Jurnal Kesehatan Andalas
Not a member yet
1143 research outputs found
Sort by
Analisis Karakteristik Wanita Usia Subur, Dukungan Suami, dan Peran Bidan terhadap Unmet Need Keluarga Berencana di Wilayah Kerja Puskesmas Bungus Kota Padang
Abstrak Salah satu permasalahan Keluarga Berencana (KB) yaitu unmet need. Tingginya unmet need KB dapat disebabkan oleh karakteristik wanita usia subur, dukungan suami, dan peran bidan. Tujuan: Menganalisis hubungan antara karakteristik wanita usia subur, dukungan suami, dan peran bidan terhadap unmet need KB di wilayah kerja Puskesmas Bungus. Metode: Studi analitik dengan desain case-control. Sampel diambil menggunakan sistemic random sampling pada 178 Wanita Usia Subur (WUS) dengan unmet need KB dan 178 WUS yang memakai KB antara Maret sampai Mei 2019. Hasil: Sebagian besar WUS dengan unmet need KB memiliki umur berisiko (49,4%), berpendidikan menengah (82,6%), jumlah anak 2-4 orang (82%), status ekonomi kategori miskin (33,1%), tidak mendapat dukungan suami (73%), dan peran bidan kurang baik (75,3%). Terdapat hubungan unmet need KB dengan jumlah anak, dukungan suami dan peran bidan (p<0,05). Faktor yang paling dominan adalah dukungan suami (OR=100,504). Simpulan: Dukungan suami dan peran bidan adalah faktor yang menyebabkan tingginya unmet need KB di wilayah kerja Puskesmas Bungus Kota Padang
Pengaruh Aktivitas Fisik Menggunakan YMCA Step Test terhadap Perubahan Kadar Gula Darah Sewaktu Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Andalas
Aktivitas fisik adalah setiap gerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot rangka yang memerlukan adanya pengeluaran energi. Aktivitas fisik rutin akan meningkatkan kepekaan terhadap insulin, yang berfungsi untuk mengambil gula darah selama dan setelah beraktivitas. Tujuan: Mengetahui pengaruh aktivitas fisik menggunakan YMCA Step-Test terhadap perubahan kadar gula darah sewaktu pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik numerik komparatif berpasangan dengan desain cross sectional dengan cara pre-post test pada 40 data primer. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik stratified random sampling. Analisis data yang digunakan adalah uji Wilcoxon. Hasil: Ada penurunan rerata kadar gula darah dari 93,9 mg/dL menjadi 85,4 mg/dL, secara statistik terdapat perbedaan bermakna (p<0,05). Simpulan: Terdapat pengaruh yang bermakna antara aktivitas fisik menggunakan YMCA Step Test terhadap kadar gula darah sewaktu pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Andalas
Profil Hematologik Berdasarkan Jenis Plasmodium pada Pasien Malaria di Beberapa Rumah Sakit di Kota Padang
Spesies Plasmodium (P) yang banyak dijumpai di Sumatera Barat adalah P. falciparum dan P. vivax. Komplikasi yang paling umum terjadi pada infeksi malaria adalah perubahan hematologi. Infeksi P. falciparum lebih sering menimbulkan komplikasi tersebut dibandingkan infeksi P. vivax. Tujuan: Mengetahui perbedaan gambaran hematologik terutama hemoglobin, leukosit, dan trombosit pada pasien malaria berdasarkan jenis Plasmodium. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik dengan metode cross sectional. Data berasal dari rekam medik pasien malaria rawat inap di RSUP Dr. M. Djamil dan RSUD Dr. Rasidin Padang yang dilakukan pada bulan Desember 2017 sampai Januari 2018. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Independent t-test. Hasil: Dari 60 subjek penelitian, 51 orang (85%) terinfeksi P. vivax, 8 orang (13,3%) terinfeksi P. falciparum, dan 1 orang (1,7%) mengalami infeksi campuran. Berdasarkan distribusi data demografi, frekuensi tertinggi pada laki-laki (53,3%), dan sebagian besar berumur 15-35 tahun. Hasil uji-t terhadap nilai hemoglobin (p=0,000) menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua jenis spesies Plasmodium. Berdasarkan jumlah leukosit (p=0,198) dan trombosit (p=0,242). Simpulan: Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua jenis spesies Plasmodium
Perbedaan Rerata Kepadatan Populasi Aedes spp Sebelum dan Sesudah Penggunaan Ovitrap di Kelurahan Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang
Kepadatan populasi nyamuk di suatu lingkungan menggambarkan potensi penularan DBD. Upaya dalam pengendalian DBD berfokus kepada pengendalian vektor. WHO merekomendasikan penggunaan ovitrap sebagai upaya pengendalian vektor guna mengurangi kepadatan populasi Aedes spp. Tujuan: Mengetahui perbedaan rerata kepadatan populasi larva Aedes spp sebelum dan sesudah penggunaan ovitrap di Kelurahan Korong Gadang Kecamatan Kuranji Kota Padang. Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik dengan metode cross-sectional. Penelitian dilakukan di Kelurahan Korong Gadang Kecamatan Kuranji Kota Padang dengan melakukan survei ke rumah warga di lokasi terpilih. Subjek penelitian ini adalah 100 rumah yang dipilih secara acak dari 5 RW terpilih berdasarkan data kasus DBD, 1 RW dipilih sebanyak 20 rumah dan dipasang 2 ovitrap (dalam dan luar rumah). Analisis data dilakukan menggunakan uji dependent t-test/ paired sample t-test. Hasil: terdapat perbedaan rerata yang signifikan pada kepadatan populasi Aedes spp sebelum dan sesudah penggunaan ovitrap untuk indikator HI, BI, dan DF dengan nilai p berturut- turut yaitu p=0.028, p=0.026, dan p=0.013 (p<0.05). Simpulan: Ovitrap dapat digunakan oleh masyarakat dalam upaya pengendalian vektor sederhana. Ovitrap mampu menurunkan kepadatan populasi Aedes spp dan risiko penularan DBD
Hubungan Eosinopenia dan Rasio Neutrofil/Limfosit dengan Procalcitonin pada Pasien Sepsis
Procalcitonin adalah biomarker yang bermanfaat mendiagnosis sepsis, tetapi mahal dan waktu pemeriksaan lama. Eosinopenia dan rasio neutrofil/limfosit merupakan alternatif yang lebih murah dan cepat, namun efektivitasnya belum diketahui dengan jelas. Tujuan: Menentukan hubungan eosinopenia dan rasio neutrofil/limfosit terhadap procalcitonin pada pasien sepsis. Metode: Penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan belah lintang. Subjek penelitian 43 pasien sepsis yang dirawat di RSUP Dr.Kariadi bulan Desember 2018 sampai Juni 2019, ada 22 pasien wanita dan 21 pria dengan kisaran usia 25–84 tahun. Data kadar procalcitonin, jumah eosinofil, neutrophil dan limfosit diambil secara retrospektif dari catatan medis pasien. Pasien dianggap sepsis bila menunjukkan nilai skor SOFA ≥2. Hasil: Didapatkan kadar procalcitonin antara 2,19 – 87,29 ng/mL dengan median 13,8 ng/mL, kadar eosinofil antara 0 – 0,01 × 103/µL dengan median 0,01 × 103/µL, serta rasio neutrofil/limfosit antara 7,59 – 68,36 dengan median 19,39. Uji korelasi spearman tidak menemukan hubungan yang bermakna antara kadar procalcitonin dengan kondisi eosinopenia (p = 0,929; r = 0,014) dan rasio neutrofil/limfosit (p = 0,879; r = –0,024). Peningkatan kadar procalcitonin ≥2 ng/mL, kondisi eosinopenia dengan kadar eosinofil absolut ≤0,05 × 103/µL, serta peningkatan rasio neutrofil/limfosit ≥5 diperkirakan sebagai biomarker yang bermanfaat untuk menegakkan diagnosis sepsis, namun tidak menemukan adanya hubungan yang bermakna antara berbagai biomarker tersebut. Simpulan: Hasil penelitian ini belum mendukung penggunaan jumlah eosinofil dan rasio neutrofil/limfosit sebagai pengganti procalcitonin untuk membantu menegakkan diagnosis sepsis.Kata kunci: eosinopenia, procalcitonin, rasio neutrofil/limfosit, sepsi
Hubungan Cryotherapy terhadap Mukositis Oral pada Pasien Kanker Payudara dengan Kemoterapi di Ruangan Kemoterapi Rumah Sakit M. Djamil Padang
Mukositis oral merupakan salah satu efek samping yang paling sering muncul pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi. Mukositis oral dapat mengakibatkan terjadi gangguan fungsi integritas rongga mulut sehingga menimbulkan rasa nyeri hebat yang dapat mengakibatkan penundaan pengobatan kemoterapi untuk siklus berikutnya. Mukositis oral juga dapat mengurangi dosis pada kemoterapi yang akan dijalani oleh pasien sehingga pengobatan kanker tidak bisa optimal di lakukan. Tujuan: Menentukan hubungan cryotherapy terhadap mukositis oral pada pasien kanker payudara dengan kemoterapi. Metode: Penelitian ini merupakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah consecutive sampling. Ada 32 orang responden yang menjadi sampel, terdiri dari dua kelompok. Intervensi pada penelitian ini yaitu cryotherapy. Cryotherapy diberikan sewaktu kemoterapi dilaksanakan sampai dengan 14 hari setelah kemoterapi dengan durasi 20 menit sekali sehari. Penilaian mukositis oral dengan menggunakan lembaran observasi OAG (Oral Assesment Guide). Penilaian OAG di lakukan sebelum cryotherapy dan hari ke-14 setelah kemoterapi. Hasil: Ada hubungan cryotherapy dengan penurunan skala mukositis oral pada pasien kanker payudara (p value 0,013). Cryotherapy dapat menyebabkan terjadinya vasokonstriksi pada daerah rongga mulut, mengurangi aliran darah yang membawa obat kemoterapi mencapai area mukosa mulut lebih sedikit. Simpulan: Cryotherapy mampu menurunkan skala mukositis oral pada pasien kanker payudara dengan kemoterapi kombinasi 5-fluorouracil
Diagnosis dan Penatalaksanaan Pott’s Puffy Tumor dengan Pendekatan Endonasal dan Eksternal
AbstrakPott’s puffy tumor adalah abses subperiosteal pada dinding anterior sinus frontal yang terjadi akibat osteomielitis tulang frontal. Pott’s Puffy tumor merupakan komplikasi dari sinusitis frontal dan trauma kepala pada bagian frontal. Pott’s Puffy tumor memberikan gejala klinis berupa bengkak dan edema pada dahi dan kulit kepala. Penatalaksanaan Pott’s puffy tumor bertujuan untuk drainase sinus, membersihkan jaringan tulang yang terinfeksi, dan membersihkan jaringan granulasi. Dilaporkan satu kasus rinosinusitis kronis dengan polip nasi dengan komplikasi Pott’s puffy tumor pada seorang wanita berusia 36 tahun. Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, nasoendoskopi dan CT scan sinus paranasal. Penatalaksanaan yang dilakukan adalah Bedah Sinus Endoskopi Fungsional (BSEF) untuk drainase sinus frontal dan pendekatan perkutaneus (external approach) untuk membersihkan jaringan dan tulang yang terinfeksi. Pott’s puffy tumor merupakan komplikasi rinosinusitis kronis yang sangat jarang terjadi. Penatalaksanaan Pott’s puffy tumor dilakukan dengan pendekatan medikamentosa dan bedah untuk drainase sinus frontal dan untuk membersihkan jaringan dan tulang yang terinfeksi
MUKOSITIS PADA ANAK KANKER YANG MENJALANI KEMOTERAPI DI RSUP dr.M.DJAMIL PADANG
AbstrakMukositis merupakan suatu peradangan pada membran mukosa yang sering terjadi pada anak yang menderita kanker saat kemoterapi. Tujuan: Melihat gambaran kejadian mukositis sebelum dan sesudah dilakukan kemoterapi. Metode: Desain penelitian yaitu deskriptif terhadap 45 responden yaitu anak dengan kanker yang menjalani kemoterapi. Pengambilan sampel dengan purposive sampling. Pengumpulan data pada responden dengan menggunakan WHO mucositis scale. Analisa data menggunakan distribusi frekuensi. Hasil: Didapatkan sebelum menjalani kemoterapi seluruh responden (100%) tidak mengalami mukositis, sementara itu setelah menjalani kemoterapi didapatkan 28 responden (62,2%) mengalami mukositis dan 17 responden (37,8%) tidak mengalami mukositis. Simpulan: Deteksi dini mukositis sangat perlu sekali melalui pemeriksaan klinis yang dilakukan setelah anak menjalani kemoterapi. Perawat dapat mempertimbangkan dampak yang sering terjadi pada anak yang menjalani kemoterapi, serta adanya evidance practice yang diterapkan untuk mengatasi kejadian mukositis.Â
Gambaran Skor INVR (Index of Nausea, Vomiting and Retching) pada CINV (Chemotherapy Induced Nausea and Vomiting) Kanker Payudara di RSUP M Djamil Padang
AbstrakKanker payudara merupakan penyebab kematian tertinggi pada wanita. Tujuan: Menentukan gambaran skor INVR pad CINV pada kanker payudara di RSUP M.Djamil Padang. Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif kuantitatif terhadap data rekam medis. Sampel penelitian sebanyak 19 pasien yang didiagnosis kanker payudara di Bagian Kemoterapi RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2019. Hasil: Sebagian besar pasien adalah kelompok usia lansia awal (42,1%), pendidikan tinggi (68,4%), stadium (63,4%) dan siklus kemoterapi ke 2 (21,4%). Pengukuran rerata skor mual muntah di lakukan 72 jam atau 6 kali pengukuran. Rerata mual muntah pada kelompok intervensi tertinggi pada pengukuran 60 jam (21,00) dengan nilai min-mak (15-28) dan terendah pada pengukuran 72 jam (18,00) dengan nilai min-mak (3-22). Simpulan: Pada skor INVR terjadi penurunan namun kembali terjadi kenaikan.Â
Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Duwet (Syzigium cumini) Terhadap Gambaran Histologi Ginjal Tikus (Rattus novergicus) yang Diintoksikasi dengan Timbal Asetat
Timbal adalah logam berat yang bersifat racun bagi lingkungan dan tubuh manusia. Logam berat ini dieliminasi oleh ginjal sebagai urin, sehingga jika terjadi paparan timbal yang lama maka dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal. Daun duwet mengandung antioksidan seperti flavonoid, myricetin, quercetin, isoquercetin yang dapat menghambat dan memperlambat radikal bebas. tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun duwet terhadap gambaran histologi ginjal tikus yang diintoksikasi timbal asetat. Metode: Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan rancangan randomized post test only control group menggunakan 15 ekor tikus yang telah dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif (K-) yang hanya diberikan pakan standar, kelompok kontrol positif (K+) yang diberikan pakan standar serta diberi timbal asetat 40 mg/kgBB secara oral, terakhir kelompok perlakuan (P1) yang diberikan pakan standar, dipaparkan timbal asetat 40 mg/kgBB, dan ekstrak daun duwet dosis 150 mg/kgBB. Penelitian dilaksanakan selama 28 hari, kemudian pada hari ke-29 tikus dimatikan kemudian diambil ginjalnya untuk dibuat menjadi preparat dan dibaca menggunakan skor Barthel Manja. Hasil: Terdapat perbedaan bermakna antara kelompok kontrol positif (K+) dengan kelompok yang diberikan perlakuan (P1), secara statistik didapatkan nilai p < 0,05. Simpulan: Terdapatnya pengaruh pemberian ekstrak daun duwet terhadap gambaran histologi ginjal tikus yang diintoksikasi timbal asetat