BIBLIOTIKA : Jurnal Kajian Perpustakaan dan Informasi
Not a member yet
    195 research outputs found

    ANALISIS KONTEN KEPUSTAKAWANAN PADA MEDIA TIKTOK

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konten kepustakawanan yang dibuat dan dibagikan oleh para kreator TikTok yang terpilih dari tagar #ilmuperpustakaan, apakah terdapat pola atau tren dalam konten-konten yang dibuat oleh para kreator dalam konten kepustakawanan dan konten seperti apa yang menarik, paling disukai oleh pengguna TikTok dalam mencari referensi ilmu perpustakaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis isi (Content Analysis) dengan pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian, peneliti menemukan empat konten kreator  yang sering  membuat konten terkait ilmu perpustakaan. Terdapat dua  Jenis tema konten yang sering dibuat dan diunggah yaitu prospek kerja lulusan ilmu perpustakaan dan pengolahan koleksi perpustakaa

    PENTINGNYA PERPUSTAKAAN DIGITAL SEBAGAI SUMBER BELAJAR DI ERA SOSIETY 5.0

    Full text link
    Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah memberikan dampak signifikan pada cara kita memperoleh dan membagikan informasi. Dalam konteks pendidikan, perpustakaan digital telah menjadi sumber belajar yang inovatif dan penting. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan peran dan manfaat perpustakaan digital sebagai sumber belajar yang efektif.Peran perpustakaan digital secara umum meliputi edukatif, informatif, rekreasi, dan riset atau penelitian sederhana. Dalam peran edukatif melalui perpustakaan digital disini diharapkan perpustakaan digital ini dapat membiasakan peserta didik belajar secara mandiri tanpa bimbingan guru, baik secara individual maupun berkelompok yang mudah dijangkau dan diakses dimana pun mereka berada.

    ANALISIS USER INTERFACE (UI) TERHADAP APLIKASI IJOGJA DENGAN METODE HEURISTIC EVALUATION

    Full text link
    Perkembangan teknologi nampaknya merambah pada perpustakaan. Dapat dilihat banyaknya bermunculan sumber informasi perpustakaan dengan memanfaatkan teknologi informasi termasuk ijogja. Ijogj dikembangkan oleh pemerintah Provinsi Yogyakarta dan dinaungi oleh (BPAD) Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Yogyakarta. Diharapkan aplikasi ijogja dapat digunakan secara maksimal oleh penggunanya. Maka dari itu sudah menjadi keharusan teknologi informasi tersebut mengalami perkembangan sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, data diperoleh dari observasi secra langsung dan dokumentasi. Hasil dari penelitian aplikasi ijogja memiliki banyak seklai fitur yang dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh penggunanya. Dengan pemilihan warna, tata letak, dan icon yang sudah difikirkan dengan baik. Namun, dibalik kelebihannya tersebut palikasi ijogja juga memiliki kekurangan yang dapat diperbaiki agar dapat digunakan secara maksimal. Technological developments seem to be spreading to libraries. It can be seen that many library information sources have emerged using information technology, including Ijogja. Ijogj was developed by the Yogyakarta Provincial government and is overseen by (BPAD) the Yogyakarta Regional Library and Archives Agency. It is hoped that the Ijogja application can be used optimally by its users. Therefore, it has become a necessity for information technology to develop according to the needs of its users. This research uses a qualitative research method with a descriptive approach, data is obtained from direct observation and documentation. The results of the research show that the Ijogja application has many features that can be utilized optimally by its users. With the choice of colors, layout and icons that have been well thought out. However, behind these advantages, application of ijogja also has disadvantages that can be corrected, so that can be corrected to that it can be used optimally

    TANTANGAN DAN PELUANG PRODI IPII IAIN CURUP DALAM MEWUJUDKAN PUSTAKAWAN ERA 5.0

    Full text link
    Penelitian ini mengevaluasi tantangan dan peluang Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII) IAIN Curup dalam mencetak pustakawan profesional di era 5.0. Kekuatan IPII IAIN Curup meliputi pengajaran berbasis keislaman, kompetensi dosen, dan hubungan baik antara dosen dan mahasiswa. Namun, terdapat kelemahan dalam integrasi kurikulum, penguasaan TIK, dan bahan ajar. Peluang perbaikan termasuk pengembangan bahan ajar, peningkatan kompetensi mahasiswa, dan kerja sama dengan berbagai lembaga. Strategi mencakup peningkatan kurikulum dan penguatan kemitraan. This research evaluates the challenges and opportunities of IAIN Curup's Islamic Library and Information Science (IPII) Study Program in producing professional librarians in the 5.0 era. The strengths of IAIN Curup's IPII include Islamic-based teaching, lecturer competence, and good relations between lecturers and students. However, there are weaknesses in curriculum integration, ICT mastery, and teaching materials. Opportunities for improvement include the development of teaching materials, improvement of student competencies, and cooperation with various institutions. Strategies include improving the curriculum and strengthening partnerships

    ANALISIS STRATEGI PROMOSI MUSEUM POS INDONESIA

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa efektif promosi yang dilakukan oleh Museum Pos Indonesia melalui akun media sosialnya. Penulis menggunakan metode literatur dengan pendekatan kualitatif dan juga observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurangnya interaksi akun media sosial Museum Pos Indonesia menyebabkan sedikitnya minat Masyarakat yang ingin berkunjung ke Museum Pos Indonesia. The purpose of this study is to find out how effective the promotion carried out by Museum Pos Indonesia through its social media accounts. The author uses the literature method with a qualitative approach and also observation. The results showed that the lack of interaction of the Museum Pos Indonesia's social media accounts caused little public interest in visiting the Museum Pos Indonesia

    ANALISIS TINGKAT LITERASI INFORMASI BANTARAN SUNGAI CILIWUNG TERKAIT INFORMASI BENCANA BANJIR

    Full text link
    Penelitian ini menganalisis kemampuan literasi informasi masyarakat bantaran Sungai Ciliwung di kelurahan Cawang, Jakarta Timur, khususnya pada RT.02 dan RT.15/RW.03. Tujuannya untuk mengetahui tingkat literasi informasi terkait banjir dan media yang digunakan. Metode yang digunakan adalah survei dan kuesioner berdasarkan model UNESCO dan IFLA. Hasil menunjukkan masyarakat memiliki literasi tinggi, dengan perbedaan signifikan antara RT.02 dan RT.15 dalam evaluasi dan akses informasi. Google dan WhatsApp menjadi aplikasi utama untuk mencari informasi banjir. This study analyzes the information literacy skills of the community along the Ciliwung River in Cawang Village, East Jakarta, especially in RT.02 and RT.15 / RW.03. The aim is to determine the level of information literacy related to flooding and the media used. The method used was a survey and questionnaire based on the UNESCO and IFLA models. The results show that the community has high literacy, with significant differences between RT.02 and RT.15 in information evaluation and access. Google and WhatsApp are the main applications for finding flood information

    KERJASAMA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN BERSAMA FPPTI UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PERPUSTAKAAN

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bentuk kerjasama, manfaat kerjasama, dan tantangan kerjasama yang dilakukan oleh Perpustakaan Universitas Katolik Parahyangan bersama dengan Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan pendekatan secara deskriptif. Bentuk kerjasama yang dimaksud yaitu, kolaborasi dalam perolehan sumber daya perpustakaan, kerjasama dalam penyediaan fasilitas, pengaturan peminjaman antar perpustakaan, metode kerjasama antar perpustakaan, dan kolaborasi dalam pertukaran informasi secara online. The purpose of this study is to determine the form of cooperation, the benefits of cooperation, and the challenges of cooperation carried out by the Universitas Katolik Parahyangan Library together with Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia. The research method used is a qualitative method with a descriptive approach. The form of cooperation in question is collaboration in the acquisition of library resources, cooperation in providing facilities, lending arrangements between libraries, methods of cooperation between libraries, and collaboration in online information exchange

    THE ROLE OF COMMUNITY READING PARKS (TBM) IN LITERACY IMPROVMENT: A LITERATURE STUDY

    Full text link
    Education is one of the determinants of the sustainability of human resources to support progress. Education, in general, is in formal form. One of the non-formal education efforts to increase people's interest in literacy is the Community Reading Parks, commonly called Community Reading Parks. Community Reading Park is a non-formal institution that provides information sources to meet community needs. The existence of TBM is an implementation of the fourth point of the Sustainable Development Goals (SDGs) program related to quality education with subtheme 4.6 literacy and numeracy. Growing interest in literacy is not easy, but requires ongoing innovative activities so people can continue to be active. This research aims to determine how high the interest in literacy is with the community's existence of Community Reading Parks (TBM). The research method uses a literature review study with descriptive explanations. The study in writing the literature review study used sources from the last five years, namely from 2019 to 2023. Data collection techniques were obtained from online literature sources such as Google Scholar by acquiring 30 articles and 15 articles for literature review studies. This research provides results including the role of Community Reading Parks being divided into three categories: 1) The role of  Community Reading Parks in increasing literacy and interest in reading; 2) The role of Community Reading Parks in improving the quality of education; and 3) The role of Community Reading Parks in increasing artistic and cultural creativity. All activities in each Community Reading Park increase literacy and reading interest, support education quality, and increase artistic and cultural creativity. The conclusion from this research is that Community Reading Parks play a role in increasing literacy in the surrounding community with the work programs that have been implemented

    LIBMODO: PLATFROM PENGEMBANGANKOMPETENSI BAGIPENGELOLA PERPUSTAKAAN

    Full text link
    Kegiatan pelatihan untuk pengelola perpustakaan merupakan hal yang dibutuhkan untuk dapat meningkatkan kompetensi dan menjadi seorang profesional. Di era yang semakin modern ini, program pelatihan dapat dilaksanakan dengan memanfaatkan teknologi informasi. Perpustakaan UPI mengembangkan sebuah platform pelatihan berbasis LMS moodle yang diberi nama LibModo. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui analisis sistem platform LibModo berdasarkan Desain Antar Muka, Penggunaan Sistem Informasi, Interaksi Manusia - Komputer, serta Kolaborasi dan Komunitas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif deskriptif dengan analisis data persentase. Berdasarkan hasil penelitian secara keseluruhan platform LibModo sudah memenuhi aspek dalam analisis sistem sebagai platform pelatihan pengembangan kompetensi pengelola perpustakaan dengan analisis sistem yang menunjukan hasil yang sangat baik

    PENGELOLAAN ARSIP STATIS MELALUI SIKN DI DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KOTA BLITAR

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan arsip statis elektronik melalui Sistem Informasi Kearsipan Nasional (SIKN) serta kendalanya di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinperpusip) Kota Blitar. Metode penelitian yang digunakan kualitatif dengan jenis penelitiannya deskriptif. Data diperoleh dari wawancara, observasi, dan dokumentasi yang dilakukan peneliti menggunakan tahapan pengelolaan arsip dari teori pengelolaan arsip statis menurut Saransi (2014) yang dilengkapi dengan teori pengelolaan arsip elektronik menurut Read & Giin (2011) yang terdiri dari penyelamatan dan penciptaan arsip statis; pengolahan dan disposisi arsip statis; penyimpanan arsip statis; pemeliharaan dan pelestarian arsip statis; serta pelayanan, distribusi dan penggunaan arsip statis. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan analisis datanya menggunakan analisis data Milles & Huberman (1992). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan arsip statis elektronik melalui SIKN sudah diterapkan di Dinperpusip Kota Blitar. Namun, dalam pengelolaannya terdapat beberapa kendala seperti server yang sering mengalami maintenance dan downtime; keterbatasan SDM; jaringan internet yang lambat atau tidak stabil; dan keterbatasan khasanah arsip statis. Berdasarkan kendala tersebut peneliti menyarankan untuk peningkatan komunikasi dan koordinasi terkait server, penambahan SDM, upgrade koneksi internet dan jaringan lokal, serta kerjasama dengan berbagai pihak untuk memperkaya koleksi arsip dan meningkatkan pengelolaan arsip di Dinperpusip Kota Blitar. This study aims to describe the management of electronic static archives through the National Archival Information System (SIKN) and its obstacles at the Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinperpusip) Blitar City. The research method used is qualitative with a descriptive type of research. Data were obtained from interviews, observations, and documentation conducted by researchers using the stages of archive management from the theory of static archive management according to Saransi (2014) which is complemented by the theory of electronic archive management according to Read & Giin (2011) which consists of saving and creating static archives; processing and disposition of static archives; storage of static archives; maintenance and preservation of static archives; and service, distribution and use of static archives. Sampling using purposive sampling with data analysis using Milles & Huberman data analysis (1992). The results showed that electronic static archive management through SIKN has been implemented at Dinperpusip Blitar City. However, in its management there are several obstacles such as servers that often experience maintenance and downtime; limited human resources; slow or unstable internet networks; and limited static archive treasures. Based on these obstacles, researchers suggest increasing communication and coordination related to servers, adding human resources, upgrading internet connections and local networks, and collaborating with various parties to enrich archive collections and improve archive management at the Dinperpusip Blitar City

    181

    full texts

    195

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    BIBLIOTIKA : Jurnal Kajian Perpustakaan dan Informasi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇