Jurnal Kesehatan Andalas
Not a member yet
    1143 research outputs found

    COMPLETE ATRIOVENTRICULAR SEPTAL DEFECTS DENGAN POLISITEMIA SEKUNDER

    Get PDF
    Atrioventricular septal defect (AVSD) adalah kelainan berupa defek pada septum atrioventrikular (AV) di atas atau bawah katup AV, disertai kelainan katup AV; terjadi akibat pertumbuhan yang abnormal dari endokardial cushion pada masa janin. AVSD mewakili 4% sampai 5% bawaan cacat jantung. Dilaporkan seorang pasien laki–laki 20 tahun dengan keluhan sesak nafas saat beraktivitas dan berkurang dengan istirahat, disertai bibir dan kuku jari yang membiru, sakit kepala hilang timbul, muka kemerahan, demam, lemah letih lesu dan dada rasa berdebar-debar. Adanya sianosis, kulit kemerahan, Konjungtiva hiperemis, peningkatan JVP, hepatojugular refluks, bentuk dada abnormal. Bunyi jantung reguler, terdengar bising sistolik di RIC VI, blowing, grade 4/6, punctum maximum di apeks, penjalaran ke Axilla. Bising sistolik di RIC V linea strenalis dektra, grade 4/6, blowing punctum maksimun di RIC V linea sternalis dektra. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan polisitemia. Pada rontgent dada terdapat kardiomegali, dari ekokardiografi adanya CAVSD, hipertensi pulmonal Moderate-severe, Left arch, fungsi RV yang menurun. Pada pasien dilakukan prosedur flebotomi untuk mengurangi kepekatan darah. Pengobatan hipertensi pulmonal pada pasien ini adalah dengan pemberian diuretik dan dorner

    CLINICAL PRESENTATION, DIAGNOSIS AND TREATMENT OF PULMONARY FUNGUS BALL RELATED TUBERCULOSIS

    Get PDF
    Fungus Ball paru merupakan komplikasi yang sering terjadi pada Tuberkulosis (TB) paru dengan kavitas, terutama pada bekas TB paru. Agen penyebab selain Aspergilus sp yaitu Candida sp. Terapi definitif untuk penyakit ini adalah terapi bedah. Pada kondisi khusus dapat digunakan tatalaksana lainnya. Penelitian ini mengevaluasi 6 pasien Fungus Ball paru dengan riwayat obat anti tuberkulosis, dengan beberapa metode diagnosis dari tahun 2010 sampai 2013. Tatalaksana dan hasil pengobatan pasien dianalisis pada penelitian ini. Hemoptisis terdapat pada seluruh pasien dan tiga diantaranya dengan hemoptisis masif. Semua pasien memiliki gambaran yang khas untuk Fungus Ball paru dari radiologi toraks. Spesies jamur terkonfirmasi pada 5 pasien: pemeriksaan serologis (1), kultur jamur (2) dan pemeriksaan histopatologi (2). Spesies yang didapatkan adalah Aspergilosis sp = 3, Candida paraspilosis = 1 dan Candida sp = 1. Dua pasien mendapatkan terapi bedah dengan tidak adanya keluhan hemoptisis setelah itu. Empat pasien yang hanya mendapatkan anti jamur, ternyata 75% memberikan respon yang baik secara klinis dan radiologis. Kavitas yang menetap pada TB paru dan bekas TB paru, dapat menimbulkan insiden Fungus Ball paru yang membutuhkan lobektomi sebagai terapi definitif. Pada kondisi tertentu dimana terapi pembedahan tidak dapat dilakukan, anti jamur dapat menjadi terapi alternatif dan memberikan hasil yang baik

    Pengaruh Stres Terhadap Pertumbuhan Janin dan Kadar Kortisol Plasma Serum Tikus (Rattus Norvegicus) Bunting yang Terpapar Stressor Renjatan Listrik

    Get PDF
    Kondisi stres pada saat kehamilan akan berpengaruh terhadap perubahan hormon dan pertumbuhan janin, terutama pada hormon kortisol dan akan mengakibatkan pertumbuhan janin terganggu seperti berat badan lahir rendah dan panjang badan yang tidak normal. Tujuan penelitian ini adalah menentukan pengaruh stres terhadap pertumbuhan janin dan kadar kortisol. Penelitian ini merupakan penelitian eskperimental dengan desain post test only terhadap 32 ekor tikus bunting yang terbagi atas 2 kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Pengumpulan data menggunakan metode Enzym-Linked Immunosorbent Assay (ELISA) dengan mengalirkan arus listrik 25 V, frekuensi 60 Hz selama 14 hari di laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Andalas pada bulan Februari – Maret 2019 dengan teknik total sampling menggunakan Uji Independent sample test. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada berat badan (p=0,000), panjang badan (p=0,000) dan kadar kortisol (p=0,024) terhadap stres. Simpulan penelitian adalah bahwa stres dapat meningkatkan kadar kortisol dan mempengaruhi pertumbuhan janin seperti berat badan dan panjang badan janin

    HUBUNGAN EKSPRESI NEGATIF MLH-1 DENGAN GAMBARAN KLINIKOPATOLOGIK KARSINOMA KOLOREKTAL

    Get PDF
    Kejadian karsinoma kolorektal (KKR) meningkat dari tahun ke tahun, menduduki peringkat ketiga pada laki-laki, kedua pada perempuan serta keempat dari seluruh kematian akibat kanker. Kelangsungan hidup KKR menurun terutama di negara berkembang. Instabilitas mikrosatelit (IM) merupakan jalur karsinogenesis KKR, ditandai dengan delesi atau insersi nukleotida karena defek pada gen perbaikan ketidak cocokan DNA. Karsinoma kolorektal yang terjadi melalui jalur IM memberikan prognosis lebih baik dan respon adjuvan kemoterapi berbeda dari KKR jalur lain. Permasalahan pada gen MLH-1 seringkali terkait dengan parameter klinikopatologik (usia, jenis kelamin, lokasi tumor dan subtipe histopatologik). Gambaranklinikopatologik dengan ekspresi MLH-1 meningkatkan ketepatan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan ekspresi negatif MLH-1 dengan gambaran klinikopatologik KKR.Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang dengan melibatkan 50 kasus KKR yang didiagnosis di 4 laboratorium Patologi Anatomik Sumatera Barat. Sampel diambil dari blok paraffin jaringan pembedahan, diklasifikasikan berdasarkanusia, jenis kelamin, lokasi tumor dan subtipe histopatologik. Antibodi MLH-1diproduksioleh D Bio System (DBS). Pewarnaan dilakukan untuk menentukan ada/ tidaknya ekpresi MLH-1 pada inti sel tumor. Analisis statistik bivariat menggunakanuji Chi-Square, T-Testdan One Way Annova dengan nilai p< 0,05 dianggap signifikan. Hasil penelitian menunjukkan ekspresi negatif MLH-1 ditemukan pada 17 kasus (34%). Analisis statistik menunjukkan hubungan tidak bermakna antara ekspresi negatif MLH-1 dengan usia, jenis kelamin, lokasi tumor (nilai p berturut-turut 0,277, 0,557 dan 0,093) dan hubungan bermakna dengan subtipe histopatologik (p=0,002). Kesimpulan adalah ekspresi negatif MLH-1 meningkat pada pasien KKR berusia >40 tahun, jenis kelamin laki-laki, lokasi tumor di proksimal dan subtipe histopatologik karsinoma musinosa

    Gambaran Polifarmasi Pasien Geriatri Dibeberapa Poliklinik RSUP Dr. M. Djamil Padang

    Get PDF
    Polifarmasi adalah penggunaan lebih atau sama 5 macam obat secara bersamaan setiap hari. Paling sering disalahgunakan sebagai terapi untuk masalah kesehatan pada pasien geriatri. Penyakit kronik pada pasien geriatri menyebabkan meningkatnya jumlah peresepan obat yang diberikan kepada pasien. Reaksi efek samping obat, termasuk interaksi obat pada pasien geriatri yang merupakan masalah umum terjadi di rumah sakit dan merupakan penyebab penting pada tingkat morbiditas dan mortalitas. Tujuan dari peneliti adalah mengetahui gambaran penyakit kronis yang multipatologis dengan prevalensi polifarmasi pada pasien geriatri di poliklinik rawat jalan RSUP M. Djamil Padang. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat observasional. Populasi sampel pada penelitian ini adalah seluruh pasien geriatri (usia ≥ 60 tahun) yang datang ke Instalasi rawat jalan. Terdapat sebanyak 360 (58.25%) laki-laki dan 258 (41.75%) perempuan dari 618 pasien. Kami menemukan polifarmasi pada 400 pasien (64.72%). Kesimpulan penelitian ini polifarmasi sangat berhubungan erat dengan tingginya morbiditas penyakit. Penyakit jantung memiliki tingkat yang tinggi untuk polifarmasi

    Gambaran Bakteri Penyebab Infeksi Pada Anak Berdasarkan Jenis Spesimen dan Pola Resistensinya di Laboratorium RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2014-2016

    Get PDF
    Penyakit infeksi merupakan masalah kesehatan masyarakat utama bagi negara maju dan berkembang. Salah satu penyebab infeksi adalah bakteri dan bisa menyerang berbagai sistem organ tubuh anak. Untuk mengobatinya digunakan antibiotik. Namun, dalam penggunaannya ditemukan resistensi antibiotik terhadap bakteri. Tujuan penelitian adalah mengetahui bakteri penyebab infeksi pada anak dan pola resistensinya dari berbagai spesimen tahun 2014-2016. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif restrospektif. Sampel penelitian adalah catatan hasil pemeriksaan kultur dari berbagai spesimen dan uji sensitivitas bakteri terhadap antibiotik pasien usia kurang dari 18 tahun di Laboratorium Mikrobiologi RSUP Dr. M. Djamil Padang periode 1 Januari 2014 – 31 Desember 2016. Dari hasil penelitian didapatkan bakteri penyebab infeksi pada anak dari spesimen darah adalah Klebsiella sp. Klebsiella sp. sensitif terhadap sulbaktam-sefoperazon (95%) dan netilmisin (86%), dan rata-rata sudah resisten terhadap asam nalidiksat (100%) dan eritromisin (95,7%). Pada spesimen feses dan urin ditemukan Escherichia coli. Pada spesimen feses, Escherichia coli sensitif terhadap sulbaktam-sefoperazon (97,7%) dan meropenem (95,7%), resisten terhadap eritromisin (98%) dan ampisilin (95,3%). Pada spesimen urin, Escherichia coli sensitif terhadap meropenem (86,9%) dan netilmisin (76,9%), resisten terhadap tetrasiklin (91,2%) dan amoksisilin (89,9%). Pada spesimen sputum ditemukan Klebsiella sp. Klebsiella sp. sensitif terhadap meropenem (84,2%) dan levofloksasin (76,9%), resisten terhadap sulfametroksazol-trimetroprim (100%) dan eritromisin (93,8%). Kesimpulan penelitian adalah bakteri yang paling banyak menjadi penyebab infeksi pada spesimen darah anak adalah Klebsiella sp. yang sensitif terhadap sulbaktam-sefoperazon dan resisten terhadap asam nalidiksat. Pada spesimen feses, Escherichia coli sensitif terhadap sulbaktam-sefoperazon dan resisten terhadap eritromisin. Pada spesimen urin, Escherichia coli sensitif terhadap meropenem dan resisten terhadap tetrasiklin. Pada spesimen sputum, Klebsiella sp. sensitif terhadap meropenem dan resisten terhadap sulfametroksazol-trimetroprim

    Analisis Penyelenggaraan Puskesmas Tatalaksana Kekerasan terhadap Anak (KtA) dalam Penanganan Kekerasan Anak di Kota Padang

    Get PDF
    Kota Padang menjadi salah satu kota tertinggi kasus kekerasan anak dengan total 113 kasus, sehingga perlu peran dari semua phak dalam mengatasi hal ini, khususnya sektor kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah melihat bagaimana pelaksanaan puskesmas tatalaksana Kekerasan terhadap Anak (KtA) yaitu Puskesmas Andalas, Puskesmas Anak Air dan Puskesmas Air Tawar dalam menangani masalah kekerasan terhadap anak di Kota Padang. Metode yang dipakai dalam penelitian adalah kualitatif dengan wawancara mendalam, Focus Group Discussion dan telaah dokumen. Ada 18 informan dari Dinas kesehatan dan Puskesmas KtA Kota Padang, Dinas Pendidikan, DP3AP2KB, P2tP2A, Polresta Padang dan keluarga anak korban kekekerasan. Hasil penelitian ini ialah Puskesmas KtA belum diperkuat oleh SK Walikota, masih kurangnya tenaga terlatih KtA, sarana prasarana serta dana juga masih kurang, dari proses pelaksanaan KtA masih belum mengikuti konsep manajemen pelaksanaan puskesmas KtA yang memberikan pelayanan secara komprehensif, serta belum adanya jejaring puskesmas KtA di Kota Padang. Simpulan studi ini ialah pelaksanaan puskesmas KtA oleh Puskesmas Andalas, Puskesmas Anak Air dan Puskesmas Air Tawar belum optimal dalam penanganan kekerasan terhadap anak di Kota Padang

    Correlation between Cholesterol Serum Level and Xanthelasma from Januari 2014 until Desember 2018 in Dermato-Venereology Outpatient Clinic of Dr. M.Djamil Hospital Padang

    Get PDF
    Xantelasma adalah penyakit kulit yang mengenai dewasa muda dan usia lebih tua. Diagnosis dapat ditegakkan hanya dengan klinis. Xantelasma dapat merupakan penanda penyakit tertentu. Hyperlipidemia dilaporkan terjadi pada sekitar 50% pasien. Belum ada data mengenai hubungan kolesterol dan xantelasma di poliklinik dermato-venereologi dari Januari 2014 sampai Desember 2018. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan kadar kolesterol dan xantelasma di klinik rawat jalan dermato-venereology Rumah Sakit Dr. M. Djamil dari Januari 2014 sampai Desember 2018. Penelitian ini adalah studi retrospektif yang dilakukan dengan menganalisis rekam medis xantelasma pasien di Poliklinik Dermato-Venereology RS Dr. M. Djamil dari Januari 2014 sampai Desember 2018. Hasil studi mendapatkan 28 pasien xantelasma dan 28 kontrol, 8 pasien (28,57%) adalah laki-laki dan 20 pasien (71,43%) adalah perempuan. Usia paling dominan adalah 36-45 tahun pada 15 pasien (53,57%). Durasi onset xantelasma 50% pasien lebih dari 2 tahun. Temuan laboratorium yang paling umum adalah hiperkolesterolemia pada 21 kasus (75%). Dalam penelitian ini, 14,28% pasien memiliki penyakit sistemik seperti diabetes melitus dan hipertensi. Terdapat korelasi antara kadar kolesterol dan xantelasma secara statistik (p<0,05). Simpulan penelitian ini adalah terdapat korelasi antara xantelasma dan kadar kolesterol yang bermakna. Xanthelasma dapat mejadi penanda hiperlipidemia

    Analisis Faktor yang Mempengaruhi Penanggulangan HIV/AIDS di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2018

    Get PDF
    Kabupaten Padang Pariaman merupakan daerah dengan salah satu kasus HIV?AIDS tertinggi di Sumatera Barat dan mengalami peningkatan kasus setiap tahunnya. Adanya peran petugas, pemerintah, dan masyarakat dapat mengatasi masalah HIV/AIDS yang terjadi di Kabupaten Padang Pariaman. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor yang mempengaruhi penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Padang Pariaman tahun 2018. Studi ini menggunakan rancangan kualitatif deskriptif, lokasi di Kawasan Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman dengan subjek penelitian adalah Kasie Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman, Pengelola Penyakit Menular, Pemegang program HIV/AIDS di Dinas Kesehatan dan Puskesmas, konselor VCT, Kasie promkes di Dinas Kesehatan dan Puskesmas, dan masyarakat. Instrumen penelitian adalah pedoman wawancara mendalam dan telaah dokumen mengenai laporan HIV/AIDS. Variabel penelitian adalah peran petugas kesehatan, stigma masyarakat, kesadaran ODHA, dan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja petugas dalam penanggulangan HIV/AIDS yang belum optimal, masih tingginya stigma masyarakat terhadap ODHA, kurangnya kesadaran ODHA untuk memeriksakan diri dan melakukan pengobatan, serta kurangnya dukungan yang diberikan kepada ODHA. Simpulan penelitian ini adalah penyuluhan dan kerjasama lintas sektor mengenai penanggulangan HIV/AIDS belum maksimal

    Kembar Siam (Dicephalus Parapagus Dibrachius)

    Get PDF
    Dilaporkan kasus bayi kembar siam yaitu Dicephalus Parapagus Dibrachius di Rumah Sakit Umum Pusat M Djamil, Padang, Indonesia. Perempuan 31 tahun dengan didiagnosis G4P3A0H3 gravid preterm 31-32 minggu + polihidramnion + Janin Kembar Siam (Dicephalus, Parapagus, Dibrachius). Pada USG tampak 2 kepala tanpa kelainan, dada menyatu dengan single heart ,tidak tampak sekat atrium, dengan perut menyatu, satu lambung, satu hepar tanpa tampak kelainan,dan sepasang ginjal. Dengan hasil MRI saat kehamilan didapatkan gambaran Twins Dichepal dengan single heart dan single lung sisi kanan, vetebre cervical dan thoracal yang terpisah dan hydronefose serta hidroureter kanan, dan polihidramnion Dilakukan amnioreduksi dilanjutkan dengan perawatan ekspektatif. Pada usia kehamilan 35-36 minggu dilakukan terminasi kehamilan perabdominam, karena pasien mengalami inpartu. Pada 25 September 2017 Lahir bayi perempuan, 3000 gr dengan 2 kepala, satu dada, satu panggul, sepasang tangan dan sepasang kaki. Bayi langsung diintubasi, dilakukan upaya resusitasi bayi. Bayi mengalami gagal nafas dan pada meninggal setelah 2 jam ekstra uterin. Diagnosis prenatal dan prediksi prognosis janin Kembar Siam dapat diketahui dengan USG antenatal. Prognosis kembar Siam berkaitan dengan jenis kembar siam, tingkat penyatuan dan kelainan organ

    1,096

    full texts

    1,143

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Andalas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇