Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF)
Not a member yet
769 research outputs found
Sort by
PEMBUATAN CETAK BIRU (BLUE PRINT) PENOMORAN PENDUDUK NASIONAL SECARA ELEKTRONIK (E-NATIONAL IDENTITY CARD) DALAM RANGKA AKURASI DATA UNTUK KEPERLUAN DAFTAR PEMILIH TETAP PADA PEMILU DI INDONESIA TAHUN 2014
Pada pemilihan calon legislatif tahun 2009 ternyata banyak warga Negara Indonesia yang kecewa karena tidak terdaftar sebagai pemilih tetap (tidak bisa menyalurkan hak suaranya). Hal ini bisa terjadi karena berbagai macam penyebabnya, diantaranya masalah pemutakhiran data yang tidak maksimal, atau bisa karena perubahan domisili warga, adanya identitas penduduk ganda dan lain sebagainya. Identitas penduduk (Identity card) merupakan hak setiap warga negara dan bisa berlaku secara nasional. Berkaitan dengan hal tersebut seyogyanya permasalahan-permasahalan seputar pemutakhiran data kependudukan perlu dibenahi dengan tepat dan cermat. Data kependudukan yang mutakhir sangat diperlukan sebagai komponen utama dalam penyelenggaraan demokrasi di Indonesia yang lebih baik. Adaptasi terhadap perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menjadi hal yang penting untuk terciptanya perubahan ke arah yang lebih baik dari proses bisnis (business process improvement) pemerintahan. Akan tetapi penerapan di lapangan tentunya mempertimbangkan aspek kesiapan dari berbagai sumber daya. Departemen Dalam Negeri dalam hal ini yang bertanggung jawab dalam pengelolaan data kependudukan perlu mempersiapkan sedini mungkin untuk pemutakhiran data yang lebih efisien, efektif, akurat dan menyeluruh. Dengan pemanfaatan sarana teknologi informasi untuk menuju proses bisnis berbasis elektronik insyaAlloh bisa dilakukan. Pembuatan Cetak Biru ini menggunakan metodologi Enterprise Architecture Planning (EAP). Metodologi tersebut melingkupi pembahasan tentang arsitektur data, arsitektur aplikasi, arsitektur teknologi. Hasil akhir dari penelitian ini berupa peta jalan (roadmap) dan usulan-usulan aplikasi yang dibutuhkan untuk keperluan pengelolaan data kependudukan secara elektronik
FUZZY MAMDANI DALAM MENENTUKAN TINGKAT KEBERHASILAN DOSEN MENGAJAR
Permasalahn yang timbul di dunia ini terkadang sering sekali memiliki jawaban yang tidak pasti, logika fuzzy merupakan salah satu metode untuk melakukan analisis system yang tidak pasti. Paper ini berisi tentang penggunaan metode logika fuzzy mamdani dalam menentujkan tingkat keberhasilan dosen mengajar pada AMIK Tunas Bangsa Pematangsiantar. Masalah yang diselesaikan adalah cara menentukan tingkat keberhasilan dosen mengajar jika hanya menggunakan dua variable input, yaitu dosen dan nilai. Langkah pertama penyelesaian masalah tingkat keberhasilan dosen mengajardengan menggunakan metode fuzzy mamdani yaitu menentukan variable input dan output yang merupakan himpunan tegas. Langkah kedua yaitu mengubah variable input menjadi himpunan fuzzy dengan proses fuzzifikasi, selanjutnya langkah ketiga adalah pengolahan datahimpunan fuzzy dengan metode maksimum. Dan langkah terakhir atau keempat adalah mengubah output menjadi himpunan tegas dengan proses defuzzifikasi dengan metode centroid, sehingga akan diperoleh hasil yang diinginkan pada variable output. Hasil dari perhitungan dengan menggunakan metode fuzzy mamdani dari tingkat keberhasilan dosen mengajar untuk nilai variable dosen 55 dan nilai variable nilai 65 adalah 80
GROUP DECISION SUPPORT SYSTEM UNTUK PEMBELIAN RUMAH DENGAN MENGGUNAKAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DAN BORDA
Seiring dengan pertumbuhan penduduk, kebutuhan rumah sebagai kebutuhan pokok manusia ikut pun meningkat. Banyak cara dilakukan orang untuk memenuhi kebutuhan tersebut, antara lain dengan membangun sendiri, membeli dari orang lain, atau dengan membeli rumah di suatu perumahan. Calon pembeli rumah tentu memiliki kriteria-kriteria yang menjadi pertimbangan dalam memilih suatu rumah. Banyak kriteria yang ada sering diikuti dengan tersedianya lebih dari satu pilihan rumah yang dapat memenuhi kriteria-kriteria tersebut. Oleh karena itu, penulis membuat suatu Sistem Pendukung Keputusan untuk Pembelian Rumah yang nantinya akan membantu para calon pembeli rumah dalam menentukan pilihan rumah yang akan dibelinya. Untuk metode pengambilan keputusan yang digunakan dalam sistem ini adalah analytical hierarchy process (AHP). AHP adalah salah satu bentuk model pengambilan keputusan yang cocok digunakan untuk permasalahan yang multi-kriteria dan multi-alternatif dengan input utamanya adalah persepsi manusia. Dan dikarenakan proses pengambilan keputusan pembelian rumah biasanya melibatkan lebih dari satu orang (keluarga), maka diperlukan adanya suatu teknik pengambilan keputusan secara kelompok (group decision support system). Borda adalah salah satu metode pengambilan keputusan kelompok yang bisa menggabungkan hasil analisa persepsi (hasil analisa AHP) dari beberapa pengambil keputusan. Sehingga keputusan pembelian rumah yang dihasilkan bisa diterima oleh semua pihak pengambil keputusan (keluarga)
MODEL PENGAMBILAN KEPUTUSAN KABUR UNTUK PEMILIHAN PRESIDAN-WAKIL PRESIDEN
Model pengambilan keputusan untuk pemilihan presiden-wakil presiden merupakan model keputusan banyak kriteria dimana setiap kriteria yang digunakan kabur atau tidak tegas. Hasil keputusan sangat bergantung dari persepsi individu tentang kriteria tersebut. Masukan dari sistem ini berupa derajat keanggotaan kriteria dan matriks resiprok sedangkan hasil akhir dari sistem ini adalah kelayakan calon yang dipilih beserta derajat keputusannya. Melalui model ini, pemilih dibantu dalam melihat kelayakan dari calon presiden-wakil presiden pilihannya sesuai dengan kriteria yang ada maupun persepsi dari setiap pemilih itu sendiri
PENGGUNAAN NILAI SKALA KEABUAN DARI CITRA WATERMARK SEBAGAI CETAK BIRU DARI VISIBLE WATERMARKING
Visible watermarking adalah salah satu proses pada pengolahan citra digital yang memproses dua buah citra. Satu citra sebagai citra utama dan yang lainnya adalah citra watermark. Citra watermark dilekatkan pada citra utama. Biasanya, proses visible watermarking dilakukan dengan proses image blending yang mencampurkan kedua citra. Pada kenyataan yang lain, citra watermark, yang telah diproses menjadi citra grayscale, mempunyai nilai intensitas yang bervariasi yang dapat dijadikan sebagai cetak biru dari watermark. Setiap piksel pada citra utama akan dinaikkan atau diturunkan sesuai dengan nilai piksel yang bersesuaian. Intensitas terkecil dari citra watermark dapat digunakan untuk menentukan titik proses penandaan, dan dapat digeser dengan nilai K yang ditentukan oleh operator. Dengan mempergunakan metode ini diharapkan citra yang di watermark tetap memberikan informasi yang diperlukan tanpa terganggu adanya penempelan citra watermark pada citra tersebut secara kasat mata
PENGGUNAAN TELEPON GENGGAM / PONSEL DALAM PENYEBARAN INFORMASI PEMILU MENGGUNAKAN MACROMEDIA FLASH PROFESSIONAL
Saat ini ponsel merupakan salah satu alat yang diharapkan dapat memberikan kemudahan dan dapat menunjang aktivitas sehari-hari bagi pemakainya. Untuk itu dibutuhkan beberapa aplikasi-aplikasi yang dapat diterapkan pada ponsel. Dalam membuat aplikasi-aplikasi di dalam handphone tentu tidaklah mudah dan membutuhkan perealisasian. Macromedia Flash Professional 8 merupakan salah satu software yang memiliki fitur baru yang dapat membantu untuk mengembangkan berbagai aplikasi yang diterapkan pada ponsel, yaitu Flash Lite. Hal-hal yang harus dilakukan dalam perancangan simulasi brosur digital adalah membuat animasi untuk tampilan informasi. Informasi yang dapat diberikan dalam ponsel adalah sosialisasi / penyebaran informasi tentang pemilu. Dengan menggunakan cara seperti ini dapat menjadi sesuatu yang unik yang dapat menarik perhatian banyak orang
IMPLEMENTASI SOA PADA PEMODELAN ARCHITECTURE ENTERPRISE SISTEM PENGAWASAN PRODUK TERAPETIK
Inspektorat CPOB merupakan bagian Badan POM dengan domain pengawasan pada produk terapetik baik pre maupun post market. Salah satu strategi Badan POM pada kebijakan internal dan Renstra adalah perkuatan TIK menuju pengawasan yang terintegrasi. Namun untuk mengintegrasikan direktorat dalam rangka mewujudkan perkuatan pengawasan produk terapetik masih merupakan tantangan. Proses pengawasan produk terapetik tidak bisa berjalan tanpa dukungan pertukaran informasi dari direktorat lain. Sedangkan saat ini ruang lingkup pembangunan SI pengawasan hanya terbatas internal Inspektorat CPOB. Permasalahan pengawasan diuraikan menggunakan pendekatan SSM, yang menghasilkan root definition berupa usulan pemodelan EA sistem pengawasan produk terapetik yang berbasis SOA. Mengacu kepada best practice dan sumber penelitian, EA menjadi salah satu strategi menguraikan kompleksitas integrasi melalui asset untuk mendefinisikan misi, informsi dan teknologi. Mengoptimalkan manfaat EA, penelitian menggunakan SOA dalam menterjemahkan layanan bisnis pengawasan produk terapetik ke dalam teknologi. Peneliti menggunakan kerangka TOGAF versi 9.1 yang menawarkan satu paket alat perancangan untuk mendukung SOA. Implementasi SOA pada perancangan pemodelan EA sistem pengawasan produk terapetik tercermin dari proses assesment tingkat kematangan SOA (as is dan to be) menggunakan OSIMM dan pemodelan arsitektur visi, arsitektur bisnis berupa 9 area bisnis pengawasan dengan 24 fungsi bisnis dan 12 kebutuhan layanan informasi, arsitektur sistem informasi yang menghasilkan 9 modul aplikasi dengan 23 sub aplikasi serta usulan arsitektur teknologi. Web service merupakan teknologi yang disaranakan digunakan untuk membangun layanan informasi antar entitas data di Direktorat yang berbeda, sehingga sistem pengawasan produk terapetik dapat memenuhi harapan Inspektorat CPOB
GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM : SISTEM INFORMASI EMBUATAN MODEL PENGENDALIAN KEPEMILIKAN TERNAK SAPI DI WILAYAH PROVINSI NTB
Dengan besarnya potensi yang dimiliki tersebut pemerintah pusat menetapkan Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai salah satu propinsi sumber sapi potong dan sapi bibit diantara 18 propinsi di tanah air, sehingga kiprah NTB diharapkan mampu mempercepat program nasional percepatan pencapaian swasembada daging sapi (P2SDS). Oleh karena itu strategi yang dilakukan dalam mengembangkan potensi peternakan sapi ini adalah dengan memelihara sapi melalui sistem kandang kolektif untuk Pulau Lombok dan pola padang penggembalaan atau lar/so di Pulau Sumbawa. Sampai dengan pertengahan tahun 2010, terdapat sekitar 880 unit kandang kolektif sapi di pulau lombok dari target 1.000 unit kandang kolektif pada tahun 2013. Adanya jumlah sapi yang tiap tahun mengalami peningkatan maka dibutuhkan penelitian pembuatan sistem informasi giografis (SIG) dan database identifikasi peternak sapi. Penelitian ini dilakukan untuk menghasilkan produk SIG peternakan sapi dan database identitfikasi kepemilikan sapi di wilayah NTB. Metodologi penelitian digunakan adalah Model air terjun (waterfall) yaitu metode pengembangan sistem informasi dengan cara perencanaan, analisis, desain sistem, coding dan implementasi, sehingga produk dari SIG diperuntukan dapat menghasilkan pemetaan populasi sapi, database identifikasi kepemilikan sapi, jumlah kelompok tani, jumlah sapi yang dimiliki peternak, jumlah sapi yang terjual pasar tradisional, jumlah sapi yang disalurkan keluar daerah dan jumlah populasi yang ada di kabupaten di provinsi NTB
RANCANGAN ARSITEKTUR APLIKASI PENGUMPULAN TUGAS DENGAN PUSH NOTIFICATION REAL-TIME MENGGUNAKAN NODE.JS
Ketepatan penilaian serta kedisiplinan dalam pengumpulan tugas merupakan kondisi ideal yang harus ada khususnya di lingkungan laboratorium teknik informatika UNPAS. Namun, cara yang dilakukan masih belum bisa untuk mencapai kondisi ideal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan rancangan aplikasi pengelolaan pengumpulan tugas praktikan dengan melakukan pengumpulan data melalui studi literatur, wawancara dan observasi, analisis kebutuhan dan perancangan aplikasi. Aplikasi ini berbasis web dan menerapkan teknologi javascript server side serta push notification real-time. Melalui pendekatan real-time event triggered, diharapkan mampu memberikan efisiensi sumber daya dan efektifitas notifikasi agar kondisi ideal tersebut dapat terjadi
KLASIFIKASI DIATOM MENGGUNAKAN SIGNATURE DAN SUPPORT VECTOR MACHINE
Diatom merupakan jenis alga bersel tunggal yang ukurannya sangat kecil, dalam orde mikrometer, hidup di air tawar maupun air laut. Keberadaan diatom dapat dimanfaatkan untuk memonitor kualitas air, mendeteksi adanya polusi pada air, mempelajari perubahan iklim dan lingkungan di masa lalu hingga digunakan untuk menganalisis penyebab kematian pada ilmu forensik. Pemanfaatan diatom untuk berbagai keperluan tersebut dilakukan dengan cara mengidentifikasi dan mengklasifikasi jenisnya. Setiap jenis diatom dibedakan dari bentuknya sehingga proses melakukan analisis bentuk diatom adalah bagian penting dalam membangun sebuah sistem identifikasi dan klasifikasi otomatis. Penelitian ini bertujuan membangun sistem klasifikasi diatom otomatis dengan menggunakan metode Signature pada proses ekstraksi fitur bentuk diatom dan metode Support Vector Machine (SVM) pada proses klasifikasinya. Data citra diatom yang digunakan diambil langsung dari perairan di Indonesia. Kinerja klasifikasi yang didapatkan dari hasil pengujian mencapai akurasi 96% hingga 100%