Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF)
Not a member yet
769 research outputs found
Sort by
DASHBOARD INFORMATION SYSTEM BERBASIS KEY PERFORMANCE INDICATOR
Pemimpin organisasi membutuhkan akses terhadap informasi strategis untuk melakukan monitoring, pengukuran kinerja, dan menyoroti adanya anomali pada organisasi. Sementara secara tradisional organisasi tidak memiliki tool enterprise performance management (EPM) yang efektif untuk melaksanakannya. Kegiatan monitoring, pengukuran kinerja, dan identifikasi terhadap anomali biasanya dilakukan seadanya, melalui laporan bagian terkait, dan disampaikan pada sebuah rapat. Akibatnya proses monitoring, pengukuran kinerja, dan identifikasi terhadap anomali organisasi membutuhkan sumber daya yang banyak. Bahkan, kadangkala hasilnya juga tidak mencerminkan kinerja dan anomali yang sesungguhnya. Untuk itu, paper ini membahas tentang pengembangan aplikasi dashboard information system (DIS) berbasis key performance indicator (KPI) sebagai tool EPM. Aplikasi DIS berbasis KPI dikembangkan menggunakan metode data URL (uniform resource located). Dalam implementasinya, untuk memberikan tampilan grafik yang interaktif dan kuat pada executive dashboard, digunakan software FusionChart dan XML (eXtensible Markup Language ) sebagai data interface. Berdasarkan hasil uji coba dan analisis yang telah dilakukan, diketahui bahwa aplikasi DIS berbasis KPI sebagai tool EPM yang dikembangkan pada penelitian ini dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas organisasi dalam melakukan monitoring, pengukuran kinerja, dan identifikasi terhadap anomali yang terjadi. Peningkatan efisiensi dan efektivitas tercapai karena aplikasi DIS yang dihasilkan dapat menampilkan informasi strategis berdasarkan KPI yang telah ditetapan dalam bentuk dashboard, interaktif, real time, dan visual
PERBANDINGAN PROSES PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK MODEL SPIRAL DAN CLEANROOM
Perangkat lunak saat ini sangat berperan dalam kehidupan manusia diberbagai bidang baik secara individu maupun sosial. Perangkat lunak bahkan memiliki peran yang sangat kritis dalam bidang tertentu dimana kesalahan atau error menjadi hal yang sangat serius. Kebutuhan manusia yang berubah-ubah juga berpengaruh terhadap perkembangan perangkat lunak yang mau tidak mau harus dapat ikut berubah. Model proses pengembangan perangkat lunak evolusioner memungkinkan adanya perubahan terhadap perangkat lunak. Model spiral dan Cleanroom adalah model pengembangan evolusioner dan memberikan perhatian yang lebih terhadap kesalahan perangkat lunak. Dua model ini sudah sangat diperhitungkan dan banyak digunakan pada proyek skala besar dan kritis. Paper ini akan membandingkan Model proses pengembangan spiral dan cleanroom
PENGGUNAAN GIS PADA RANCANGAN PEMANFAATAN LAHAN DI DISTRIK AROBA KABUPATEN TELUK BINTUNI, PROVINSI PAPUA BARAT
Tujuan penelitian adalah menyusun pengembangan lahan untuk kegiatan pertanian dengan kesesuaian lahannya berdasarkan analisis kondisi dan potensi bio-geo-fisik lingkungan. Lokasi penelitian adalah di Distrik Aroba Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat. Metode yang digunakan adalah survey, Overlay dan maching. Survey lapangan untuk mendapatkan data sekunder yaitu data iklim dan suhu udara, sedangkan data primer yang diambil di lapangan adalah pengamatan satuan batuan, pengeboran titik sampel tanah, pengamatan profil tanah, pengamatan sifat fisik dan kimia tanah di lapangan, pengamatan drainase, kemiringan lereng, pengambilan sampel air sumur dan sungai, pengamatan tanaman tahunan dan semusim. Disamping pengambilan data bio geo fisik juga dilakukan FGD(focus Group discussion) kepada tokoh masyarakat untuk menjaring keinginan masyarakat Aroba terhadap keinginan komoditas tanaman yang akan dikembangkan. Analisis laboratorium tanah yang dilakukan adalah: KPK, Basabasa tertukar: Ca, Mg, K, Na, pH (H2O) dan pH (KCl), daya hantar listrik tanah, kadar bahan organic, Kadar N total, Kadar P total, Kadar Al tertukar. Data analisis untuk air adalah pH dan DHL. Hasil dari penelitian merekomendasikan Tanaman Pangan (jagung,padi gogo dan Sagu),Tanaman Industri (Kakao dan cengkeh) , Tanaman Buah( Rambutan , Durian, Mangga, dan pisang dengan beberapa faktor kendala yaitu ketersediaan oksigen, bahaya sulfide, retensi hara, Sodisitas, dan media perakaran
PENGEMBANGAN GAME PEMBELAJARAN OTOMATA FINIT
Sebagai sebuah proses, belajar didefinisikan sebagai sebuah pengembangan pengetahuan baru oleh seorang pembelajar. Belajar merupakan hasil dari interaksi pembelajar dengan informasi di dalam suatu lingkungan tertentu. Perkuliahan adalah suatu proses belajar di dalam lingkungan perguruan tinggi. Selain kelas sebagai tempat bertemunya mahasiswa dan dosen, lingkungan belajar di perguruan tinggi juga meliputi metode dan media pembelajaran. Penggunaan teknologi sebagai media dan perangkat pembelajaran membawa harapan terciptanya proses belajar yang efektif dan efisien. Namun demikian tidak serta merta penggunaan teknologi memberikan kontribusi yang positif bagi proses belajar. Game adalah media untuk melakukan aktifitas bermain. Game menjadi menarik karena memiliki tantangan dan aturan yang dikemas dengan suatu skenario tertentu. Dari satu sisi, aktifitas bermain game dipandang sebagai suatu aktifitas yang tidak produktif. Namun demikian, disisi lain bermain game dapat dipandang sebagai sebuah aktifitas belajar. Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah mengembangkan game sebagai media intruksional untuk digunakan sebagai alat bantu ajar Matakuliah Teori Bahasa Otomata materi Otomata Finit. Rancangan dari game yang dikembangkan dievaluasi sebelum diimplementasikan pada aktivitas perkuliahan. Hasil evaluasi digunakan untuk menilai efektifitas rancangan dan penggunaan game sebagai media pembelajaran
OPTIMAL POWER FLOW: MODELING AND SIMULATION, SOLUTION METHODS, AND ITS APPLICATION USING POWERWORLD SOFTWARE®
Optimal power flow has been used to solve a large class of problems in the power industry, including planning, generation dispatch, and security constrained dispatch. The OPF problem can be described as the cost of minimization of real power generation in an interconnected system where real and reactive power, transformer taps, and phase-shift angles are controllable and a wide range of inequality constraints are imposed. It is a static and a nonlinear optimization problem. In this paper, we will try to see how the OPF is modeled and simulated using powerworld software®, and what solution methods can be used to implement the models. Applications of the optimal power flow methods will also be analyzed based on this software
APLIKASI KLASIFIKASI DOKUMEN MENGGUNAKAN METODA NAÏVE BAYSIAN
Suatu makalah yang diterima atau didapatkan oleh sebuah institusi atau perorangan melalui berbagai sumber merupakan makalah dengan berbagai macam klasifikasi. Misalnya suatu perpustakaan perlu memilah-milah dokumen atau makalah yang diterima ke dalam berbagai kategori. Sebagai contoh suatu makalah dapat merupakan salah satu dari kateogri berikut : Komputer, Elektro / elektronika, Teknik Sipil, Teknik Industri, Ekonomi dan kedokteran. Banyak metode yang dapat digunakan untuk melakukan proses klasifikasi terhadap data, salah satu yang akan digunakan adalah dengan menggunakan metode Naïve Bayessian. Dengan menggunakan metoda ini perlu adanya pembelajaran terlebih dahulu sebelum program dapat digunakan untuk melakukan klasifikasi dokumen / makalah. Pertama-tama program diberi sejumlah input berupa data dokumen / makalah yang sudah diklasifikasikan terlebih dahulu. Setelah cukup banyak data makalah / dokumen untuk setiap kategorinya, maka program sudah siap digunakan untuk melakukan klasifikasi dokumen
RANCANG BANGUN JARINGAN PEER TO PEER DENGAN KONSEP SEMANTIC OVERLAY NETWORKS
Peer-to-peer adalah sebuah aplikasi yang menghandle resource dari sejumlah autonomous participant atau user yang terkoneksi secara mandiri. Artinya user dapat mengoneksikan dirinya sesuai dengan keinginannya, tidak terikat oleh struktur jaringan secara fisik. Peer-to-peer menjadi sebuah alternatif aplikasi untuk mencari resource tertentu yang tidak ada di website ataupun alternatif untuk berbagi resource tanpa sebuah web server yang harganya masih tergolong mahal. Di dalam penelitian ini, dikembangkan sebuah aplikasi peer-to-peer yang menerapkan metode semantic overlay networks dalam membangun jaringan. Metode ini membagi peer yang terkoneksi didalam sebuah jaringan berdasar pada kontent dari file yang dishare. Koneksi tersebut tidak lagi dibagi secara random seperti pada sistem peer-to-peer yang ada sekarang ini. Metode ini menyebabkan peer-peer dengan kesamaan konten berada dalam grup yang sama sehingga kemungkinan untuk mendapatkan file atau resource yang dicari akan semakin besar. Selain itu, penggunaan konsep jaringan secara hirarki, memungkinkan untuk lebih mengoptimalkan pencarian, karena apabila sebuah resource tidak bisa ditemukan pada sebuah grup, pencarian akan dilakukan digrup yang lebih umum dari grup tersebut. Keunggulan dari dikembangkannya sistem ini adalah dapat mengurangi waktu pencarian resource, juga yang tidak kalah pentingnya adalah mengurangi beban jaringan, karena query yang tidak diperlukan tidak akan dilewatkan dalam jaringan tersebut
KONFIGURASI LAYANAN IPTV PADA METRO ETHERNET ACCESS
Kebutuhan akan komunikasi meningkat pesat, sepesat perkembangan teknologi perangkat pendukung komunikasi tersebut. Konvergensi layanan ke arah content menuntut perkembangan berbagai perangkat lainnya. Perangkat video conference, perangkat telepon berbasis IP (Internet Protocol) atau perangkat VoIP, video streaming atau video on demand, ukuran data yang semakin besar, dan banyak lagi perkembangan komunikasi membuat infrastruktur dan servis-servis yang tersedia tidak mencukupi lagi. Jika ditinjau dari segi teknologi, Metro Ethernet Access dapat dimanfaatkan untuk beragam layanan semisal : Ethernet Internet Services, Ethernet Transparent LANs Services (LAN to LAN), TDM Services (E1), Metro Ethernet Private Line Services (VPN), Customize Ethernet Private Network. Setali tiga uang, hadirnya layanan IPTV yang mengusung berbagai aplikasi seperti High Definition TV, Interactive TV, Video on Demand, Personal Video Recorder hingga High Speed Internet dipandang sebagai energi baru bagi perusahaan-perusahaan penyedia layanan telekomunikasi untuk semakin mengembangkan sayapnya. Hal ini turut didukung oleh ramalan perkembangan pelanggan IPTV yang dilakukan oleh Gartner yang memprediksi bahwa sekitar 37 juta unit layanan IPTV akan segera digunakan di seluruh dunia pada tahun 2010. Pada prinsipnya IPTV dapat dilewatkan melalui backbone MPLS dimana didalam IPTV service terdapat dua layanan yakni VOD dan BTV. Dalam hal ini BTV (Brodband TV) menggunakan paket multicast sedangkan VOD(Video on Demand) menggunakan paket unicast. Untuk mengusung service IPTV ini dapat disolusikan dengan Metro Ethernet memanfaatkan Layer 2 dan atau Layer 3
IMPLEMENTASI PORTAL LAYANAN BAGI ORANG TUA MAHASISWA PADA PERGURUAN TINGGI
Upaya untuk meningkatkan layanan kepada para stakeholder, kerap kali dilakukan oleh perguruan tinggi dengan harapan kualitas layanan dan image dari suatu perguruan tinggi dapat ditingkatkan. Stakeholder dari perguruan tinggi sendiri dapat dikelompokkan menjadi calon mahasiswa, mahasiswa, orang tua mahasiswa, dosen, industri, alumni, staff dan pimpinan perguruan tinggi. Dengan banyaknya jumlah stakeholder yang ada, penelitian kali ini lebih difokuskan kepada stakeholder orang tua mahasiswa. Penelitian dilakukan dengan cara membangun suatu portal layanan bagi orang tua mahasiswa yang dapat digunakan untuk mendapatkan informasi secara lengkap terkait dengan kegiatan akademik mahasiswa. Adapun hasil akhir dari penelitian ini adalah sebuah portal/website yang dapat digunakan oleh perguruan tinggi untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada orang tua mahasiswa
ANALISA INDEKS WAV UNTUK LAGU DANGDUT DAN POP
Media Audio merupkan media yang banyak digunakan dalam multimedia. Data WAV merupakan salah satu data lagu yang dapat diindeks untuk mencari perbedaan lagu dangdut dan lagu pop. Kedua jenis lagu tersebut banyak dipakai dan merupakan dua jenis lagu yang diidentifikasi berbeda. Bagaimana suatu indeks wav untuk mencari perbedaan kedua lagu tersebut dengan Average Energy. Data yang dioleh dengan Average Energy kemudian di kalkulasikan menjadi suatu data yang dapat dicari perbedaan pada sampling data yang diambil. Menghitung Average Energy dengan 100 sampling dat