Jurnal Kesehatan Andalas
Not a member yet
    1143 research outputs found

    Faktor-Faktor yang berhubungan dengan Kesiapsiagaan Bidan dalam Menghadapi Bencana Gempa dan Tsunami di Puskesmas Kota Padang

    Get PDF
    Ada lebih dari sepertiga kasus kematian ibu terjadi ditengah bencana, salah satu penyebabnya adalah kurangnya peralatan dan personel yang berkualifikasi dalam sistim perawatan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan faktor-faktor yang berhubungan dengan kesiapsiagaan bidan dalam menghadapi bencana Gempa dan Tsunami di puskesmas kota Padang tahun 2018. Jenis penelitian adalah analitik dengan desain cross sectional yang dilakukan di puskesmas; Lubuk Buaya, Ulak Karang, Air Tawar, Padang Pasir, Seberang Padang dan Pemancungan pada bulan Oktober sampai November 2018 terhadap 48 orang bidan yang bekerja di puskesmas dengan menggunakan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-square dan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa kesiapsiagaan bidan adalah siap 47,9 % dan kurang siap 52,1%. Bidan memiliki sikap positif 58,3% dan negatif 41,7%. Bidan tidak pernah mengikuti pelatihan 54,2% dan pernah pelatihan 45,8%. Faktor yang berhubungan dengan kesiapsiagaan bidan dalam menghadapi bencana antara lain tingkat pengetahuan (p=0,001), Sikap (p=0,017), pelatihan (p=0,04). Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan tingkat pengetahuan, sikap dan pelatihan dengan kesiapsiagaan bencana. Faktor yang paling dominan terhadap kesiapsiagaan bencana adalah pelatihan

    Efek Latihan Fisik Terhadap Remodeling Jantung

    Get PDF
    Latihan fisik sangat bermanfaat bagi individu yang sehat maupun yang memiliki resiko untuk terjadinya Penyakit Kardio Vaskular (PKV). Latihan fisik teratur menurunkan risiko PKV dengan cara: mengurangi trigliserida, meningkatkan kolesterol HDL, menurunkan tekanan darah, meningkatkan metabolisme glukosa serta sensitivitas insulin, mengurangi berat badan dan mengurangi respon inflamasi. Pada dasarnya ada dua cara untuk membedakan antara hipertrofi jantung fisiologis dan patologis: remodeling LV patologis disertai dengan disfungsi LV (baik diastolik, sistolik, atau keduanya) dan meningkatnya ketidakseimbangan antara massa otot dengan angiogenesis, sedangkan remodeling LV fisiologis meningkatkan fungsi ventrikel dan terdapat keseimbangan antara pertumbuhan massa otot dan angiogenesis. Hipertrofi jantung fisologis memberikan efek kardioprotektif dan tidak terkait dengan gagal jantung. Sedangkan hipertrofi patologis dikaitkan dengan keparahan penyakit kardiovaskular yang menyebabkan peningkatan risiko gagal jantung, aritmia dan berakhir kematian

    Spontaneous Intestinal Perforation in Neonate

    Get PDF
    Spontaneous Intestinal Perforation (SIP) terjadi pada 8,4 persen bayi dengan berat badan lahir sangat rendah. SIP ditandai dengan onset mendadak dan tidak ditemukannya tanda infeksi. Presentasi klinis SIP pada bayi bervariasi, dan etiologinya belum diketahui secara pasti. Konsekuensi klinis SIP dapat menimbulkan komplikasi yang cukup parah sehingga dokter harus menyadari kemungkinan penyebab dan gejala. Terapi utama SIP yaitu: drainase peritoneum dan laparotomi dengan reseksi. Dilaporkan kasus SIP pada by perempuan usia 2 hari, yang didiagnosis berdasarkan gejala klinis dan rontgen abdomen. Pasien dilakukan pemasangan drainase di abdomen dan mengamai perbaikan klinis

    Gambaran Hematologi Pasien Myelodysplastic Syndrome di RSUP Dr. M. Djamil Padang

    Get PDF
    Myelodysplastic syndrome (MDS) merupakan gangguan klonal sel stem hematopoietik berupa sitopenia, displasia, dan cenderung bertransformasi menjadi leukemia mieloid akut. Diagnosis MDS ditegakkan berdasarkan pemeriksaan hematologi, morfologi sel darah tepi, sumsum tulang, pemeriksaan lanjutan sitogenetika dan imunofenotiping, namun dua pemeriksaan terakhir ini tidak tersedia di semua rumah sakit di Indonesia sehingga diagnosis MDS terbatas pada pemeriksaan morfologi sel darah tepi dan sumsum tulang. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran hematologi pasien MDS di RSUP Dr. M. Djamil Padang, merupakan penelitian deskriptif di laboratorium sentral RSUP Dr. M. Djamil Padang dari bulan November 2016 sampai dengan Oktober 2017. Populasi adalah semua pasien yang melakukan pemeriksaan sumsum tulang. Sampel penelitian adalah semua pasien yang telah didiagnosis MDS dari hasil pemeriksaan hematologi, sediaan hapus darah tepi dan sumsum tulang. Didapatkan 19 penderita MDS yang terdiri dari laki-laki 52,6% dan perempuan 47,4%, dengan perbandingan 1,1 : 1; rata-rata usia 40,6 tahun. Hasil pemeriksaan fisik: anemia 68,4%, anemia+organomegali 31,6%. Pemeriksaan hematologi: anemia+leukopenia+trombositopenia 57,8%, anemia+leukopenia 21,1%, anemia+trombositopenia 21,1%. Pemeriksaan sediaan hapus darah tepi: gambaran eritosit, ukuran: anisopoikilositosis 73,6%, normositik 26,4%; warna: polikrom 57,8%, normokrom 42,2%, ditemukan blast pada 42,1% penderita. Pemeriksaan sediaan hapus sumsum tulang, selularitas: hiposelular 73,6%, hiperselular 21,1%, normoselular 5,3%. Displasia seri eritropoietik+granulopoietik+trombopoietik 47,4%; seri eritropoietik+granulopoietik 31,5%; seri eritropoietik+trombopoietik 15,8%; seri eritropoietik saja 5,3%. Gambaran hematologi pasien MDS terbanyak pada penelitian ini adalah anemia, anisopoikilositosis, polikrom, selularitas hiposelular, dan ditemukannya displasia seri eritropoietik, granulopoietik dan trombopoietik

    Hubungan Vitiligo Area Scoring Index (Vasi) dengan Dermatology Life Quality Index (Dlqi) pada Pasien Vitiligo di RSUP Dr. M. Djamil Padang Periode 2015-2016

    Get PDF
    Vitiligo merupakan suatu gangguan pigmentasi, berupa makula hipopigmentasi disebabkan karena hilangnya fungsi melanosit epidermis secara kronik dan progresif. Vitiligo ditemukan pada 0,1-2,9% populasi penduduk dunia. Vitiligo dapat sangat mengganggu bagi penderitanya terutama dari segi kosmetik sehingga dapat mengganggu kualitas hidupnya. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan VASI dan DLQI pasien vitiligo yang datang ke Poliklinik Kulit dan Kelamin RS. Dr M Djamil Padang periode 2015-2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian retrospektif dengan mengumpulkan data dari rekam medis pasien vitiligo yang datang ke Poliklinik Kulit dan Kelamin Januari 2015 – Desember 2016. Dilakukan tabulasi usia, jenis kelamin, skor VASI, skor DLQI dan dicari hubungan antara skor VASI dan DLQI. Hasil: Pada penelitian ini, terdapat 34 pasien vitiligo yang masuk kriteria inklusi di Poliklinik Kulit dan Kelamin. Usia terbanyak ditemukan pada kelompok umur 25-44 tahun. Perbandingan perempuan:laki-laki = 4:1. Pasien dengan VASI ringan 27 pasien (79%), sedang 7 pasien (21%). DLQI didapatkan yang berpengaruh ringan (skor 2-5) 24,7%, berpengaruh sedang (skor 6-10) 75,3 %. Berdasarkan rekam medis dari tahun 2015 dan 2016, insiden tertinggi vitiligo adalah perempuan dengan usia terbanyak dikenai pada kelompok umur 25-44 tahun. Pasien dengan VASI ringan 27 pasien. Pengaruh derajat kualitas hidup terbanyak adalah derajat sedang. Terdapat hubungan antara peningkatan VASI dengan skor DLQI yang bermakna secara statistik (p=0,00034). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara peningkatan skor VASI dengan pengaruh penyakit vitiligo tersebut terhadap kehidupan pasien

    Pengaruh Intradialytic Range of Motion (ROM) Exercise terhadap Depresi, Insomnia dan Asupan Nutrisi pada Pasien Hemodialisis

    Get PDF
    Pada pasien End Stage Renal Disesase (ESRD), meskipun mereka sudah menjalani hemodialisis rutin, namun pasien masih mengalami masalah pada fungsi fisik, psikososial dan kualitas hidup. Aktivitas fisik yang rendah telah dikaitkan menjadi penyebab rendahnya kualitas hidup pada pasien hemodialisis. Tujuan penelitian ini adalah menyelidiki dampak Intradialytic Range Of Motion (ROM) exercise terhadap depresi, insomnia dan asupan nutrisi pada pasien hemodialisis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain pre and posttest with control group. Ada puluh tiga pasien pada kelompok intervensi dan dua puluh empat pasien pada kelompok kontrol yang diambil menggunakan simple random sampling. Intervensi pada penelitian ini berupa intradialytic ROM exercise yang melibatkan gerakan aktif dari ekstremitas dilakukan selama tiga bulan, dua kali seminggu selama tiga puluh menit dengan intensitas latihan 12 – 14 pada skala Borg’s Rating of Perceived Exertion (RPE). Exercise memberikan dampak positif terhadap rata-rata skor Beck Depression Inventory (BDI) yang signifikan menurun (p < 0,001) dan juga terhadap skor Insomnia Severity Index (ISI) (p < 0,05), sedangkan terhadap asupan kalori dan protein tidak mengalami perubahan yang signifikan (p > 0,05). Intradialytic exercise dengan intensitas sedang sangat direkomendasikan untuk pasien yang sedang menjalani hemodialisis karena dapat menurunkan depresi dan insomnia sehingga meningkatkan kualitas hidup pasien yang menjalani hemodialisis

    Lupus Eritematosus Sistemik pada Pria

    Get PDF
    Lupus Eritematosus sistemik merupakan penyakit inflamasi autoimun kronis dengan etiologi yang belum diketahui serta memiliki manifestasi klinis dan prognosis yang sangat beragam. Insiden LES di Amerika serikat sebesar 5,1 per 100.000 penduduk, sementara prevalensi LES di Amerika dilaporkan 52 kasus per 100.000 penduduk dengan rasiowanita dan laki-laki antara 9-14:1. Kejadian LES pada pria sangatlah jarang dan gejalanya biasanya tidak khas dibanding dengan wanita. Telah dilaporkan pasien laki – laki, 27 tahun dengan keluhan utama nyeri sendi pada pergelangan kaki dan tangan. Adanya bercak warna kehitaman pada wajah, telinga, dan punggung serta rambut rontok. Pada pemeriksaan fisik: konjungtiva anemis, adanya ruam malar pada wajah dan hepatomegali tanpa splenomegali. Diidapatkan Hb: 9,7 gr/dL, gambaran darah tepi dengan eritrosit normositik normokrom, retikulosit 1,8 %, Combs test (DCT) positif, Anti ds-DNA 502,26 U/L , SGOT 62 u/L dan SGPT 120 u/L, ureum 18 mg/dL serta kreatinin 1 mg/dL. Ro. Thorax didapatkan Cor dan pulmo : normal, USG abdomen didapatkan gambaran fatty liver . Biopsi kulit : Subacute Cutaneus Luphus Erytematosus (SCLE). Pasien ini didiagnosis dengan lupus eritematosus sistemik sesuai dengan kriteria ACR (American College of Rheumatology) revisi tahun 1997, dimana bila terdapat 4 dari 11 kriteria ACR. Pasien diterapi dengan pemberian kloroquin, metilprednisolon, natrium diklofenak, osteokal, lansoprazol dan hepatoprotektor

    Osteoporosis in Acute Lymphoblastic Leukemia

    Get PDF
    Leukemia merupakan keganasan yang paling banyak terjadi pada anak, melibatkan sumsum tulang dan organ lain seperti sistem saraf pusat, tulang dan sendi. Abnormalitas skeletal yang berhubungan dengan leukemia antara lain osteoporosis, reaksi periosteal, sklerosis reaktif. Osteoporosis dapat terjadi sebagai manifestasi klinis awal atau lanjutan pada anak leukemia. Tatalaksana osteoporosis tepat sangat penting karena dapat mempengaruhi kualitas hidup, dan dapat berdampak negative pada kemampuan aktivitas anak. Dilaporkan kasus leukemia dan osteoporosis pada anak perempuan usia 7 tahun dan 5 bulan, berdasarkan manifestasi klinis, pemeriksaan laboratorium, dan radiologi. Pasien ditatalaksana dengan pemberian vitamin D dan kalsium dengan luaran perbaikan klinis

    Faktor Risiko Kanker Paru pada Perempuan yang Dirawat di Bagian Paru RSUP Dr. M. Djamil Padang dan RSUD Solok: Penelitian Case Control

    Get PDF
    Kejadian kangker paru pada perempuan meningkat setiap tahun. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor risiko kejadian  kanker paru pada perempuan yang dirawat di Bagian Paru RSUP Dr. M. Djamil Padang dan RSUD Solok. Penelitian ini menggunakan desain penelitian case control pada 23 orang perempuan dengan kanker paru sebagai kasus dan 46 orang perempuan bukan kanker paru sebagai kontrol yang dilakukan di Bagian Paru RSUP Dr. M. Djamil Padang dan RSUD Solok selama tahun 2018. Sampel diambil secara nonprobabilitas dengan teknik konsekutif. Tidak terdapat perbedaan bermakna karakteristik antara kelompok kasus dan kontrol. Terdapat hubungan bermakna antara paparan asap rokok dari orang tua dengan kejadian kanker paru pada perempuan (OR= 13,46 CI95% 4,04-44,82; p=0,0001). Tidak terdapat perbedaan bermakna merokok (OR=2,05 CI95%  0,12-34,26; p=1,000), paparan asap rokok suami (OR=2,97 CI95% 1,03-8,60; p=0,074), paparan asap rokok di tempat kerja (OR=2,10 CI95% 0,28-15,92; p=0,596), paparan asap biomass (OR=1,22 CI95% 0,42-3,57; p=0,928), riwayat keganasan dalam keluarga (OR=4,29 CI95% 0,37-49,95; p=0,256) dan riwayat TB (OR=0,25 CI95%; p=0,253) dengan kejadian kanker paru pada perempuan. Dapat disimpulkan, paparan asap rokok orang tua adalah faktor risiko utama untuk terjadinya kaker paru pada perempuan

    Profil Pasien Hemorrhagic Postpartum di RSUP Dr. M. Djamil Padang

    Get PDF
    Perdarahan postpartum menduduki peringkat pertama dalam menyumbangkan angka kematian ibu di dunia, yaitu sebesar 35%. Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian HPP yaitu usia, jumlah paritas, jarak antar kelahiran, ANC, riwayat persalinan dan kehamilan sebelumnya, anemia, dan tingkat pengetahuan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran profil pasien hemorrhagic postpartum di RSUP Dr. M. Djamil periode Januari 2016 - September 2017. Penelitian ini merupakan deskriptif retrospektif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 39 sampel berupa rekam medis pasien dari bagian rekam medis RSUP Dr. M. Djamil Padang pada bulan Januari 2016 - September 2017 dengan menggunakan teknik simple random sampling dan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa HPP terbanyak yang terjadi di RSUP Dr. M. Djamil adalah HPP Primer (79,5%), ibu dengan usia 21-34 tahun (69,2%), ibu dengan paritas lebih dari 2 kali atau multipara (89,4%), ibu dengan tingkat kepatuhan ANC yang tinggi (100%), ibu dengan jarak antara kelahiran <2 tahun (66,7%), ibu yang tidak ada riwayat kehamilan dan persalinan yang buruk (66,7%), ibu dengan kadar Hb <11 gr% (92,4%), ibu dengan tingkat pendidikan tinggi (87,2%), ibu dengan etiologi retensio plasenta (38,5%), dan kematian ditemukan pada ibu dengan HPP primer (2,5%). Dapat disimpulkan bahwa perlunya edukasi kepada wanita terkait pencegahan faktor risiko HPP seperti melakukan ANC rutin untuk mencegah anemia pada ibu hamil dan mengikuti program KB untuk mengatur jarak antara kelahiran

    1,096

    full texts

    1,143

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Andalas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇