atau pasien telah mencapai visus optimal. Hasil : Terdapat 13 pasien dengan diagnosa ambliopia refraktif dengan kisaran umur 5-12 tahun. 8 adalah ambliopia isoametrop (1 miop, 2 hipermetrop dan 5 meridional) dan 5 adalah ambliopia anisometrop (1 miop, 2 hipermetrop dan 2 meridional). Derajat ambliopia terbanyak adalah ambliopia ringan. Pada minggu ke 8 hampir seluruh partisipan mengalami perbaikan visus 2 baris dan pada minggu ke 26, 12 partisipan memiliki visus sama atau lebih baik dari 20/25. Kesimpulan : CAM Vision Stimulator dapat memperbaiki visus pada pasien dengan ambliopia refraktif
Hubungan Sanitasi Lingkungan dan Personal Hygiene Dengan Infeksi Soil Transmitted Helminths (STH) pada Anak Usia Sekolah Di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang
Sanitasi lingkungan dan personal hygiene yang buruk, merupakan dua faktor utama penyebab Infeksi Soil Transmitted Helminths. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya pemberantasan, namun pada kenyataannya masih banyak masyarakat Indonesia yang menderita penyakit ini terutama di kalangan anak usia sekolah. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan antara sanitasi lingkungan dan personal hygiene yaitu kebiasaan mencuci tangan, kebersihan kuku, dan penggunaan alas kaki dengan infeksi Soil Transmitted Helminths (STH). Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan metode cross-sectional pada anak usia sekolah yang merupakan siswa TK Siaga dan SDN 48 Ganting kelas I di Kecamatan Koto Tangah sebanyak 61 orang yang dilaksanakan pada bulan Februari sampai Agustus 2018. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian adalah kuesioner (pedoman wawancara) dan alat pemeriksaan laboratorium (parasitologi). Analisa data menggunakan metode Chi-square Test dengan derajat kepercayaan (CI) 95%. Hasil penelitian menunjukkan angka infeksi STH sebesar 4.9%, dengan rincian infeksi A.lumbricodes 4.9%, infeksi T.trichiura 1.6% dan infeksi cacing tambang 0%. Dari hasil uji statistik didapatkan nilai probabilitas untuk hubungan variabel sanitasi lingkungan, kebiasaan mencuci tangan, kebersihan kuku, dan penggunaan alas dengan infeksi STH masing – masing sebesar 0.551, 0.455, 0.226, dan 0.100. Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara sanitasi lingkungan dan personal hygiene (kebiasaan mencuci tangan, kebersihan kuku, dan penggunaan alas kaki) dengan infeksi STH pada anak usia sekolah di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang
Model Perencanaan Kebutuhan Tenaga Dokter Melalui Sistim Informasi Manajemen (SIM) Penilaian Angka Kredit pada Dinas Kesehatan Kota Solok
Kendala yang sering dijumpai dalam perencanaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) adalah kurangnya dukung Sistem Informasi Manajemen (SIM) yang terintegrasi antar pemangku kepenting. Tantangan dalam perencanaan SDMK adalah data yang akurat terkait aktivitas tenaga kesehatan tidak tersedia karena tidak adanya catatan yang baik dan valid. Hal ini menyebabkan sulitnya menghitung beban kerja tenaga kesehatan untuk melakukan perencanaan. Oleh karena itu Daftar Usulan Penilaian Angka Kredit (DUPAK) dokter sebenarnya dapat dimanfaatkan dalam melakukan perencanaan kebutuhan dokter karena telah berisi semua informasi tentang aktifitas dokter. Namun karena selama ini penilaian angka kredit masih dilakukan secara manual maka DUPAK tidak dapat dimanfaatkan dalam perencanaan. Tujuan penelitian ini adalah sebagai bekal mengelola institusi atau pelayanan kesehatan terutama dalam perencanaan kebutuhan dokter. Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan pengguna pada perancangan model ini adalah studi pendahuluan dan wawancara. Alat pengumpulan data dengan instrumen wawancara dan perekam suara. Perancangan dilakukan dengan menggunakan Microsoft Excel. Model Perencanaan Kebutuhan Dokter melalui SIM Penilaian Angka Kredit dapat digunakan dalam menyusun perencanaan kebutuhan dokter, mencatat dan menginventarisir kegiatan dokter, penilaian angka kredit dokter, pengawasan pembinaan karir dan kenaikan pangkat dokter
A CASE OF LENS SUBLUXATION IN EXFOLIATIVE GLAUCOMA
Glaukoma eksfoliasi dengan luksasi lensa ke posterior pada satu mata dan subluksasi lensa ke anterior pada mata yang lain dengan tanda dan gejala glaukoma akut. Dilaporkan seorang pria berusia 54 tahun datang ke Rumah Sakit dr. M. Djamil Padang dengan keluhan utama penglihatan mata kiri kabur dan merah sejak 15 hari yang lalu dan penglihatan mata kanan kabur sejak 6 bulan yang lalu. Tidak ada riwayat trauma dan operasi pada kedua mata. Tajam penglihatan mata kanan 1/60 dan mata kiri 1/300. Pemeriksaan status oftalmologi mata kanan, kedalaman COA didapatkan VH4 dan lensa luksasi ke posterior. Pemeriksaan status oftalmologi mata kiri ditemukan tanda dan gejala glaucoma akut. Tekanan intra ocular mata kanan 32 mmHg dan mata kiri 50 mmHg. Pemeriksaan funduskopi pada mata kanan terlihat lensa di retina inferior. Pasien direncanakan untuk ekstraksi lensa dan implantasi IOL. Intra operatif ketika pupil dalam keadaan dilatasi terlihat white dandruff like flakes di permukaan lensa anterior dan lensa subluksasi ke anterior, sehingga pada pasien ini diputuskan untuk dilakukan intra capsular cataract extraction. Sebagian besar glaukoma eksfoliasi onsetnya lambat, namun pada kasus ini tanda dan gejala glaukoma akut disebabkan oleh subluksasi lensa ke anterior
Faktor yang Berhubungan dengan Kunjungan Voluntary Counsaling and Testing Pada Lelaki Seks Lelaki di Kota Padang
Layanan VCT (Voluntary Counsaling and Testing), atau dikenal dengan pelayanan konseling dan testing HIV adalah upaya menegakkan diagnosis HIV/AIDS untuk mencegah sedini mungkin terjadinya penularan atau peningkatan HIV/AIDS. Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL) menjadi penyumbang terbesar dalam penularan HIV/AIDS. Tujuan penelitian ini adalah menentukan faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan VCT pada LSL di Kota Padang. Penelitian ini merupakan cross sectional study. Sampel adalah bagian dari populasi yang dinilai atau karakteristiknya diukur dan nantinya akan dipakai untuk menduga karakteristik dari populasi. Besar sampel enam puluh satu (61) responden yang diambil secara accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara univariat, bivariat menggunakan Chi Square, dan multivariat menggunakan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu lama menjadi seorang LSL diatas 10 tahun (45,9%), waktu terakhir melakukan kunjungan VCT > Tahun 2019 (59,0%), tempat terakhir melakukan kunjungan VCT di Puskesmas (52,5%), responden melakukan kunjungan VCT minimal tiga bulan terakhir sejak penelitian ini dilakukan (59,0%), uji Chi Square menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan secara signifikan dengan kunjungan VCT adalah keyakinan mengenai VCT (p=0,005), dorongan orang lain (p=0,001). praktik organisasi (p=0,001), nilai mengenai manfaat VCT tidak mempunyai hubungan signifikan. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa dorongan dari orang lain tentang VCT merupakan variabel yang mempunyai pengaruh paling signifikan dibanding variabel lainnya
Analisis Determinan Perilaku Drug Addict di Panti Rehabilitasi Provinsi Riau Tahun 2018
Penyalahgunaan narkoba menjadi ancaman besar bagi kesehatan masyarakat. Menurut Laporan Obat Dunia terbaru, yang dirilis oleh Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan, 76% kematian di dunia disebabkan gangguan penggunaan Narkoba. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis Determinan Perilaku Drug Addict di Panti Rehabilitasi Provinsi Riau tahun 2018. Penelitian ini menggunakan penelitian mix method. Pendekatan kuantitatif menggunakan cross sectional dengan sampel 40 drug addict di panti rehabilitasi Provinsi Riau, analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat menggunakan uji chi square dan multivariat menggunakan uji regresi logistik. Pendekatan kualitatif dengan indepth interview dan FGD kepada 21 informan yang terdiri dari drug addict, orang tua dan Konselor Adiksi dan Non Adiksi. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar drug addict memiliki perubahan perilaku yang baik, faktor yang memiliki hubungan bermakna dengan perubahan perilaku selama rehabilitasi pada drug addict di Kota Provinsi Riau adalah sikap, ketersediaan sarana dan prasarana, fungsi keluarga, dan dukungan petugas. Sedangkan pendidikan, pengetahuan dan dukungan teman tidak memiliki hubungan bermakna terhadap perubahan perilaku selama rehabilitasi. Serta yang paling dominan berhubungan dengan perilaku drug addict di Panti Rehabilitasi Provinsi Riau tahun 2018 adalah variabel sikap responden
Analisis Kadar Timbal (Pb) Air Minum Isi Ulang pada Depot Air Minum (DAM) di Kecamatan Padang Timur Kota Padang Tahun 2017
Air minum isi ulang yang diperoleh dari Depot Air Minum (DAM) menjadi populer karena harganya lebih murah dari Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang bermerek. Apabila air minum isi ulang terkontaminasi dengan timbal (Pb) akan menyebabkan masalah terhadap kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kadar Pb air minum isi ulang pada DAM di Kecamatan Padang Timur tahun 2017. Penelitian ini adalah studi analitik. Sampel diambil dari 45 DAM di Kecamatan Padang Timur. Penelitian dilakukan pada bulan November-Desember 2017. Data dianalisis dengan menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil studi adalah 100% kadar Pb kecil dari atau sama dengan nilai ambang batas (NAB) sesuai peraturan Permenkes No. 492 tahun 2010, 95,6% sumber air minum isi ulang berasal dari Gunung Talang Kabupaten Solok, 100% DAM menggunakan pipa PVC tipe AW, dan 51,1% DAM menggunakan pipa PVC dengan lama pemakaian <5 tahun. Hasil uji statistik didapatkan bahwa tidak terdapat hubungan bermakna antara sumber air minum dan lamanya pemakaian pipa terhadap kadar Pb air minum isi ulang pada DAM di Kecamatan Padang Timur tahun 2017. Sedangkan 100% pipa PVC pada DAM menggunakan tipe AW sehingga tidak dapat dilakukan uji statistik. Simpulan studi ini adalah kadar Pb air minum isi ulang pada DAM di Kecamatan Padang Timur Kota Padang tahun 2017 masih aman untuk dikonsumsi dan pipa PVC tipe AW aman untuk digunakan dalam rentang waktu tertentu
Analisis Implementasi Penemuan Pasien TB Paru dalam Program Penanggulangan TB Paru di Puskesmas Balai Selasa
Keberhasilan penanggulangan TB Paru di Indonesia ditentukan melalui 3 indikator yaitu Case Notification Rate (CNR), Case Detection Rate (CDR) dan Succes Rate. Capaian pada tahun 2015 dan tahun 2016 di Propinsi Sumatera Barat masih jauh dari target Standar Pelayanan Minimal (SPM). Tahun 2017 Puskesmas Balai Selasa penemuan kasus terendah sebanyak 18 kasus. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis penemuan pasien TB Paru dalam penanggulangan TB di Puskesmas Balai Selasa Kabupaten Pesisir Selatan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2018 sampai April 2019 dengan metode kualitatif. Pengumpulan data primer didapatkan dari wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), dan observasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 13 orang dan peserta FGD sebanyak 20 orang. Hasil penelitian didapatkan bahwa kebijakan yang dipakai dalam penemuan penderita TB paru adalah kebijakan pusat dengan stretegi DOTS, namun belum disosialisasikan kepada semua tenaga kesehatan. Untuk tenaga pelaksana di puskesmas mencukupi secara kuantitas dan kualitas, hanya koordinator TB masih diberikan tugas rangkap, dana penemuan penderita TB masih kurang untuk kegiatan sweeping, sarana untuk pemeriksaan dahak belum ada di Puskesmas Balai Selasa. Pada proses perencanaan, penemuan penderita TB belum direncanakan secara terinci di dalam Plan Of Acion (POA), pelaksanaan penemuan penderita TB masih bersifat pasif, monitoring dan evaluasi belum dilakukan secara maksimal di puskesmas. Pelaksanaan penemuan pasien TB di Puskesmas Balai Selasa masih belum optimal dan cakupan penemuan penderita juga masih rendah
Pleuropericardial Effusion Tuberculosis
Pleuropercardial Effusion Tubercullosis adalah suatu keadaan dimana meningkatnya jumlah cairan di kavum pleura dan rongga perikardium yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium tubercullosis. Keadaan ini disebut dengan tuberkulosis ekstraparu dan merupakan kasus yang jarang terjadi. Telah dilaporkan laki-laki 57 tahun dengan keluhan utama sesak nafas sejak 1 bulan yang meningkat 1 minggu sebelum masuk rumah sakit. Batuk dan berkeringat malam sejak 9 bulan yang lalu, sudah dilakukan pemeriksaan BTA sputum dengan hasil negatif yang tidak sembuh dengan pemberian anti biotik. Pada pemeriksaan fisik dan rontgent dada terdapat efusi pleura dan kardiomegali, dari ekokardiografi terdapat efusi perikardium. Cek ADA pada cairan efusi perikardium didapatkan hasil 168,2 U/L, analisis cairan pleura yaitu eksudat, LDH 275, jumlah sel 600, MN 60 %, dan BTA cairan pleura negatif. Pasien diterapi dengan obat anti tuberkulosis kategori 1 selama 9 bulan dan kortikosteroid