Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF)
Not a member yet
769 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI PROTOKOL SECRET SPLITTING DENGAN FUNGSI HASH BERBASIS LATTICE PADA NOTARIS DIGITAL
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di era globalisasi mendorong perubahan pada aspek-aspek kehidupan dan cara hidup manusia. Salah satunya adalah Notaris selaku pejabat umum yang berwenang untuk membuat akta otentik. Akta dan surat yang dibuat oleh Notaris nantinya dalam bentuk dokumen elektronik sebagai dokumen resmi bersifat otentik memerlukan pengamanan baik terhadap akta itu sendiri maupun terhadap isinya untuk mencegah penyalahgunaan secara tidak bertanggung jawab. Salah satu solusi untuk mengamankan informasi rahasia tersebut adalah dengan menggunakan protokol kriptografi. Pada penelitian ini akan mengimplementasikan Protokol Secret Splitting yang telah dimodifikasi pada notaris digital yang dikhususkan untuk mengatasi permasalahan warisan. Modifikasi yang dilakukan yaitu dengan menggunakan fungsi hash LASH, dimana algoritma ini merupakan salah satu jenis algoritma fungsi hash berbasis lattice. Adapun simulasi yang dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman MATLAB. Protokol yang dirancang memiliki beberapa aspek-aspek keamanan, diantaranya yaitu surat wasiat hanya dapat dibacakan jika telah dihadiri oleh seluruh Ahli Waris dan Notaris dapat memastikan keotentikan setiap Ahli Waris. Oleh karena itu, Protokol Secret Splitting dapat dimanfaatkan pada jasa pelayanan notaris digital dalam hal menjamin setiap entitas (yang sah) memiliki kontribusi dalam merekonstruksi pesan asli
SISTEM PENENTUAN TINGKAT INVESTASI MENGGUNAKAN ALGORITMA C 4.5
Selama dua tahun terakhir, di kabupaten Subang telah terjadi peningkatan jumlah investor yang masuk. Jika dibandingkan dengan tahun 2012, nilai investasi sektor industry di kabupaten Subang meningkat hingga mencapai 800 persen pada tahuan 2013. Berdasarkan perkembangan investasi di kabupaten Subang diperlukan upaya untuk mengetahui karakteristik tingkat investasi perusahaan berdasarkan pada deskripsi masing-masing perusahaan. seperti dirilis oleh disperindagsar kabupaten Subang setiap perusahaan memiliki jumlah investasi, jumlah tenaga kerja yang berbeda, jumlah produksi, jenis usaha dan status yang berbeda-beda. Dilakukan perhitungan entropy total, entropy atribut jumlah investasi, jumlah tenaga kerja, jumlah produksi, jenis usaha dan status untuk masing-masing nilai atribut tersebut. Dilakukan perhitungan gain untuk masing-masing atribut. Dilakukan perbandingan nilai gain dari masing-masing atribut, sehingga dapat ditentukan root, cabang dan pohon keputusan secara keseluruhan. Setelah diperoleh pohon keputusan lengkap, baru diperoleh aturan sebagai komputasi yang diekstrak dari data penelitian. Aturan direalisasikan dalam view mengunanakan DBMS MySQL dan pengantarmukaan sistem menggunakan bahasa pemrograman PHP. Diperoleh sembilan aturan, dimana sistem dapat melakukan penentuan tingkat investasi. Dapat diimplementasikan sistem penentuan tingkat investsi menggunkan algoritma C 4.5 berdasarkan deskripsi perusahaan berupa jumlah investasi, jumlah tenaga kerja, jumlah produksi, jenis usaha dan status
PERHITUNGAN SEL DARAH MERAH BERTUMPUK BERBASIS PENGOLAHAN CITRA DIGITAL DENGAN OPERASI MORFOLOGI
Pada beberapa penelitian terdahulu telah diupayakan untuk melakukan otomatisasi perhitungan sel darah merah berbasiskan pengolahan citra digital. Perhitungan otomatis yang dilakukan pada kondisi di mana sel darah merah terisolasi, namun akurasi ini menurun pada kasus di mana beberapa sel darah merah tampak bertumpuk. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan akurasi perhitungan sel darah merah pada kondisi tersebut. Bertumpuknya sel darah merah pada citra yang diamati, secara garis besar dapat dikategorikan sebagai bertumpuk sebagian kecilnya, bertumpuk sebagian besarnya, dan bertumpuk kurang lebih setengahnya. Untuk ketiga kategori ini, pengolahan citra secara morfologi seperti operasi dilatasi dan erosi dapat membantu memisahkan dua atau lebih sel darah merah yang bertumpuk. Pada penelitian ini, citra diakuisisi dengan web-cam yang lensanya dihadapkan pada okuler dari mikroskop optik. Video streaming yang ditangkap oleh web-cam di-capture oleh komputer dengan bantuan software Matlab. Selanjutnya citra ini yang kemudian diproses. Sistem yang diimplementasikan ini kemudian diujikan dengan 30 macam citra. Hasil perhitungan dibandingkan dengan perhitungan manual diperoleh tingkat akurasi dengan margin kesalahan sekitar 0,9. Dengan demikian hasil ini merupakan perbaikan dari penelitian sebelumnya yang belum mengkompensasi seldarah yang bertumpuk. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan yang kuat untuk pengembangan ke arah sistem otomatisasi perhitungan sel darah yang akurat, praktis dan ekonomis
VISUALISASI TEORI OPTIMALISASI BIAYA TRANSPORTASI UNTUK PEMBELAJARAN RISET OPERASI
Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan dari penulis yang sama dengan judul Pengembangan Sarana Pembelajaran Berbantuan Komputer Untuk Teori Optimalisasi Biaya Transportasi. Sarana pembelajaran berbantuan komputer tersebut berwujud sebuah aplikasi perangkat lunak (software). Aplikasi ini dibangun untuk mensimulasikan materi perkuliahan riset operasi, khususnya tentang optimalisasi biaya transportasi sehingga menjadi salah satu alternatif sarana belajar bagi mahasiswa. Aplikasi ini bersifat dinamis, artinya mampu menerima masukan data yang ditentukan sendiri oleh pengguna dan pemecahan permasalahan transportasi bisa ditampilkan secara langkah demi langkah.Aplikasi hasil penelitian ini merupakan penyempurnaan dari hasil penelitian sebelumnya. Pada penelitian sebelumnya aplikasi hanya mempresentasikan proses perhitungan pada tahap 1 proses optimalisasi yaitu menggunakan metode yaitu Vogel’s Aproximation Method, Minimum Cost Value, dan North West Corner. Pada penelitian kedua ini telah diterapkan metode lanjutan teknik optimalisasi biaya transportasi yaitu teknik Stepping Stone, sehingga menjadi semakin optimal.Aplikasi terdiri atas tiga bagian, yaitu bagian pengisian data lokasi supply dan lokasi demand, pengisian nilai supply dan demand di setiap lokasi supply dan lokasi demand, serta pengsian data biaya transportasi. Data yang telah diisikan akan diolah dengan teknik awal optimalisasi biaya transportasi yaitu salah satu metode Vogel’s Aproximation Method, Minimum Cost Value, atau North West Corner. Optimalisasi lanjutan dengan metode Stepping Stone. Informasi yang dihasilkan dari setiap metode adalah jumlah unit yang harus dikirimkan dari setiap lokasi supply ke lokasi demand tertentu sehingga meminimalkan biaya transportasi
PENENTUAN POSISI USER PADA SISTEM KOMUNIKASI SELULER DENGAN METODA TIME OF ARRIVAL (TOA) DAN TIME DIFFERENCE OF ARRIVAL (TDOA)
Penentuan posisi user pada sistem komunikasi seluler saat ini menjadi hal yang sangat penting karena banyak sekali keuntungannya terutama untuk memantau posisi kejadian-kejadian luar biasa seperti pelaku kejahatan, tempat kebakaran, bencana kerusuhan dan lain-lain.Metoda Time of Arrival (TOA) merupakan salah satu teknik penentuan posisi user berdasarkan waktu kedatangan sinyal dari transmitter yang diterima oleh receiver. Sistem penentuan posisi hiperbola yang juga dikenal sebagai teknik penentuan posisi Time Difference of Arrival (TDOA) adalah suatu teknologi yang bisa memberikan informasi penentuan lokasi secara akurat sesuai dengan ukurannya dengan menggunakan infrastruktur seluler yang telah ada tanpa memerlukan adanya penambahan implementasi hardware pada perangkat Mobile Station (MS).Pada Penelitian ini, sistem komunikasi seluler dimodelkan kemudian disimulasikan dengan bantuan software Matlab. Hasilnya, untuk metoda TOA dianalisa delay propagasi antara objek dengan setiap receiver menggunakan algoritma MUSIC (Multiple Signal Classification) dan algoritma Chan digunakan sebagai algoritma pembantu dalam perhitungan matematis penentuan posisi objek dalam koordinat (x,y). Untuk metoda TDOA, algoritma yang digunakan untuk mendapatkan estimasi posisi yaitu algoritma Taylor-series. Dimana algoritma ini menawarkan estimasi posisi yang akurat dan aplikatif pada beberapa pengukuran jarak yang berbeda.
PEMBUATAN MODEL PENGEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI (TI) GOVERNMENT BERDASARKAN BUDAYA ORGANISASI Studi Kasus : Pemerintahan Kabupaten Sleman
Pengembangan teknologi informasi (TI) pada sebuah pemerintahan sudah menjadi kebutuhan. Penyebab terhambatnya pengembangan TI di pemerintahan antara lain belum matangnya analisis kebutuhan secara keseluruhan seperti ; visi dan misi, kebutuhan TI, SDM, budaya organisasi yang berjalan saat ini dan perubahan budaya yang diinginkan , keuangan dan lain sebagainya. Budaya organisasi merupakan faktor utama dalam melaksanakan kegiatan dalam organisasi, sehingga dalam pengembangan TI sangat perlu melihat dari faktor budaya organisasi yang sedang berjalan, yang berguna untuk menentukan TI yang akan dibangun dan digunakan sudah sejalan atau belum. Sedangkan budaya organisasi yang diinginkan pada saat mendatang akan berguna untuk melakukan kelanjutan pengembangan TI yang disesuaikan dengan pengembangan e-government. Model Pengembangan TI dibuat dalam rangka untuk memudahkan pemerintah dalam menentukan dan mengembangan TI sesuai dengan tahapan e-government. Model pengembangan TI berdasarkan budaya yang berjalan saat ini dan bentuk rekomendasi berupa model pengembangan TI berdasarkan perubahan budaya organisasi yang diinginkan
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PEMETAAN FASILITAS KESEHATAN DI KOTA MAGELANG BERBASIS WEB
Perkembangan fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Magelang yang begitu cepat harus diimbangi dengan penyampaian informasi dengan cepat dan tepat dalam hal ini dinas terkait yaitu Dinas Kesehatan Kota Magelang perlu menginventarisasi dan memberikan informasi fasilitas kesehatan di Kota Magelang kepada masyarakat umum Pemetaan fasilitas kesehatan berbasis web diperlukan untuk memudahkan Dinas Kesehatan menginventarisasi dan memantau jumlah fasilitas kesehatan yang ada dan juga masyarakat umum dapat memperoleh informasi dari fasilitas kesehatan di Kota Magelang secara on-line.Metodologi yang digunakan dalam membangun sistem ini adalah metode waterfall., Tools yang digunakan dalam membangun sistem ini adalah ArcView GIS 3.3 untuk membuat peta, MapServer untuk menampilkan peta digital ke halaman web, PHP sebagai bahasa pemrograman web, Macromedia Fireworks MX dan Macromedia Dreamweaver MX untuk membuat desain dan isi halaman web, serta MySQL untuk membuat basis data.Hasil penelitian ini berupa sistem informasi geografis pemetaan lokasi fasilitas kesehatan di Kota Magelang berbasis web yang dapat menampilkan secara online peta Kota Magelang dan lokasi fasilitas kesehatan serta informasi dari fasilitas kesehatan tersebut. Sistem yang dibuat juga memberikan informasi sekilas tentang kota Magelang, profil Dinas Kesehatan Kota Magelang, dan halaman buku tamu untuk pengunjung situs
UNJUK KERJA MOTOR INDUKSI ROTOR LILIT SEBAGAI VARIABEL-TRANSFORMATOR (The Performance of a Wound Rotor Induction Motor used as a Variable Transformer)
Generally induction motor is used as a tool to change electric power to mechanic one. In forced condition wound-rotor induction motor can be used as transformer. This case can be accepted for both machines work by induction principle. Stator is the primary side of a three phase-transformer. Magnetic field produced by stator cuts across rotor conduction. This induction voltage cases the rotor current to flow. However, induction motor is one of non-linear load and be able to cause harmonic in alternating current.The objective of this research is to acknowledge the work of wound-rotor induction motor when its function is changed into a transformer.The research was done by the wound rotor supplied sinusoidal voltage as the primary of a three phasetransformer. The magnetic filed produced by rotor cuts across stator conductor. Rotor position was regulated from 0o, 45o, 90o, 135o, up to 360o. In stator winding, the amount of emf induced proportional to the rate of flux change and the number of its wound.The result of research shows that wound-rotor induction motor can be used as variable transformer. Voltage change obtained is about 8%. Voltage waved) form is defect sinusoidal. The average value of Total Harmonic Distortion (THD) is 1.8% for displacement of rotor angle from 0o up to 360o
EVALUASI PENERIMAAN SISTEM E-KTP DENGAN MENGGUNAKAN TAM (Technology Acceptance Model ) (Studi Kasus : Kantor Camat Ilir Timur I Palembang)
Proyek E-KTP dilatarbelakangi oleh sistem pembuatan KTP konvensional di Indonesia yang memungkinkan seseorang dapat memiliki lebih dari satu KTP. Hal ini disebabkan belum adanya basis data terpadu yang menghimpun data penduduk dari seluruh wilayah Indonesia. Untuk mengatasi duplikasi tersebut sekaligus menciptakan kartu identitas tunggal. Maka diterapkanlah E-KTP berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK), E-KTP yang berbasis NIK nasional, memuat kode keamanan dan rekaman elektronik sebagai alat verifikasi dan validasi data jati diri seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan terhadap sistem Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) dengan model Technology Acceptance Model (TAM), Yang dilaksanakan pada kantor Camat Ilir Timur I (IT I). Dalam penelitian ini, penulis menggunakan tiga variabel yang mempengaruhi penerimaan sistem E-KTP. Variabel tersebut adalah Perceived Usefulness (PU) dan Perceived Ease of Use (PEOU) sebagai variabel mandiri sedangkan penerimaan sistem E-KTP sebagai variabel terkait. Pengambilan Sampel dalam penelitian ini dilakukan secara probabilitas (pemilihan random) dengan menggunakan metode Area Sampling atau Sampel wilayah, maka peneliti menetapkan sampel untuk masyarakat sebanyak 20 orang responden dari setiap kelurahan sehingga didapat total responden untuk masyarakat sebanyak 220 orang responden yang mewakili setiap kelurahan. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa secara simultan maupun secara parsial terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara variabel mandiri dan variabel terkait Sedangkan dari hasil analisis Regresi diperoleh fakta bahwa kontribusi kedua variabel tersebut adalah 64,5 % terhadap penerimaan sistem E-KT
PERENCANAAN LAYANAN SISTEM INFORMASI DENGAN ENTERPRISE ARCHITECTURE PLANNING (Studi kasus: Rumah Sakit Umum Daerah)
Teknologi sistem informasi yang berkembang semakin cepat sangat mempengaruhi kegiatan usaha manusia di bidang bisnis. Hal ini juga berdampak pada rumah sakit yang diberi tugas dan wewenang untuk menyelenggarakan kegiatan pelayanan kesehatan. Perencanaan sistem informasi di rumah sakit seringnya mengalami ketidak selarasan dengan bisnis dan IT yang ada. Agar dapat menyelaraskan informasi dan mensinergikan bisnis dan IT di RSUD, maka diperlukan suatu perencanaan sistem informasi. Dalam hal ini metode yang digunakan untuk menggambarkan kondisi organisasi saat ini dan merancang arsitektur enterprise adalah Enterprise Architecture Planning (EAP). Metode ini digunakan untuk menggambarkan dan merancang enterprise arsitecture yang baik untuk mencapai strategi binis perusahaan. Penelitian ini akan menghasilkan suatu blueprint yang dapat menjadi pedoman dalam pengembangan sistem informasi pada rumah sakit tersebut.