Jurnal Kesehatan Andalas
Not a member yet
1143 research outputs found
Sort by
RETRACTED: Gambaran Kejadian Diare Akibat Infeksi Protozoa Usus pada Pasien Kemoterapi di RSUP Dr. M. Djamil Padang
Artikel ini ditarik dari daftar terbitan Vol. 8 Supplement 2 Tahun 2019 karena terjadi kesalahan dalam pengorganisasian artikel yang diterbitkan sehingga terjadi penerbitan ulang artikel ini. Artikel ini dapat diakses melalui link berikut: http://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/802
KORELASI LAMA OPERASI DENGAN PERUBAHAN KADAR NATRIUM PASCA OPERASI TRANSURETHRAL RESECTION OF THE PROSTATE DI RSUP DR. M. DJAMIL PADANG
Transurethral Resection of the Prostate (TURP) pada pasien Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) dengan indikasi absolut operasi. menggunakan suatu cairan irigasi. Cairan irigasi tersebut dapat masuk ke sirkulasi yang menimbulkan suatu kondisi intoksikasi air. Kelebihan cairan, yang terserap karena proses operasi TURP, dapat menyebabkan terjadinya hiponatremia akut, kejadian ini disebut sindroma TURP. Terjadinya sindroma TURP memang tergolong jarang, tetapi sindroma TURP memiliki komplikasi yang bahkan dapat menyebabkan kematian. Tujuan penelitian ini adalah menentukan korelasi lama operasi terhadap perubahan kadar natrium pasca operasi TURP di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan rancangan potong lintang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik consecutive sampling. Sampel penelitian berjumlah dua puluh sampel yang diambil dari rekam medis pasien BPH yang melakukan TURP di RSUP Dr. M. Djamil Padang sesuai kriteria inklusi. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan rerata lama operasi TURP adalah 63,25 ± 18,59 menit dan rerata perubahan kadar natrium adalah 5,0 ± 3,4 mEq/L. Uji korelasi Pearson menunjukan terdapatnya hubungan tidak bermakna antara lama operasi terhadap perubahan kadar natrium pasca operasi TURP dengan korelasi sangat lemah positif (r=0,141, p=0,552). Disimpulkan bahwa terdapat adanya korelasi sangat lemah dengan hubungan yang tidak bermakna antara lama operasi terhadap perubahan kadar natrium pasca operasi TURP di RSUP Dr. M. Djamil Padang
Analisis Karakteristik Pasien Trauma Mata di RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2016
Trauma mata termasuk salah satu kasus kegawatdaruratan bagian mata, jika tidak segera ditatalaksana dapat menyebabkan kebutaan yang menimbulkan kerugian fisik, psikologi, dan sosioekonomi. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan jenis kelamin, usia, pekerjaan, lateralisasi, dan visus terhadap jenis trauma mata pada pasien di IGD dan Poliklinik Mata RSUP Dr M Djamil Padang. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain cross-sectional study. Penelitian ini dilakukan di bagian rekam medis RSUP Dr.M.Djamil Padang mulai bulan Oktober 2017 sampai Februari 2018. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien trauma mata yang datang ke IGD dan Poliklinik Mata RSUP Dr.M.Djamil Padang tahun 2016 dengan sampel minimal sebanyak 51 orang. Analisis statistik yang digunakan adalah Uji Korelasi Lambda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar trauma mata terjadi pada laki-laki (77,6%), usia 22-45 tahun (27,6%), profesi pelajar (44,7%), unilateral (94,7%) dan menimbulkan kebutaan (64,47%). Diagnosis yang paling sering ditemukan ruptur kornea (21,05%) dan jenis trauma tersering adalah trauma tajam (60,5%). Terdapat hubungan antara usia, pekerjaan, lateralisasi dan visus pasien trauma mata dengan jenis trauma mata, tetapi tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin pasien trauma mata dengan jenis trauma mata
Gambaran Pelaksanaan Program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Di Rumah Sakit Umum X Kota Y
Infeksi yang terjadi di rumah sakit disebut juga infeksi nosokomial atau Hospital Acquired Infections (HAI’s) merupakan problem yang serius bagi kesehatan masyarakat. HAI’s merupakan infeksi yang didapat pasien selama menjalani prosedur perawatan dan tindakan medis di pelayanan kesehatan setelah ≥ 48 jam dan setelah ≤ 30 hari setelah keluar dari fasilitas kesehatan. Berdasarkan sumber infeksi, maka infeksi dapat berasal dari masyarakat/komunitas (Community Acquired Infection) atau dari rumah sakit (Healthcare-Associated Infections/HAIs). Tujuan penelitian ini adalah melihat gambaran umum pelaksanaan program pencegahan dan pengendalian infeksi di Rumah Sakit Umum X. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit (PPIRS) sangat penting karena menggambarkan mutu pelayanan rumah sakit juga untuk melindungi pasien, petugas, pengunjung dan keluarga dari resiko tertularnya infeksi. Infeksi yang terjadi di rumah sakit tidak saja dapat dikendalikan tetapi juga dapat dicegah dengan melakukan langkah-langkah yang sesuai dengan prosedur dan pedoman yang berlaku. Untuk meminimalkan resiko terjadinya infeksi di rumah sakit perlu diterapkan program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), yaitu kegiatan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pembinaan, pendidikan, pelatihan, monitoring dan evaluasi
Tata Laksana Anestesi pada Sectio Caesar Pasien G4P3A0H3 gravid aterm 38-39 minggu dengan Hipertiroid
Hipertiroidisme merupakan peningkatan abnormal konsentrasi serum dari hormon tiroid bebas. Kelainan tiroid merupakan abnormalitas endokrin kedua tersering dalam masa kehamilan dan telah diketahui bahwa disfungsi tiroid dapat mengakibatkan efek yang merugikan baik bagi ibu maupun janin. Pasien hipertiroid memiliki risiko khusus apabila menjalani operasi, yakni badai tiroid, yang dapat dieksaserbasi oleh beberapa kondisi termasuk anestesia, pembedahan, perdarahan, kehamilan dan melahirkan anak (baik kelahiran normal ataupun dengan operasi caesarean). Pada pasien yang diketahui mengidap hipertiroidisme, terdapat beberapa pertimbangan dan tindakan khusus yang harus dilakukan, baik pada fase preoperatif, intraoperatif maupun postoperatif. Laporan kasus ini akan membahas pelaksanaan anestesi dan pembedahan pada seorang pasien wanita (42 tahun) dengan kehamilan cukup bulan dan riwayat hipotiroidisme terkontrol yang menjalani sectio caesarea di RSUP Dr. M. Djamil Padang
Hubungan antara Beberapa Faktor Prognostik Klinikopatologik Karsinoma Kolorektal di RSUD Dr.Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2015-2017
Data histopatologi dari seluruh senter patologi di Indonesia tahun 2013 karsinoma rektum pada laki-laki menempati urutan ke-5 (1580 kasus) dan karsinoma kolon menempati urutan ke-9 (1123 kasus). Terdapat beberapa faktor prognostik klinikopatologik karsinoma kolorektal diantaranya umur, jenis kelamin, tipe histopatologik dan derajat diferensiasi. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan antara beberapa faktor prognostik klinikopatologik karsinoma kolorektal. Parameter prognostik klinikopatologik yang dipilih adalah umur, jenis kelamin, tipe histopatologik dan derajat diferensiasi. Penelitian ini merupakan cross sectional comparative study menggunakan sampel 145 kasus karsinoma kolorektal. Dilakukan pengumpulan status kiriman, preparat HE dan re-evaluasi slaid. Penelitian ini menganalisis data primer berupa hasil reevaluasi slaid HE terhadap tipe histopatologik dan derajat diferensiasi. Data sekunder berupa umur dan jenis kelamin yang tercatat pada status. Data dianalisis dengan univariat dan multivariate dengan menggunakan Chi-square test. Terdapat hubungan yang signifikan antara umur dengan tipe histopatologik dengan nilai p=0,034 (<0,05). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara umur dan derajat diferensiasi dengan nilai p=0,184 (>0,05). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan tipe histopatologik dengan nilai p=0,628 (>0,05). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan tipe derajat diferensiasi dengan nilai p=0,868 (>0,05)
ANALISIS IMPLEMENTASI STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) DI INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RSU MAYJEN HA THALIB KABUPATEN KERINCI
Pencapaian indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) masih belum optimal karena petugas masih tidak paham dengan indikator SPM, sehingga pelayanan yang diberikan tidak sesuai harapan pelanggan mengakibatkan keluhan dan ketidakpuasan pasien. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan gambaran mengenai implementasi SPM di IGD RSU Mayjen HA Thalib Kabupaten Kerinci. Penelitian ini menggunakan desain studi kebijakan dengan pendekatan kualitatif. Waktu penelitian dari April sampai November 2018 di IGD RSU Mayjen HA Thalib Kabupaten Kerinci.Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, FGD dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan SPM dilaksanakan berdasarkan Perpub No 36 Tahun 2012, tenaga sudah mencukupi, masih ada tenaga yang belum mempunyai sertifikat kegawatdaruratan (TLS/ACLS/BCTLS/PPGD), sarana prasarana belum memenuhi standar IGD, Monev tidak berjalan dengan baik. Pelaksanaan indikator life saving terlihat perbedaan kemampuan petugas yang telah pelatihan dan yang belum, Waktu tanggap masih ada yang ≥ 5 menit
Efektifitas Ekstrak Jambu Biji Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Tikus Bunting
Jambu biji merupakan sumber vitamin C. Peranan vitamin C dalam proses penyerapan zat besi membantu mereduksi besi ferri menjadi ferro. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan ekstrak jambu biji dengan kadar hemoglobin pada tikus bunting. Jenis penelitian adalah eksperimental dengan pendekatan post test only control grup design. Jumlah sampel terdiri 36 ekor tikus putih bunting yang dibagi empat kelompok, yaitu kelompok kontrol dan tiga kelompok perlakuan I, II, II yang masing-masing diberi volume oral 1%, 2%, 3% ekstrak jambu biji. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Farmasi Universitas Andalas. Kadar hemoglobin diukur dengan Hb-test. Uji statistik dengan Kruskal Wallis dan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian rerata kadar hemoglobin pada kelompok kontrol 13,956gr/dL, kelompok perlakuan I 12,522gr/dL, kelompok perlakuan II 17,500gr/dL, dan kelompok perlakuan III 16,922gr/dL. Hasil uji antar kelompok, yaitu Kelompok kontrol dengan Perlakuan I, II dan III adalah 0,001. Nilai pengaruh perlakuan kelompok I ke kelompok II 0,931(p>0,05), Kelompok I ke kelompok III 0,258(p>0,05). Kelompok II ke kelompok III 0,387(p>0,05). Ada perbedaan yang bermakna antara kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan p=0,001 (p<0,05). Simpulan studi ini ialah terdapat efektifitas ekstrak jambu biji terhadap kadar hemoglobin pada tikus bunting
Hubungan Budaya Organisasi dengan Kinerja Pegawai RSUD Mukomuko Tahun 2017
Kinerja pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mukomuko dari aspek kedisiplinan masih rendah yaitu 80% pegawai terlambat dan 35% pegawai meninggalkan ruangan pada jam kerja, serta masih banyak pegawai yang pindah dari RSUD Mukomuko. Hal ini menunjukkan bahwa masih lemahnya budaya organisasi di RSUD Mukomuko. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi kinerja pegawai, diantaranya budaya organisasi. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan budaya organisasi terhadap kinerja pegawai. Penelitian ini menggunakan metode analitik kuantitatif dengan disain cross sectional study. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai, dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling, sehingga didapatkan 90 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pegawai berkinerja cukup (75,6%) dan menyatakan budaya organisasi lemah (71,1%). Dari empat dimensi budaya organisasi yaitu keterlibatan, penyesuaian, konsistensi dan misi, ditemukan bahwa sebagian besar pegawai menilai lemah pada dimensi keterlibatan (80%), konsistensi (68,9%) dan misi (63,3%). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan budaya organisasi dengan kinerja pegawai RSUD Mukomuko (p=0,001). Penelitian ini menyarankan agar pihak manajemen dapat mengembangkan budaya organisasi keterlibatan, konsistensi dan misi dengan melibatkan pegawai dalam perencanaan, menetapkan target kinerja pegawai pada awal tahun dan mengevaluasinya secara berkala, serta resosialisasi misi dan tujuan rumah sakit
Analisis Pelaksanaan Program Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular di Kota Solok
Penyakit Tidak Menular (PTM) menjadi salah satu penyebab utama kematian di dunia. Peningkatan PTM juga terjadi di Provinsi Sumatera Barat. Demikian juga halnya dengan Kota Solok. Salah satu kebijakan pengendalian PTM saat ini adalah melalui Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) PTM berbasis masyarakat dengan melakukan deteksi dini, pemantauan faktor risiko dan tindak lanjut secara promotif dan preventif. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pelaksanaan program posbindu PTM di Kota Solok dengan menganalisis input (kebijakan, ketersediaan sumber daya manusia, anggaran biaya, sarana dan prasarana, petunjuk teknis, peran serta kemitraan), process (perencanaan, pelaksanaan, monitoring evaluasi) dan output (capaian indikator posbindu PTM). Penelitian studi kebijakan dengan pendekatan kualitatif ini dilaksanakan pada bulan April-November 2018. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, Focus Goup Discussion (FGD) dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan posbindu ditetapkan melalui SK Walikota Nomor 188 tahun 2018 namun belum tersosialisasikan sampai pelaksana posbindu, SDM pelaksana posbindu masih belum mencukupi karena baru memiliki 3 orang kader, anggaran biaya berasal dari APBD dan BOK, sarana dan prasarana masih belum memadai, petunjuk teknis telah ada tapi belum dikuasai oleh kader dan kemitraan dengan lintas sektor juga belum terjalin. Pada perencanaan, posbindu belum mempunyai Plan Of Action (POA) dan belum pernah dilakukan sosialisasi dan advokasi, pelaksanaan sudah memakai sistem lima meja, monitoring dan evaluasi masih belum optimal, output posbindu PTM di Kota Solok masih belum tercapai karena angka kunjungan masih rendah