Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF)
Not a member yet
769 research outputs found
Sort by
APLIKASI KAMUS BAHASA INDONESIA – BAHASA SASAK BERBASIS WAP
Bangsa Indonesia memiliki suku yang beraneka ragam. Begitu pula dengan bahasa daerah, masing-masing suku yang ada di Indonesia memiliki bahasa yang berbeda-beda pula. Bahasa Sasak adalah bahasa daerah yang digunakan di pulau Lombok. Jumlah pendatang di pulau Lombok baik dengan tujuan menetap ataupun sementara tidak sedikit, secara tidak langsung akan berkomunikasi dengan penduduk setempat, namun bahasa Sasak susah untuk dimengerti karena berbeda dengan bahasa Indonesia dan bahasa daerah lainnya. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan kamus praktis untuk menerjemahkan kata dan kalimat bahasa Indonesia dan bahasa Sasak. Fasilitas yang dimiliki mobile device salah satunya adalah dapat mengakses internet dengan fasilitas WAP (Wireless Application Protocol), oleh karena itu sangat bermanfaat jika dibuat program aplikasi kamus yang menerjemahkan bahasa Indonesia ke bahasa Sasak dan sebaliknya dengan teknologi WAP. Metode penelitian dilakukan dengan cara studi pustaka, dan wawancara, menganalisa kebutuhan sistem, merancang sistem, mengimplementasikan rancangan sistem tersebut menggunakan Macromedia Dreamweaver, WML, dan PHP. Tahap akhir adalah pengujian sistem dengan black box test dan alpha test. Hasil dari penelitian ini adalah aplikasi kamus bahasa Indonesia ke dalam bahasa Sasak dan sebaliknya dengan fasilitas WAP. Berdasarkan hasil pengujian sistem dengan black box test dan alpha test menunjukkan bahwa program dinyatakan baik dan siap untuk diimplementasika
APLIKASI E-SERVICES BERBASIS CLOUD COMPUTING
Penggunaan internet sebagai salah satu teknologi komputasi meningkat dan telah merambah ke semua kalangan dan mampu menyediakan layanan dalam proses bisnis yang sering disebut sebagai e-services. Permasalahan diperoleh dalam pengolahan jaringan sistem komputer. Apabila terdapat suatu perubahan pada aplikasi internet yang digunakan pada server jaringan lokal, maka data harus diinstal ulang dan disesuaikan kembali. Teknologi cloud computing merupakan teknologi dimana sebagian besar proses dan komputasi terletak di jaringan internet sehingga memungkinkan pengguna dapat mengakses layanan yang diperlukan dari manapun dan kapan pun. Dalam kenyataannya setiap perusahaan sebagian besar telah memiliki website, namun hanya sebatas sebagai media promosi saja. Untuk mengembangkan ke ranah e-services, maka perlu dibangun loncatan arsitektur informasi yang lebih. Beberapa permasalahan tersebut menjadi dasar pemikiran untuk merancang suatu model arsitektur teknologi informasi menggunakan arsitektur teknologi informasi berbasis cloud computing
ANALISIS SUSUT ENERGI PADA SISTEM JARINGAN DISTRIBUSI DI PT. PLN APJ YOGYAKARTA UPJ WONOSARI UNIT SEMANU
Energy losses of electrical distribution Engineering are important phenomenon in the determination of electrical tariff. Therefore, the energy losses of an electrical system should be really made as small as possible. The energy losses of PT. PLN APJ Yogyakarta UPJ Wonosari Semanu are great enough. Why are the enough losses being so big? The existing energy losses of an area present the electrical condition in that area. Simple analysis will represent electrical system service in the condition of load the length of the electrical system and the energy loss, and then determine the electrical service quality to customers. Load capacity and losses condition, which happen in the electrical distribution should be paid into attention, especially at peak load time, at which the energy loss can be known. The length of 20 KV feeder in Semanu may be the main cause of the great losses. The result analysis should the energy losses was big enough at peak load time. The losses increased due to the raise in the length of feeder. The energy losses of 855,751 kwh happened for the length of feeder of 32,94 km. While a length of line of 66,9 km made 1.616,970 kwh losses. The 61 ampere load has a relation to 1,172Kwh energy losses and the load at 221 ampere previded 129,673 kwh energy losses
ANALISIS KORELASI RESONANCE INTEGRAL DAN TEMPERATUR KELUARAN PAKET PROGRAM V.S.O.P PADA REAKTOR HTGR PEBBLE BED
Salah satu konsep reaktor yang mendapat perhatian khusus dalam beberapa tahun terakhir ini adalah reaktor gas temperatur tinggi (HTGR) berbahan bakar pebble (HTGR pebble bed). Dalam desain HTGR pebble bed, resonance integral dan temperatur merupakan dua parameter yang cukup krusial yang diperhatikan berkaitan analisis keselamatan. Kritikalitas reaktor sangat dipengaruhi oleh moderasi neutron yang performanya bergantung pada resonance dan temperatur. Makalah ini menginvestigasi resonance integral HTGR pebble bed sebagai fungsi temperatur pada bahan bakar kernel yang diperoleh dari keluaran paket program Very Superior Old Program (V.S.O.P’94). Nilai resonance integral diidentifikasi pada berbagai level temperatur dan dihitung korelasinya. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa resonance integral mempunyai korelasi yang kuat dengan temperatur.
IMPLEMENTASI ALGORITMA K-NEAREST NEIGHBORS UNTUK MENENTUKAN KEMUNGKINAN TINGKAT KETERCAPAIAN KOMPETENSI PEMBELAJARAN KETERAMPILAN KOMPUTER DAN PENGELOLAAN INFORMASI
Nilai keterampilan komputer, nilai matematika dan bahasa Inggris pada saat kelas 3 SMP yang tersimpan dalam basis data digunakan untuk menentukan tingkat ketercapaian kompetensi pembelajaran Keterampilan Komputer dan pengelolaan Informasi (KKPI) di kelas I SMK pada masa lampau. Nilai keterampilan komputer, nilai matematika dan bahasa Inggris pada masa sekarang digunakan untuk menentukan kemungkinan tingkat ketercapaian kompetensi pembelajaran KKPI di kelas I SMK pada masa sekarang sebagai informasi untuk meminimalisir dan mendiagnosa awal faktor-faktor yang bisa diantisipasi lebih dini. Sistem digunakan sebagai salah satu media komunikasi antar guru pembina dan guru muda dalam mengelola pembelajaran. Algoritma K-Nearest Neigbohr digunakan untuk menentukan kemiripan kondisi masa lampau dan kondisi sekarang dengan menggunakan rumus similarity. Kasus sekarang dibandingkan kasus lampau kemudian diukur similarity-nya. Nilai similarity tertinggi menunjukkan kemiripan antara kasus yang dibandingkan, sehingga menjadi dasar pengambilan kesimpulan kemungkinan tingkat pencapaian kompetensi. Hasil penelitian menunjukkan sistem dapat menghitung nilai similarity dan membuat kesimpulan kemungkinan pencapaian tingkat kompetensi KKPI berdasarkan pada nilai keterampilan komputer, nilai matematika dan bahasa Inggris. Sistem dapat digunakan sebagai model komunikasi guru muda dan guru pembina dalam proses pembelajaran
PERAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI DAN INFORMASI TERHADAP KEKUATAN STAKEHOLDER DALAM MEWUJUDKAN EDEMOCRACY DI INDONESIA
Peranan Information and Communnication Technology (ICT) telah banyak diketahui adalah untuk efisiensi, efektivitas dan transparans. E-Democracy di Indonesia belum berjalan dengan baik. ICT diharapkan dapat merubah pola pikir dalam melakukan pesta demokrasi, transparansi yang ditawarkan ICT bisa mengurangi kecurangan yang banyak dilakukan selama ini. Stakeholder sangat memengaruhi sukses atau tidaknya pelaksanaan e-Democracy di Indonesia. Kekuatan stakeholder dalam mensukseskan perlu adanya sosialisasi sehingga mempunyai power dalam mewujudkan e-Democracy. Masing-masing aktor dalam stakeholder bisa mengubah situasi dan kondisi tercapainya e-Democracy yang baik. Apabila dilakukan perubahan dari voting tradisional ke e-voting, maka peranan local administrasi sangat berpengaruh
ANALISIS CRITICAL SUCCESS FACTORS IMPLEMENTAS E-PROCUREMENT DI KABUPATEN PROBOLINGGO
E-procurement merupakan proses pengadaan barang/jasa yang pelaksanaannya dilakukan secara elektronik berbasis web/internet. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis critical success factors (CSF) implementasi e-procurement di Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan metode survei menggunakan kuesioner yang dibagikan dalam bentuk kuesioner elektronik melalui email responden. Responden adalah pengguna dari sistem pengadaan secara elektronik (SPSE) yaitu Penyedia dan Non penyedia. Analisis data menggunakan Structure Equation model (SEM) dengan tools SmartPLS 2.0. Hasil penelitian yang diperolah menyatakan bahwa implementasi e-procurement di Kabupaten Probolinggo dipengaruhi oleh CSF penerimaan oleh pengguna akhir dan pelatihan, kesesuaian terhadap best practice, integrasi sistem, penyusunan ulang proses pengadaan dan strategi implementasi e-procurement. selain itu ada faktor pendukung lain yang secara tidak langsung mempengaruhi implementasi e-procurement di Kbupaten Probolinggo ialah faktor keamanan/keaslian dokumen pengadaan dan pengukuran kinerja. Faktor keamanan dan keaslian dokumen pengadaan merupakan software default pada Sistem Pengadaan Barang dan jasa (SPSE) yang berkerjasama dengan Lembaga Sandi Negara mengamankan setiap file yang diunggah dan didownload pada proses pengadaan barang dan jasa secara elektronik. sedangkan faktor pengukuran kinerja diasumsikan bahwa implementasi e-procurement tidak lepas dari peran serta Tim LPSE Kabupaten Probolinggo yang mengawal LPSE mulai dari terbentuk hingga sekarang ini dan ini diluar konteks Top Level Manajemen
PEMANFAATAN DUBLIN CORE METADATA TERM DALAM PENGEMBANGAN PERPUSTAKAAN DIGITAL BERBASIS SEMANTIK
Pemanfaatan metadata yang disediakan secara online, sebagai contoh metadata dalam dublin core, memiliki pengaruh yang sangat besar dalam pertukaran informasi digital saat ini. Galeri, Perpustakaan, Arsip, Museum saat ini mulai membuka data dalam menyamakan penemuan standar yang lebih baik bagi sumber daya elektronik dimasa depan.Temu kembali informasi bersejarah menjadi tujuan yang paling utama. Dublin Core adalah satu set metadata yang terdiri dari 15 set elemen telah dibangun untuk mendukung temu kembali informasi perpustakaan dengan lebih mudah. Dublin core term telah terstandarmelalui sebuah konsensus internasonal danpenggunaannya lebih sederhana dibanding MARC dalam pengelolaan data di perpustakaan. Oleh karenanya perpustaaan dan museum saat ini mulai menggunakan kosakata standar dari Dublin Core – hal ini dilakukan untuk mendukung wacana perpustakaan dengan akses yang terbuka. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengimplementasikan 15 term dalam Dublin Coredalam studi kasus perpustakaan serta mengujinya melalui uji validator RDF
STUDI KINERJA FUNGSI-FUNGSI JARAK DAN SIMILARITAS DALAM CLUSTERING DOKUMEN TEKS BERBAHASA INDONESIA
Clustering dokumen teks banyak diteliti karena peranan pentingnya dalam bidang text-mining dan information retrieval. Dalam algoritma clustering pemilihan fungsi jarak atau fungsi similaritas antar objek menjadi kunci keberhasilan algoritma. Pada fungsi jarak, jarak euclidean paling sering digunakan. Fungsi ini memiliki kelemahan jika digunakan untuk vektor berdimensi sangat tinggi yang menyebabkan kinerja clustering menurun. Alternatif dari fungsi jarak adalah fungsi similaritas, antara lain jaccard, dice, cosine dan pearson. Penelitian ini melakukan kajian tentang unjuk kerja fungsi jarak euclidean dengan empat fungsi similaritas tersebut di atas jika diterapkan untuk melakukan clustering dokumen teks berbahasa Indonesia. Dua pendekatan clustering yang dicobakan adalah pendekatan hierarchi dan partisi. Untuk pendekatan hierachi digunakan teknik aglomeratif dengan 2 metode similaritas cluster yaitu GroupAverage dan CompleteLink. Untuk pendekatan partisi juga dicobakan 2 metode, yaitu Bisecting K-Mean dan Buckshot. Koleksi dokumen yang digunakan 12 koleksi dokumen teks berita, yaitu dengan cacah dokumen 50, 100, 200, 300, 400, 500, 600, 700, 800, 1009, 1270 dan 1370 dokumen. Semua koleksi telah dilakukan clustering secara manual. Kriteria kinerja clustering diukur berdasarkan waktu komputasi dan validitas clustering. Untuk validitas digunakan nilai F-measure, yaitu nilai yang diturunkan dari Recall dan Precision yang mengukur kemampuan algoritma melakukan klasifikasi secara benar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil clustering terbaik adalah jika digunakan fungsi Cosine dengan rata-rata F-measure untuk seluruh koleksi 0,9313; sementara yang terburuk adalah jika digunakan fungsi jarak eucledian dengan rata-rata F-measure 0,4668. Secara waktu komputasi fungsi cosine juga memiliki kinerja tercepat dengan rata-rata 12,9 detik sedangkan terjelek adalah pearson dengan rata-rata 58,2 detik.
ANALISIS DAN PERANCANGAN APLIKASI EDC GATEWAY
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sistem yang sedang berjalan dan merancang aplikasi EDC Gateway di mana aplikasi ini akan bermanfaat sebagai perantara seluruh transaksi yang dilakukan EDC dengan aplikasi internet banking. Metode penelitian yang digunakan terdiri dari studi pustaka, wawancara, survei, metode analisis, dan metode perancangan yang dilakukan dengan pendekatan berorientasi objek. Hasil dari penelitian ini adalah aplikasi EDC Gateway. Simpulan yang didapat dari perancangan aplikasi EDC Gateway ini tersedianya fasilitas Setting Communication dan Option, proses pemeliharaan tabel User, Long Error Message Conversion, dan Payment