KURIOSITAS Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan
Not a member yet
    144 research outputs found

    Women and Infidelity: Female Representation in Shaping Social Reality in the Film Selesai: Wanita dan Perselingkuhan pada Filmografi: Representasi Wanita Terhadap Konstruksi Realitas Sosial dalam Film Selesai

    Full text link
    Film Selesai merupakan salah satu film kontroversial di media sosial diperbincangkan pada tahun 2021. Film dengan penggunaan bahasa yang jujur dan liar, berani mengangkat salah satu permasalahan yang begitu dekat dengan kehidupan masyarakat yaitu perselingkuhan dimana pengkarakteran karakter peran wanita memicu pro dan kontra dari masyarakat khususnya kelompok feminis. Pengkarakteran tersebut mumnculkan kekhawatiran akan kontruksi realitas sosial terhadap representasi wanita. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi karakter wanita terhadap kontruksi realitas sosial dalam film Selesai. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan paradigma interpretatif. Metode analisis data menggunakan analisis naratif dengan model analisis dari Vladimir Propp. Unit analisis dalam penelitian ini adalam film Selesai (2021). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan analisis teks, studi pustaka, observasi, dan dokumen. Penelitian ini menyimpulkan bahwa representasi wanita menjadi karakter yang lemah, mudah ditipu, dan penggoda dikontruksikan dalam film ini melalui adegan-adegan perselingkuhan dan pengkarakteran stereotip yang tidak seimbang antara karakter wanita dan pria karena faktor budaya dan sosial dapat memicu kontruksi realitas sosial bagi penontonnya

    Transformasi Gerakan Radikalisme Menuju Moderasi Beragama

    Full text link
    This study discusses the process by which a radicalism movement undergoes a transition into a movement promoting religious moderation. The analysis employs qualitative research methodologies, including literature studies and field research. Radicalism movements frequently exhibit severe manifestations in religious practices and possess the capacity to incite significant societal conflicts. Consequently, the transformation of radical movements into moderate movements assumes paramount significance in fostering a climate of harmony and religious tolerance. This study highlights the significance of religious organizations, educational institutions, and social variables in the process of transforming radicalism movements into movements promoting religious moderation. Further exploration is warranted on the contemporary understanding of religion, the promotion of open inter-religious dialogue, the implementation of inclusive education for fostering understanding, and the initiatives aimed at empowering communities. The findings mentioned above possess the potential to serve as a foundation for policymakers and religious practitioners in formulating efficacious measures aimed at preventing and addressing the phenomenon of radicalization toward religious moderation. Several obstacles are encountered in this context, including disseminating radical ideology, addressing social and economic needs, combating isolation and online extremism, the scarcity of moderate leaders, limiting law enforcement and security measures, promoting inter-religious dialogue and education, and enhancing public awareness. By comprehending this process of transition, it is anticipated that strategies can be formulated to prioritize inter-religious dialogue, inclusive religious education, and community empowerment, thus mitigating the likelihood of conflict and fostering harmonious relations across religious communities.Penelitian ini menggambarkan proses transformasi gerakan radikalisme menjadi gerakan moderasi beragama dengan metode penelitian kualitatif dan studi literatur serta penelitian lapangan. Gerakan radikalisme seringkali dikaitkan dengan perilaku yang ekstrem dalam praktik keagamaan dan memiliki potensi untuk memicu konflik sosial yang serius. Oleh karena itu, perubahan gerakan radikal menjadi gerakan moderat sangat penting untuk mempromosikan kehidupan beragama yang harmonis dan toleran. Penelitian ini menunjukkan bahwa lembaga keagamaan, lembaga pendidikan dan faktor sosial dalam transformasi Gerakan radikalisme menjadi Gerakan moderasi beragama adalah sangat penting. Adanya pemahaman agama sesuai konteks modern, dialog antaragama yang terbuka, pendidikan yang memberikan pemahaman inklusif, dan upaya pemberdayaan masyarakat harus dieksplorasi lebih lanjut. Temuan ini dapat menjadi landasan bagi pembuat kebijakan dan praktisi keagamaan untuk mengembangkan strategi yang efektif dalam mencegah dan menangani radikalisasi menuju moderasi beragama. Beberapa tantangan yang dihadapi di antaranya, adanya penyebaran ideologi radikal, kebutuhan sosial dan ekonomi, isolasi dan ekstremisme online, kurangnya pemimpin moderat,  keterbatasan penegakan hukum dan keamanan, dialog antaragama dan pendidikan, serta kesadaran masyarakat. Dengan memahami proses transformasi ini, diharapkan dapat dikembangkan pendekatan-pendekatan yang berfokus pada dialog antaragama, pendidikan agama yang inklusif dan pemberdayaan masyarakat yang dapat mengurangi potensi konflik dan menciptakan kerukunan antarumat beragama

    Hoaks dalam Perspektif Hadis: Strategi Penanggulanan dan Pengintegrasian pada Kurikulum Pendidikan Agama Islam: Hoaks dalam Perspektif Hadis: Strategi Penanggulanan dan Pengintegrasian pada Kurikulum Pendidikan Agama Islam

    Full text link
    Hoax existed long before the advent of technology. The history of Islamic civilization records that hoaxes have existed since the time of the Prophet Adam AS. Even hoaxes have happened to the household of the Prophet Muhammad PBUH. This event is universally enshrined in the Qur'an and narrated in detail in the books of Hadith. Ironically, nowadays, hoaxes have attacked the younger generation of the nation. In this case, Islamic Education teachers need to teach students how to deal with hoaxes. Therefore, this study aims to tackle hoaxes by analyzing the strategies used by the Prophet Muhammad PBUH. and integrate these strategies into the Islamic education curriculum. The formulation of the problem used in this study are: 1. What is the strategy for tackling hoaxes in the perspective of hadith? 2. How to integrate strategies for tackling hoaxes from the hadith perspective into the Islamic Education curriculum?. To answer these two questions, this research uses a qualitative method with the type of library research. This research concludes that the Prophet Muhammad PBUH. using four strategies in tackling hoaxes, namely: discussion strategies, broadening horizons, clarifying and managing emotions. This strategy can be integrated into the Islamic religious education curriculum.Berita bohong (hoaks) sudah ada jauh sebelum adanya kecanggihan teknologi. Sejarah peradaban Islam mencatat bahwa hoaks sudah ada sejak zaman Nabi Adam AS. Bahkan hoaks juga pernah menimpa rumah tangga Nabi Muhammad SAW. peristiwa ini diabadikan secara universal dalam al-Qur’an dan diceritakan secara terperinci dalam kitab-kitab hadis. Ironisnya saat ini hoaks sudah menyerang generasi penerus bangsa yang masih belia. Dalam hal ini guru Pendidikan Agama Islam perlu mengajarkan cara menanggulangi hoaks kepada para peserta didik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menanggulangi hoaks dengan cara menganalisis strategi yang digunakan oleh Nabi Muhammad SAW. dan mengintegrasikan strategi tersebut ke dalam kurikulum pendidikan agama Islam. Rumusan masalah yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1. Bagaimana strategi menanggulangi hoaks dalam perspektif hadis? 2. Bagaimana cara mengintegrasikan strategi menanggulangi hoaks perspektif hadis ke dalam kurikulum Pendidikan Agama Islam?. Untuk menjawab dua pertanyaan tersebut, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi pustaka (library research). Penelitian ini menyimpulkan bahwa Nabi Muhammad SAW. menggunakan empat strategi dalam menanggulangi hoaks, yaitu: strategi diskusi, memperluas wawasan, klarifikasi dan mengelola emosi. Strategi tersebut dapat diintegrasikan pada kurikulum pendidikan agama Islam

    Konteksasi Ushul Fiqh dalam Hukum Nasional Indonesia: Pelestarian Laut dan Pengembangan Industri Wisata Bahari

    Full text link
    This study aims to explain the context of ushul fiqh in Indonesian national law for the development of the marine tourism industry. consists of two issues, namely enforcement of Indonesian national law in the development of the marine tourism industry, and harmonization between ushul fiqh and Indonesian national law in the development of the marine tourism industry. This study uses a qualitative descriptive approach and data analysis with law enforcement theory, positive law theory and the theory of “maqasid al-shariah” in Islamic law. This research was conducted at a water location in Bone Regency for six months. The results of this study indicate that enforcement of Indonesia's national law for the development of the marine tourism industry is an effective strategy from the government to maintain balance and security of marine ecosystems from degradation, the northwest conservation area becomes a marine tourism industry in order to be more innovative and productive in improving the economy of fishing communities, prevent damage to the sea area as an ecosystem. The harmonization of ushul fiqh in Indonesian national law is in harmony through the study of "maslahah" both of which emphasize and promote safety, peace, happiness and comfort in the lives of humans and other creatures, while also prioritizing justice, stability and avoiding damage to the sea area for the development of the marine tourism industry.Kajian ini bertujuan untuk menjelaskan kontekstasi ushul fiqh dalam hukum nasional Indonesia terhadap pengembangan industri wisata bahari. terdiri dari dua masalah yaitu penegakan hukum nasional Indonesia dalam pengembangan industri wisata bahari, dan harmonisasi antara ushul fiqh dan hukum nasional Indonesia dalam pengembangan industri wisata bahari. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan analisis data dengan teori penegakan hukum, teori hukum positif dan teori “maqasid al-syariah” dalam hukum Islam. Penelitian ini dilakukan di lokasi perairan di Kabupaten Bone selama enam bulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penegakan hukum nasional Indonesia untuk pengembangan industri wisata bahari merupakan strategi efektif dari pemerintah untuk menjaga keseimbangan dan keamanan ekosistem laut dari degradasi, kawasan konservasi barat laut menjadi industri wisata bahari dalam rangka agar lebih inovatif dan produktif dalam meningkatkan perekonomian masyarakat nelayan, mencegah kerusakan wilayah laut sebagai ekosistem. Harmonisasi ushul fiqh dalam hukum nasional Indonesia terdapat keselarasan melalui kajian “maslahah” yang keduanya menekankan dan memajukan keselamatan, ketenteraman, kebahagiaan dan kenyamanan hidup manusia dan makhluk lainnya, selain itu juga mengutamakan keadilan, stabilitas dan menghindari kerusakan wilayah laut pengembangan industri wisata bahari

    Ada' Mappurondo Taboo: Ecological Wisdom of the Mamasa Community in Maintaining Natural Preservation: Pamali Ada’ Mappurondo: Kearifan Ekologis Masyarakat Mamasa dalam Menjaga Kelestarian Alam

    No full text
    Currently, environmental problems in Indonesia are urgent. For this reason, this requires an ecological wisdom strategy to prevent environmental degradation from getting worse. The aim of this research is to describe a community approach to maintaining the environment which is built on a framework of synergy between local culture and religion through the Pamali Ada' Mappurondo framework. This research used a qualitative approach with a construction phenomenology type. Data was collected through observation, interviews and documentation. This research found that ecological wisdom in the traditional prohibitions of the Mappurondo community has an important role in protecting the ecosystem. In the process, local communities link cosmology and environmental theology when interacting with the natural environment, so that they always avoid things that could damage environmental sustainability. Local customary and religious institutions are used to control ecological change. In this situation, public awareness is created in maintaining and preserving natural environmental balance. This research overview confirms that the role of indigenous communities is needed in efforts to respond to environmental change and damage in Indonesia.Saat ini masalah lingkungan hidup di Indonesia merupakan hal urgen. Untuk itu, hal ini membutuhkan strategi kearifan ekologis untuk mencegah semakin parahnya degradasi lingkungan.  Tujuan penelitian ini mendeskripsikan sebuah pendekatan masyarakat dalam memelihara lingkungan yang dibangun atas kerangka sinergi antara budaya dan agama lokal melalui kerangka Pamali Ada’ Mappurondo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi konstruksi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menemukan bahwa kearifan ekologis dalam larangan adat komunitas Mappurondo memiliki peranan penting dalam menjaga ekosistem. Dalam prosesnya, masyarakat setempat menautkan antara kosmologi dan teologi lingkungan tatkala berinteraksi dengan lingkungan alam, sehingga mereka senantiasa menghindari hal-hal yang bisa merusak kelestarian lingkungan. Lembaga adat dan keagamaan lokal digunakan untuk mengendalikan perubahan ekologis. Di situasi tersebut, tercipta kesadaran masyarakat dalam menjaga dan melestarikan keseimbangan lingkungan secara alamiah. Gambaran riset ini menegaskan bahwa peran masyarakat adat demikian dibutuhkan dalam upaya merespons perubahan dan kerusakan lingkungan hidup di Indonesia

    PENYALAHGUNAAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI PENYEBAB PERCERAIAN DI PENGADILAN AGAMA MAJENE (KAJIAN FIKIH & MEDIA SOSIAL)

    No full text
    ABSTRACT Misuse of social media is one of the leading causes of divorce in the digital era. This research is aiming at determining the misuse of social media that causes divorce in the study of jurisprudence and social media. This research applies a qualitative descriptive type of research is sourced from interviews with judges at the Majene Religious Court, relevant books and articles. The results of the research show that social media is one of the platforms that causes a husband or wife to become nusyuz (disobedience) which can be shown by a change in the partner's attitude (infidelity) which then continues to become shiqaq which is a dispute between the couple, while in the study of social media, there is a relationship between cognitif dissonnance theory and virtual space that can cause divorce if the elements of attitude, perception and behaviour are not interconnected.  This research provides to knowledge in relation to the impact of misuse of social media which results in divorce from a review of Islamic law and social media    ABSTRAK  Penyebab perceraian yang marak terjadi pada era digital yaitu penyalahgunaan dalam menggunakan media sosial. Penelitian tersebut bertujuan untuk mengetahui penyalahgunaan media sosial yang menyebabkan perceraian pada kajian fikih dan media sosial. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif yang bersumber dari hasil wawancara dengan hakim Pengadilan Agama Majene, buku dan artikel yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial merupakan salah satu wadah yang menyebabkan suami atau istri nusyuz (pembangkangan) yang dapat ditunjukkan dengan perubahan sikap pasangan (perselingkuhan) kemudian berlanjut menjadi syiqaq yang merupakan perselisihan diantara pasangan tersebut, sedangkan pada kajian media sosial terdapat pada hubungan teori disonansi kognitif dan ruang virtual yang dapat menyebabkan perceraian apabila unsur sikap, persepsi, dan tingkah laku tidak saling berhubungan. Penelitian tersebut memberikan kontribusi terhadap pengetahuan mengenai dampak penyalahgunaan media sosial yang mengakibatkan pada perceraian dari tinjauan hukum Islam dan media sosial &nbsp

    Analysis of The Framing of Apostasy News in Langkat Regency via Viva.Co.Id and Antara Sumut

    Full text link
    With reference to the subject of apostasy that happened in Langkat Regency, which is presently the primary topic in two online media, namely viva.co.id and antarnews.com, this research seeks to assess the major news in the media. This study uses quantitative methods with a framing analysis model. This study uses the model of Zong Dang Pan and Gerald M. Kosicki, which divides it into four dimensions, namely: syntax, skirp, thematic, and rhetorical. The results of this study show differences in the script structure section, and there are similarities in the news content section, starting with the lead. In the script structure, the 5W elements in the two news stories have been fulfilled, but the Antaranews.com news text does not really explain the how but slightly explains the chronology related to the issue of apostasy that occurred. Meanwhile, viva.co.id explains the complete chronology of the apostasy. Both of these stories use light language in the selection of sentences within them, making it easier for readers to understand the contents of the news.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berita utama di pemberitaan mengenai isu pemurtadan  yang terjadi di Kabupaten Langkat, yang sedang menjadi topik utama di dua media online yaitu viva.co.id dan antaranews.com. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan model analisis framing. Penelitian ini menggunakan model Zong Dang Pan dan Gerald M. Kosicki yang membagi menjadi empat dimensi, yaitu: sintaksis, skirp, tematik, dan retoris. Hasil penelitian ini terlihat perbedaan pada bagian Strukrur skrip, dan terdapat persamaan pada bagian isi berita dangan diawali dengan lead. Pada struktur skrip, unsur 5W dalam kedua berita sudah memenuhi, namun pada teks berita Antaranews.com tidak terlalu menjelaskan unsur how namun sedikit menjelaskan kronologi terkait isu pemurtadan yang terjadi. Sedangkan viva.co.id menjelaskan bagaimana kronologi terjadinya pemurtadan dengan lengkap. Kedua berita ini menggunakan bahasa yang ringan pada pemilihan kalimat- kalimat di dalamnya, sehingga memudahkan pembaca untuk memahami isi berita

    التصوف الإسلامي: نظرة عامة عن الإسلام رحمة للعالمين

    No full text
    الملخص التصوف الإسلامي هو الدراسة الباطنية التي تجمع بين هدفي الدنيا والآخرة. وهو التصوف الذي  يجعل العبد أقرب إلى ربه في حياته الدنيا الفانية. ولذلك، تهدف هذه الدراسة إلى الكشف عن حقيقة التصوف الإسلامي، واستكشاف تاريخ تطورها ودراسة النظرة الصوفية العامة عن الإسلام رحمة للعالمين. وهذا البحث نوعي بخصائص وصفية تفسيرية وهو جزء من البحث المكتبي (library research). وتشير نتيجة البحث إلى  وجود الاختلافات بين العلماء والصوفيين حول أصل كلمة التصوف ظاهرا وباطنا، وتاريخ تطور التصوف من عدة أطوار، من بداية نشأته ونهضته حتى انحداره، والنظرة الصوفية الشاملة عن الإسلام رحمة للعالمين هي التوازن بين العلاقة بالله سبحانه وتعالى، والعلاقة مع إخواننا الإنسانية والعلاقة بالمخلوقات في العالم. ويمكن أن تساهم هذه الدراسة في تكوين الجيل المسلم المستقبل كائنا متحضرا ومتأدبا، قويا من الناحية الروحية، نشيطًا في المجتمع، محافظا ومعتنيا على النظام البيئي. الكلمات المفتاحية: التصوف الإسلامي؛ الصوفي؛ الإسلام رحمة للعالمينAbstrak Tasawuf Islam merupakan kajian kebatinan yang menggabungkan aspek ukhrawi dan duniawi. Tasawuf Islam lebih mendekatkan hamba kepada Rabnya dalam menjalani kehidupan di dunia fana ini. Oleh sebab itu tulisan ini bertujuan mengungkap hakikat tasawuf islam, menjelajahi histori perkembangannya dan menelaah pandangan sufi tentang Islam Rahmatan Lil 'Alamin. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan ciri deskriptif interpretative dan merupakan bagian dari penelitian kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan pendapat para ulama mengenai asal usul kata tasawuf baik secara lahir maupun batin. Perjalanan tasawuf terdiri dari beberapa priode; dari masa awal kemunculan, kejayaan dan kemerosotan. Adapun pandangan sufi tentang Islam Rahmatan Lil 'Alamin  merupakan keseimbangan antara hubungan kepada Allah swt., hubungan kepada sesama manusia dan hubungan terhadap alam. Tulisan ini dapat memberi kontribusi kepada generasi muslim untuk menjadi makhluk yang berperadaban dan berkeadaban, kuat dari segi spiritual, aktif secara sosial kemasyarakatan dan senantiasa menjaga dan merawat ekosistem alam. Kata Kunci: Tasawuf Islam; Sufi; Rahmatan Lil 'Alami

    Pengembangan Moderasi Mazhab di Kalangan Mahasiswa Perbandingan Mazhab dan Hukum UINAM: Relevansi Pemikiran Islam Moderat

    Full text link
    This article aims to unravel the development of religious moderation for students, especially students of Comparative Schools and Law of UIN Alauddin Makassar. The approach taken is an approach with issues of moderation. The results showed that the development of moderation in the Comparative Study Program of Schools and Law has gone well and needs to be improved again both in lecture situations and interactions in society. Moderation is a mandatory material for students to understand because moderation is one of the ways to be able to implement religious moderation more broadly. The challenge of Muslims today is with the emergence of sects of sects of sects of fanaticism that led to the birth of the forerunners of acts of radicalism or violence in the name of religion. Debriefing students comparing schools and laws through the development of moderation is a must to counteract understandings that come out of sharia teachings.Artikel ini bertujuan mengurai pengembangan moderasi bermazhab bagi kalangan mahasiswa khususnya mahasiswa Perbandingan Mazhab dan Hukum UIN Alauddin Makassar. Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan dengan isu-isu moderasi bermazhab. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengembangan moderasi pada Prodi Perbandingan Mazhab dan Hukum telah berjalan dengan baik dan perlu ditingkatkan lagi baik dalam situasi perkuliahan ataupun interaksi di masyarakat. Moderasi bermazhab menjadi bahan wajib untuk dipahami oleh mahasiswa karena moderasi bermazhab menjadi salah satu jalan untuk mampu mengimplementasikan moderasi beragama lebih luas. Tantangan umat Islam saat ini dengan munculnya aliran-aliran fanatisme mazhab yang menyebabkan lahirnya cikal bakal tindakan radikalisme ataupun kekerasan atas nama agama. Pembekalan mahasiswa perbandingan mazhab dan hukum melalui pengembangan moderasi menjadi suatu keharusan untuk menangkal paham-paham yang keluar dari ajaran syariat

    Dampak Media Sosial Terhadap Munculnya Gerakan Radikalisme : Sebuah Sistematika Review

    Full text link
    This study aims to find out how the issue and understanding of radicalism spread through social media, where technological developments by the current of globalization are one of the causes of the rampant growth of radicalism through social media and to find out bibliometric analysis of the theme of radicalism. This research uses Scopus data in 2016-2021 which will show concept mapping and clustering related to the theme of radicalism. Then the data was collected through the Scopus database search using the keyword radicalism, where this research focused on cluster analysis, dominant topics, related themes, and mapping of radicalism study topics based on the number of articles whose visualization seemed dominant and analyzed using VOSviewer software. The results of this study indicate that the topic of radicalism has four dominant keywords that often appear, namely Politic, Country, History, Terrorism. So that these four topics become the focus for the majority of writers who want to study the topic of radicaism. This research contributes to the development and mapping of studies of radicalism as one of the problems in security both nationally and internationally, but this research has limited data that is only analyzed based on Scopus so it does not have comparative data.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana isu dan faham radikalisme menyebar melalui media sosial, dimana perkembangan teknologi oleh arus globalisasi menjadi salah satu penyebab maraknya pertumbuhan radikalisme melalui sosial media serta untuk mengetahui analisa bibliometrik terhadap tema radikalisme. Peneitian ini menggunakan data scopus pada tahun 2016-2021 yang akan memperlihatkan pemetaan konsep dan clusterisasi terkait tema radikalisme. Kemudian data dikumpulkan melalui pencarian database scopus dengan menggunakan kata kunci radikalisme, dimana penelitian ini difokuskan pada cluster analisis, topic dominan, keterkaitan tema, dan pemetaan topic studi radikalisme berdasarkan jumlah artikel yang visualisasinya nampak dominan dan dianalisis menggunakan software VOSviewer. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa topik radikalisme memiliki empat kata kunci dominan yang sering muncul yaitu Politic, Country, History, Terorism. Sehingga empat topic tersebut menjadi focus bagi mayoritas penulis yang ingin mengkaji topik radikaisme. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan pengembangan dan pemetaan kajian radikalisme sebagai salah satu masalah dalam keamanan baik di lingkup nasional maupun internasional, namun penelitian ini memiliki keterbatasan data yang hanya dianalisis berdasarkan scopus sehingga tidak memiliki data pembanding

    114

    full texts

    144

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    KURIOSITAS Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇