Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF)
Not a member yet
    769 research outputs found

    MODEL REQUIREMENT TRACEABILITY UNTUK METODE PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK FEATURE DRIVEN DEVELOPMENT (FDD)

    Full text link
    AbstractA recent study conducted by the Standish Group in 2012 shows that in the preparation of requirements becomes one of the critical success factors of a software. Requirements traceability is the method used to explore inter-linkages or inter-relations requirement, so that when an error occurs in one or more functions on a software, or changes in the requirements, then it can easily be identified requirements which are problematic. Feature Driven Development (FDD) is one of the Agile method that does not have a fixed rule in the formation of inter-search requirement models and inter-feature. By using grounded theory in research, such as open coding, axial coding, and selective coding, and sorting. The research began with the determination of the review and identification of the problem, collect relevant data, perform data analysis, and the final document the results. Based on the test results, the modeling traceability requirements in the FDD method can assist in tracing linkages, inter-relations requirements as well as inter-feature during software development. And can be used as documentation of a software development work.Keywords : requirement, traceability, relation, Feature Driven Development, and grounded theory.Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Standish Group pada tahun 2012 menunjukkan bahwa dalam penyusunan requirements menjadi salah faktor penentu keberhasilan sebuah perangkat lunak. Requirement traceability merupakan metode yang digunakan untuk menelusuri keterkaitan atau interkoneksi antar-requirement, sehingga ketika terjadi kesalahan dalam satu atau lebih fungsi pada sebuah perangkat lunak, atau terjadi perubahan requirement, maka dengan mudah dapat diidentifikasi requirement mana yang bermasalah. Metodologi pengembangan perangkat lunak Feature Driven Development (FDD) merupakan salah satu bagian dari metode Agile dimana pendekatan FDD dilakukan secara adaptif dalam pengembangan sistem. FDD merupakan Agile Method yang belum mempunyai aturan baku dalam pembuatan model penelusuran antar-requirement maupun antar-feature. Requirement pada FDD tidak secara eksplisit dapat digali, dicari, dan diatur. Namun dokumentasi requirement dibutuhkan pada proses pembentukan feature list. Oleh sebab itu dibutuhkan suatu dokumentasi model penelusuran antar requirements. Pembuatan model penelusuran requirement dengan menggunakan metode grounded theory yaitu diantaranya adalah open coding, axial coding, selective coding, dan sorting. Penelitian bermula dengan penentuan bidang kaji dan identifikasi masalah, mengumpulkan data-data terkait, melakukan analisis data, dan terakhir mendokumentasikan hasil. Berdasarkan hasil uji, pembuatan model penelusuran requirement pada metode FDD dapat memudahkan penelusuran jika terjadi kesalahan dalam testing hasil akhir program dan dapat dijadikan sebagai acuan pembuatan fungsi dalam pengembangan proyek selanjutnya.Kata kunci : requirement, penelusuran, keterkaitan, Feature Driven Development, dan grounded theory

    Algoritma SVM pada Data Mining Tingkat Pemahaman Mata Kuliah (Studi Kasus pada Mata kuliah Rekayasa Perangkat Lunak)

    Full text link
    AbstractDalam dunia Pendidikan Tinggi yaitu Perguruan Tinggi, keilmuan yang dipelajari sesuai dengan jurusan yang melingkupinya. Materi kuliah memiliki indikator ketercapaian pemahaman keilmuan. Dalam kegiatan perkuliahan, dosen memiliki acuan mengajar seperti CPMK dan RPS. Pada RPS terdapat topik-topik, kompetensi dan ketercapaian yang diharapkan setelah menerima materi kuliah dan diukur dengan tugas, kuis, UTS dan UAS, namun kemampuan dosen dalam mengajar dan kemampuan mahasiswa dalam menerima materi kuliah tidak memiliki penilaian yang baku. Data Mining adalah suatu istilah yang digunakan untuk menemukan pengetahuan yang tersembunyi di dalam database. SVM merupakan algoritma klasifikasi berdasarkan prinsip linear classifier yang mampu menyelesaikan permasalahan dengan waktu komputasi lebih cepat daripada SVM standar untuk data berukuran besar. SVM memiliki tingkat akurasi tinggi namun penentuan parameter dan data serta topik yang diolah akan menentukan hasil akurasi. Mata Kuliah Rekayasa Perangkat Lunak pada Program Studi Sistem Informasi dipilih sebagai objek penelitian. Penelitian ini penting dilaksanakan untuk mengetahui tingkat pemahaman materi kuliah. Jika tingkat pemahaman mahasiswa rendah, maka mahasiswa akan kesulitan mengikuti laju perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dan secara umum Perguruan Tinggi akan lebih tertinggal. Penelitian sebelumnya lebih kepada metode pembelajaran yang digunakan untuk meningkatkan pemahaman serta factor-faktor yang mempengaruhi topik ini. Penelitian ini bertujuan untuk implementasi metode data mining dalam mengukur tingkat pemahaman materi kuliah menggunakan algoritma SVM. Sedangkan tujuan khusus untuk mengetahui komponen data pada RPS yang mempengaruhi tingkat pemahaman mata kuliah menggunakan algoritma SVM, menghitung persentase akurasi pada pengukuran tingkat pemahaman materi kuliah menggunakan algoritma SVM, memahami keterkaitan antara data mining dan SVM terhadap pengukuran tingkat pemahaman mata kuliahHasil penelitian ini menjadi masukan dalam memperbaiki RPS, mengukur tingkat kedalaman pengetahuan yang dimiliki dosen terhadap mata kuliah yang diampu, sebagai dasar atau perbandingan penelitian-penelitian berikutnya dan memunculkan teori-teori baru untuk penelitian sejenis guna peningkatan mutu lulusan perguruan tinggi ditengah masyarakat.Kata Kunci : data mining, klasifikasi, svm, tingkat pemahaman mata kuliah, rp

    Analisis Kualitas Informasi Situs Web Pemerintah Kabupaten Yahukimo Provinsi Papua

    Full text link
    AbstractThe Yahukimo Regency Government in Papua Province had a website with the address http://www.yahukimokab.go.id/ since 2011. Based on the search results, it was found that various weaknesses were found on the Website, one of which was the lack of quality of information. The quality of information must exist in every public information facility so that the public can obtain information quickly, precisely and accurately. Therefore, a study was conducted to analyze the quality of information that focuses on analyzing the appearance and content of the Website using 20 (twenty) dimensions of information quality according to Knight & Burn, namely Accuracy, Consistency, Security, Timeliness, Completeness, Concise, Reliability, Accessibility Availability. , Objectivity, Relevancy, Useability, Understandability, Amount of data Believability, Navigation, Reputation, Useful, Efficiency and Value-Added (Knight & Burn, 2005). Based on the results of the analysis of the Quality of Information on the Website, it can be concluded that various weaknesses relating to the quality of information are found. There are many errors in settings menu, information presentation, data, and information are rarely updated since the Website was published in 2011 to 2020, data and information are incomplete and irrelevant to the needs of today\u27s society. Therefore, the current existence of the website is not useful enough for the people of Yahukimo Regency. Based on some weaknesses in the website, several recommendations are given which in essence need a strong commitment from the leadership of the Regional Government to take policies for the website improvement and continuous data updates to improve data and information services quickly and accurately.Keywords: Information Quality, Website, Government, Regency, YahukimoPemerintah Kabupaten Yahukimo di Provinsi Papua sudah memiliki Situs Web dengan alamat http://www.yahukimokab.go.id/ sejak tahun 2011. Berdasarkan hasil penelusuran ditemukan berbagai kelemahan dalam Situs Web tersebut, salah satunya adalah kualitas informasi yang masih kurang. Padahal kualitas informasi harus ada dalam setiap fasilitas informasi publik agar masyarakat dapat memperoleh informasi secara cepat, tepat dan akurat. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk menganalisis kualitas informasi yang berfokus pada analisis tampilan dan isi Situs Web menggunakan 20 (dua puluh) dimensi kualitas informasi menurut Knight & Burn, yaitu Accuracy, Consistency, Security, Timeliness, Completeness, Concise, Reliability, Accessibility Availability, Objectivity, Relevancy, Useability, Understandability, Amount of data Believability, Navigation, Reputation, Useful, Efficiency dan Value-Added(Knight & Burn, 2005). Berdasarkan hasil anlisis Kualitas Informasi Situs Web Pemerintah Kabupaten Yahukimo dapat disimpulkan bahwa; ditemukan berbagai kelemahan yang berkaitan tentang kualitas informasi, yaitu; banyak terdapat kesalahan dalam pengaturan menu dan penyajian informasi, data dan informasi jarang di-update sejak Situs Web di tayangkan tahun 2011 hingga 2020, data dan informasi tidak lengkap dan tidak relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini karena hanya terdapat data-data lama. Oleh karena itu, keberadaan Situs Web saat ini belum cukup berguna bagi masyarakat Kabupaten Yahukimo. Berdasarkan sejumlah kelemahan dalam Situs Web tersebut maka diberikan beberapa rekomendasi yang intinya perlu adanya komitmen yang kuat dari pimpinan Pemerintah Daerah untuk mengambil kebijakan perbaikan Situs Web dan update data secara berkelanjutan guna meningkatkan layanan data dan informasi secara cepat dan tepat.Kata kunci: Kualitas Informasi, Situs Web, Pemerintah Daerah, Yahukimo

    PERBAIKAN INTERPOLASI GERAKKAN MODEL SKELETON 3D DARI DATASET HASIL KAMERA KINECT

    Full text link
    AbstractThe Kinect camera\u27s dataset can be used for training and testing of human movement recognition using a deep learning approach, in addition to tracking and estimating the position and position of the human body. Improvement of human movement which is covered by other body parts is still a challenge. The research objective: to design a repair application to move the 3D skeleton model from the Kinect camera dataset using the 3D interpolation histogram smoothing approach on the human body. The study was in the form of a simulation of a skeleton model movement improvement in the context of developing a key-frame based animation application through Kinect camera recording. The prototype development method goes through the cycle stages of analysis, design, implementation. The initial analysis stage selects the kinect camera dataset by examining the file format and data structure. Furthermore, the development for data improvement through the 3D interpolation refinement approach. Movement improvement in terms of measurement of interpolated resultant errors from each time t0, t1, t2 and t3 histogram using the RMSE method and visual observation. showed significant results close to normal movement.Keywords : dataset, kinect camera, interpolation, skeleton modelDataset hasil kamera Kinect dapat digunakan untuk pelatihan dan pengujian pengenalan gerakkan manusia dengan pendekatan deep learning, selain tracking dan estimasi letak dan posisi tubuh manusia. Perbaikan gerakkan manusia yang tertutup bagian tubuh lainnya masih menjadi tantangan. Tujuan penelitian: membuat rancang bangun aplikasi perbaikan gerakkan model skeleton 3D dari dataset hasil kamera Kinect menggunakan pendekatan penghalusan histogram interpolasi 3D pada bagian tubuh manusia. Kajian berupa simulasi perbaikan gerakkan model skeleton dalam rangka pengembangan aplikasi animasi berbasis key-frame melalui perekaman kamera Kinect. Metode pengembangan prototitpe melalui tahapan siklus analisis, disain, implementasi. Tahap analisis awal memilih dataset hasil kamera kinect dengan mengkaji format file dan struktur data. Kemudian mengekstraksi beberapa kategori gerakkan kedalam kedalam format file untuk eksperimen. Melalui disain awal pengembangan program dilakukan penyesuaian skala angka untuk menghasilkan histogram yang dapat memperlihatkan bagian kesalahan gerakkan secara signikan menggunakan Root Mean Squared Error (RMSE). Selanjutnya pengembangan untuk perbaikan data melalui pendekatan penghalusan interpolasi 3D. Perbaikan gerakkan ditinjau dari pengukuran kesalahan resultante interpolasi dari setiap watu t0, t1, t2 dan t3 histogram dengan metode RMSE dan pengamatan secara visual. menunjukkan hasil cukup signifikan mendekati gerakkan yang normal.Kata Kunci : dataset, kamera kinect, interpolasi, model skeleto

    ROCK MASS RATING AND GEOLOGICAL STRENGTH INDEX OF ROCK MASSES OF INDONESIA COAL MINING AREAS

    Full text link
    AbstractRock slope stability is important for the safety of personnel and equipment in open pit mines. Slope instability and failure occurs due to many factors such as adverse slope geometries, geological discontinuities, weak or weathered slope materials. External loads such as high rainfall and seismicity can play an important role in slope failure. For this reason, it is necessary to classify the rock mass accurately against a rock mass as the basis for determining the technical policy of the rock mass. Rock slopes in open-pit coal mining areas, especially in Indonesia, are characterized by applying various rock mass classification systems, such as the Rock Mass Rating (RMR) and Geological Strength Index (GSI), because the study area consists of well exposed rock formations. In the RMR system, there are five main parameters namely. Uniaxial Compressive Strength (UCS) of rocks, Rock Quality Designation (RQD), discontinuity distances, discontinuity conditions, and groundwater conditions are considered. In this paper, several rock mass classification systems developed for the assessment of rock slope stability are evaluated against rock slope conditions in the tropics, namely the Indonesian region, especially in sedimentary rocks in coal-open mining areas. So that the corrected GSI equation is obtained which is used to characterize rock slopes based on the quantitative analysis of the rock mass structure and the surface conditions of the discontinuity.Keywords : RMR, GSI, UCS, Rock, Quality, DesignationStabilitas lereng batuan penting untuk diperhatikan bagi keselamatan personel dan peralatan di tambang terbuka. Ketidakstabilan dan kegagalan lereng terjadi karena banyak faktor seperti geometri lereng yang merugikan, diskontinuitas geologis, material lereng yang lemah atau lapuk akibat pengaruh cuaca. Beban eksternal seperti curah hujan yang tinggi dan kegempaan dapat memainkan peran penting dalam kegagalan lereng. Untuk itu diperlukan klasifikasi massa batuan secara tepat terhadap suatu massa batuan sebagai dasar penentuan kebijakan teknis terhadap massa batuan tersebut. Lereng batuan di daerah tambang terbuka batubara khususnya di Indonesia, dikarakterisasi dengan menerapkan berbagai sistem klasifikasi massa batuan, seperti Rock Mass Rating (RMR) dan Geological Strength Index (GSI), karena daerah penelitian terdiri dari formasi batuan yang terekspos dengan baik. Dalam sistem RMR, terdapat lima parameter utama yaitu. Uniaxial Compressive Strength (UCS) dari batuan, Rock Quality Designation (RQD), jarak diskontinuitas, kondisi diskontinuitas, dan kondisi air tanah dipertimbangkan. Dalam makalah ini, beberapa sistem klasifikasi massa batuan yang dikembangkan untuk penilaian stabilitas lereng batuan dievaluasi terhadap kondisi lereng batuan pada daerah tropis yaitu wilayah Indonesia, khususnya pada batuan sedimen di wilayah tambang terbuka batubara. Sehingga didapatkan persamaan GSI terkoreksi yang digunakan untuk mengkarakterisasi lereng batuan berdasarkan analisis kuantitatif struktur massa batuan dan kondisi permukaan dari diskontinuitas.Kata Kunci : RMR, GSI, UCS, Rock, Quality, Designation

    The Islami Information Technology Strategic Planning Model

    Full text link
    AbstractThis study\u27s main objective is to develop a strategic planning model in Islami\u27s information technology field. This objective is based on the study results that public organizations lack a strategic planning process and still experience a high percentage of failures. This failure was due to a lack of attention to human and organizational social factors in the strategic planning process. The study method is mix-method by a research and development approach. Source of data is primer. The data collection technique used a survey and focus group discussion. The instrument is researchers themselves and questionnaire. The stages of the study include literature review, analysis of the ITSP model, design of the ITSP model draft, FGD group discussion and revision of the information ITSP model draft, and testing and approval of the ITSP model. Data analysis using qualitative and quantitative analysis approaches. The finding is that people involved in Islamic universities are more respectful of more Islamic statements and promote Islamic values. The development results of the model consists are five stages, namely developing ideas, determining the direction, assessment and analysis, determining strategic decisions, and implementation plan. Each stage is controlled by Islamic principles and values.Keywords: model, information technology, strategic planning, islamic principles and values.Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengembangkan model perencanaan strategik di bidang teknologi informasi yang mengedepankan prinsip dan nilai-nilai Islam dalam prosesnya. Tujuan ini didasarkan pada hasil studi bahwa organisasi publik kurang memiliki proses perencanaan strategik dalam bidang teknologi informasi dan dilaporkan masih mengalami persentase kegagalan yang tinggi. Kegagalan ini disebabkan kurangnya perhatian pada faktor sosial manusia dan organisasi dalam proses perencanaan strategik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran dengan pendekatan penelitian dan pengembangan. Sumber data adalah primer. Teknik pengumpulan data menggunakan survei dan focus group discussion. Instrumennya adalah peneliti sendiri dan angket. Tahapan penelitian meliputi tinjauan pustaka, analisis model perencanaan strategik teknologi informasi, perancangan draf model perencanaan strategik teknologi informasi, focus group discussion dan revisi draf model perencanaan strategik teknologi informasi, dan pengujian dan persetujuan model perencanaan strategik teknologi informasi. Analisis data menggunakan pendekatan analisis kualitatif dan kuantitatif. Temuan kajian yaitu bahwa orang-orang yang terlibat di universitas Islam lebih mengapresiasi pernyataan Islam dan mengedepankan prinsip dan nilai-nilai Islam. Hasil pengembangan model terdiri dari lima tahap yaitu pengembangan ide, penentuan arah, penilaian dan analisis, penentuan keputusan strategis, dan rencana implementasi. Masing-masing tahapan dikontrol oleh prinsip dan nilai Islam.Kata Kunci: model, teknologi informasi, perencanaan strategik, prinsip dan nilai Islam

    ANALISA BERMACAM OPTIMIZER PADA CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK UNTUK DETEKSI PEMAKAIAN MASKER PENGEMUDI KENDARAAN

    Full text link
    AbstractThe COVID-19 pandemic has had a major impact on the transportation sector, especially urbantransportation in the form of regular taxis and online taxis. To overcome this, several studies have statedthat the use of masks is quite effective in preventing the spread of the virus. In this article, to detect theuse of masks by drivers and vehicle passengers, it will be done automatically by implementing theConvolutional Neural Network (CNN) or Convnet. There are 3 types of optimizers analyzed, namely SGD,RMSprop, and ADAM. Where the three optimizers will be compared to determine the optimal level ofaccuracy. The results of CNN training show that the accuracy values for CNN with the SGD, RMSprop,and ADAM optimizer are as follows: 0.7577, 0.9577, and 0.9654. This value indicates that the SGDoptimizer has the lowest accuracy, while the ADAM optimizer has the highest accuracy.Keywords : Convolutional Neural Network, Optimizer, face mask detection, vehicle driver.Pandemi COVID-19 telah memberikan dampak yang besar pada sektor transportasi, khususnyatransportasi di perkotaan berupa taksi reguler maupun taksi online. Untuk mengatasi hal tersebut, dalambeberapa studi menyebutkan bahwa pemakaian masker cukup efektif untuk mencegah penyebaran virus.Dalam artikel ini, untuk mendeteksi pemakaian masker oleh pengemudi maupun penumpang kendaraanakan dilakukan secara otomatis dengan menerapkan Convolutional Neural Network (CNN) atau Convnet.Ada 3 macam optimizer yang dianalisa, yaitu SGD, RMSprop, dan ADAM. Hasil training CNNmenunjukkan bahwa pemilihan jenis optimizer akan memberikan tingkat akurasi dan losses yangberbeda-beda. Nilai akurasi untuk CNN dengan optimizer SGD, RMSprop, dan ADAM secara berurutanadalah sebagai berikut: 0.7577, 0.9577, dan 0.9654. Nilai tersebut menunjukkan bahwa optimizer SGDmemiliki akurasi terendah, sementara optimizer ADAM memiliki akurasi tertinggi.Kata Kunci : Convolutional Neural Network, Optimizer, Deteksi Pemakaian Masker, PengemudiKendaraan

    SENTIMENT ANALYSIS ONLINE SHOP ON THE PLAY STORE USING METHOD SUPPORT VECTOR MACHINE (SVM)

    Full text link
    AbstractOnline shopping activities have become a necessity for today\u27s society, where now more people choose to shop online rather than offline. The growth of shopping through E-commerce continues to show an increasing trend. It is important for companies to know the public\u27s response to the products or services they offer. Responses from the public can affect the image of a company, there are positive and negative responses from the public. If a lot of products or services give negative responses, a company or service will be badly rated by users and can affect the company. However, to monitor or classify responses from the public is not easy, because the numbers are too large to be processed manually. In this study the authors will use the Support Vector Machine method to classify the positive and negative responses of users on online shopping applications on the Google play store. In this study, the authors used 10 fold cross validation as an evaluation model with 3,000 reviews and 1500 training data. 300 reviews were taken from each application as testing data. This research uses the support vector machine method which produces the application with the highest level of accuracy is Tokopedia with accuracy values, namely Tokopedia 90.67%, JD.ID 75.33%, Blibli 74.00%, Shopee 70.00%, Lazada 69.00% .Keywords : Google Play Store, Support Vector Machine, Sentimen AnalysisAbstrak- Aktifitas belanja online telah menjadi kebutuhan masyarakat saat ini, dimana sekarang lebih banyak masyarakat memilih belanja online daripada offline. Pertumbuhan belanja melalui E-commerce terus menunjukan tren meningkat. Penting bagi perusahaan untuk mengetahui tanggapan publik mengenai produk atau layanan yang meraka tawarkan. Tanggapan dari publik dapat mempengaruhi citra dari sebuah perusahaan, tanggapan dari publik tersebut ada positif dan negatif. Jika dari sebuah Produk atau layanan banyak yang memberi tanggapan negatif maka sebuah perusahaan atau layanan akan di nilai buruk oleh para pengguna dan dapat mempengaruhi pada perusahaan tersebut. Akan tetapi untuk memantau atau mengklasifikasi tanggapan dari publik bukanlah hal yang mudah, karena jumlah yang terlalu banyak jika diproses secara manual. Dalam penelitian ini penulis akan menggunakan metode Support Vector Machine untuk mengklasifikasi tanggapan positif dan negatif para pengguna pada aplikasi belanja online di Google play store. Dalam penelitian ini penulis menggunakan 10 fold cross validation sebagai model evaluasi dengan data berjumlah 3.000 ulasan, sebagai data training sebanyak 1500. yang diambil dari masing-masing aplikasi sebanyak 300 ulasan sebagai data testing. penelitian ini menggunakan metode support vector machine yang menghasilkan aplikasi dengan tingkat akurasi paling tinggi adalah Tokopedia dengan nilai akurasi yaitu Tokopedia 90,67% , JD.ID 75,33%, Blibli 74.00%, Shopee 70,00%, Lazada 69,00%.Kata Kunci : Google Play Store, Support Vector Machine, Analisis Sentime

    Analisa Tata Kelola Sistem Informasi Universitas Advent Indonesia menggunakan Framework COBIT 5 (Domain EDM)

    Full text link
    AbstractInformation technology is a system that has developed at this time. Starting from the use that helps everyday life, to facilitate all activities for all users. A system of groups and assemblages of several interrelated elements that can form a unified and unified whole. The system itself is well organized and especially now it has been implemented in its implementation. With a system, governance is very important in it. IT governance is the right idea and responsibility in making ideas / decisions that will encourage the use of information technology in a company. This study uses COBIT 5 as the method used for research. COBIT 5 combines the latest innovations in organizational and management techniques, and uses globally accepted principles, practices, analytical tools and models to help increase the trustworthiness and value of information systems. The system within the Adventist University of Indonesia currently has not implemented governance using COBIT 5. The purpose of this study will be to provide the application of COBIT 5 as an IT infrastructure that can help improve, identify the capability value of the system in running the system and help Advent Indonesia University in achieving its vision. and mission. The implementation of COBIT 5 will make the system at the Adventist University of Indonesia more optimal in its use, and can be an innovation for the future.Keywords: Governance, System, COBIT 5AbstrakTeknologi Informasi merupakan sistem yang sudah berkembang saat ini. Mulai dari pemanfaatan yang membantu kehidupan sehari-hari, memudahkan segala aktivitas bagi semua pengguna. Sistem merupakan suatu gugusan dan himpunan dari beberapa unsur yang saling berkaitan yang dapat membentuk suatu kesatuan yang utuh dan terpadu. Sistem itu sendiri sudah terorganisir dan khususnya saat ini sudah diimplementasikan di dalam institusi. Dengan adanya sistem, maka tata kelola sangat penting didalamnya. Tata kelola TI merupakan gagasan dan tanggung jawab yang benar di dalam membuat suatu ide/keputusan yang akan mendorong penggunaan teknologi informasi pada suatu perusahaan. Penelitian ini menggunakan COBIT 5 sebagai metode yang digunakan untuk penelitian. COBIT 5 menggabungkan inovasi terbaru dalam teknik mengelola perusahaan dan manajemen, dan menggunakan prinsip, praktik, alat analisis, dan model yang dapat diterima secara global untuk membantu meningkatkan kepercayaan dan nilai dari sistem informasi. Sistem di dalam Universitas Advent Indonesia saat ini belum menerapkan tata kelola menggunakan COBIT 5. Tujuan dari penelitian ini akan memberikan hasil berupa penerapan COBIT 5 sebagai infrastruktur TI yang dapat membantu meningkatkan, mengidentifikasi nilai kapabilitas dari sistem di dalam institusi, memajukan sistem dan membantu Universitas Advent Indonesia dalam mencapai visi dan misi. Penerapan COBIT 5 tersebut akan menjadikan sistem di Universitas Advent Indonesia lebih optimal dalam pemakaiannya, dan dapat menjadi inovasi untuk kedepannya.Kata Kunci: Tata Kelola, Sistem, COBIT 5

    Perancangan Enterprise Architecture Pendaftaran Uji Kir Menggunakan FEAF di DISHUB Kab.Sukabumi

    Full text link
    AbstractThe kir test is a vehicle test that is carried out on vehicles with rental transportation status. This test is a technical requirement and a manifestation of security, safety, order and smoothness of traffic and is recorded in articles 48 - 55 of Law no. 22/2009. The registration process that runs at the Sukabumi Regency Transportation Service is still fairly manual and has not been facilitated by the system so that the services provided are still not optimal, with an average registration number of 90-100 registrants per day that can even exceed the quota provided, the Sukabumi Regency Transportation Service providing registration time starting from 08.30 am to 12.00 noon, but the number of registrants and registration time is not appropriate, causing registration counter officers to be overwhelmed in managing the queue and often causing long queues, it is not uncommon for registrants who do not get the Test schedule due to the schedule which was full that day, so it must come again the next day. Due to these various problems, an enterprise architecture design for registration test will be made using the Federal Enterprise Architecture Framework (FEAF) at the Sukabumi District Transportation Office.The result of this research is to make a system design for registration test, in the form of semantic models, activity diagrams, use case diagrams, network architecture designs, and database designs required for system development, as well as prototype of the registration test registration system.Keywords: Enterprise Architecture Design, Kir Test, FEAF (Federal Enterprise Architecture Framework).AbstrakUji kir merupakan pengujian kendaraan yang dilakukan terhadap kendaraan dengan status angkutan sewa. Pengujian ini merupakan persyaratan teknis dan perwujudan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran berlalu lintas dan tercatat pada pasal 48 – 55 UU No. 22/2009. Proses pendaftaran yang berjalan di Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi masih terbilang manual dan belum di fasilitasi oleh sistem sehingga pelayanan yang diberikan masih belum maksimal, dengan Jumlah pendaftaran rata-rata 90-100 pendaftar perharinya bahkan bisa melebihi kuota yang di sediakan, pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi menyediakan waktu pendaftaran mulai dari pukul 08.30 pagi sampai pukul 12.00 siang, namun jumlah pendaftar dan waktu pendaftaran tidak sesuai sehingga menyebabkan petugas loket pendaftaran kewalahan dalam mengatur antrian bahkan sering kali menyebabkan antrian yang panjang, tidak jarang juga ada pendaftar yang tidak kebagian jadwal Uji karena jadwal yang sudah penuh pada hari itu, sehingga harus datang lagi di hari besok nya. Karena berbagai permasalahan tersebut maka akan dibuatlah suatu perancangan enterprise architecture pendaftaran uji kir menggunakan Federal Enterprise Architecture Framework ( FEAF) di Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi.Hasil dari penelitian ini adalah membuat sebuah perancangan sistem untuk pendaftaran uji kir, berupa model semantic, diagram activity, diagram use case, rancangan arsitektur jaringan, dan rancangan database yang diperlukan untuk pembuatan sistem, serta sebuah sistem pendaftaran uji kir.Kata Kunci: Perancangan Enterprise Architecture, Uji Kir, FEAF ( Federal Enterprise Architecture Framework)

    735

    full texts

    769

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇