Jurnal Kesehatan Andalas
Not a member yet
1143 research outputs found
Sort by
Analisis Implementasi Triage, Ketepatan Diagnosa Awal Dengan Lama Waktu Rawatan Pasien di RSUD Prof. DR. MA Hanafiah SM Batusangkar
Keselamatan pasien saat ini menjadi perhatian penting dalam pelayanan kesehatan seperti di rumah sakit. Salah satu upaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dengan cara menerapkan standar keselamatan pasien dengan melaksanakan sistem triage yang dilakukan di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis ketepatan triage, ketepatan diagnosa awal dan lamanya waktu rawatan pasien di RSUD Prof. DR. M.A Hanafiah SM Batusangkar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kombinasi (mixed methods) dengan desain sequential explanatory. Hasil penelitian didapatkan bahwa pelaksanaan triage di IGD RSUD Prof. DR. M.A Hanafiah SM Batusangkar tidak tepat hasilnya adalah sebesar 6,7%. Diagnosa tidak tepat yang dilakukan dokter terhadap pasien IGD sebanyak 9,6%. Sebesar 30,8% pasien lama rawatannya tidak sesuai dengan Clinical pathway. Tidak ada hubungan yang bermakna antara ketepatan triage dengan lamanya hari rawatan (0,673), dan terdapat hubungan yang bermakna antara ketepatan diagnosa dengan lamanya hari rawatan (0,001). Kesimpulannya adalah triase di IGD RSUD Prof. DR. M.A Hanafiah SM Batusangkar sudah dilaksanakan sesuai standar triage Australia. Selain itu, dokter sudah melakukan tindakan atau diagnosa sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) tetapi masih ada terjadi kesalahan diagnosa dilihat dari adanya perbedaan diagnosa awal dan diagnosa pada saat pasien pulang. Persepsi pasien terhadap pelayanan IGD adalah masih merasa kurang puas, karena pasien merasa masih diabaikan jika jumlah pasien sedang banyak
Correlation Between Density of House Dust Mites and Recurrence of Urticaria
Beberapa kasus urtikaria pada paparan debu dan diantaranya menghubungkan sensitivitas tungau debu rumah (TDR) dengan urtikaria berdasarkan riwayat pasien dan pemeriksaan uji intradermal. Tujuan penelitian ini adalah menentukan korelasi antara kepadatan TDR dan rekurensi urtikaria. Jumlah sampel pada penelitian ini 30 orang. Kepadatan TDR dari tiap kamar sampel dihitung dengan mengumpulkan debu, dan sampel dinilai sensitivitas terhadao TDR dengan pemeriksaan skin prick test (SPT). Diagnosis urtikaria berdasarkan anamnesis, kemudian ditanyaan rekurensinya dalam tiga bulan terakhir. Hasil: Dari 30 peserta, tujuh (23,3%) sampel memiliki kepadatan TDR sedang sementara 23 (76,7%) memiliki kepadatan rendah. Selain itu, 15 sampel positif SPT terhadap alergen TDR. Dari anamnesis, 12 (40%) sampel didiagnosis urtikaria dan diantaranya, 11 orang (91,67%) positif terhadap SPT. Tidak ada sampel yang memiliki rekurensi urtikaria dalam tiga bulan terakhir. Kesimpulan: Meskipun penelitian ini tidak menunjukkan korelasi yang signifikan antara kepadatan TDR dan tingkat kekambuhan urtikaria (p> 0,05), TDR memang bisa memicu eksaserbasi. Penelitian ini membutuhkan penyelidikan lebih lanjut dengan ukuran sampel yang lebih besar
Frontalis Suspension dengan Fascia Lata pada Ptosis Kongenital
Ptosis atau blefaroptosis merupakan kondisi turunnya atau inferodisplacement palpebra superior. Ptosis unilateral dengan fungsi levator yang buruk merupakan kasus yang cukup sulit untuk ditalaksana karena kemungkinan didapatkan hasil akhir yang asimetris. Frontalis suspension dengan fascia lata merupakan salah satu prosedur pilihan untuk ptosis dengan fungsi levator yang buruk. Kasus ini bertujuan untuk melaporkan outcome ptosis kongenital unilateral yang ditatalaksana dengan frontalis suspension dengan fascia lata. Pada kasus ini didapatkan seorang pasien perempuan berusia 24 tahun dengan kelopak atas mata kiri turun sejak lahir dan dirasakan sama sepanjang waktu. Tajam penglihatan kedua mata dalam batas normal. Pada pemeriksaan palpebra mata kiri didapatkan margin reflex distance 1 (MRD1) 2 mm, MRD2 sebesar 5 mm dan fisura palpebra vertikal (FPV) 7 mm (FPV mata kanan 11 mm). Fungsi levator palpebra mata kiri 4 mm dan eyelid crease tidak terbentuk. Pada pasien ini dilakukan prosedur repair ptosis dengan teknik frontalis suspension dengan fascia lata. Pada follow up post operasi, terdapat perbaikan secara kosmetik dimana setelah 1 bulan didapatkan peningkatan MRD1 mata kiri menjadi 3 mm. Pada follow up 3 bulan, didapatkan MRD1 mata kiri meningkat menjadi 4 mm sehingga FPV mata kiri meningkat menjadi 9 mm. Kondisi ini dapat menurunkan asimetrisitas FPV kedua mata sehingga secara kosmetik dapat diterima oleh pasien. Komplikasi yang ditemukan adalah lagoftalmus sebesar 1 mm setelah 3 bulan post operasi. Kesimpulan dari laporan kasus ini adalah frontalis suspension dengan fascia lata pada ptosis kongenital unilateral secara kosmetik memberikan outcome yang baik
Injeksi Intrakamera Fluconazole pada Ulkus Kornea Jamur
Fluconazole, salah satu anti jamur golongan azole, memiliki kemampuan penetrasi okular yang cukup efektif, dapat mencapai konsentrasi akuos sama dengan konsentrasi plasma. Fluconazole dapat diberikan berupa tetes mata, subkonyungtiva, atau intrakamera. Pemberian intrakamera lebih menguntungkan karena tidak melalui reaksi corneal esterase dan konsentrasi akurat langsung di KOA. Dilaporkan empat pasien dengan ulkus kornea ec.jamur, endoftalmitis eksogen ec susp. jamur dan ulkus ateromatosus ec. jamur diberikan injeksi intrakamera fluconazole dengan dosis 0,025/0,1 ml di kamar operasi. Swab kornea (+). Terdapat perbaikan pada kasus infeksi jamur dengan rata-rata 1 hari sampai 7 minggu post op. Kasus pertama, visus membaik signifikan, ukuran infiltrat dan endothelial plaque berkurang, serta hipopion menghilang pada follow up post op hari pertama. Pada kasus kedua visus membaik serta ukuran infiltrat dan edem berkurang pada minggu kedua post op. Kasus ketiga juga terdapat perbaikan, tetapi hasil yang didapatkan tidak terlalu signifikan dimana visus sedikit membaik dengan ukuran endothelial plaque dan edem kornea sedikit berkurang pada follow up minggu keempat post op. Kasus keempat perbaikan didapatkan pada minggu ketujuh post op, dimana ukuran endothelial plaque dan edem kornea berkurang serta hipopion (-). Kultur: candida (+) (kasus 1 dan 2). Pemberian fluconazole intrakamera cukup efektif pada kasus ulkus jamur refrakter
Interposisi Colon Retrosternal dan Esofagoplasty Pada Pasien Atresia Esophagus Tipe A Long Gap
Atresia esophagus merupakan kelainan kongenital dimana tidak menyambungnya esofagus bagian proksimal dengan esofagus bagian distal. Atresia esofagus dapat terjadi bersama fistula trakeoesofagus, Pada 86% kasus terdapat fistula trakhea oesophageal di distal, pada 7% kasus tanpa fistula Sementara pada 4% kasus terdapat fistula tracheooesophageal tanpa atresia. Transposisi colon telah lama dilakukan. Colon dapat diletakkan substerrnal atau dibelakang hilum dari paru, bisa juga diletakkan retrosternal. Angka keberhasilan tindakan ini masih rendah. Laporan kasus, seorang perempuan yang didiagnosa dengan atresia esophagus tipe A saat berumur 1 hari, pemeriksaan ditegakkan melalui pemeriksaan x ray dimana dilakukan pemasangan OGT dengan contras, pada pasien dilakukan tindakan esofagotomi dan gastrostomi. Kondisi membaik, tidak ditemui kelainan kongenital lain. Pasien bertahan sampai umur 1 tahun 6 bulan, kemudian dilakukan tindakan transposisi colon retrosternal dan esofagoplasty. Pasien diberikan TPN (Total Per Enteral), diet enteral dimulai hari ke-6 dan dinaikkan secara bertahap. Pasien dipulangkan hari ke 14 dengan kondisi luka baik dan pasien sudah diberikan makanan lunak. Follow up pasca operasi Transposisi colon retrosternal dan esofagoplasty pada pasien dengan atresia esophagus tipe A post esofagotomi dan gastrostomi tidak ditemukan adanya komplikasi kebocoran anastomose. Transposisi colon retrosternal dan esofagoplasty pada pasien dengan atresia esophagus tipe A post esofagostomi dan gastrostomi dengan penangan post operatif yang baik dapat memberikan hasil yang baik
Profil Penderita Stenosis Mitral Reumatik di RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2012-2016
Penyakit Jantung Reumatik (PJR) masih memiliki prevalensi serta tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi di negara berkembang, termasuk di Indonesia. Stenosis Mitral Reumatik (SMR) merupakan salah satu penyakit katup jantung yang paling sering terjadi pada PJR, namun data penelitian yang tersedia mengenai SMR di Indonesia masih sedikit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil penderita SMR di RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2012 sampai 2016. Ini adalah studi deskriptif dengan pendekatan retrospektif yang dilaksanakan sejak September 2017 sampai Januari 2018 di RSUP. Dr. M. Djamil Padang di bagian rekam medis. Yang memenuhi kriteria inklusi dijadikan sampel penelitian dengan menggunakan teknik total sampling. Proporsi SMR pada penelitian ini adalah 62% dari seluruh kasus stenosis mitral (SM), mayoritas pasien SMR memiliki stenosis derajat berat (rerata MVA 1±0,5 cm2). Pasien SMR mayoritas adalah perempuan, berusia 31-40 tahun (rerata 39,7±12,8), tidak bekerja, berpendidikan terakhir SMA, memiliki keluhan utama dispnea, dan memiliki NYHA functional class II. Seluruh pasien menerima pengobatan medis dan hanya enam pasien yang menjalani BMV atau operasi. Komplikasi yang paling banyak diderita pasien SMR adalah hipertensi pulmonal dan kelainan katup reumatik lain yang paling sering menyertai SMR adalah regurgitasi mitral. Simpulan studi ini ialah terdapat kesamaan karakteristik pasien SMR pada penelitian ini dengan tren karakteristik dari negara berkembang lainnya
Analisis Kebutuhan Lembaga Bantuan Hukum Kesehatan Di Kota Padang Tahun 2018
Pengaduan persoalan kesehatan di Kota Padang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan. Hal tersebut berarti semakin tumbuhnya kesadaran hukum di masyarakat akan penting pelayanan kesehatan yang baik dan dapat diterima oleh semua lapisan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor kebutuhan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) kesehatan berdasarkan kerangka sistem meliputi: Input, Proses, Output dan Outcome terhadap 11 lembaga/institusi yang terdiri dari: Dinas Kesehatan Kota Padang, Ombudsman, Lembaga Bantuan Hukum yang telah memberikan pelayanan bantuan hukum gratis, lima organisasi profesi kesehatan (IDI, PDGI, IBI, PPNI, IAKMI). Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode pendekatan sistem. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan pelaksanaan penanganan pengaduan persoalan kesehatan oleh Lembaga Bantuan Hukum sampai saat ini belum ada. Outcome penelitian ini ialah mayoritas informan mengatakan penting adanya LBH Kesehatan dengan melibatkan tenaga kesehatan dalam pelaksanananya. Keberadaan LBH kesehatan akan bermafaat bagi organisasi profesi kesehatan, masyarakat, asuransi dan lain-lain. Hambatan pelaksanaan LBH kesehatan ialah kurangnya minat SDM kesehatan untuk turut serta dalam proses penanganan hukum kesehatan dan masih minimnya kesadaran masyarakat yang berkaitan dengan hukum kesehatan
Hubungan Kadar Serum Erithropoietin Dengan Transferin Pada Ibu Hamil Anemia Dan Ibu Hamil Normal
Penyebab anemia dalam kehamilan yaitu akibat defisiensi besi. Pemeriksaan ertitropoietin dan transferin menjadi alternatif dalam mengidentifikasi anemia defisiensi besi pada ibu hamil. Tujuan penelitian adalah menentukan hubungan kadar serum erithropoietin terhadap transferin pada ibu hamil anemia dan ibu hamil normal. Penelitian dilakukan dengan menggunakan desain cross sectional comparative study. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Kuranji pada bulan November 2018 sampai Januari 2019. Populasi pada penelitian ini adalah ibu hamil anemia dan hamil normal dengan jumlah sampel 64 orang pada dua kelompok. Pengambilan sampel dengan consecutive sampling. Pemeriksaan kadar eritropoietin dan transferin dilakukan di laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Unand dengan metode ELISA. Uji normalitas data dengan uji Shapiro-Wilk dan uji t tidak berpasangan dan korelasi pearson. Hasil penelitian menunjukkan rerata kadar eritropoietin pada ibu hamil anemia yaitu 69,83 ± 20,21 mU/ml, dan 57,81 ± 21,86 mU/ml pada ibu hamil normal (p<0,05). Rerata kadar transferin pada ibu hamil anemia yaitu 203,32 ± 77,66 ng/ml, dan 165,63 ± 65,12 ng/ml pada ibu hamil normal (p<0,05). Terdapat hubungan kadar eritropoietin dengan transferin pada ibu hamil anemia (p<0,05). Spulan penelitian ini ialah terdapat perbedaan rerata kadar eritropoietin dan transferin pada ibu hamil anemia dan normal. Terdapat hubungan kadar serum erithropoietin dengan transferin pada ibu hamil anemia, namun tidak terdapat hubungan kadar serum erithropoietin dengan transferin pada ibu hamil normal
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Minat Berkunjung Ulang Pasien ke Poliklinik Spesialis di RSI Ibnu Sina Padang (BPJS Kesehatan)
Rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan kesehatan sekunder setelah masyarakat mendapatan pelayanan kesehatan primer di puskesmas, klinik utama, klinik pratama ataupun praktek dokter untuk dapat melayani pengobatan lanjutan terutama yang terkait dengan pelayanan spesialis, sub spesialis dan pemeriksaan penunjang medik lainnya. Saat ini di BPJS Kesehatan kota Padang telah terdaftar menjadi peserta JKN-KIS mencapai 1.463.097 jiwa atau 70,53% dari jumlah penduduk. Pada era persaingan ini, masyarakat dapat memilih rumah sakit untuk berkunjung kembali sesuai dengan minat pasien, dengan melakukan penilaian melalui sikap pasien terhadap lingkungan, citra merek yang melekat, nilai yang dirasakan, persepsi terhadap kualitas pelayanan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan faktor yang mempengaruhi minat berkunjung ulang pasien ke poliklinik spesialis RSI Ibnu Sina Padang. Penelitian ini dilakukan dengan desain cross sectional, yaitu analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel sikap pasien, citra merek, persepsi nilai, persepsi kualitas berpengaruh secara signifikan terhadap minat berkunjung ulang pasien ke poliklinik spesialis RSI Ibnu Sina Padang (CR >1,96, p<0,05)
ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN TENTANG GERAKAN NAGARI PEDULI TUBERKOLOSIS DI KENAGARIAN MAGEK KECAMATAN KAMANG MAGEK KABUPATEN AGAM TAHUN 2018
Angka penemuan penderita Tuberkulosis (TB) di Kabupaten Agam dari tahun 2015 sampai tahun 2017 mengalami penurunan. Kebijakan tentang Gerakan Nagari Peduli Tuberkulosis diwujudkan sebagai suatu Kebijakan Pemerintah Kabupaten Agam untuk penanggulangan penyakit Tuberkulosis. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pencapaian dan kendala yang dihadapi dalam Imlmementasi tentang Gerakan Nagari Peduli Tuberkulosis di Kenagarian Magek Kecamatan Kamang Magek Kabupaten Agam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara lima orang informan yaitu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit, Kepala Seksi Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit, Kepala Puskesmas Magek, Pemegang Program Tuberkulosis Puskesmas Magek dan Wali Nagari Magek. Komponen yang diteliti mengenai Input (kebijakan, tenaga, dana, sarana prasarana, dan metode), proses (perencanaan, pelaksanaan, pengawasan), output (pencapaian program penemuan penderita Tuberkulosis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kebijakan Gerakan Nagari Peduli TB belum berjalan dengan baik. Penyediaan sarana prasarana dan alokasi anggaran khusus yang belum memadai dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas Magek menjadi penyebabnya