Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF)
Not a member yet
769 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI PERHITUNGAN DELAY SIGNAL RADAR SEKUNDER PADA MICROCONTROLLER
Tulisan ini membahas implementasi perhitungan delay waktu signal radar sekunder pada microcontroller dengan menghitung nilai maximum signal beacon yang diterima oleh radio receiver. Algoritma yang digunakan adalah menentukan nilai maksimum dan index signal yang telah diakuisisi oleh microcontroller dan kemudian dirubah menjadi jarak. Signal beacon dikondisikan berupa sinus dengan salah satu gelombang mempunyai amplitudo yang lebih besar dibanding dengan yang lain. Percobaan yang telah dilakukan menunjukkan hasil perhitungan yang sama akurat dibanding dengan menggunakan PC. Implementasi ini dapat mereduksi beban kerja PC dalam memproses signal radar sekunder
PENYELESAIAN KNAPSACK PROBLEM MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA
Keterbatasan wadah yang digunakan saat memilih barang yang akan dibawa merupakan perhatian utama pada kasus distribusi dari sekian banyak barang yang harus di distribusikan, yang masing-masing memiliki berat dan harga. Permasalahan ini dinamakan Knapsack Problem. Untuk menyelesaikan masalah ini, banyak algoritma yang dapat digunakan. Salah satunya yakni Algoritma Genetika. Algoritma ini bekerja dengan sebuah populasi yang terdiri dari individu-individu, yang masing-masing individu merepesentasikan sebuah solusi yang mungkin bagi persoalan yang ada untuk selanjutnya mengalami proses seleksi, pindah silang dan mutasi sehingga didapatkan populasi baru yang memberikan solusi yang mendekati solusi optimal. Aplikasi ini dibangun dengan menggunakan bahasa C
SISTEM PAKAR BERBASIS WEB PENENTU PASAL TINDAK PIDANA NARKOTIKA
Narkotika merupakan zat yang sangat berbahaya bagi manusia, dan orang yang terkait kasus narkotika juga akan mendapatkan hukuman sesuai dengan UU No.22 Tahun 1997. Masalah hukum tindak pidana narkotika dalam UU tersebut cukup kompleks sehingga sulit bagi orang awam untuk mengerti dan memilah pasal-pasal yang mengatur kasus hukum. Sehingga perlu ada sebuah aplikasi sistem pakar untuk membantu memahami dan memilah pasal-pasal yang terlibat dalam kasus hukum. Pengembangan sistem pakar ini mengunakan metode forward chaining, yaitu proses memulai pencarian dari premis atau data menuju pada kesimpulan. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode waterfall (air terjun), bahasa pemrograman yang digunakan PHP, basis data Mysql dan menggunakan Macromedia Dreamweaver. Tujuan dari sistem pakar ini adalah untuk menentukan pasal-pasal KUHP yang terlibat dalam sebuah kasus pidana narkotika. Hasil akhir yang didapat berupa pasal pidana yang terlibat, bunyi dan sanksi pidana dari pasal tersebut
PERANCANGAN MODEL TATA KELOLA KETERSEDIAAN LAYANAN TI MENGGUNAKAN FRAMEWORK COBIT PADA BPK-RI
Penerapan Teknologi Informasi pada sebuah organisasi memerlukan sumber daya yang besar tidak hanya finansial, juga waktu dan energi. Resiko terjadinya kegagalan juga tidak bisa dikatakan kecil. Namun di samping itu, penerapan Teknologi Informasi juga memberikan peluang-peluang untuk peningkatkan produktifitas organisasi yang sudah berjalan. Badan Pemeriksa Keuangan – Republik Indonesia (BPK-RI) adalah lembaga negara yang bertugas memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. Untuk dapat mewujudkan visi dan misinya, TI memberikan kontribusinya dengan menjalankan peran strategis yang dirumuskan dalam Rencana Strategis TI BPK-RI. Salah satu kebutuhan bisnis yang penting adalah mengelola TI sehingga dapat memiliki kapabilitas dan ketersediaan yang mencukupi, sehingga dapat menjadi medium komunikasi bagi para stakeholder-nya. Untuk itu diperlukan panduan yang dapat menjadi acuan dalam mengelola ketersediaan layanan TI. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa proses-proses TI yang terkait dengan ketersediaan layanan TI yaitu DS3 (Manage Performance and Capacity) dan DS4 (Ensure Continuous Service) sebagian besar berada pada tingkat kedewasaan 2 (Repeatable but Intuitive). Sedangkan manajemen mengharapkan bahwa sebagian besar atribut pada proses-proses tersebut minimal berada pada tingkat kedewasaan 4 (Managed and Measurable). Untuk mengatasi kesenjangan tersebut, pada penelitian ini disusun rekomendasi-rekomendasi yang bertujuan untuk meningkatkan kematangan sesuai yang diharapkan. Rekomendasi juga dilengkapi dengan outcome measure dan performance indicator serta draft kebijakan yang dapat menjadi panduan dalam mengelola ketersediaan layanan TI berdasarkan kerangka kerja COBIT
SISTEM KONSULTASI DAN LAPORAN PEMBIMBINGAN TUGAS AKHIR
Program Studi Informatika mempunyai students body sebanyak 1350 mahasiswa. Mahasiswa yang mengambil tugas akhir sebanyak 256 orang dari angkatan 2003 hingga 2006. Jumlah pembimbing menurut SK yang diterbitkan oleh rektor No. 50 Tahun 2008, adalah pembimbing I sebanyak 6 orang dan pembimbing II sebanyak 9 orang. Jumlah mahasiswa yang harus dibimbing oleh pembimbing I kurang lebih 40 orang. Dengan melihat beban kerja dosen yang berat dengan jumlah bimbingan tugas akhir yang banyak mengakibatkan dosen pembimbing TA kurang optimal dalam memberikan bimbingan. Terlebih mahasiswa yang menunda-nunda pengerjaan TA. Ketidakoptimalan dosen pembimbing dalam membimbing mahasiswa sangat berpengaruh pada waktu melakukan bimbingan TA menjadi lama, tidak fokus pada topik, dan sulitnya mahasiswa jika ingin menemui dosen untuk bimbingan. Dampak bagi prodi dari hal ini adalah menurunnya produktifitas prodi. Makalah ini akan membahas perancangan dan implementasi aplikasi sistem konsultasi dan laporan pembimbingan tugas akhir berbasis web. Aplikasi ini dijalankan dan terintegrasi dengan sistem di IT CENTER
SISTEM INFORMASI GARDU INDUK DAN GARDU DISTRIBUSI PLN
Sistem Informasi Monitoring Gardu Induk dan Gardu Distribusi PLN merupakan suatu bentuk sistem informasi yang berfungsi untuk memantau keadaan Gardu Induk dan Gardu Distribusi PLN dengan memanfaatkan jaringan internet. Informasi hasil pemantauan akan ditampilkan pada sebuah website. Sistem informasi monitoring gardu induk diperlukan karena sistem SCADA yang ada tidak menjangkau gardu distribusi. Sistem informasi ini digunakan oleh operator gardu induk serta Unit Pembagi Beban ( UPB ) untuk mengetahui keadaan trafo serta beban daya listrik. Informasi beban daya listrik digunakan apabila beban bertambah maka frekwensinya akan turun sehingga PLN harus menambah daya demikian juga sebaliknya apabila beban turun maka PLN akan mengurangi daya yang ada. Informasi yang ditampilkan pada website tersebut berupa tegangan, arus dan suhu trafo Gardu Induk dan Gardu Distribusi. Monitoring Gardu induk dan Gardu Distribusi dilakukan dengan cara mengukur tegangan, arus dan suhu dari gardu induk/distribusi oleh suatu peralatan elektronik kemudian ditampilan pada layar komputer yang selanjutnya dikomunikasikan melalui jaringan internet
RANCANG BANGUN SISTEM PENCEGAHAN PENYUSUPAN PADA JARINGAN KOMPUTER BERBASIS CYBEROAM
Peningkatan kebutuhan manusia terhadap teknologi informasi memicu meningkatnya kebutuhan sistem komputer dalam memenuhi kebutuhan dimaksud. Salah satunya adalah peningkatan penggunaan jaringan komputer, untuk menunjang kebutuhan yang meningkat terkadang mendorong penambahan perangkat jaringan komputer bahkan penambahan kapasitas bandwidth sebagai solusi tanpa memperhatikan lalu lintas data dan informasi pada jaringan komputer itu sendiri, sehingga menjadi percuma mengingat kenyataan yang terjadi yakni banyaknya penggunaan jaringan komputer untuk kebutuhan yang tidak diperlukan termasuk adanya penyusupan ke dalam jaringan komputer
ANALISIS POLA KEPUTUSAN TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK MENJAMIN KESELARASAN TI DENGAN TUJUAN FUNGSI BISNIS ENTERPRISE
Saat ini teknologi informasi (TI) memiliki peran yang penting dalam meningkatkan keunggulan bersaing bagi organisasi atau enterprise, karena TI dapat menciptakan value bagi organisasi. Suatu organisasi untuk dapat bertahan hidup dan bersaing, sangat bergantung pada TI sebagai salah satu enabler untuk pencapaian visi, misi, tujuan dan sasaran organisasi. Tak terkecuali dengan Institusi X, merupakan sebuah organisasi yang mempunyai fungsi sebagai aparatur konsultatif perwakilan Kantor Pendidikan dan Kebudayaan setempat, yang menjadikan TI sebagai inti dan penunjang proses bisnisnya. Untuk mencapai hal tersebut diperlukan suatu pengelolaan TI yang ada secara terstruktur. Tata kelola TI merupakan struktur hubungan dan proses untuk mengarahkan dan mengendalikan organisasi untuk mencapai tujuannya, dengan menambahkan nilai ketika menyeimbangkan risiko dibandingkan dengan TI dan prosesnya. Dalam penelitian ini dilakukan analisis pola keputusan tata kelola TI, untuk menetapkan suatu rekomendasi yang berupa pemetaan dan penetapan 5 (lima) kunci keputusan dengan pola keputusan TI, terdiri dari prinsip TI, arsitektur TI, infrastruktur TI, aplikasi bisnis dan investasi TI, serta unsur-unsur yang terlibat dapat berperan sesuai kapasitas dan tujuannya masing-masing. Rekomendasi tata kelola TI dibuat guna menjamin bahwa TI selaras dengan tujuan serta sasaran fungsi bisnis yang ada di Institusi X, sehingga kinerja TI menjadi optimal dan patuh terhadap regulasi yang berlaku. Kerangka kerja tata kelola TI yang digunakan dalam penelitian ini, adalah menggunakan pendekatan tata kelola TI Peter Weill dan Jeanne W. Ross, dari MIT, Boston, Massachusetts
PENGEMBANGAN MODEL SISTEM INFORMASI PENILAIAN KINERJA RUMAH SAKIT
The increasing of the competition at health and hospital service as well as society awareness on their rights in health makes the quality of the hospital service need to be concerned. The assesement on hopital service is the basic plan for the betterment and improvement of the hospital quality. In relation to this, a model of information system of hospital service assessment is needed as the initiation of the quality improvement activity. This research was conducted to develop a system information model which can be used to assess the hospital service. In order to achive this goal; the researcher used a model of waterfall system development method and supportive tool through proccess model approach. This research offered an integrated system information model into supportive software that can be used to meassure the hospital work service
DAMPAK EKONOMI MAKRO BENCANA : INTERAKSI BENCANA DAN PEMBANGUNAN EKONOMI NASIONAL
Banyak laporan kerugian bencana terbatas untuk menilai penggantian infrastruktur fisik, dan tidak mencakup dampak potensial bencana pada sistem ekonomi regional atau nasional. Meskipun ada diskusi yang berkembang dalam literatur tentang manfaat dari pendekatan yang berbeda untuk bencana secara kontras dapat melihat manfaat ontologis dan perkembangan yang berfokus pada kerugian manusia atau fisik, ada kekurangan penekanan pada isu yang lebih mendasar dalam menghitung dampak ekonomi dari bencana pada lingkup ekonomi makro. Dalam makalah ini akan meninjau metodologi yang lebih holistik dan melihat bencana dan mitigasi bencana yang menempatkannya dalam proses pembangunan. Keluar dari tradisi modernis yang telah menempatkan \u27bencana\u27 dan \u27pembangunan\u27 secara terpisah dalam pengelolaan lingkungan yang komprehensif. Makalah ini akan menjelaskan dampak bencana, termasuk pada sisi ekonomi. Pada mitigasi bencana pengamatan sisi ekonomi makro menunjukkan bahwa beberapa variabel ekonomi makro memungkinkan terpengaruh atau terkena dampak bencana. Bencana dirasakan pada skala spasial, tetapi di sini kita fokus pada dampak bencana pada tingkat negara-bangsa atau nasional, wilayah sub-, yang tetap unit utama dalam perencanaan pembangunan. Makalah ini menyajikan tinjauan terhadap interaksi bencana dan pembangunan ekonomi nasional dan menyajikan sebuah kerangka kerja untuk analisis yang lebih holistik dari dampak makroekonomi bencana, dan mendiskusikan interaksi bencana dengan proses pembanguna