HISTORIA Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Not a member yet
    283 research outputs found

    PELAYARAN PERDAGANGAN SRIWIJAYA DAN HUBUNGANNYA DENGAN NEGERI-NEGERI LUAR PADA ABAD VII-IX MASEHI

    Get PDF
    PELAYARAN PERDAGANGAN SRIWIJAYA DAN HUBUNGANNYA DENGAN NEGERI-NEGERI LUAR PADA ABAD VII-IX MASEHI Kabib SholehPendidikan Sejarah Universitas PGRI PalembangEmail: [email protected] Abstrak       Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sejarah perkembangan pelayaran dan perdagangan Sriwijaya, menganalisis bagaimana hubungan perdagangan Sriwijaya dengan negeri-negeri luar, dan bagaimana kegiatan pelayaran perdagangan tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode sejarah (metode historis). Langkah-langkah  penelitian ini diantaranya adalah pertama, heuristik atau pengumpulkan sumber-sumber atau data, kedua, verifikasi sumber atau kegiatan kritik sumber dari sumber-sumber yang sudah terkumpul, ketiga, interpretasi atau teknik analisis dengan melakukan penafsiran sejarah keempat, historiografi atau kegiatan penulisan sejarah sehingga akan disintesiskan menjadi diskripsi-analisis kualitatif sejarah yang bisa dipertanggung jawabkan. Pada penelitian ini menjelaskan bahwa Sriwijaya adalah kerajaan yang dibangun bermula dari sebuah wanua kecil yang berkembang terus menerus kekuasaannya di laut sampai menjadi penguasa maritim terbesar. Sriwijaya berhasil menguasai jalur-jalur pelayaran perdagangan yang strategis di laut. Kebesaran Sriwijaya tidak lepas adanya hubungan perdagangan dengan negeri luar seperti India, Arab dan Cina, hubungan tersebut saling menguntungkan dari kedua belah pihak dalam bidang politik, ekonomi dan agama, sehingga Sriwijaya sangat diuntungkan sebagai penguasa jalur pelayaran tersebut. Kondisi yang demikian tujuan Sriwijaya sebagai penguasa laut di nusantara dapat tercapai dengan mudah atas dukungan baik secara politik, ekonomi maupun agama dari penguasa-penguasa luar.  Kata Kunci : Pelayaran, Perdagangan, Kerajaan Sriwijaya, Negeri-negeri Luar.                                                                      Abstract       The purpose of this study is to analyze the history of Sriwijaya's shipping and trading, to analyze how Sriwijaya's trade relations with foreign countries, and how the trade shipping activities. The method used in this research is historical method (historical method). The steps of this research include first, heuristics or collection of sources or data; secondly, source verification or source criticism from collected sources; third, interpretation or analytical techniques with historical fourth exegesis, historiography or writing activities history so that it will be synthesized into qualitative historical accounts that can be accounted for. In this study it is explained that Sriwijaya is a kingdom that was built starting from a small wanua that develops continuously its power at sea until it becomes the largest maritime ruler. Sriwijaya succeeded in mastering strategic trade shipping lanes at sea. The greatness of Sriwijaya is not free from trade relations with foreign countries such as India, Arab and China, the relationship is mutually beneficial from both sides in the field of politics, economy and religion, so that Sriwijaya greatly benefited as the ruler of the shipping line. Such a condition of Sriwijaya's goal as a ruler of the sea in the archipelago can be achieved easily for the support both politically, economically and religiously from the outside rulers. Keywords: Cruise,Trade, Sriwijaya Kingdom, Foreign Countries

    SEJARAH MARGA TULUNG SELAPAN KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR (1850-1983)

    Get PDF
    sebuah bukit yang bernama Bukit Petaling. Bukit tersebut di tumbuhi sebuah pohon yang berdaun lebar yang bernama Selapan di bukit itu juga terdapat aliran air yang membentuk lingkaran dan diberi nama yaitu Tulung. Maka dari itu lah penduduk setempat memberi nama yaitu Dusun Tulung Selapan. Dalam penelitian ini penulis mengunakan metode kualitatif deskriptif. Penelitian ini menunjukkan bahwa (1) sejarah asal usul masyarakat Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir, (2) Bagaimana terbentuknya marga Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir 1850-1983, (3) Perkembangan sistem pemerintahan daerah Tulung Selapan pasca dihapuskannya sistem marga di Indonesia tahun 1979

    PERANCANGAN BUKU KOSTUM DAN TATA RIAS GANDRUNG BANYUWANGI SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN BUDAYA DAERAH

    Get PDF
    Gandrung merupakan salah satu seni tari tradisional khas Kabupaten Banyuwangi. Seni tradisional sangat rentan terhadap modernisasi dan pengaruh perkembangan global. Berbagai upaya dilakukan sebagai bentuk pelestarian aset budaya lokal ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hasil perancangan buku kostum dan tata rias tari Gandrung Banyuwangi sebagai upaya peletarian kesenian daerah. Penelitian dilakukan secara deskriptif dengan menggali informasi di lapangan. Sumber data penelitian ini didapat dengan metode snowball dengan teknik wawancara. Nara sumber terdiri dari 3 golongan narasumber yaitu seniman dan penari gandrung, tokoh masyarakat dan tokoh budaya serta perias dan sanggar tari. Wawancara dilakukan dengan melakukan pencatatan hasil wawancara, rekaman proses wawancara dan dokumentasi. Bahan wawancara meliputi deskripsi masing-masing nara sumber terhadap bagian-bagian kostum dan tata rias penari Gandrung. Wawancara juga dilakukan dengan media gambar atau foto penari Gandrung untuk memudahkan pembahasan dengan nara sumber. Data wawancara disusun sesuai dengan kategori jawaban atau informasi dari nara sumber. Analisis data dilakukan dengan metode triangulasi 3 nara sumber. Hasil analisis triangulasi menjadi bentuk pendekatan standar kostum dan tata rias tari Gandrung Banyuwangi. Tahap selanjutnya, melakukan penyusunan buku kostum dan tata rias dengan melibatkan seorang penari Gandrung dan seorang tata rias serta fotografer profesional

    PENGEMBANGAN MODUL SEJARAH LEMBAGA ADAT MEGOU PAK UNTUK SMA DI TULANG BAWANG

    Get PDF
    Tujuan dalam penelitian dilihat dari setelah melihat Kondisi di SMA Negeri 2 Tulang Bawang Tengah masih menggunakan buku teks terbatas penjelasan sejarah lokal dalam pembelajaran yang mengakibatkan pemahaman peserta didik, terutama tentang sejarah lokal masih rendah.Dari permasalahan yang ada perlu dikembangkan modul pembelajaran yang akan dikemas dengan diskusi yang lebih spesifik tentang sejarah lokal, terutama di Tulang Bawang tentang lembaga tradisional Megou Pak Tulang Bawang, mengingat pemerintah telah berusaha memperkenalkan warisan budaya lokal Tulang Bawang dengan membangun monumen patung Megou Pak, produk ini menggunakan metode pengembangan Sugiyono melalui proses validasi oleh para ahli materi dan modul dan guru mata pelajaran sehingga produk ini layak untuk diadili. Media pembelajaran akan mencakup materi yang melingkupi Perjuangan Masyarakat Abad ke-19 Lampung, Masyarakat Adat Lampung, Sejarah Institusi Tradisional Megou Pak Tulang Bawang yang akan memperkuat pemahaman sejarah siswa di SMA Negeri 2 Tulang Bawang Tengah.Produk yang dikembangkan yaitu modul pembelajaran sejarah lembaga adat Megou Pak Tulang Bawang layak diuji untuk memperkuat pemahaman siswa di SMA Negeri 2 Tulang Bawang Tengah.Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan validasi tahap pertama oleh ahli materi, ahli media dan guru mata pelajaran sejarah di SMA Negeri 2 Tulang Bawang Tengah dan diperoleh data yang menyatakan bahwa produk tersebut masih membutuhkan revisi oleh peneliti. Hal ini didasarkan pada hasil validasi oleh ahli materi tahap 1 dengan persentase 75,8%, tahap 2 adalah 87,3%, dan hasil validasi oleh ahli media tahap 1 adalah 75%. Setelah melalui tahap revisi, produk diajukan untuk proses validasi tahap kedua kepada ahli materi dan ahli media dengan hasil validasi 92,1%, dengan kriteria "Sangat Layak" untuk diuji. Setelah melalui tahap validasi kedua, produk penelitian telah dinyatakan layak uji coba sebagai modul pembelajaran sejarah untuk memperkuat pemahaman sejarah lokal peserta didik di SMA Negeri 2 Tulang Bawang Tengah

    REKONRTRUKSI PEMIKIRAN KIAI IBRAHIM TUNGGUL WULUNG SEBAGAI UPAYA MEMBANGUN LOGIKA BERPIKIR POSTKOLONIAL UNTUK OPTIMALISASI JATI DIRI BANGSA DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH HUMANIS

    Get PDF
    Pembelajaran sejarah humanis menjadi upaya meneguhkan sisi kemanusiaan dengan pengembangan pengalaman dan kemampuan alamiah baik fisik maupun nonfisik. Penelitian ini mengembangkan pengalaman belajar dengan rekontruksi pemikiran Kiai Ibrahim Tunggul Wulung pada mahasiswa pendidikan sejarah Universitas Negeri Yogyakarta di mata kuliah sejarah kolonial. Logika berpikir postkolonial mahasiswa untuk optimalisasi jati diri bangsa menjadi corpus penelitian. Temuan penting dari penelitian adalah kontruksi logika postkolonial digunakan sebagai dasar epistemologi menarasikan wacana jati diri bangsa. Analisis menunjukkan intepretasi mahasiswa terhadap narasi jati diri bangsa mampu mengidentifikasi tingkat ketercapaian sikap mahasiswa dalam taksonomi Bloom hasil revisi Peggy Dettmer (2006) di ranah afektif. Dalam perspektif peneliti, logika berpikir postkolonial merupakan sikap yang berkontribusi membentuk mentalitas penghayatan keberagaman sebagai akumulasi karakter jati diri bangsa, memberi peluang borderline menjadi frontline (negosiasi), sehingga memperkuat kebhinekaan sebagai identitas

    PERSEPSI DAN PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP PENINGGALAN SITUS CAGAR BUDAYA GUA JEPANG DAN UPAYA PELESTARIANNYA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat sekitar situs cagar budaya terhadap Gua Jepang dan serta partisipasi masyarakat dalam upaya perlindungan dan pelestarian situs cagar budaya. Responden dalam Penelitian ini meliputi: Masyarakat yang tinggal di sekitar Situs Gua Jepang. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat yang tinggal di sekitar cagar budaya Gua Jepang menganggap Gua Jepang sebagai tempat peninggalan sejarah yang menyeramkan dan mistis sehingga mereka tidak berani berbuat yang macam-macam di sekitar Gua Jepang. Meskipun persepsi mereka kurang tepat terkait arti penting Gua Jepang namun sikap positif mereka tunjukkan dalam mendukung pemerintah dalam upaya perlindungan dan pelestarian cagar Budaya Gua Jepang. Hal ini juga karena peran instansi terkait dalam memberikan sosialisasi pelestarian cagar budaya Gua Jepang

    CANDI KEDATON MUARA JAMBI DAN NILAI KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH: SEBUAH IDENTIFIKASI AWAL

    Get PDF
    ABSTRAK, Penelitian yang berjudul “Nilai Budaya Pintu Gerbang Candi Kedaton Muara Jambi Sebagai Sumber Karakter Dalam Pembelajaran Sejarah”. bertujuan untuk mendeskipsikan nilai karakter candi kedaton muara jambi dalam pembelajaran sejarah. Manfaat Teoritis: Penelitian ini memberikan suatu kajian ilmiah tentang karakter candi kedaton muara jambi sebagai pengayaan karakter  dalam pembelajaran sejarah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data: a) Informan; b) dokumen; c) tempaat. Teknik pengumpulan data: a) wawancara mendalam; b)Validitas data: adalah teknik triagulasi data, dan triagulasi metode. Teknik analisis: analisis model innteraktif. Kesimpulan:1)Pintu gerbang candi kedaton; 2) Nilai budaya pintu gerbang candi kedaton; 3) Nilai karakter pintu gerbang candi kedaton. Kata kunci: pintu gerbang candi kedaton, karakter, pembelajaran sejara

    PERAN TARUNA AKADEMI MILITER YOGYAKARTA DALAM MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN INDONESIA (1945-1946)

    Get PDF
    Penelitian ini menggunakan metode historis dengan langkah pengumlan sumber, kritik sumber, penafsiran dan sintesis (penulisan hasil penelitian). Hasil penelitian ini yakni peran taruna akademi militer begitu vital dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Pada keadaan kekurangan tentara terdidik dan terlatih, Taruna Akademi Militer yang ketika itu berkedudukan di Yogyakarta tampil sebagai kekuatan baru. Walaupun tidak dapat dipungkiri pengalaman mereka yang masih kurang dalam medan pertempuran menjadi pengalaman baru, pendidikan perang yang langsung dialami menempa jiwa-jiwa muda Taruna Akademi Militer.  Setidaknya mereka pernah terlibat pada peristiwa-peristiwa penting seperti Peristiwa 10 November 1945 di Surabaya, Pengawal Jenderal Sudirman tahun 1946, Menjadi Panitia Oentoek Pengangkoetan Jepang dan APWI (POPDA), Pertempuran di Subang Tahun 1946

    KH. AHMAD HANAFIAH PEJUANG KEMERDEKAAN INDONESIA ASAL KARESIDENAN LAMPUNG

    Get PDF
    This research inteded to find the biography of KH. Ahmad Hanafiah and to examine his fight in haslling the Independent of Indonesia in Karesidenan Lampung. The methode of this research was historic method by using steps, (1) heuristics, (2) resource critics, (3) interpretations, (5) historiography. Derivying the result from the instruments, it can be drawn as follows; (1) KH. Ahmad Hanafiah was a clergy and a religion teacher who served himself as the politician or a teacher in Lampung region. (2) KH. Ahmad Hanafiah was a leader of Sukadana Hisbullah Troops whom sacrifice himself in facing the first Netherland Military Agression and he was died in the battlefield in 1947.Keywords: KH. Ahmad Hanafiah, Patriotist, Lampung Regio

    IMPLEMENTASI NILAI DASAR PERJUANGAN HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM TERHADAP PEMBINAAN KADER HMI KOTA PALEMBANG

    Get PDF
    Pemikiran-pemikiran Cak Nur masih sangat mempengaruhi kader HMI Cabang Palembang. Oleh karena itu, maka tulisan ini bertujuan untuk mengungkap pemikiran-pemikiran Cak Nur yang mempengaruhi kader HMI Cabang Palembang, khususnya pemikirannya yang terdapat di dalam NDP HMI yang telah ia susun. Penelitian ini merupakan kajian lapangan (field research) yang terfokus mengkaji implementasi NDP HMI dalam pembinaan kader pada HMI Cabang Palembang dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan paradigma induktif. Metode dan paradigma tersebut dipilih atas pertimbangan terhadap analisis masalah penelitian yang menuntut sejumlah informasi dari bawah berdasarkan prinsip-prinsip penelitian kualitatif. Pendekatan kesejarahan, sosiologis, dan fenomenologis menjadi pilihan agar tujuan penelitian dapat tercapai dengan baik. Adapun jenis data dalam penelitian ini adalah kualitatif-kuantitatif. Data penelitian terdiri dari data primer dan sekunder. Hasil dalam penelitian ini adalahpertama, NDP pada awalnya merupakan kertas kerja PB HMI periode 1966-1969 yang disusun oleh Cak Nur. Saat itu, ia menjabat Ketua Umum. Adapun latar historis pembuatan konsep NDP ini, karena keterpanggilan Cak Nur agar kader HMI mempunyai buku saku. NDP HMI merupakan cerminan pemikiran keislaman, kemanusiaan dan keindonesiaan  khas HMI. Kedua, NDP bagi kader HMI cabang Palembang merupakan identitas kedirian kader atau jati dirinya, serta nilai-nilai yang mesti dijadikan dasar dalam perjuangan hidup, baik dalam berorganisasi, bermasyarakat, maupun bernegara. Untuk sampai pada tahap implementasi NDP bagi kader-kadernya, HMI cabang Palembang memberikan porsi yang sama bagi setiap kader untuk memperoleh pengajaran dan pendidikan tentang NDP secara berjenjang; mulai dari Masa Perkenalan Calon Anggota (MAPERCA), Latihan Kader I (LK I), LK II, LK III, sampai tingkatan yang paling tinggi, yaitu Training Instruktur NDP. Semua itu dilakukan agar setiap kader punya kesempatan untuk mengkaji, memahami, menjiwai dan mengaktualisasikan nilai-nilai yang terkandung dalam NDP. Ketiga, Cak Nur, sebagai  figur organisatoris maupun intelektual bagi kader HMI cabang Palembang memberikan pengaruh yang cukup signifikan, khususnya pemikiran-pemikirannya yang tertuang di dalam NDP HMI yang senantiasa dikaji dan diaktualisasikan dalam kehidupan berorganisasi, bermasyarakat dan bernegar

    235

    full texts

    283

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    HISTORIA Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇