Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF)
Not a member yet
    769 research outputs found

    PEMANFAATAN TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS SEBAGAI SEBUAH SOLUSI PADA PENGATURAN RUTE ANGKUTAN UMUM PADA DINAS LALU LINTAS ANGKUTAN JALAN (DLLAJ) SURAKARTA

    Get PDF
    Perkembangan dunia sudah berjalan begitu pesat seiring meningkatnya kemampuan manusia dalam mengolah informasi. Data-data yang diperlukan dapat diolah sedemikian rupa agar mampu menjadi informasi yang bersifat akurat, tepat waktu dan relevan. Tetapi kompleksitas masalah manusia semakin meluas, dan menjadikannya tidak cukup hanya dengan mencari jawaban atas pertanyaan subyektif, seperti pengidentifikasian sebuah objek. Pertanyaan lokasional, seperti pencarian letak, dan pertanyaan kondisional tentang karakteristik fenomena pada sebuah objek, menjadi faktor penting lain yang harus dipertimbangkan agar data mampu memenuhi syarat menjadi sebuah informasi yang mendukung kehidupan manusia. Begitu pula dengan adanya pertambahan populasi dan dinamika masyarakat yang tinggi membuat data bereferensi geografis atau data geospasial menjadi cepat kadaluarsa. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah sistem informasi yang mampu menangani data geospasial agar menjadi lebih mudah dicari, dianalisis dan direpresentasikan serta memudahkan revisi dan pemutakhiran data. Sistem informasi seperti ini dikenal dengan Sistem Informasi Geografis. Sistem ini digunakan untuk memasukkan, menyimpan, memanggil kembali, mengolah, menganalisis, dan menghasilkan data geospasial untuk mendukung pengambilan keputusan dalam perencanaan dan pengelolaan penggunaan lahan, sumber daya alam, lingkungan transportasi, fasilitas kota, dan pelayanan umum lainnya.Surakarta adalah kota yang menjadi barometer kemajuan di Propinsi Jawa Tengah. Letaknya yang sangat strategis, karena berbatasan dengan dua propinsi lainnya, menjadikannya sebagai kota dagang dan industri yang berkembang pesat. Selain memusatkan kemajuan di bidang  perdagangan dan industri, Surakarta juga terkenal sebagai pusat budaya Jawa Tengah sekaligus berpotensi wisata yang tinggi, baik wisata alam, budaya, maupun pendidikan. Potensi kota yang tinggi ini menuntut masyarakat Surakarta untuk selalu dinamis. Dukungan infrastruktur transportasi kota mutlak diperlukan untuk mendukung dinamika masyarakat. Hal itu dapat terbukti dengan fakta bahwa terminal angkutan umum di Surakarta adalah terminal terbesar dan tertinggi aktifitasnya di Jawa Tengah.Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ) Surakarta sebagai instansi yang bertanggungjawab pada permasalahan ini akan terbantu dengan adanya sistem informasi geografis dalam mengolah dan memvisualisasikan data-data geografis untuk mendukung proses pengambilan keputusan. Pengaturan rute secara manual selain tidak efisien dan efektif dari sisi biaya dan waktu, kesalahan yang dilakukan bisa berdampak pada buruknya produktifitas  masyarakat dan memicu masalah yang lebih kompleks. Dengan adanya dukungan sistem informasi geografis yang berfokus pada pengaturan rute angkutan umum di Surakarta, diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam membangun infrastruktur kota untuk kehidupan yang lebih baik

    PENILAIAN SITUS PEMERINTAH DAERAH DI PROVINSI DKI JAKARTA, BENGKULU, JAMBI, DAN BANGKA BELITUNG

    Get PDF
    Kebijakan otonomi daerah menurut Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 yang berisikan kewenangan daerah otonom memungkinkan daerah untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan perundang-undangan. Dalam hal percepatan pengembangan potensi daerah, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi yang tepat, terarah, serta berkelanjutan diharapkan memberikan nilai tambah tersendiri. Melalui  Inpres No. 3 Th 2003, pemerintahpun – dalam hal ini Departemen Komunikasi dan Informatika – telah menetapkan Kebijakan dan Strategi Nasional tentang pengembangan e-government. Implementasinya dalam teknologi informasi diantaranya adalah pengembangan situs web pemerintah daerah.Menurut Catatan Depkominfo (2007) menunjukkan bahwa jumlah situs web pemerintah (pusat dan daerah) mencapai 224 buah. Sebanyak 201 situs dapat diakses, dan sisanya 23 buah situs tidak dapat dibuka (www.kominfo.go.id). Meskipun demikian, sampai saat ini isi dari situs pemerintah daerah yang sudah dibangun itu belum diidentifikasi secara jelas. Isi dari situs, seperti informasi apa saja yang disajikan, apakah layanan online yang disediakan, bagaimana keterlibatan masyarakat dengan proses pembuatan kebijakan publik secara online, seperti apa fitur-fiturnya, belum didata/dikaji secara sistematis. Padahal, dari data tersebut kita dapat memperoleh gambaran mengenai sejauh mana perkembangan implementasi e-government di Indonesia. Lebih jauh lagi, berdasarkan data itu dapat dirumuskan langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk pengembangan isi situs pemerintah.Penelitian kali ini dilakukan dengan melakukan kodifikasi kontent situs pemerintah daerah dari tingkat propinsi hingga kabupaten dengan tujuan mengetahui profil situs pemerintah daerah, mengeksplorasi isi/content yang terdapat pada situs pemerintah daerah, mengetahui perbedaan isi/content yang terdapat pada situs pemerintah daerah, dan mengevaluasi isi situs pemerintah daerah. Penelitian dilaksanakan di Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Bangka Belitung, Provinsi Jambi, dan Provinsi Bengkulu, sesuai dengan wilayah kerja BPPI Depkominfo Jakarta. Metode analisa isi dan penilaian panelis dilaksanakan di DKI Jakarta, pelaksanaan in-depth interview terhadap pengelola e-government pemerintah daerah dilakukan di setiap provinsi tersebut.Semua situs pemerintah daerah yang berada di empat provinsi dijadikan populasi penelitian. Terdapat 12 buah situs yang aktif dan dapat di-coding dari 20 buah situs pemerintah daerah yang telah ditentukan. Untuk memperoleh cakupan informasi sesuai tujuan penelitian ini digunakan tiga pendekatan sekaligus yaitu pertama analisa isi (content analysis), lalu penilaian juri/panelis, dan ditambah wawancara mendalam (in depth interview).  Analisa isi terhadap situs pemerintah daerah merupakan instrumen penelitian utama, sementara penilaian juri/panelis dan wawancara mendalam digunakan untuk melengkapi temuan analisa isi. Coding instrument yang dibuat mengacu pada coding instrument yang dibuat pada penelitian Zhou (2004). Penelitian ini mereplikasi penelitian analisa isi terhadap situs pemerintah daerah yang dilakukan Zhou di Cina. Yang didalamnya terdapat tiga kategori koding utama yaitu tiga tipe utama e-government: e-governance, e-service, dan e-knowledge.Hasil penelitian menemukan bahwasanya situs pemerintah daerah yang dijadikan obyek penelitian sangat kaya akan informasi. Dua per tiga (62.3%) hyperlink yang terdapat pada situs pemerintah menyajikan informasi yang berasal dari pemerintah (fungsi e-knowledge). Sementara jumlah hyperlink yang dapat melibatkan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan pada pemerintah (fungsi e-governance) hanya seperempatnya (24.3%), dan hyperlink yang menyajikan layanan pemerintah secara online (fungsi e-service) hanya mencapai 13.4%.Dengan hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai bahan pembuatan kebijakan pengembangan isi situs pemerintah daaerah serta  sebagai tolak ukur objektif kuantitas dan kualitas isi situs pemerintah daerah

    PERANCANGAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI e-TransMobile BERBASIS WAP PORTAL MENGGUNAKAN GPRS – General Packet Radio Service

    Get PDF
    Pada makalah ini, akan dipaparkan perancangan dan pengembangan aplikasi sistem transaksi online dengan menggunakan handphone berbasis wap portal dengan pemanfaatan fasilitas General Packet Radio Service (GPRS). Aplikasi tersebut dinamakan e-TransMobile. Aplikasi ini dirancang untuk pengembangan aplikasi berbasis Local Area Network yang ada saat ini, dengan perluasan jangkauan aliran data sehingga informasi transaksi suatu perusahaan tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu melalui media handphone. Aplikasi ini terdiri dari interaksi client-server, dimana interaksi ini merupakan bagian yang dijalankan pihak internal perusahaan. Serta interaksi piranti teknologi komputer dengan handphone, yang bertindak sebagai penampung data dan piranti transaksi. Terdapat empat komponen yang digunakan yaitu basis data, graphic interface mobile, web interface, dan relasi data. Aplikasi e-TransMobile dibangun dengan menggunakan perangkat lunak MySqlServer 2005, Visual Studio 2005, Macromedia Flash Profesional 8 dan Adobe Photoshop CS 3. Transaksi yang ditampung meliputi informasi penjualan, pembelian, status pembayaran, stok barang serta data konsumen. Metode pendekatan yang digunakan adalah pendekatan media on-line melalui interface handphone yang terhubung dengan server perusahaan dimana aliran data ditujukan pada pihak internal perusahaan yang berkepentingan pada informasi yang diberikan. Maksud dari proses perancangan dan pengembangan aplikasi e-TransMobile yang dilakukan adalah informasi transaksi diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih cepat, akurat dan relevan untuk mencapai keefisienan dan keefektifan kinerja perusahaan. Sistem informasi ini dimaksudkan agar perusahaan akan lebih dapat mengoptimalkan sistem transaksi serta dapat memperluas jangkauan pemasaran

    SEGMENTASI CITRA MENGGUNAKAN WATERSHED DAN ITENSITAS FILTERING SEBAGAI PRE PROCESSING

    Get PDF
    Segmentasi merupakan langkah pertama dan menjadi kunci. Segmentasi citra merupakan suatu teknik pengelompokkan (clustering) untuk citra. Dengan kata lain, merupakan suatu proses pembagian citra ke dalam wilayah (region) yang mempunyai kesamaan fitur antara lain : tingkat keabuan (gray scale), teksture(texture), warna(color), gerakan)motion).Metode yang termasuk dalam segmentasi citra antara lain : transformasi watershed (Watershed Transformatio). Metode yang didasarkan pada watershed telah dikembangkan dalam beberapa tahun belakangan ini. Secara umum, transformasi watershed dapat dikelompokkan dalam segmentasi sebagai metode yang didasarkan pada wilaya (region). Transformasi watershed merupakan salah satu metode yang cukup baik untuk mendapatkan suatu objek hasil segmentasi. Tetapai metode ini mempunya satu kelemahan yaitu adanya segmentasi yang berlebihan (over segmentation). Maka dari itu sebelum melakukan transformasi perlu dilakukan suatu pre processing dan salah satu teknik yang digunakan adalah noise reduction. Noise Reduction merupakan suatu proses mengurangi noise dari suatu signal, biasanya muncul sebagai akibat adanya pensamplingan yang kurang bagus atau akibat saluran transmisi pada saat pengiriman data. Beberapa jenis noise yang biasanya dijumpai adalah salt and pepper, impulse, dan Gaussian. Terdapat dua macam noise reduction pada intensity filtering, yaitu high pass filtering dan low pass filtering.Dalam penelitian ini dikembangkan suatu penggabungan antara intensitas filtering sebagai preprocessing citra dan transformasi watershed untuk menghasilkan segmentasi dengan kualitas yang lebih baik. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa penggunaan pre processing sebelum tranformasi watershed dapat mengurangi over segmentasi yang berlebihan

    DETEKSI CITRA PORNOGRAFI MENGGUNAKAN TSL COLOR SPACE DAN NUDITY DETECTION ALGORITHM

    Get PDF
    Tidak semua informasi citra di internet berguna, ada informasi yang berbahaya jika disalahgunakan, salah satunya adalah citra pornografi. Untuk itu dibuat program aplikasi untuk mendeteksi citra pornografi dengan menggunakan TSL color space dan metode Nudity Detection Algorithm. Program aplikasi ini dirancang dengan tujuan untuk mengenali suatu citra dikategorikan sebagai citra pornografi atau bukan pornografi. Pada umumnya citra pornografi mengandung banyak warna kulit. Setiap piksel input citra yang akan dideteksi akan diubah dari RGB ke TSL color space dan dilakukan perhitungan jarak dengan menggunakan metode Mahalanobis Distance. Jarak yang diperoleh dilanjutkan dengan proses thresholding untuk menentukan apakah piksel tersebut termasuk piksel kulit atau piksel non-kulit. Kemudian akan dianalisis apakah citra tersebut termasuk citra pornografi atau bukan pornografi dengan menggunakan alagoritma Nudity Detection. Berdasarkan hasil pengujian yang diperoleh tingkat keberhasilan sebesar 72.19%

    IMPLEMENTASI FPGA (FIELD PROGRAMMABLE GATE ARRAY) PADA SPREADING DAN DESPREADING MENGGUNAKAN KODE PSEUDONOISE KASAMI DAN JPL (JET PROPULSION LABORATORY)

    Get PDF
    Pada Makalah ini akan dibuat sistem spread spectrum untuk menebar dan mengatur kembali sinyal informasi, guna menjamin kerahasian dan keselamatan informasi. Proses penebaran dilakukan dengan menggabungkan sinyal informasi dan sinyal acak semu. Sinyal acak semu yang dibangkitkan menggunakan Kode Kasami dan JPL. Proses pengaturan kembali sinyal informasi adalah pengulangan dari proses penebaran. Sinyal hasil penggabungan digabungkan kembali dengan sinyal acak semu yang sama, untuk mendapatkan sinyal aslinya. Dari hasil percobaan yang dilakukan proses spreading despreading masih belum mengalami perubahan yang signifikan masih seperti data aslinya yaitu dengan laju bit Data 256 kHz, dengan laju PN : 8 MHz. Dalam membangun sistem tersebut digunakan FPGA Spartan II Type XSA-50 sebagai perangkat keras dan Xilinx Web Pack 7.1 sebagai perangkat lunak

    PENGEMBANGAN APLIKASI EXTENDABLE CONTENT MANAGEMENT SYSTEM

    Get PDF
    Content Management System (CMS) adalah aplikasi untuk membuat sebuah website dengan mudah dimana editor tidak diharuskan untuk memahami HTML. Pada saat ini terdapat beberapa CMS yang terkenal, yaitu Wordpress, dan Drupal. CMS-CMS tersebut memiliki kelebihan yaitu dapat ditambah kemampuannya menggunakan extension. Bila CMS sebelumnya tidak dapat menerima komentar di setiap halamannya, extension memungkinkan pengguna menambah dan melihat komentar di setiap halaman website. Demikian juga extension dapat menambah kemampuan mengisi dan melihat galeri gambar pada website tersebut.Kedua CMS di atas memiliki kelebihan yaitu jumlah extension yang banyak. Tetapi wordpress memiliki kekurangan, yaitu blok-blok yang membangun tampilan website tidak dapat dipilih oleh editor. Drupal memberi pilihan pada editor blok-blok apa yang ingin ditampilkan di website, tetapi konsep node di drupal cukup kompleks terutama bila dibutuhkan hanya website yang sederhana. Untuk itu penelitian ini menyarankan adanya sebuah CMS yang mudah dikembangkan menggunakan extension, tetapi memberi kesempatan pada editor memilih blok mana yang ingin ditampilkan, dan mudah digunakan.Penelitian ini menghasilkan konsep penambahan extension otomatis, dimana CMS dapat mengenali secara otomatis extension yang ditambahkan, membuat tabel-tabel yang diperlukan extension secara otomatis, dan menggunakan konsep hook dimana CMS akan memanggil extension hanya bila diperlukan. Extension yang dikembangkan sebagai contoh pada penelitian ini adalah komentar, dan galeri gambar

    APLIKASI PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI PADA PETERNAKAN AYAM POTONG PANORAMA DENGAN METODE JOB ORDER COSTING

    Get PDF
    Dengan semakin meningkatnya tingkat persaingan usaha. Informasi menjadi suatu hal yang teramat penting. Salah satu informasi yang penting dalam sebuah perusahaan adalah informasi harga pokok produksi (HPP) dalam menghasilkan barang yang akan dijual, dimana perusahaan dapat mengetahui ongkos produksi dan keuntungan yang didapatkan. Peternakan ayam potong Panorama saat ini telah melakukan perhitungan HPP secara manual dengan melakukan perhitungan secara kasar keseluruhan biaya pakan dan obat yang dikeluarkan secara keseluruhan dalam satu peternakan pada bulan tertentu, hal tersebut cukup menyulitkan untuk mengetahui HPP dan proses penelusuran arus biaya yang dikeluarkan per kandang dan per batch pengadaan ayam. Selain itu, karena proses dilakukan secara manual maka proses pencatatan dan perhitungan membutuhkan waktu yang cukup lama dan terjadi kesulitan menganalisa keuntungan yang didapatkan dari penjualan telur ayam yang ada.Melihat permasalahan yang dialami oleh Peternakan Panorama di atas, maka dilakukan penggalian informasi, proses desain serta pembuatan aplikasi perhitungan harga pokok produksi yang meliputi sistem pembelian, penjualan, stok barang, laporan dan perhitungan harga pokok produksi. Pada proses pembuatannya, penulis menggunakan bahasa pemrograman Microsoft Visual Basic .NET dan My SQL sebagai tempat penyimpanan data.Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan dengan mengedarkan kuestioner pada pengguna, didapatkan 93% pengguna menyatakan fitur-fitur dalam aplikasi yang dibuat dinilai sudah sesuai untuk memenuhi kebutuhan dari perusahaan

    APLIKASI MARKET EXPERT ADVISOR PADA CURRENCY MARKET

    Get PDF
    Aktivitas trading membutuhkan tingkat konsistensi pengambilan keputusan yang tinggi dari seorang trader. Namun dalam hal trading, sering kali trader dipengaruhi oleh berbagai macam faktor psikologis, seperti rasa takut, rasa terlalu percaya diri, tidak sabar, emosi, dan sebagainya. Oleh karena itu dibutuhkan suatu aplikasi yang dapat membantu trader untuk mengambil keputusan secara konsiten dalam aktivitas trading tanpa dipengaruhi oleh faktor-faktor psikologis. Aplikasi ini akan dapat memberikan saran kapan untuk melakukan posisi membeli ataupun menjual valas. Selain itu, aplikasi dapat melakukan aktivitas trading secara otomatis sehingga dapat meringankan beban pekerjaan dari seorang trader. Aplikasi ini diuji dengan cara live testing dan back testing terhadap pasar, dan terbukti bahwa telah mampu menghasilkan keuntungan bagi trader. Metode yang digunakan adalah metode Harmonic Pattern, yang mana didalamnya dapat meng-generate beberapa macam pattern seperti Butterfly, BAMM, Gartley dan sebagainya. Dari pengujian didapat bukti bahwa semua pattern yang dihasilkan memiliki tingkat keberhasilan lebih dari 50%, dimana yang tertinggi adalah pattern Butterfly sebesar 62.33%. Sementara ini untuk pengaturan pada Market Expert Advisor, sistem Risk and Reward yang dikombinasi dengan Trailing Stop akan menghasilkan total profit paling banyak. Namun sistem Martingale akan menghasilkan bentuk grafik yang relatif stabil dan terus menerus meningkatkan modal

    MODEL OPTIMALISASI PELUANG PEMANFAATAN MEDIA JEJARING SOSIAL DALAM IMPLEMENTASI E-GOVERNANCE di INDONESIA

    Get PDF
    Tidak bisa dipungkiri bahwa Teknologi Infomasi dan Komunikasi (TIK) saat ini ikut memudahkan penyelengggaraan pemerintahan. Melalui TIK ini dikenallah istilah e-Government, yaitu pengembangan penyalenggaraan kepemerintahan yang berbasis elektronik. Pemerintah terlalu fokus pada pengembangan e-Government, namun tidak menyadari bahwa sebenarnya diperlukan serangkaian langkah untuk memastikan masukan masyarakat betul-betul mengotimalkan pelaksanaan tugasnya. E-Governance mengemban fungsi yang luas, memastikan optimalnya hubungan dalam seluruh jaringan melalui penggunaan dan penerapan TIK. E-Governance adalah pendekatan prosedural dasar dan standar yang berhubungan dengan administrasi publik. Maraknya penggunaan social media menunjukkan gejala supply-driven. Governance hadir dalam sosok yang berwatak demand-side. Penelitian ini hendak menjawab bagaimanakah pola interaksi pemerintah-masyarakat yang dapat mengoptimalkan penggunaan social media. Atas dasar pemahaman akan iteraksi itulah dirumuskan model pengembangan TIK yang mengotimalkan kualitas interaksi antara kedua belah fihak

    735

    full texts

    769

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇