Jurnal Kesehatan Andalas
Not a member yet
    1143 research outputs found

    Hubungan Jumlah Trombosit, Hematokrit dan Hemoglobin dengan Derajat Klinik Demam Berdarah Dengue pada Pasien Dewasa di RSUP. M. Djamil Padang

    Get PDF
    AbstrakDiagnosis yang tepat terhadap stadium dan kondisi penderita DBD penting untuk menentukan prognosisnya. Pemeriksaan trombosit, hematokrit, dan hemoglobin untuk setiap derajat klinik DBD diharapkan membantu dalam mengelompokkan dan mengelola pasien berdasarkan derajat kliniknya. Penelitan ini bertujuan untuk melihat hubungan hasil pemeriksaan trombosit, hematokrit, dan hemoglobin dengan derajat klinik DBD berdasarkan kriteria WHO.Penelitian dilakukan secara retrospektif terhadap 84 sampel dari rekam medik Bagian Ilmu Penyakit Dalam di RSUP. M. Djamil Padang dari januari 2011 sampai 30 April 2013. Trombosit diperiksaan menggunakan metode Rees Ecker, hematokrit dengan metode langsung cara mikro, dan hemoglobin menggunakan metode Sahli. Uji hipotesis menggunakan analisis bivariat dengan uji hipotesis nonparametrik Kendal’s Tau dengan software SPSS.Hasil penelitian ditemukan rerata umur 25.49±10.09 tahun. Laki-laki 46 orang (54.8%) lebih banyak dari wanita 38 orang (45.2%). Hasil analisis dengan uji korelasi Kendal’s Tau didapatkan trombosit berhubungan dengan derajat klinik DBD, semakin rendah trombosit semakin berat derajat kliniknya (p < 0.05, r = 0.336). Hematokrit tidak berhubungan dengan derajat klinik DBD (p > 0.05, r = 0.059). Hemoglobin tidak berhubungan dengan derajat klinik DBD (p > 0.05, r = - 0.036).Semakin rendah jumlah trombosit semakin berat derajat klinik DBD, hematokrit dan hemoglobin tidak berhubungan dengan derajat klinik DBD.Kata kunci: jumlah trombosit, nilai hematokrit, kadar hemoglobin, derajat klinik DBD.AbstractPrompt diagnosis and as an accurate assessment of the stage and condition of DHF cases is a very important factor for determining patient prognosis. The existence of an exact value of the results of platelets, hematocrit, and hemoglobin for each grade of DHF are expected to greatly assist in classify and manage patients based on the clinical degree. This research was aimed to determine the relationship between the results of the hemoglobin, hematocrit and platelets count with the degree of clinical DHF according to WHO criteria. This research with retrospective design in 84 samples were taken from the medical records of adult patients in RSUP. M. Djamil Padang from 1 January 2011 until 30 April 2013. Platelets used direct method Rees Ecker, hematocrit’s used direct method micro method, and hemoglobin’s used Sahli method. Data processed by Kendal Tau tests using SPSS software. Results found average ages of 25.49 ± 10,09 years. The number of male patients 46 (54.8%) higher than female patients 38 (45.2%). Analysis by hypotetic test showed that there is a relationship between the platelet with clinical degree of DHF, where the lower the number, the more severe the clinical degree of DHF (p < 0.05, r = - 0336). There is no relation between hematocrit with clinical degree of DHF (p > 0.05, r = 0.059). There is no relation between hemoglobin with clinical degree of DHF (p > 0.05, r = - 0.036). More lower the number of trombosit, the more severe the clinical degree of DHF, and there is no relation between hematocrit and hemoglobin with clinical degree of DHF.Keywords: platelet count, hematocrit, hemoglobin levels, clinical degree of DHF

    Strabismus A-V Pattern

    Get PDF
    AbstrakStrabismus A-V pattern merupakan bagian dari bentuk strabismus horizontal inkomitan yang menggambarkan adanya perbedaan signifikan pada deviasi horizontal antara upgaze dan downgaze dari posisi midline.Terdapat berbagai teori yang menjelaskan etiologi strabismus AV pattern, yaitu disfungsi otot obliq, overaksi dan underaksi otot rektus horizontal, kelemahan otot rektus vertikal, dan sagitalisasi otot obliq. Terapi bedah diperuntukkan bagi A-V pattern yang signifikan secara klinis, atau terdapat head posture chin up dan chin down yang signifikan untuk mendapatkan fusi. Terdapat berbagai pilihan terapi strabismus A-V pattern yaitu pelemahan otot obliq, transposisi otot rektus horizontal atau rektus vertikal.Kata kunci: A-V pattern, strabismus, otot obliq, tenektomi, transposisiAbstractA-V pattern strabismus was a part of horizontal form of incomitant strabismus which described a significantly different in horizontal deviation between upgaze and downgaze from midline position. There were several theories which explained the etiology of A-V pattern strabismus include oblique muscles dysfunction, Ooveraction and underaction of horizontal rectus muscles, weakness of vertical rectus muscles, dan oblique muscles sagitalizaton. Surgical treatment was indicated for clinically significant A-V pattern, or if there were significantly chin up and chin down of head posture to obtain fusion. There were several surgical procedure include oblique muscles weakening, horizontal rectus or vertical rectus muscles transpotition.Keywords: A-V pattern, strabismus, oblique muscle, tenectomy, transpotitio

    Hubungan Kadar FT4 dan TSH Serum dengan Profil Lipid Darah pada Pasien Hipertiroid yang Dirawat Inap di RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2009 - 2013

    Get PDF
    AbstrakHipertiroid merupakan sindroma klinis yang terjadi bila jaringan terpajan dengan jumlah hormon tiroid yang berlebihan karena hiperaktivitas kelenjar tiroid. Hal tersebut akan memberikan efek spesifik terhadap metabolisme sel, termasuk metabolisme lipid. Perubahan metabolisme lipid pada hipertiroid akan menimbulkan manifestasi klinis seperti gangguan mood, peningkatan perilaku depresi, dan peningkatan perilaku agresif. Dalam diagnosis pasien hipertiroid, pemeriksaan kadar FT4 dan TSH serum menjadi tes fungsi tiroid yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana hubungan antara kadar FT4 dan TSH serum dengan profil lipid darah pada pasien hipertiroid. Penelitian ini menggunakan data deskriptif di Instalasi Rekam Medis RSUP dr. M. Djamil Padang pada bulan Februari 2013 sampai Juli 2013. Data yang dikumpulkan berasal dari catatan rekam medik pasien hipertiroid yang dirawat inap berjumlah 21 orang dengan teknik total sampling. Analisis bivariat digunakan untuk melihat hubungan antara kadar FT4 dan TSH serum dengan profil lipid darah. Dari sampel yang ada diperoleh data rerata profil lipid, yakni: 143,33 mg/dl (kolesterol darah total); 42,06 mg/dl (HDL); 85,45 mg/dl (LDL); dan 77,19 mg/dl (trigliserida). Berdasarkan uji korelasi regresi, terdapat korelasi negatif antara kadar FT4 dengan kadar kolesterol darah total, HDL, dan LDL, tetapi tidak terdapat korelasi antara kadar FT4 dengan trigliserida. Hubungan antara kadar TSH serum dengan kolesterol darah total dan LDL mempunyai korelasi positif, tetapi tidak terdapat korelasi antara kadar TSH serum dengan HDL dan trigliserida. Penelitian ini memperlihatkan bahwa sebagian besar profil lipid darah mempunyai korelasi dengan kadar FT4 dan TSH serum, kecuali trigliserida.Kata kunci: kadar FT4 dan TSH serum, profil lipid darah, hipertiroidAbstractHyperthyroidism is a clinical syndrome that occurs when tissues are exposed by excessive amount of thyroid hormones due to thyroid gland hiperactivity. It has spesific effects on cell metabolism, including lipid metabolism.L ipid metabolism disorder in hyperthyroid will inflict clinical manifestation; such as mood disorders, depression, and increased aggressive behavior. In diagnose patient with hyperthyrodism, FT4 and TSH serum level test are the appropriate thyroid function test. The objective of this study was to determine relationship between FT4 and TSH serum level with blood lipid profile in patient with hyperthyrodism. This studies got the descriptive data in Medical Records Departement of RSUP dr. M. Djamil Padang from February 2013 to July 2013. Data of 21 hyperthyrodism patient were got with total sampling technique. Bivariat analysis is used to examine the relationship between FT4 and TSH serum level with blood lipid profile. From the sampel was obtained data of profile lipid average, that is 143,33 mg/dl (total cholesterol); 42,06 mg/dl (HDL); 85,45 mg/dl (LDL); dan 77,19 mg/dl (triglycerides). Based on the regression test, there was negative correlation between FT4 level with total cholesterol, HDL, and LDL, but, there wasn’t correlation between FT4 level with triglycerides. The relationship between TSH serum level with total cholesterol and LDL had positive correlation. But, there isn’t evidence of correlation between TSH serum level with HDL and triglycerides. This study shows that the most of blood lipid profile has correlation with FT4 and TSH serum level, except triglycerides.Keywords: FT4 and TSH serum level, blood lipid profile, hyperthyrodis

    Diagnosis dan Penatalaksanaan Striktur Esofagus

    Get PDF
    AbstrakLatar belakang : Kasus striktur esofagus jarang ditemukan, namun kasus ini memerlukan penanganan yang optimal. Sebelum kita melakukan penatalaksanaan terhadap striktur esofagus, perlu dilakukan diagnosis yang akurat agar dapat memilih teknik penatalaksanaan yang tepat. Tujuan : untuk mengetahui cara mendiagnosis dan penatalaksanaan striktur esofagus. Tinjauan pustaka : Striktur esofagus merupakan penyempitan lumen esofagus yang dapat menyebabkan keluhan disfagia. Berdasarkan etiologinya, striktur esofagus dibedakan menjadi striktur esofagus benigna dan maligna. Striktur esofagus benigna disebabkan oleh GERD, zat korosif, web, radiasi, post anastomosis esofagus, sedangkan striktur esofagus maligna disebabkan oleh keganasan baik dari dalam maupun dari luar esofagus. Diagnosis suatu striktur esofagus dapat ditegakkan melalui pemeriksaan barium meal, esofagoskopi, tomografi komputer dan rontgen toraks. Penatalaksanaan kasus striktur ini dapat berupa dilatasi dengan busi atau balon, pemasangan stent dan terapi pembedahan. Pada kasus striktur esofagus maligna juga dapat dilakukan terapi laser dan teknik brakiterapi. Kesimpulan: diagnosis yang akurat perlu dilakukan sebelum memilih teknik penatalaksanaan yang tepat, sehingga dapat mengurangi keluhan disfagia pada penderita striktur esofagus.Kata kunci: Striktur esofagus, barium meal, esofagoskopi, dilatasi, stent, laser, brakiterapiAbstractBackground: Esophageal stricture is rare cases, but these cases required optimal management. Before we manage of esophageal strictures, need an accurate diagnosis in order to choose appropriate management techniques. Purpose: to know how to diagnose and management of esophageal strictures. Literature review: esophageal stricture is a narrowing of the lumen of the esophagus that cause dysphagia. Based on the etiology, esophageal strictures can be divided into benign and malignant. Benign esophageal strictures caused by GERD, corrosive substances, web, radiation, post-esophageal anastomosis, whereas malignant esophageal strictures caused by esophageal malignancy from inside or from outside of the esophagus. The diagnosis of esophageal stricture can be enforced through barium meal examination, esophagoscopy, computer tomography and thorax X-ray. Management of these strictures can be managed by the bougie or balloon dilatation, stent insertion and surgical technique. Malignant esophageal strictures can also be treated by laser therapy and brachytherapy techniques. Conclusion: Accurate diagnosis needs to be done before choosing the right management techniques that will reduce the complaints of dysphagia in patients with esophageal strictures.Keywords: esophageal strictures, barium meal, esophagoscopy, dilatation, stents, laser, brachytherap

    Gangguan Fungsi Penghidu dan Pemeriksaannya

    Get PDF
    AbstrakLatar belakang: Fungsi penghidu pada manusia memegang peranan penting. Gangguan penghidu dapat mempengaruhi keselamatan dan kualitas hidup seseorang. Tujuan: Untuk mengetahui jenis gangguan penghidu, penyebab gangguan penghidu, dan pemeriksaannya. Tinjauan Pustaka: Gangguan penghidu dapat berupa anosmia yaitu hilangnya kemampuan penghidu, atau hiposmia yaitu berkurangnya kemampuan penghidu. Gangguan penghidu disebabkan gangguan konduksi, gangguan sensoria dan gangguan neural. Penyakit tersering penyebab gangguan penghidu yaitu rinosinusitis kronis, rinitis alergi, infeksi saluran nafas atas dan trauma kepala. Ada beberapa modalitas pemeriksaan kemosensoris fungsi penghidu diantaranya Tes “Sniffin sticksâ€. Dengan tes „Sniffin sticks†dapat diketahui ambang penghidu, diskriminasi penghidu dan identifikasi penghidu seseorang. Kesimpulan: Gangguan penghidu memerlukan perhatian khusus. Diantara beberapa modalitas pemeriksaan kemosensoris penghidu, tes “Sniffin sticks†mempunyai beberapa kelebihan.Kata kunci: Gangguan penghidu, anosmia, hiposmia, tes “Sniffin sticksâ€.AbstractBackground: Olfactory function in humans plays an important role. Olfactory disorders can affect the safety and quality of life. Objective: To determine the type of olfactory disorder, the causes of olfactory disorders, and the examination. Literature Review: Olfactory disorder can be not smell anything or anosmia, and reduced of smell or hyposmia. Olfactory disorders caused by conduction disturbances, neural disturbances and sensoris disturbances. Disease that often causes disturbances of olfactory function is, chronic rhinosinusitis, allergic rhinitis, upper respiratory tract infections and head trauma. There are several modalities to examine chemosensoris smelling function, one of them is “Sniffin sticks†test. This test can examine threshold, discrimination, and identification of smelling. Conclusions: Impaired smelling require special attention. Between some modalities to examine chemosensors smelling function, “Sniffin sticks†test has several advantages.Keywords: Olfactory disorders, anosmia, hyposmia, “Sniffin sticks†test

    Hubungan Kadar Laktat Dehidrogenase dengan Stadium Limfoma Maligna Non Hodgkin di Rumah Sakit Dr. M. Djamil Padang periode Desember 2009 sampai Maret 2013

    Get PDF
    AbstrakAwal abad ke-2l masyarakat Indonesia mengalami transisi epidemiologi penyakit. Perubahan pola penyakit ini dapat dilihat dari peningkatan insiden penyakit kanker sebagai penyebab kematian di Indonesia dalam 10 tahun terakhir, yaitu dari urutan ke-12 menjadi urutan ke-6. Di Indonesia, limfoma non Hodgkin (LNH) menduduki urutan keenam keganansan yang sering terjadi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Olivia Putri Perdana di bagian patologi anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas didapatkan data bahwa pada januari 1997-desember 2001 terdapat 70 (81,39%) penderita limfoma maligna non Hodgkin dari keseluruhan penderita limfoma maligna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar laktat dehidrogenase (LDH) dengan stadium pada penderita limfoma maligna non Hodgkin. Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional dengan menggunakan data yang bersumber dari rekam medik pasien. Populasi dari penelitian ini adalah data rekam medik seluruh penderita limfoma maligna non hodgkin yang berobat ke RSUP Dr. M. Djamil Padang yaitu 317 data rekam medik, tetapi yang memenuhi syarat untuk menjadi sampel hanya 40 data. Analisis statistik yang digunakan adalah uji T. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan kadar laktat dehidrogenase dengan stadium pada penderita limfoma non Hodgkin (P = 0,001). Diketahui nilai laktat dehidrogenase pada stadium III-IV lebih tinggi daripada nilai laktat dehidrogenase pada stadium I-II.Kata kunci: Laktat dehidrogenase, Limfoma maligna non Hodgkin, Stadium AbstractEarly 21th century, Indonesian society in transition epidemiology of the disease. Changing patterns of disease can be seen from the increased incidence of cancer as a cause of death in Indonesia in the last 10 years, ie from 12th to 6th order. In Indonesia, non-Hodgkin's lymphoma (NHL) ranks sixt frequent in all of cancer. Based on research conducted by Olivia Putri Perdana in anatomic pathology at the Faculty of Medicine, University of Andalas that the data obtained during the January 1997 - December 2001 there were 70 (81.39%) patients with non -Hodgkin's malignant lymphoma of the overall malignant lymphoma patients.This study aims to determine the relationship of levels of lactate dehydrogenase (LDH) with stage of non -Hodgkin's malignant lymphoma patients.This research is a cross sectional analytic approach using data derived from patient medical records. The population is the entire medical record malignant non Hodgkin lymphoma patients who went to DR. M. Djamil Padang hospital, they are 317 medical records, but are eligible to be sampled only 40 data. Statistical analysis used is the T test.Statistical test results show that there is relationship between lactate dehydrogenase levels with stage in non -Hodgkin's lymphoma patients (P = 0.001). Known value of lactate dehydrogenase in stage III - IV is higher than the value of lactate dehidrodenase in stage I - II.Keywords: Lactate dehydrogenase, malignant non-Hodgkin's lymphoma, Stag

    Penerimaan Ibu yang Memiliki Anak Retardasi Mental di SLB YPAC Padang

    Get PDF
    AbstrakPenerimaan merupakan sikap seseorang yang menerima orang lain apa adanya secara keseluruhan, tanpa disertai persyaratan ataupun penilaian. Apabila dalam keluarga terutama pada ibu ada penerimaan, maka dapat membantu dalam pengasuhan dan akan mendukung perkembangan anak. Namun tidak mudah bagi seorang ibu untuk dapat menerima begitu saja kondisi anaknya.Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran penerimaan ibu terhadap anaknya yang mengalami gangguan retardasi mental, faktor-faktor yang menyebabkan penerimaan serta gambaran retardasi mental secara pendekatan kualitatif dalam bentuk eksplorasi. Subyek penelitian ini adalah tiga orang ibu yang memiliki anak yang mengalami gangguan retardasi mental. Dalam penelitian ini digunakan teknik wawancara semi terstruktur. Berdasarkan hasil penelitian secara umum, satu dari tiga orang subyek penelitian dapat dikatakan telah menerima anaknya dengan baik, hal ini terlihat dari sikap subyek yang telah memenuhi keseluruhan aspek penerimaan ibu terhadap anak yaitu kecemasan yang minimal terhadap kehadiran anak, pembelaan diri yang minimal atas keterbatasan anak, dan tidak adanya penolakan. Disamping itu kedua subyek tersebut juga memperlihatkan adanya kontrol terhadap perkembangan anak, memberikan tekanan atas kemampuan anak, komunikasi yang hangat, pengasuhan yang baik, adanya sikap menghargai dan penlaian yang positif terhadap anak, juga pengenalan atas kebutuhan anak dalam pengembangan kemandirian anak. Namun pada dasarnya seluruh subyek dapat memenuhi aspek yang terkait dengan pengasuhan, dan tidak adanya penolakan yang terlihat dari ibu. Gambaran retardasi mental yang dialami anak subyek dapat dikatakan terlihat jelas dari bentuk fisik. Kondisi keterbelakangan mental anak dari subyek A, B, dan C terlihat tidak terlalu parah. Faktor yang paling menonjol dalam penerimaan dari ketiga subyek adalah faktor agama, dimana seluruh subyek menyatakan dapat menerima kondisi anak setelah menyerahkan seluruhnya kepada Tuhan.Kata kunci: Penerimaan Ibu, Retardasi Mental, AnakAbstractThe acceptance is an attitude of someone who accepts other people as they are as they are whole, without any requirements or assessment. When a family, especially the mother has reception, then it can assist in education and support the development of children. But it is not easy for a mother to be able to take for granted of her child condition. The aim of this study was to obtain an acceptance overview of the mother whose children suffered mental retardation disorder, the factors led to the acceptance as well as an overview of mental retardation by a qualitative approach in the form of exploration. The subjects were three mothers whose children with mental retardation disorders. This study used semi-structured interview techniques. Based on the results of general research, two of the three research subjects can be said that they have accepted their children well, as seen from the attitude of the subject who has fulfilled all aspects of the mothers' acceptance to their children are the minimal anxiety to the presence of the children, a minimal self-defense about the limitations of the children, and the absence of rejection. Besides, these two subjects also showed that the control of the development of the children, pressure giving on the children’s ability, warm communication, good parenting, respection and a positive judgement against children, also a recognition of the children’s needs in the development of the children’s independence. But basically the whole subject can fulfill aspects associated with caregiving, and the absence of a rejection seen on the mother.The overview of mental retardation suffered by the subject children can be said is obvious from the physical form. Mental retardation of the childrens' condition subjects A, B, and C are not too severe. The most prominent factor in the acceptance of the three subjects is the religion factor, where the whole subjects state can accept the childrens' condition after the completely submission to the God.Keywords:Mother Acceptance, Mental Retardation, Childre

    Kejadian Gangguan Depresi pada Penderita HIV/AIDS yang Mengunjungi Poli VCT RSUP Dr. M. Djamil Padang Periode Januari - September 2013

    Get PDF
    AbstrakInfeksi HIV/AIDS sangat erat hubungannya dengan gangguan depresi. Penyebabnya bisa dikarenakan faktor psikologisnya ataupun efek dari agen HIV yang sudah menginfeksi sistem saraf pusat. Salah satu metode pencegahan gangguan depresi yang dapat diberikan adalah pemanfaatan poli VCT (Voluntary Counseling and Testing) dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian gangguan depresi pada penderita HIV/AIDS yang mengunjungi poli VCT RSUP DR. M. Djamil Padang periode Januari-September 2013. Metode penelitian adalah deskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 43 orang. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner Hamilton Depression Rating Scale dan hasil yang didapat disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penderita HIV/AIDS yang mengunjungi poli VCT RSUP DR. M. Djamil Padang periode Januari - September 2013 didapatkan tidak mengalami depresi sebanyak 44,2% sedangkan untuk depresi sebanyak 55,8% dengan pembagian depresi ringan hanya 25,6%, depresi sedang 11,6%, depresi berat 4,7%, dan depresi sangat berat 14%. Depresi terbanyak ditemukan pada usia 20 – 39 tahun (83,3%).Kata kunci: penderita HIV/AIDS, gangguan depresi, poli VCTAbstractHIV/AIDS infection is associated with depression disorders. Etiology may be cause of psychososcial factor or the effect of HIV agent that infected central nervous system. In order to prevent depression disorders is by the utilization VCT (Voluntary Counseling and Testing) Clinic This study aims to describe the incident rate of depressive disorder among people living with HIV/AIDS visited VCT clinic at RSUP DR. M. Djamil Padang in January-September 2013. The research method was descriptive and made up by 43 HIV/AIDS-infected patients. Data were collected through filling Hamilton Depression Rating Scale and the results are presented in the form of a frequency distribution table. The results obtained that people living with HIV/AIDS visited VCT clinic at RSUP DR. M. Djamil Padang in January-September 2013 are not experiencing depression, representing 44,2% and 55,8% for depressive disorder which is mild depression only obtained 25,6%, moderate depression 11,6%, severe depression 4,7%, and very severe depression 14%. Depression disorder more found in the age : 20 – 39 years (83,3%).Keywords: HIV/AIDS patient, depression disorder, VCT clini

    Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kadar Nitric Oxide (NO) Plasma pada Masyarakat di Kota Padang

    Get PDF
    AbstrakNitric oxide merupakan faktor relaksan yang disentesis oleh endotel pembuluh darah yang kadarnya dapat dipengaruhi oleh aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kadar NO plasma pada masyarakat di kota Padang. Penelitian ini merupakan penelitian dengan data sekunder dari penelitian Delmi Sulastri dkk dalam “Pengaruh Asupan Antioksidan terhadap ekspresi Gen eNOS3 pada penderita Hipertensi Etnik Minangkabauâ€. Subyek penelitian adalah semua responden penelitian Delmi Sulastri dkk dalam “Pengaruh Asupan Antioksidan terhadap ekspresi Gen eNOS3 pada Penderita Hipertensi Etnik Minangkabau†berjumlah 130 orang yang dinilai aktivitas fisiknya dengan menggunakan kuisioner Baecke dkk. dan dilakukan pemeriksaan kadar NO plasma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat aktivitas fisik ringan dan NO plasma rendah dengan dengan rerata 26,3±15,2 μmol/L. Dari analisis data didapatkan bahwa responden dengan aktivitas fisik ringan lebih banyak memiliki kadar NO plasma rendah (61,7%) dibandingkan kadar NO plasma normal (38,3%). Dari analisis statistik uji Chi-Square didapatkan nilai p = 0,007 yang berarti terdapat hubungan bermakna antara aktivitas fisik dengan kadar NO plasma (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah sebagian besar masyarakat di kota Padang memiliki tingkat aktivitas fisik ringan dan kadar NO plasma rendah. Dari uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara aktivitas fisik dengan kadar NO plasma pada masyarakat di kota Padang.Kata kunci: Aktivitas fisik, NOAbstractNitric oxide is relaxan factor that is synthesized by endothelial cell of blood vessel. From previous research showed that plasma NO level influenced by physical activity. The purpose of this study is to know correlation between physical activity with plasma NO level to Padang city people. The research is a research with secondary data by Delmi Sulastri et al., in “The Influence Of Antioksidan Intake to eNOS3 Gene Ekspression In Hypertension Patients In Minangkabau Ethnicityâ€. Participant of this research is all participant of Delmi Sulastri et al. research in “The Influence Of Antioksidan Intake to eNOS3 Gene Ekspression In Hypertension Patients In Minangkabau Ethnicity†with 130 participant. All participant were observed their physical activity using Baecke et al. quitionaire and were examined plasma NO level. Result of this study showed that most of responden have low physical activity level and low NO plasma level,with mean 26,3±15,2 μmol/L. From data analysis shows that subject with mild physical activity more had low plasma NO level (61,7%) than normal plasma NO level (38,3%). Then, from data analysis with Chi-Square test, found p value = 0,007. It mean, there is significant correlation between physical activity with NO plasma level (p<0.05). The summary of this study is most of Padang city people have mild physical activity level and low NO plasma level. From data statistics analysis showed that there is significant correlation betweeen physical activity with NO plasma level to people in Padang city.Keywords:Physical activity, N

    Hubungan Karakteristik Penderita dengan Gambaran Sitopatologi pada Kasus Karsinoma Paru yang Dirawat di RSUP Dr. M. Djamil Padang

    Get PDF
    AbstrakKarsinoma paru merupakan tumor ganas epitel primer saluran nafas terutama bronkus yang dapat menginvasi struktur jaringan di sekitarnya dan berpotensi menyebar ke seluruh tubuh. Karakteristik penderita karsinoma paru dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya jenis kelamin, usia, status sosial ekonomi, kebiasaan merokok, dan gambaran sitopatologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi penderita karsinoma paru serta melihat hubungan antara karakteristik penderita dengan gambaran sitopatologi. Penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain cross-sectional pada 128 penderita. Data yang digunakan adalah data sekunder dari laboratorium Patologi Anatomi dan Instalasi Rekam Medik. Data dianalisis dengan uji chi-square. Hasil analisis univariat menunjukkan penderita karsinoma paru sebagian besar laki-laki (71,1%), kelompok usia > 40 tahun (85,2%), berlatar belakang pendidikan dasar (49,2%), memiliki pekerjaan yang terpapar karsinogen (53,9%), frekuensi terbesar pada penderita dengan Indeks Brikman berat (49,2%), merupakan perokok aktif (66,4%), dan jenis sel terbanyak adalah adenocarcinoma (47,7%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara jenis kelamin dan riwayat merokok dengan gambaran sitopatologi (p=0,022 dan p=0,000). Selain itu, tidak terdapat hubungan antara usia, latar belakang pendidikan, jenis pekerjaan, dan derajat berat merokok dengan gambaran sitopatologi (p=0,812; p=0,498; p=0,931; dan p=0,054).Kata kunci: karsinoma paru, gambaran sitopatologi, karakteristik penderitaAbstractLung carcinoma is a malignant epithelial tumors in airway, especially primary bronchial that can invade surrounding tissue and potentially spread throughout the body. Characteristics of patient with lung carcinoma are influenced by various factors, including sex, age, socioeconomic status, smoking habits, and cytopathology overview. This study aimed to evaluate the distribution of patients with lung carcinoma and assess the relationship between the characteristics of patient with cytopathology overview. This study was descriptive analytical using cross-sectional study in 128 patients. We used secondary data derived from the Anatomic Pathology laboratory and the Medical Record Department. The data were analyzed by chi-square test. Results of univariate analysis showed patients with lung carcinoma mostly are male (71.1%), > 40 years age group (85.2%), background in basic educated people (49.2 %), had occupation contacted carcinogenic compound (53,9%), the greatest frequency was found in patients with severe Brikman Index (49.2%), active smokers (66.4%), and most of cytopathology cell type are adenocarcinoma (47.7 %). Results of bivariate analysis showed there are significant relationship between sex and smoking history with the overview of cytopathology (p=0,022 dan p=0,000). In addition, there are no significant relationship between age, educational background, occupational history, and the degree of smoking with the overview of cytopathology (p=0,812; p=0,498; p=0,931; dan p=0,054).Keywords: lung carcinoma, cytopathology overview, characteristics of the patien

    1,096

    full texts

    1,143

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Andalas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇