Jurnal Kesehatan Andalas
Not a member yet
1143 research outputs found
Sort by
Pengaruh Suplementasi Saccharomyces boulardii terhadap Kejadian Diare pada Balita
Diarrhea is a disease that occurs due to viral or bacterial infection in the digestive tract system. Signs of diarrhea are the stool becomes liquid and the frequency of bowel movements is more than three times a day and is accompanied by blood and mucus or only mucus. Saccharomyces boulardii is a probiotic yeast with proven medicinal benefits, especially in the gastrointestinal tract and antibiotic booster. Objectives: To describe the effect of Saccharomyces boulardii supplementation on the incidence of diarrhea in toddlers. Methods: Literature review method with 11 articles (2011-2021) and the keywords used are "Saccharomyces boulardii, diarrhea, toddler". Journal search with Google scholar, Scopus and Pubmed. Reputable journals SINTA S1 with 1, Scopus Q1 with 3 articles, Q2 with 2 articles, Q4 with 5 articles. Results: The results of the literature review showed that as many as ten articles (90.9%) stated that Saccharomyces boulardii supplementation had a significant effect on reducing the duration of diarrhea in children under five. In addition to the effect on the duration of diarrhea in toddlers, there are also 5 articles (45.4%) stating that there is an effect on reducing the frequency of diarrhea in toddlers on the second day after supplementation with Saccharomyces boulardii. Conclusion: There is an effect of Saccharomyces boulardii supplementation on reducing the duration and frequency of diarrhea in toddlers.Keywords: diarrhea, toddler, Saccharomyces boulardi
Pengaruh Pemberian Mesenchymal Stem Cells Wharton's Jelly terhadap Ekspresi Gen Sirtuin 1 pada Tikus Model Alzheimer
Mesenchymal Stem Cells Wharton's Jelly (MSC-WJ) has become a new hope for Alzheimer's disease due to its capability to suppress Amyloid-beta (Aβ) plaques formation. It is found that people with Alzheimer's disease have a lower expression of Sirtuin-1 because of the oxidative stress that was produced by Aβ plaques. Objective: To observe the Sirtuin-1 gene in Alzheimer's disease rat models that AlCl3 was inducing after being given MSC-WJ. Methods: This was an experimental study with a post-test-only control group design, including three groups with a total sample of 18 samples of Alzheimer RNA rat models. Group-1without AlCl3 and MSC-WJ; Group-2 with AlCl3; Group-3 AlCl3 and MSC-WJ. Mean value of the Sirtuin-1 gene was obtained by the Image-J application using a semiquantitative method which was then tested using the One Way ANOVA test. The study was significant if the p-value < 0,05. Results: This study found that the mean ± standard error value of the Sirtuin-1 gene in three groups were 0.18±0.04; 0.16±0.03; and 0.36±0.06 respectively. The statistical test showed a significant difference between the three groups (p = 0.014). Conclusion: There was an increased Sirtuin 1 gene expression in Alzheimer’s rat Model after being given Mesenchymal Stem Cells Wharton’s Jelly.Keywords:  Alzheimer, MSC-WJ, Sirtuin-
Studi Pendahuluan: Pengaruh Cognitive Transcendence Strategy terhadap Stres dan Adiksi Internet pada Mahasiswa Kedokteran
The incidence of Internet addiction in the world continues to increase in various circles of society. One of the causes is stress. Mindfulness methods such as the Cognitive Transcendence Strategy (CTS) are strategies for changing behavior through cognitive functions and spiritual values. Objective: To determined the effect of CTS on stress in medical students who suffer from internet addiction. Methods: This research is a quantitative experimental study with the Quasi Eksperimental Nonequivalent Control Group Design. The sample of 16 people was collected through a purposive sampling technique based on inclusion and exclusion criteria. Data were analyzed using the Wilcoxon test. Results: Univariate shows that 60.1% of medical students experience internet addiction, of which 38.4% is in the mild category, 21.4% were moderate, and 0.4% were severe. The stress level of selected respondents based on the HRV analyzer stress index obtained was 62.5% normal, 12.5% good, 18.75% excellent, and 6.25% poor. The results of the Wilcoxon statistical test between CTS and stress were found to be p = 0.261 (p>0.05), which shows that there is no effect of CTS administration on stress statistically. The results of the Wilcoxon test between CTS and internet addiction showed a p = 0.012 (p<0.05). Conclusion: There is the influence of CTS on internet addiction.Keywords: cognitive transcendence strategy, stress, internet addiction, medical studen
Potensi Eugenol Fraksi Etil Asetat Bunga Cengkeh terhadap Proliferasi Kanker Serviks (HeLa Cell Line)
Cervix cancer, also known as cervical cancer, is a type of cancer that is caused mainly by oncogenic Human Papillomavirus (HPV), which attacks the cervix. One of the plants that can be used in medicine is clove. Objective: To analyzed the effect of a fraction of ethyl acetate eugenol of clove flower for the proliferation and migration of HeLa cells. Methods: This was an in vitro experiment. Ethyl acetate fraction was tested in vitro with the MTT Assay method. A scratch Assay is done to determine the migratory power of cancer cells to Trypan Blue to see (dead cells/living cells). Data collection techniques were carried out using experimental observation techniques. The data obtained in the MTT test is the percentage of inhibited HeLa cells. Scratch Assay results were analyzed with ImageJ software and the Trypan Blue method using the TC10 tool. Results: The MTT Assay test obtained an IC50 value of 24.51 µg/ml, the average migration of treatment cells 303 and the average control group 715 cells. The number of proliferating treatments 6.14 x 105 and control 12.1 x 105. Conclusion: Based on its potential, clove flower can be a candidate for cervical cancer cell therapy (HeLa Cell Line) in the future.Keywords:  anti-cervical cancer, cervical cancer, cell proliferation, MTT assay, scratch assayÂ
Koreksi: Hubungan Lama Paparan Sinar Matahari dengan Kadar 8-Hydroxy-2’-Deoxyguanosine Urin pada Remaja Perempuan
Salah satu bentuk predominan dari lesi oksidatif yang diinduksi oleh radikal bebas adalah 8-hidroksi-deoksiguanosin (8-OHdG). Paparan sinar matahari pada sel, terutama sel kulit dapat menyebabkan reaksi fotooksidasi yang terjadi akibat pelepasan reactive oxygen species (ROS). Lama paparan sinar matahari merupakan salah satu faktor penentu berapa banyak sel kulit yang mengalami stres oksidatif. Tujuan: Menganalisis hubungan lama paparan sinar matahari dengan kadar 8-OHdG urin pada remaja perempuan. Metode:  Ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional dilakukan pada populasi mahasiswi Pendidikan Dokter Universitas Andalas dengan teknik systematic random sampling (n = 110). Lama paparan sinar matahari diperoleh melalui kuesioner dan kadar 8-OHdG diukur dengan metode ELISA. Analisis data dilakukan dengan uji Kruskal-Wallis. Hasil: Rerata usia subjek pada penelitian ini adalah 20,6 ± 1,23 tahun, rerata lama paparan sinar matahari didapatkan sebesar 49,01 ± 36,96 menit. Rerata kadar 8-OHdG pada subjek adalah 40,75 ± 39,62 ng/ml. Analisis bivariat menunjukkan bahwa lama paparan sinar matahari tidak berhubungan dengan kadar 8-OHdG urin (p = 0,396). Simpulan: Tidak terdapat hubungan antara lama paparan sinar matahari dengan kadar 8-OHdG urin pada remaja perempuan.Kata kunci: 8-OHdG urin, lama paparan sinar matahari, stres oksidati
Pelaksanaan Program Inisiasi Menyusu Dini Di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya Kecamatan Koto Tangah
Inisiasi menyusu dini (IMD) atau early latch on adalah kesempatan yang diberikan kepada bayi segera setelah lahir dengan cara meletakkan bayi di perut ibu, kemudian dibiarkan untuk menemukan puting susu ibu dan menyusu hingga puas. Tujuan: Mendeskripsikan pelaksanaan program IMD di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya kecamatan Koto Tangah. Metode: Penelitian ini merupakan evaluation research dengan pendekatan kualitatif menggunakan strategi management-oriented systems models, dengan 4 informan utama dan 9 informan triangulasi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, dokumentasi dan observasi. Hasil: Bidan sudah cukup berkualitas dan kompeten dalam pelaksanaan IMD, tidak ada perencanaan dana IMD secara khusus karena IMD merupakan pelayanan persalinan, sarana dan prasarana sudah cukup baik, perencanaan kegiatan IMD sudah cukup baik dilakukan saat ibu memeriksakan kehamilan dan di kelas ibu hamil, pengorganisasian program IMD belum optimal masih ada yang belum tersosialisasikan secara khusus, pelaksanaan kegiatan IMD belum cukup baik, bidan tidak melaksanakan IMD sesuai protap, monitoring dan evaluasi pelaksanaan program IMD langsung dalam bentuk pencatatan dan pelaporan. Simpulan: Bidan belum mematuhi protap IMD sehingga perlu diberikan motivasi agar melaksanakan sesuai protap dan evaluasi keseluruhan program IMD oleh Puskesmas Lubuk Buaya
IDENTIFIKASI BAKTERI GRAM NEGATIF DAN UJI SENSITIVITAS ANTIBIOTIK ULKUS KAKI DIABETES DI RSUP DR. M. DJAMIL PADANG
AbstrakUlkus kaki diabetes merupakan komplikasi kronik diabetes melitus yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi bakteri. Bakteri yang umum diisolasi dari infeksi ulkus kaki diabetes adalah Gram-positif dan Gram-negatif. Pemakaian antibiotik pada terapi ulkus kaki diabetes pada setiap rumah sakit berbeda sehingga terjadi perbedaan sensitivitas antibiotik. Tujuan: Mengidentifikasi bakteri gram negatif dan uji sensitivitas pada ulkus kaki diabetes di RSUP Dr M Djamil Padang. Metode: Penelitian deskriptif retrospektif telah dilakukan pada seluruh swab dari ulkus kaki diabetes di bangsal penyakit dalam yang dikultur menggunakan agar darah di Laboratorium Sentral RSUP Dr M Djamil periode Agustus 2015 sampai Juli 2016. Identifikasi bakteri dengan pewarnaan Gram dan tes biokimia. Uji sensitivitas antibiotik menggunakan metode Kirby-Bauer sesuai dengan standar CLSI. Hasil: Bakteri yang ditemukan dari swab Ulkus kaki diabetes adalah Proteus sp (36%), Klebsiella sp (34%), Pseudomonas sp (21%), dan Acinetobacter sp (9%). Proteus sp sensitif terhadap meropenem (90%) dan resisten terhadap erithromycin (100%). Klebsiella sp resisten terhadap ampicilin (94,7%) dan sensitif terhadap Meropenem (36.8%). Pseudomonas sp sensitif terhadap meropenem (83.3%) dan sebagian besar resisten terhadap antibiotik yang diuji. Acinetobacter sp sebagian besar resisten terhadap antibiotik yang diuji, hanya 40% sensitif terhadap meropenem. Simpulan: Bakteri terbanyak penyebab ulkus kaki diabetes di bangsal penyakit dalam pada periode Agustus 2015 sampai Juli 2016 adalah Proteus sp, yang sensitif terhadap meropenem dan resisten terhadap erithromycin.Â
Hypertrophic Pyloric Stenosis
Hypertrophic pyloric stenosis merupakan penyakit saluran cerna yang banyak ditemukan pada awal kehidupan. Diagnosis klinis HPS ditentukan berdasarkan riwayat penyakit, pemeriksaan fisik dan radiologi. Dilaporkan seorang bayi usia dua bulan dengan keluhan utama muntah, dari hasil pemeriksaan ultrasonografi abdomen dan barium meal sesuai dengan kecurigaan HPS. Pasien ditatalaksana dengan terapi bedah pyloromiotomi. Kondisi pasien pasca operasi cukup stabil, serta tidak ada keluhan muntah
Peran Dukungan Keluarga Dalam Menurunkan Diabetes Distress Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II
AbstrakPenderita Diabetes Mellitus (DM) sering mengalami masalah psikologis yang berhubungan langsung dengan beban dan kekhawatiran karena tuntutan penyakit. Diabetes distress merupakan kekhawatiran pasien tentang manajemen diri, dukungan keluarga, beban emosional dan akses keperawatan. Dukungan keluarga diperlukan dalam mengatasi kekhawatiran dan beban emosional pasien diabetes mellitus. Tujuan: Menganalisis peran dukungan keluarga terhadap penurunan tingkat diabetes distress pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas Kota Padang tahun 2019. Metode: Desain penelitian ini adalah quasi experimental dengan pre dan post test control group. Pengambilan sampel secara simple random sampling untuk mendapatkan 64 orang (32 orang tiap kelompok). Data dikumpulkan menggunakan Diabetes Distress Scale (DDS-17). Hasil: Analisis data menggunakan Wilcoxon test menunjukan terdapat pengaruh dukungan keluarga terhadap Diabetes Distress (p=0,000). Simpulan: Dukungan keluarga berupa dukungan emosional/rasa empati dan dukungan penghargaan membuat pasien merasa lebih baik, diperhatikan dan dimengerti, merasa dimiliki dan dicintai sehingga pasien memiliki motivasi dan memperoleh kembali keyakinannya dalam menghadapi kekhawatiran karena penyakitnya.Â
Gambaran Keakuratan Dokumentasi Asuhan Keperawatan
AbstrakDokumentasi asuhan keperawatan harus dilakukan dengan lengkap dan akurat karena merupakan pertahanan diri perawat terhadap tuntutan juga sebagai bukti bahwa asuhan keperawatan benar telah dilakukan. Tujuan: Mengidentifikasi keakuratan dokumentasi asuhan keperawatan di Instalasi Rawat Inap salah satu rumah sakit di Sumatera Barat. Metode: Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan observasi terhadap dokumen rekam medis. Sampel adalah 305 dokumen dengan teknik proportional random sampling. Instrumen yang digunakan adalah D-Cath Instrument. Hasil: Keakuratan pengkajian keperawatan sebagian lengkap (76,7%), keakuratan diagnosis keperawatan hanya mengandung masalah keperawatan saja (957%), keakuratan intervensi keperawatan tidak ada tindakan/aktifitas keperawatan (81,3%), keakuratan catatan perkembangan dan evaluasi sebagian lengkap (63,9%) dan legibility/keterbacaan kualitas baik (69,2%). Simpulan: Keakuratan dokumentasi asuhan keperawatan masih kurang, untuk itu masih perlu ditingkatkan lagi melalui pelatihan.Â