Jurnal Kesehatan Andalas
Not a member yet
    1143 research outputs found

    Hubungan Rasio Leukosit Mean Platelet Volume dengan Skor GRACE sebagai Prediktor Prognosis pada Pasien Sindrom Koroner Akut

    Get PDF
    Sindrom Koroner Akut (SKA) sebagian besar disebabkan aterosklerosis. Inflamasi kronis berperan dalam pembentukan plak aterosklerosis. Leukosit dan trombosit berperan pada proses inflamasi. Peningkatan leukosit dan Mean Platelet Volume (MPV) (penanda aktivasi trombosit) menjadi prediktor prognosis kurang baik pada SKA. Tujuan: Membuktikan hubungan rasio Leukosit MPV dengan skor GRACE sebagai prediktor prognosis pasien SKA. Metode: Penelitian potong lintang terhadap 51 pasien SKA onset 4-6 jam di RSUP Dr. Kariadi Semarang telah dilakukan selama bulan Maret sampai April 2019. Perhitungan rasio leukosit MPV dari hasil pemeriksaan hematologi pasien pertama kali saat rawat inap dan pengukuran skor GRACE dari rekam medis. Uji analisis dengan korelasi Pearson. Hasil: Uji korelasi Pearson untuk melihat hubungan antara rasio Leukosit MPV dengan skor GRACE, didapatkan r=-0,088 dan p=0,538 (p>0,05). Analisis subgrup risiko kematian rendah, sedang, tinggi, didapatkan masing-masing r=0,980 p=0,129; r=0,142 p=0,629; r=-0,112, p=0,527. Terdapat korelasi lemah, dapat diabaikan dan tidak signifikan antara rasio leukosit MPV dan skor GRACE (r=-0,088, p=538) pada pasien SKA dengan onset 4-6 jam. Hal ini mungkin disebabkan pengaruh faktor usia dan beberapa komponen dalam skor GRACE tidak berhubungan dengan inflamasi. Simpulan: Tidak terdapat hubungan antara rasio leukosit MPV dan skor GRACE. Kata kunci: rasio leukosit mean platelet volume, sindrom koroner akut, skor GRAC

    Karakteristik dan Tingkat Akurasi Diagnosis Klinis Terhadap Hasil Histopatologi Tumor Orbita di RS Mata Cicendo Bandung

    Get PDF
    Tumor orbita adalah tumor yang terletak di rongga orbita sebagian merusak jaringan lunak mata, saraf mata dan kelenjar air mata. Neoplasma pada mata ini merupakan masalah yang besar, yaitu kehilangan tajam penglihatan serta mengakibatkan kecacatan baik kosmetik maupun kematian. Tujuan: mengetahui karakteristik pasien tumor orbita dan keakuratan diagnosis klinis terhadap diagnosis histopatologi tumor orbita di RS mata Cicendo bandung periode tahun 2017-2018. Metode: Penelitian ini merupakan  studi cross sectional.  Teknik penambilan sampel pada penelitian ini adalah menggunakan teknik total sampling yaitu mengambil seluruh populasi menjadi sampel.. Data dikumpulkan secara retrospektif berdasarkan catatan medis berupa umur, jenis kelamin, mata yang terlibat, lokasi tumor, tindakan, diagnosis klinis, hasil pemeriksaan patologi tumor dan keakuratan diagnosis klinis diungkapkan sebagai data frekuensi. Penelitian ini menggunakan uji  Chi-square. Hasil: Berdasarkan hasil uji Chi-square didapatkan p = 0,001 (p< 0,05), berarti terdapat hubungan yang signifikan antara diagnosis klinis dengan hasil histopatologis. Simpulan: Semakin akurat diagnosis klinis maka penentuan hasil histopatologisnya tumor orbita di RS mata Cicendo bandung semakin tepat dan akurat.Kata kunci: diagnosis klinis, histopatologi, tumor orbit

    Virus Hepatitis B Ditinjau dari Aspek Laboratorium

    Get PDF
    AbstractInfeksi Virus Hepatitis B (VHB) merupakan masalah kesehatan utama di seluruh dunia, dan sudah menginfeksi dua milyar penduduk dunia. Diperkirakan enam puluh lima kematian pada pengidap hepatitis B diakibatkan oleh sirosis dan karsinoma hepatoselular. Diagnosis Virus Hepatitis B dilakukan dengan memperhatikan gejala klinis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan laboratorium meliputi pemeriksaan HBsAg, Anti HBs, HBeAg, AntiHBe, IgMHBc, HBV DNA

    Hypertension Due To Renal Artery Stenosis

    Get PDF
    Sebagian besar etiologi hipertensi pada anak adalah sekunder dengan kelainan yang mendasari, berbeda dengan dewasa yang biasanya primer. Renovascular hypertension (RVH) terjadi lebih sering pada remaja daripada usia dewasa. Stenosis arteri renalis adalah istilah umum yang merujuk pada lesi vaskuler yang menyebabkan penyempitan arteri renalis sehingga mengganggu aliran darah ke ginjal. Proses untuk mengidentifikasi hipertensi sekunder dan mencari penyebabnya selalu menjadi tantangan pada remaja. Dilaporkan kasus hipertensi akibat stenosis arteri renalis pada remaja perempuan, usia 15 tahun 3 bulan yang didiagnosis berdasarkan gejala klinis, USG doppler dan CT angiografi

    Hubungan Kualitas Pelayanan Asuhan Persalinan Normal dengan Loyalitas Ibu Bersalin di Puskesmas Rawat Inap Lubuk Buaya Padang Tahun 2017

    Get PDF
    AbstrakAngka Kematian Ibu (AKI) dapat menggambarkan bagaimana kualitas pelayanan persalinan di puskesmas. Puskesmas rawat inap Lubuk Buaya Padang termasuk penyumbang jumlah kematian ibu kematian ibu di  kota Padang. Tujuan: Menentukan hubungan kualitas pelayanan Asuhan Persalinan Normal (APN) dengan loyalitas ibu bersalin. Kepuasan pasien sebagai confounding variable dan menganalisis kualitas pelayanan APN di Puskesmas Lubuk Buaya Padang tahun 2017. Metode: Penelitian ini menggunakan desain mixed method (kuantitatif dan kualitatif). Hasil: Pada analisis bivariat diketahui bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara kualitas pelayanan asuhan persalinan normal (p = 0,004) dan kepuasan ibu (p = 0,001) terhadap loyalitas ibu bersalin. Pada analisis multivariat diketahui kepuasan ibu yang lebih dominan dibandingkan kualitas pelayanan APN dalam mempengaruhi loyalitas ibu bersalin (P=0,001, OR=8,867). Pada aspek input ditemukan bahwa pemerataan penempatan petugas di klinik bersalin puskesmas masih perlu diperhatikan, kemudian diberikan tambahan tenaga bidan untuk mengoptimalkan pelayanan di klinik puskesmas, dan untuk sopir ambulans, tidak selalu ada pada saat dibutuhkan. Aspek perencanaan belum direalisasikan dalam bentuk dokumen. Pelaksanaan pelayanan, langkah-langkah  APN tidak selalu semuanya dikerjakan. Pada pengawasan tidak ditemukan dokumentasi hasil pengawasan yang telah dilakukan oleh pihak puskesmas kepada petugas di klinik bersalin. Simpulan: Capaian ibu yang melakukan persalinan normal di puskesmas lebih rendah dibanding jumlah ibu yang melakukan pemeriksaan kehamilan.Â

    Jurnal Kesehatan Andalas. 2019; 8(4) Gitelman Syndrome

    Get PDF
    AbstrakGitelman syndrome (GS) adalah gangguan tubular ginjal bersifat autosom resesif yang ditandai dengan hipokalemia, alkalosis metabolik, hipomagnesemia dan hipokalsiuria. Gitelman syndrome biasanya muncul pada usia remaja atau dewasa muda namun sering tidak terdiagnosis sampai akhir masa kanak-kanak atau bahkan dewasa Prevalensi GS diperkirakan 1-10 : 40.000. Manifestasi klinis berupa tetani, parestesia, cepat lelah atau kelemahan umum, poliuria, nokturia. Gitelman syndrome yang berat berupa perubahan status mental, kejang fokal, kondrokalsinosis, rabdomiolisis, kelemahan dan aritmia ventrikuler. Telah dilaporkan pasien wanita 23 tahun dengan keluhan utama penurunan kesadaran, disertai kelemahan ekstremitas, poliuria, dan sesak nafas. Pada pemeriksaan fisik didapatkan pasien tampak mengantuk,kekuatan motorik keempat ekstremitas menurun. Pada pemeriksaan penunjang didapatkan kadar kalium 1,3 mmol/l, magnesium 1,8 mg/dl, kalsium urin 86,3 mg/24 jam serta analisis gas darah dengan kesan asidosis respiratorik dengan gagal napas tipe II. Setelah kondisi pasien stabil didapatkan hasil analisis gas darah alkalosis metabolik. Terapi pada pasien adalah terapi substitusi dengan pemberian kalium intravena

    Gambaran Kejadian Perdarahan Saluran Cerna pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik di RSUP Dr. M. Djamil Padang

    Get PDF
    Penyakit Ginjal Kronik (PGK) dapat menyebabkan Perdarahan Saluran Cerna (PSC). Efek PSC sangat serius karena penurunan tekanan darah akibat perdarahan akan semakin menurunkan laju filtrasi glomerulus yang berarti semakin memperburuk PGK. Tujuan: Mengetahui kejadian PSC pada pasien PGK. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan desain cross sectional menggunakan data rekam medis. Populasi penelitian adalah pasien PGK stadium 4 dan 5 rawat inap RSUP Dr. M. Djamil Padang periode Januari sampai Desember 2018. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Sampel berjumlah 207 orang diambil dari populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data berupa analisis univariat dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi. Hasil: Ada 11,6% pasien PGK mengalami PSC. Persentase PSC lebih tinggi pada stadium 5 dibanding stadium 4 (11,8% : 8,3%), laki-laki dibanding perempuan (12,1% : 10,8%), anemia dibanding tidak anemia (12,0% : 0,0%) dengan 100% pasien PGK yang mengalami PSC juga mengalami anemia, hemodialisis rutin dibanding nonhemodialisis rutin (12,7% : 11,0%), memiliki kadar ureum rerata 277,79 + 134,92 mg/dL, dan 100% mengalami PSC bagian atas dengan manifestasi terbanyak berupa melena (41,7%)

    Pengaruh Family Triple Support terhadap Nyeri pada Bayi saat Imunisasi Measles Rubella di Wilayah Kerja Puskesmas Pauh Kota Padang Tahun 2019

    Get PDF
    Nyeri akibat injeksi merupakan sumber distress bagi anak dan orang tua serta petugas saat imunisasi. Hal ini juga ditakutkan akan menimbulkan dampak jangka panjang pada anak berupa trauma akan pengalaman nyeri. Tujuan: Mengetahui pengaruh Family Triple Support (FTS) terhadap respon nyeri pada bayi saat imunisasi Measles Rubella (MR) di wilayah kerja Puskesmas Pauh Kota Padang tahun 2019. Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasi-experiment dengan menggunakan post-test only group design yang dilaksanakan pada bulan September 2018 sampai bulan Juni 2019. Populasi dalam penelitian ini adalah bayi usia 9-11 bulan yang menjalani imunisasi MR di wilayah kerja Puskesmas Pauh. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling mendapatkan 20 orang. Pada penelitian ini diberikan perlakuan FTS yaitu teknik menyusui dengan posisi sitting up dan pengalihan nyeri menggunakan krincingan pada bayi saat diimunisasi MR, kemudian melakukan observasi ±3 menit dengan tetap mempertahankan FTS menggunakan skala FLACC. Hasil: Nilai rerata respon nyeri pada bayi yang telah diberikan intervensi FTS sebesar 6,20, lebih rendah daripada kelompok yang tanpa diberikan intervensi dengan nilai rerata respon nyeri sebesar 7,40. Selanjutnya dilakukan uji independent t-test didapatkan nilai p=0,009<0,05, berati Ho ditolak. Simpulan: Terdapatnya pengaruh FTS terhadap respon nyeri pada bayi saat imunisasi MR di wilayah kerja Puskesmas Pauh Kota Padang tahun 2019

    Hubungan antara infeksi Soil Transmitted Helminth dengan kejadian atopi pada anak sekolah dasar di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang

    Get PDF
    Infeksi Soil Transmitted Helminth dan atopi merupakan penyakit yang sering terjadi pada anak sekolah dasar. Penyakit cacingan lebih sering terjadi di negara berkembang dan daerah pedesaan dengan higiene dan sanitasi yang buruk, sedangkan penyakit atopi meningkat di negara maju dan daerah perkotaan dengan higiene dan sanitasi yang baik. Beberapa penelitian menunjukkan hasil bahwa adanya proteksi dari penyakit kecacingan terhadap atopi. Tujuan: Mengidentifikasi hubungan antara infeksi STH dan kejadian atopi pada anak SD di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang. Metode: Penelitian ini mengunakan desain cross sectional yang dilakukan pada bulan Februari sampai Maret 2019. Subjek penelitian merupakan siswa kelas 1,2, dan 3 SD Negeri 06 Pasir Jambak, SD Negeri 31 Pasir Kandang, dan SD Negeri 23 Pasir Sebelah. Sampel berjumlah 61 siswa yang dipilih secara Stratified Random Sampling. Subjek penelitian mengumpulkan sampel feses dan orang tua subjek penelitian mengisi kuesioner ISAAC secara terbimbing. Infeksi STH dinilai secara mikroskopik dengan melakukan pemeriksaan feses menggunakan metode Kato Katz untuk melihat telur cacing, dan kejadian atopi dilihat dari kuesioner ISAAC yang diisi oleh orang tua. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil: Menunjukkan 24,6% subjek penelitian terinfeksi cacing dan 18% subjek penelitian mempunyai penyakit alergi. Infeksi yang terjadi paling banyak merupakan infeksi campuran Ascaris lumbricoides disertai Trichuris trichiura dengan intensitas ringan-sedang. Simpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara infeksi STH dengan kejadian atopi (p=0,712)

    Identifikasi Kualitatif dan Kuantitatif Natrium Benzoat pada Saus Cabai yang Dijual di Beberapa Pasar di Kota Padang

    Get PDF
    Bahan pengawet yang sering digunakan pada produk pangan adalah natrium benzoat, salah satu contohnya adalah pada saus cabai. Jumlah natrium benzoat pada pangan harus diperhatikan karena berdasarkan Peraturan Kepala BPOM No. 36 Tahun 2013, batas maksimal penggunaan natrium benzoat pada pangan adalah 1 g/kg. Tujuan: Mengidentifikasi natrium benzoat pada saus cabai yang dijual di beberapa pasar di Kota Padang. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Sampel diambil dengan teknik total sampling, ditemukan sebanyak 10 sampel sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Identifikasi kualitatif kandungan natrium benzoat dilakukan dengan menggunakan reaksi FeCl3 dan penetapan kadar natrium benzoat pada sampel dilakukan dengan menggunakan Spektrofotometer UV-Visible. Hasil: Semua sampel saus cabai yang dijual di beberapa pasar di Kota Padang mengandung natrium benzoat (kadar rata-rata 0,150 g/kg). Kadar natrium benzoat pada semua sampel (100%) saus cabai diperbolehkan oleh BPOM (≤ 1 g/kg). Simpulan: Semua sampel saus cabai yang diteliti mengandung natrium benzoat dengan kadar yang tidak melebihi batas maksimal yang telah ditetapkan

    1,096

    full texts

    1,143

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Andalas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇