BIBLIOTIKA : Jurnal Kajian Perpustakaan dan Informasi
Not a member yet
195 research outputs found
Sort by
KEARIFAN LOKAL DALAM CERITA RAKYAT SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK MEMBENTUK LITERASI MORAL SISWA
Penurunan kualitas moral tengah menjangkiti siswa. Salah satu upaya untuk mengatasi krisis moral ialah mengoptimalkan bidang pendidikan, khususnya pembelajaran cerita rakyat. Cerita rakyat mengandung kearifan lokal dan nilai-nilai moral yang baik untuk siswa sehingga dapat dimanfaatkan sebagai media pendidikan karakter. Untuk membentuk literasi moral pada siswa, seorang guru harus menyajikan pembelajaran dengan empat tahapan, yaitu (1) tebak sifat, (2) kontrol diri, (3) pecah kasus, dan (4) ungkap rasa
KORELASI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER KELOMPOK ILMIAH REMAJA (KIR) DENGAN KEMAMPUAN LITERASI INFORMASI
Penelitian ini bertujuan mengukur kualitas kegiatan ekstrakurikuler KIR siswa, kemampuan literasi informasi siswa, dan hubungan kualitas kegiatan ekstrakurikuler KIR dengan kemampuan literasi informasi siswa. Penelitian dengan metode kuantitatif korelasional ini menyimpulkan bahwa mayoritas siswa memiliki kualitas KIR dengan klasifikasi cukup, kemampuan literasi informasi siswa memiliki kualifikasi cukup, dan terdapat hubungan positif antara kegiatan ekstrakurikuler KIR dengan kemampuan literasi informasi siswa
KARAKTERISTIK TES LITERASI MEMBACA PADA PROGRAMME FOR INTERNATIONAL STUDENT ASESSMENT (PISA)
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik tes literasi membaca pada Programme for International Student Asessment (PISA), yang difokuskan pada karakteristik tingkat berpikir dan kompetensi membaca yang diukur, jenis stimulus yang digunakan, ragam tes, dan karakteristik pertanyaan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan teknik analisis isi. Sumber data penelitian adalah soal-soal literasi membaca PISA dari tahun 2000-2009. Hasil analisis menunjukkan bahwa tes literasi membaca PISA didominasi keterampilan berpikir tingkat tinggi yang berupa kemampuan interpretasi, refleksi, dan evaluasi. Jenis kompetensi membaca yang diukur adalah: kemampuan mengungkapkan kembali informasi, mengembangkan interpretasi dan mengintegrasikan, dan merefleksikan dan mengevaluasi teks. Stimulus berupa teks panjang dengan jumlah kata berkisar 135-630, kalimat pertanyaan bersifat kompleks dan ragam tes yang digunakan adalah pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, jawaban singkat, esai tertutup, dan esai terbuka
KONSERVASI KOLEKSI LUKISAN PADA KELOMPOK KERJA PELESTARIAN BAHAN PUSTAKA DI UPT PERPUSTAKAAN PROKLAMATOR BUNG KARNO BLITAR-JAWA TIMUR
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan proses pelestarian bahan pustaka yang meliputi latar belakang, prosedur kegiatan, dan kendala-kendala yang dihadapi saat konservasi lukisan yang dilakukan pada kelompok kerja Pelestarian Bahan Pustaka di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data penelitian yaitu kepala bidang Pengembangan dan Pelestarian Bahan Pustaka dan konservator kelompok kerja Pelestarian Bahan Pustaka, place atau tempat yaitu UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno, dan paper atau kertas (dokumen-dokumen perpustakaan seperti dokumen notulen saat pelatihan, data buku induk, dan katalog koleksi lukisan). Data penelitian ini adalah deksripsi tentang latar belakang, prosedur pelaksanaan, dan kendala-kendala dalam kegiatan konservasi koleksi lukisan pada kelompok kerja Pelestarian Bahan Pustaka UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno. Analisis data yang dilakukan yaitu pengumpulan data terkait kegiatan konservasi koleksi lukisan meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan, diperoleh tiga kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, latar belakang kegiatan konservasi lukisan sebagai salah satu usaha pelestarian bahan pustaka utamanya koleksi lukisan di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno. Kedua, tidak ada pedoman tertulis secara resmi tentang kegiatan konservasi lukisan di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno, namun prosedur yang dilakukan kelompok kerja Pelestarian Bahan Pustaka adalah prosedur konservasi sesuai dengan Prosedur Operasional Standar Observasi Koleksi di Museum yang dikeluarkan oleh Museum Nasional. Ketiga, kendala yang dihadapi pada proses konservasi lukisan adalah keterbatasan kemampuan konservator dalam menangani lukisan kategori kerusakan berat dan keterbatasan pengadaan bahan seperti polyamide textile adhesive welding powder 5065 yang tidak diperjualbelikan di Indonesia
PERAN LITERASI ORANG TUA DALAM PERKEMBANGAN ANAK
Pada abad 21 ini, kebutuhan terpenting dalam setiap individu adalah kompetensi, karakter, dan literasi. Kebutuhan tersebut dapat diterapkan melalui pendidikan dasar yang diberikan oleh orang tua di rumah. Pendidikan dasar yang diberikan oleh orang tua dapat menjadi bekal anak dalam menghadapi lingkungan yang lebih besar. Orang tua di rumah, seharusnya mempunyai persepsi yang baik mengenai kegiatan literasi. Hal itu disebabkan, literasi merupakan kebutuhan yang paling penting di era revolusi industri keempat atau yang disebut revolusi digital ini. Bila dilihat, kegiatan literasi di sekolah dapat dipandang sebagai kegiatan yang berfungsi sebagai “tempelan”, karena durasinya yang hanya 15 menit. Melalui kegiatan literasi yang dibangun dalam lingkungan keluarga, tentu akan berpengaruh dalam perkembangan berbahasa dan pola pikir anak. Jika hal tersebut sudah dilakukan, maka orang tua dapat dikatakan berhasil dalam membentuk individu yang dibutuhkan dalam abad 21. Tahap selanjutnya, anak dapat mengembangkan kompetensi melalui kegiatan belajar mengajar di sekolah dan di masyarakat