Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF)
Not a member yet
769 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI ALGORITMA C 4.5 UNTUK MENENTUKAN TINGKAT BAHAYA TSUNAMI
Implementasi algoritma C 4.5 dalam menentukan bahaya tsunami diharapkan dapat menjadi media untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat yang tinggal di pesisir pantai dalam menghadapi tsunami, sebagai bagian dari strategi mitigasi dan pengurangan bahaya tsunami. Masyarakat di pesisir pantai diharapkan dapat mengecek potensi bahaya tsunami didaerahnya dengan mengisikan nilai-nilai parameter dari hasil pengamatan lapangan, disampaing dapat melihat tingkat bahaya di wilayah lainnya. Dengan Algoritma C 4.5 dilakukan dengan cara menjadikan atribut tingkat bahaya tsunami dengan klasifikasi tinggi dan rendah serta sedang sebagai atribut tujuan, atribut parameter indikator landaan tsunami, kelerengan pantai, kekasaran pantai, intensitas gempa bumi sebagai atribut sumber. Pada algoritma C 4.5 dilakukan penghitungan entropy dan gain information untuk memperoleh node akar dan node lainnya. Algoritma C 4.5 dapat digunakan untuk menentukan tingkat bahaya tsunami di suatu daerah pesisir pantai mengacu pada kasus tingkat bahaya tsunami yang sudah ada di wilayah pesisir pantai Kabupaten Sukabumi
PENGGUNAAN MOBILE SOCIAL NETWORK SEBAGAI SISTEM PERINGATAN DINI PADA BENCANA
Jejaring sosial atau yang biasa disebut Social Network saat ini menjadi hal yang dibutuhkan oleh setiap individu. Pada awalnya, jejaring sosial hanya digunakan sebagai media eksistensi dan pengakuan diri bagi pemiliknya, dimana penggunaan jejaring sosial sangat dimudahkan dengan munculnya media-media jejaring sosial yang sangat besar, diantaranya adalah Facebook dan Twitter . Hadirnya Facebook dan Twitter meningkatkan tingkat penggunaan jejaring sosial di masyarakat, dikarenakan kedua jejaring sosial ini dapat diakses menggunakan telepon seluler yang mana hampir semua individu telah memilikinya, sehingga penggunaan jejaring sosial di telepon seluler menjadi penyumbang utama peningkatan tingkat penggunaan social network di Indonesia. Dengan melihat hal tersebut, dimana penggunaan mobile social network telah menyentuh hampir semua individu, maka penggunaannya dapat digunakan sebagai sistem peringatan dini dalam bencana, dikarenakan jejaring sosial bersifat online dan realtime, sehingga dengan pengaturan content yang tepat dan akurat, maka informasi tentang suatu bencana yang terjadi dapat di teruskan ke individuindividu pengguna mobile social network dalam waktu yang sangat singkat, dan dengan tingkat penyebaran yang sangat luas. Dengan informasi yang tepat dan akurat mengenai suatu bencana, dapat menghindarkan kepanikan di masyarakat dikarenakan tidak ada informasi yang tepat mengenai bencana yang terjadi
DIAGNOSA TINGKAT KESEHATAN PASIEN MENGGUNAKAN METODE DECISION TREE
Keadaan kesehatan merupakan keinginan tiap orang untuk selalu memiliki tingkat dan kualitas kesehatan yang baik. Munculnya berbagai gejala penyakit yang menyebabkan seseorag menderita suatu penyakit dapat diketahui secara dini. Untuk itu perlu adaya suatu aplikasi pendukung secara online baik berupa web online ataupun aplikasi lainnya yang bisa digunakan secara cepat dan tepat untuk diketahui, sebelum penyakit tersebut ditangani oleh orang yang ahli dibidangnya (dokter). Aplikasi ini untuk mendiagnosa tingkat kesehatan seseorang khususnya yang aktif sebagai perokok. Aplikasi ini menggunakan metode decision tree dengan kombinasi algoritma C.45 yang menggambarkan tingkat kualitas kesehatan seseorang akibat bahaya merokok yang ditimbulkan. Sampling diambil pada 70 orang pasien dengan metode wawancara dan kuesioner yang memberikan efek dan dampak serta kebiasaan dari pasien tersebut.
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK PENENTUAN PENERIMA BERAS MISKIN MENGGUNAKAN BASIS DATA FUZZY
Proses pembagian bantuan beras miskin bukanlah hal yg mudah. Ketepatan sasaran dalam pemberian beras miskin haruslah menjadi hal yang diperhatikan. Hal ini berguna untuk memperkuat ketahanan pangan rumah tangga terutama rumah tangga miskin. Sistem yang dapat mendukung pemilihan rumah tangga miskin yang berhak mendapatkan bantuan beras miskin sangatlah diperlukan. Tulisan ini berfokus pada pada pembangunan sistem pendukung keputusan untuk pemilihan rumah tangga miskin yang berhak menerima bantuan beras miskin dengan menggunakan basis data fuzzy. Sistem yang dibangun memiliki kemampuan untuk menyelesaikan data-data yang bersifat ambiguous. Dimana untuk menyelesaikan data-data yang bersifat ambiguous tersebut, dibutuhkan kemampuan penanganan query yang memiliki variabel-variabel linguistik
DESAIN DAN IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PELAYANAN PERIZINAN SATU PINTU (SIMTU) BERBASIS WEB (STUDI KASUS KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR)
Badan Perizinan dan Penanaman Modal kabupaten Ogan Komering Ilir memiliki tugas, tanggung jawab dan wewenang yang besar di bidang perizinan dan non perizinan. Peningkatan tugas, tanggung jawab dan wewenang tersebut harus diiringi dengan peningkatan sarana dan prasarana pendukung sehingga Badan Perizinan dan Penanaman Modal Kabupaten Ogan Komering Ilir dapat meningkatkan pelayanan yang optimal kepada masyarakat. Untuk mencapai pelayanan umum yang prima kepada masyarakat, dikembangkan Sistem Informasi Pelayanan Satu Pintu (SIMTU) dengan penerapan teknologi informasi sebagai ujung tombak pelayanan kepada masyarakat. Sistem Infomasi Pelayanan Satu Pintu (SIMTU) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang dikembangkan terdiri dari tiga titik pelayanan yaitu back office , front office dan kios informasi. Sistem Infomasi Pelayanan Satu Pintu (SIMTU) dikembangkan dengan menggunakan pengembangan perangkat lunak SDLC dengan metode analisis data deskriptif kualitatif yang disesuaikan dengan tahap pengembangan perangkat lunak
SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA BAGI PERGURUAN TINGGI SWASTA (STUDI KASUS UNIVERSITAS BINA DARMA)
Instrumen Standar 4 Akreditasi Perguruan Tinggi mengungkapkan bahwa Perguruan tinggi harus mempunyai sistem pengelolaan sumberdaya manusia yang lengkap sesuai dengan kebutuhan perencanaan dan pengembangan. Sumberdaya manusia perguruan tinggi adalah dosen, pustakawan, laboran, teknisi, tenaga administrasi, dan tenaga pendukung yang bertanggung jawab atas pencapaian sasaran mutu keseluruhan program tri darma perguruan tinggi. Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (HRIS) adalah sebuah konsep tentang pemanfaatan pengembangan Teknologi Informasi dan karakteristik informasi untuk mengelola secara efektif dari fungsi dan aplikasi manajemen sumber daya manusia. Karakteristik informasi yang dimaksud haruslah berkualitas dengan memenuhi 3 faktor yaitu relevansi dimana sebuah informasi benar-benar berguna bagi suatu tindakan keputusan, tepat waktu dimana informasi datang pada saat dibutuhkan sehingga bermanfaat untuk pengambilan keputusan, dan akurasi dimana informasi bebas dari kesalahan. Oleh karena itu bagi perguruan tinggi sangat dituntut untuk melakukan dan mengembangkan pengelolaan data yang baik dan benar terhadap sumber daya manusia. Metodologi analisa dan perancangan dilakukan dengan menggunakan pendekatan object oriented analysis and design (OOAD) yang mengakomodir beberapa aktor diantaranya personalia, dosen, LPPM, dan pimpinan serta bagian-bagian yang terkait dalam sistem diantaranya staf EPSBED, Koordinator Perhitungan Kinerja Dosen dan Karyawan. Dari hasil penelitian mengungkapkan bahwa dengan sistem informasi ini dapat mengorganisir tatakelola dan tatalaksana manajemen SDM serta dapat mendukung pengambilan keputusan dengan penyediaan informasi melalui media teknologi informasi secara cepat, tepat, akurat, dan terintegrasi
PENGEMBANGAN E-TRACE ALUMNI DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN METODE AGILE
Permasalahan besar bagi pengembang apliksi berbasis web umumnya adalah kecepatan pengembangan, terbatasnya tools untuk membantu proses development, serta permasalahan pada maintainability dan readability. Isu-isu tersebut merupakan tujuan utama yang ingin dipecahkan dengan penerapan agile model, yang sejalan dengan agile manifesto yaitu mengutamakan software yang berjalan dengan baik dan kemampuan untuk mengakomodasi perubahan atau penambahan fitur di kemudian hari. Konsep agile model akan digunakan untuk mengembangkan E-tracer Alumni yang dimiliki BDCTC. Sistem yang lama dirasakan masih memiliki beberapa kekurangan dan perlu segera diperbaiki sesuai dengan kebutuhan pengguna. Maka agile model merupakan pemodelan pengembangan software yang cocok dengan E-tracer Alumni Universitas Bina Darma. Dari hasil penegmbangan dengan menggunakan model agile menunjukkan sistem baru sesuai dengan kebutuhan dan dapat diandalkan
APLIKASI LAYANAN INFORMASI SMA BERBASIS SHORT MESSAGE SERVICE (SMS)
Sekarang ini penggunaan handphone merupakan suatu kebutuhan dan tidak menjadi barang mewah lagi. Salah satu fasilitas handphone adalah Short Message Service (SMS). SMS banyak digunakan sekarang ini dikarenakan murah, prosedurnya cepat dan langsung kepada tujuan. Salah satu layanan yang dikembangkan dari teknologi SMS adalah Aplikasi Layanan Informasi SMA dengan menggunakan SMS untuk memudahkan para siswa dan orang tua siswa untuk mendapatkan informasi. Metodologi yang akan digunakan untuk membangun aplikasi ini adalah metode Waterfall (Siklus Air Terjun). Aplikasi ini dibuat dengan bahasa pemrograman Borland Delphi versi 7 dan database MySQL. Pengguna aplikasi khususnya siswa dan orang tua siswa cukup mengirimkan sebuah SMS yang telah memenuhi format yang ditentukan. Layanan SMS yang disediakan secara garis besar dibagi menjadi 10 macam layanan informasi, yaitu: jadwal pelajaran, jadwal ujian, point pelanggaran, nilai, nilai rata-rata, iuran, pengumuman, info penggunaan, pemberian saran dan pendaftaran ekstra kurikuler
EVALUASI KESIAPAN PENGGUNA DALAM ADOPSI SISTEM INFORMASI TERINTEGRASI DI BIDANG KEUANGAN MENGGUNAKAN METODE TECHNOLOGY READINESS INDEX
Adopsi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam konsep terintegrasi sudah menjadi suatu kebutuhan bagi perusahaan maupun organisasi yang ingin mendapatkan competitive advantages sebagai competitive weapon. Namun, adopsi ini tidak selalu berjalan lancar karena menghadapi berbagai tantangan. Salah satu tantangan berat dalam adopsi TIK adalah kesiapan pengguna TIK. Ketidaksiapan pengguna akan menciptakan resistensi terhadap TIK dan dampak lebih jauh bisa menggagalkan adopsi TIK itu sendiri dan bisa menciptakan lingkugan yang tidak harmonis dalam perusahaan maupun organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi kesiapan pengguna dalam adopsi TIK diukur dari keyakinan positif dan keyakinan negatif pengguna terhadap teknologi dengan mengadopsi metode Technology Readiness Index (TRI) yang dikembangkan oleh Parasuraman (2000
APLIKASI MOBILE GIS UNTUK PEMETAAN BEAUTY CENTER
Melonjaknya mobilitas masyarakat akan kebutuhan teknologi informasi berbentuk peta kini banyak yang memanfaatkan teknologi nirkabel yang berbentuk Sistem Informasi Geografis Nirkabel (Wireless GIS) atau lebih popular dengan sebutan aplikasi Mobile GIS (Geographic Information System). Saat ini Mobile GIS bukan hanya trend semata melainkan kebutuhan yang dapat disetarakan dengan kebutuhan primer pribadi manusia, ataupun dapat membantu pekerjaan di bidang perkantoran. Banyaknya jumlah pelajar dan mahasiswa yang sangat memperhatikan kesehatan kulit dengan seringnya mendatangi Beauty Center. Keadaan seperti ini memerlukan sebuah peta berbasis mobile. Maka, dalam penelitian ini dibangun sebuah Aplikasi Mobile GIS untuk pemetaan Beauty Center. Peta Beauty Center akan bermanfaat bagi para remaja hingga dewasa baik lakilaki maupun perempuan yang ingin mengetahui letak beauty center. Khusus penelilitian ini diambil data wilayah Yogyakarta. Aplikasi ini dibangun dengan metodologi penelitian berupa metode grapple. Dalam aplikasi ini akan menggunakan tool-tool seperti : Zoom In, Zoom Out, dan Indentify (nama Beauty Center, nama dokter, jenis-jenis perawatan, nama barang yang dijual, alamat, no telpon, longitude dan latitude, dan keterangan tambahan lainnya). Dengan adanya informasi yang detail ini diharapkan pengguna aplikasi tidak lagi kesulitan saat ingin mendatangi Beauty Center yang dikehendakinya. Aplikasi ini dibangun menggunakan Google Map API dan Eclipse Java sebagai IDE, dan ponsel Android sebagai alat pendukung