BIBLIOTIKA : Jurnal Kajian Perpustakaan dan Informasi
Not a member yet
195 research outputs found
Sort by
MASALAH SOSIAL DALAM CERPEN KOMPAS TAHUN 2012: Deskripsi Masalah, Bentuk Pengungkapan, dan Relevansinya untuk Pendidikan Karakter
Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan berbagai masalah kehidupan dalam cerpen Kompas tahun 2012, menemukan bentuk-bentuk pengungkapnnya, untuk menemukan relevansinya bagi pendidikan karakter. Jenis penelitian yang dipilih adalah kualitatifdeskriptif yang ditopang teori sosiologi sastra, semiotik, hermeneutik, stilistika, dan karakater. Penelitian ini menemukan bahwa cerpen Kompas tahun 2012 menghadirkan sepuluh masalah pokok yaitu masalah religius, etos kerja, ekologi, etika dan moral, keluarga, politik, budaya, gender, pendidikan, dan keamanan. Penelitian menemukan bahwa para penulis cerpen mengungkapkan masalah dalam beberapa gaya bahasa yaitu metofora, alegori, retoris, klimaks, repetisi, paradoks, personifikasi, paralelisme, simbolisme, ironi, sinisme, tautologi, dan perbandingan.Nilai-nilai yang ditemukan dalam cerpen Kompas 2012 berkorelasi dengan nilai-nilai yang diperjuangkan dalam kurikulum berbasis karakter
DONGENG SEBAGAI PEMBENTUK KARAKTER ANAK
Dongeng merupakan cerita yang mengandung nilai-nilaimoral dan sosial yang berguna untuk membentuk karakter anak.Pembentukan karakter anak dapat dilakukan di lingkunganpembelajaran sekolah dan lingkungan rumah atau keluarga. Strategipembentukan karakter anak dilakukan dengan pemberian contoh,pembiasaan membaca dongeng, pembiasaan mendengarkan dongeng,dan penciptaan lingkungan baca yang mendukung
PERANAN PERPUSTAKAAN DAN MUSEUM TEMBAKAU DALAM PELESTARIAN KEBUDAYAAN KOTA JEMBER
Tujuan penulisan artikel ini yaitu memaparkan (1) faktor yang menjadi alasan dilakukan pelestarian tembakau di Kota Jember, (2) pentingnya tembakau bagi masyarakat Kota Jember, (3) peran perpustakaan dan museum tembakau bagi masyarakat Kota Jember serta kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya, dan (4) upaya yang telah dilakukan kaitannya dengan budaya tembakau di Kota Jember dan upaya pengembangan perpustakaan dan museum tembakau kedepannya. Hasil analisis studi kasus yang telah dibahas diketahui bahwa potensi sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) sangat mendukung didalam pengembangan tanaman tembakau dan kebudayaanya. Namun, terdapat beberapa dampak didalamnya misalkan meningkatnya pendapatan pemerintah daerah diringi dengan peningkatan konsumsi rokok di Kota Jember. Selain itu, juga terdapat peran perpustakaan dan museum tembakau dimana budaya tembakau dapat terjaga serta masyarakat memiliki wadah agar selalu mengerti nilai penting adanya budaya tembakau yang menjadi ciri khas dari Kota Jember
PENERAPAN MATRIKS STRATEGIS SISTEM INFORMASI: Studi Kasus di Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah (DPAD) Kota Malang
Dalam artikel ini akan dibahas empat kelompok sistem informasi tersebut yang tertuang dalam matriks strategis sistem informasi Warren McFarlan dan akan dikaitkan dengan perpustakaan khususnya dalam bidang layanan. DPAD Kota Malang telah menerapkan teknologi dan sistem informasi di beberapa kegiatan perpustakaan khususnya di bidang layanan. Metode penelitian ini mengguna metode studi kasus. Dari studi analisis menggunakan strategic matrix Warren McFarlan, diperoleh hasil bahwa posisi sistem informasi di DPAD Kota Malang dalam kategori kelompok pertama ‘support’, yaitu sistem informasi kepegawaian; kelompok kedua ‘factory’, yaitu sistem informasi data anggota; kelompok ketiga ‘turnaround’, yaitu sistem web chat; dan kelompok keempat ‘strategic’, yaitu sistem OPAC
PERAN LITERASI BUDAYA DALAM SASTRA LISAN
Texts cannot be separated from its context in order to reach the deeper understanding of the text’s significances. The same is thrue with the text of Murwakala . The readers will be able to get better understanding of Murwakala’s significances when the readers have got sufficient knowledge of wayang (shadow theater) and ruwatan. It happens because the Javanese have certain way how to have a look wayang. This article is aimed at presenting the importance of having cultural literacy in understanding the significance of the oral tradition
IMPLEMENTASI PRESERVASI DIGITAL KOLEKSI KARYA ILMIAH DI PERPUSTAKAAN MAULANA MALIK INBRAHIM MALANG
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan deskripsi mengenai kegiatan preservasi digital dan kendala yang dihadapi dalam kegiatan preservasi digital koleksi karya ilmiah di Perpustakaan UIN Maliki Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Lokasi pengambilan data untuk keperluan penelitian ini bertempat di Perpustakaan UIN Maliki Malang. Pengumpulan datanya dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun instrumennya terdiri atas instrumen utama yaitu peneliti sendiri dan instrumen penunjang diantaranya pedoman wawancara, Pedoman observasi dan study dokumentasi. Prosedur analisis datanya dimulai dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kegiatan preservasi digital yang dilakukan Perpustakaan UIN Maliki Malang cukup baik. Prosedur preservasi digital yang dilakukan di mulai dari tahapan penggunaan digitalisasi sebagai tehnik preservasi dan upaya menjaga koleksi digital agar tetap hidup mampu menjaga koleksi digital di perpustakaan UIN Maliki Malang dalam keadaan baik. Meskipun demikian, hal itu belum menjamin. Oleh karena itu perlu dilakukan strategi lain diantaranya emulasi, arkeologi data, mengubah ke bentuk analog dan pemanfaatan koleksi digital
MANAJEMEN SISTEM INFORMASI DI PERPUSTAKAAN SMK NEGERI 3 MALANG
Penyelenggaraan perpustakaan disetiap instansi baik lembaga pendidikan maupun non-pendidikan berperann sebagai pusat dan sumber segala informasi. Saat ini banyak jenis-jenis perpustakaan, salah satunya perpustakaan sekolah, perpustakaan yang berada di lingkungan sekolah yang tentu memiliki peran sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah. Sejalan dengan perkembangan teknologi informasi dan ilmu pengetahuan, perpustakaan tentu juga harus mengikuti perubahan tersebut guna memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pengguna perpustakaan. Namun, tersedianya perlengkapan teknologi informasi di perpustakaan saja tidak cukup jika tidak kelola dengan manajemen sistem informasi. Perpustakaan SMK Negeri 3 Malang menerapkan sistem automasi perpustakaan dalam memberikan pelayanan di perpustakaan. Hasil temuan dari kegiatan PKL (Praktik Kerja Lapangan) dan observasi yang dilakukan oleh penulis melihat fakta di lapangan terkait penerapan sistem automasi di Perpustakaan SMK Negeri 3 Malang tidak sepenuhnya berperan dalam kegiatan operasional di perpustakaan tersebut. Mengacu pada teori manajemen sistem informasi di perpustakaan dan observasi oleh penulis akan menjabarkan analisis terkait penerapan sistem informasi di Perpustakaan SMK Negeri 3 Malang
IMPLEMENTASI PERKEMBANGAN SISTEM INFORMASI MENGGUNAKAN LIMA TAHAP SKENARIO EVOLUSI DI PERPUSTAKAAN SMK NEGERI 4 MALANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis perkembangan sistem informasi dengan mengimplementasikan lima tahap skenario evolusi dalam organisasi atau perusahaan. Penelitian mengambil sampel perpustakaan sekolah yaitu perpustakaan SMK Negeri 4 Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpustakaan SMK Negeri 4 Malang sudah menerapkan lima tahap evolusi, yaitu dengan menerapkan teknologi Laser
MENENTUKAN SKALA PRIORITAS SISTEM INFORMASI LAYANAN OPAC STUDI KASUS DI BADAN PERPUSTAKAAN UMUM DAN ARSIP DAERAH KABUPATEN TULUNGAGUNG
Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menganalisis Layanan OPAC dengan menentukan skala prioritas sistem informasi studi kasus di Badan Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini menggunakan metode data analisis secara kualitatif. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh kesimpulan penelitian sebagai berikut. Strategic System Information (SIS) dapat dicontohkan seperti pada sebuah perpustakaan yang menerapkan layanan OPAC sebagai media penelusuran informasi perpustakaan. Potential Strategic System Information (PSIS) dapat dicontohkan seperti sebuah perpustakaan yang mempunyai kegiatan pengentrian data katalog pada OPAC yang harus sesuai dengan aturan AACR2 (Anglo American Cataloguing Rules Ed Red.2). Critical Information System (CIS) dapat dicontohkan pada sebuah perpustakaan yang memunyai sistem database atau program untuk mengelola perpustakaan. Dan yang terakhir Vital Information System (VIS) dapat dicontohkan pada sebuah perpustakaan memunyai admin atau pegawai yang bertugas pada layanan OPAC
MENENTUKAN SKALA PRIORITAS SISTEM INFORMASI: Studi Kasus pada Website UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno
Artikel ini bertujuan memaparkan penentuan skala prioritas sistem informasi di sebuah organisasi atau perpustakaan berdasarkan kerangka matriks Warren McFarlan, yaitu Strategic System Information (SIS), Potential Strategic System Information (PSIS), Critical Information System (CIS), dan Vital Information System (VIS). Pada website UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno diterapkan skala prioritas karena berbagai pilihan menu yang ada dapat diukur tingkat kepentingannya. Website sendiri dijadikan sebagai Strategic Information System, lalu terdapat pilihan menu kontak sebagai Potential Strategic Information System, dan database website sebagai Critical Information System serta pilihan menu tata tertib sebagai Vital Information System. Penentuan skala prioritas sistem informasi tersebut berdasarkan pengamatan terhadap kedudukan fitur-fitur yang terdapat pada website resmi perpustakaan. Keseluruhan jenis skala prioritas tersebut terdapat pada website perpustakaan