HISTORIA Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Not a member yet
    283 research outputs found

    Evaluasi Program Pembelajaran Sejarah Menggunakan Model Context, Input, Process, Product (CIPP)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji evaluasi program pembelajaran sejarah di SMA dengan model CIPP yang terdiri dari evaluasi konteks, masukan, proses dan produk. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi dokumen atau teks dengan menganalisis bahan tertulis sesuai dengan konteks kebutuhan evaluasi pembelajaran. Model CIPP menawarkan pelaksanaan evaluasi secara komprehensif yang dinilai tepat diterapkan dalam program pembelajaran sejarah. Model CIPP dalam penelitian ini meliputi konteks yang diterapkan pada kesadaran sejarah, masukan diterapkan pada kinerja guru, proses diterapkan pada media pembelajaran, dan produk diterapkan pada sikap nasionalisme. Hasil dari evaluasi model CIPP mampu menghasilkan tingkat akurasi yang tinggi yang dapat dijadikan bahan evaluasi bagi guru sejarah dan kepala sekolah

    Plus Minus Pembelajaran Sejarah Jarak Jauh Media E-learning

    Get PDF
    It is undeniable that the progress of the times demands progress in the field of education, many Indonesian schools have begun to apply ICT advances in several lessons. The situation that we are facing right now has become one of the factors, that the collaboration between tick and learning media must be carried out immediately. This article aims to examine the extent of distance learning readiness, starting from the understanding of distance itself, the method of distance learning that is applied by all schools in Indonesia, especially at the high school / vocational / equivalent level, and frequent problems faced when distance learning takes place. The writing of this article uses the phenomenological analysis approach method (a phenomenon that is slimming consciously), because the Covid-19 emergency does not require us to make direct observations of spaciousness

    Kota Sungaipenuh sebagai Kota Sentral Batik Incung

    Get PDF
    Penelitian ini menjelaskan hubungan antara batik incung dengan Kota Sungaipenuh. Kota Sungaipenuh merupakan salah satu kota penghasil batik di Indonesia. Kota Sungaipenuh sebagai pusat pengembangan kerajinan batik incung. Batik incung di Kota Sungaipenuh digunakan oleh masyarakat sebagai aset ekonomi dan identitas budaya. Batik incung adalah batik khas Kota Sungaipenuh dengan menjadikan aksara incung (aksara Kerinci kuno) sebagai motif batiknya. Adanya penggunaan motif aksara incung menjadikan batik incung di Kota Sungaipenuh memiliki keunikan dengan mengembangkan kearifan lokal masyarakat setempat. Hal ini dikarenakan masyarakat Kota Sungaipenuh memiliki rasa bangga terhadap batik sebagai sesuatu yang indah untuk dijadikan sebagai karya seni. Sehingga, mereka memiliki kewajiban untuk membangkitkan serta mengembangkan batik incung. Selain itu, motif tulisan Kota Sungaipenuh yang dituliskan dalam aksara incung juga dijadikan sebagai motif batik di daerah ini. Hal ini juga disebabkan karena Kota Sungaipenuh menjadi sentral atau pusat pengembangan batik incung. Pengembangan motif pada batik incung di Kota Sungaipenuh juga berkaitan dengan adanya budaya setempat, karena generasi muda belum mengenal aksara incung secara keseluruhan, maka dijadikan sebagai motif batik untuk memperkenalkan kembali aksara incung kepada masyarakat setempat terkhususnya kepada generasi muda

    Pewarisan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Kalosara dalam Pembelajaran Sejarah Untuk Membangun Karakter Siswa

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai yang terkandung dalam kearifan lokal kalosara dan akan diintegrasikan kedalam pembelajaran sejarah guna membangun karakter peserta didik. Fokus penelitian ini adalah proses pewarisan nilai-nilai kearifan lokal kalosara terhadap peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: nilai-nilai kearifan lokal kalosara yang dapat diaktualisasikan dan diinternalisasikan dalam pembelajaran sejarah antara lain: pertama, nilai kepemimpinan yang berintikan persatuan dan kesatuan (medulu mepoko’aso), keserasian dan keharmonisan, kesucian dan keadilan (ate pute penao moroha), nilai keamanan, kedamaian, keadilan dan kesejahteraan (morini mbu’umbundi monapa mbu’undawaro), kedua, budaya malu (kohanu), ketiga, budaya gotong royong (samaturu), dan keempat, budaya sopan santun (meiro’u) yang meliputi saling hormat-menghormati (mombekapona-pona’ako), dan saling kasih-mengasihi (mombekamei-meiri’ako). Pewarisan nilai-nilai kearifan lokal kalosara sangat penting, selain menjadikan pembelajaran sejarah semakin menarik dan bermakna, juga dapat berfungsi sebagai alat bagi penguatan karakter anak didik untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi tantangan masa kini dan masa yang akan datang, sehingga peserta didik memiliki pengetahuan moral, perasaan moral, dan tindakan moral dalam memahami nilai-nilai luhur yang terdapat dalam kebudayaannya. Pewarisan nilai-nilai kearifan lokal kalosara dapat tercapai dengan efektif apabila ada kerjasama antara lingkungan keluarga, masyarakat, dan Sekolah dalam menginternalisasikan nilai budaya tersebut sebagai bagian sumber belajar bagi pembelajaran sejarah di Sekolah.   Kata Kunci: Pewarisan Nilai, Kalosara, Pembelajaran Sejara

    Candi Bumi Ayu Sebagai Bentuk Toleransi Beragama Pada Masa Kerajaan Sriwijaya Abad IX – XIII M

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kehidupan keberagaman masyarakat dan kehidupan toleransi beragama pada candi Bumi Ayu di Kabupaten Pali. Metode penelitian ini menggunakan metode historis dimana terdapat langkah-langkah awal yaitu heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Teknik pengumpulan data menggunakan heuristik kemudian dilakukan verifikasi dan teknik analisis data menggunakan interpretasi. Candi Bumi Ayu merupakan candi bercorak Hindu, pada masa kerajaan Sriwijaya mengalami masa keemasan, maka candi Bumi Ayu salah satu wilayah kekuasaan dan peninggalannya pada abd ke-9-13 Masehi. Temuan-temuan pada candi Bumi Ayu menunjukan bercorak Hindu, tetapi dilihat dari peninggalan lainnya terdapat aliran Tantrayana dan Budha juga berkembang pada candi Bumi Ayu tersebut. Keberagaman agama dan aliran tersebut menggambarkan kehidupan masyarakat pada Candi Bumi Ayu yang toleran terhadap perbedaan agama dan kepercayaan lainnya. keberagaman dan kehidupan toleransi beragama di candi Bumi Ayu didukung dengan letak candi dan masyarakat yang tempat tinggal di tepian sungai besar yaitu sungai lematang yang menghubungkan ke sungai Musi, tempat pusat kerajaan Sriwijaya di Palembang

    GERAKAN REFORMASI 1998 DI KECAMATAN KALIWATES KABUPATEN JEMBER (PENGRUSAKAN TOKO MILIK ETNIS CINA)

    No full text
    Kerusuhan Mei 1998 merupakan salah satu peristiwa bersejarah dalam perjalanan bangsa, peristiwa ini memberikan dampak yang kompleks terhadap semua lapisan masyarakat yang mengalaminya di berbagai daerah salah satunya adalah etnis Cina. Etnis Cina kerap menjadi sasaran dalam kerusuhan tersebut seperti di daerah Situbondo terjadi kerusuhan anti Cina pada tahun 1967 yang disebabkan oleh kesenjangan politik dan ekonomi serta di beberap adaerah lain (Winarni dan Badriyanto, 2012:144). Berdasarkan data dan fakta empiris tersebut penulis tertarik untuk menelusuri apakah di Kecamatan Kaliwates Kabupaten juga terjadi perusakan terhadap toko-toko milik etnis Cina sebagai rangkaian dari gerakan reformasi atau tidak mengingat banyaknya masyarakat etnis Cina di kecamatan ini.Metode kajian yang digunakan adalah metode sejarah dengan pengumpulan data berupa teknik wawancara kepada beberapa informan Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan, informasi yang dapat diperoleh yaitu kerusuhan (demonstrasi) pada tahun 1998 di Kecamatan Kaliwates terjadi di kawasan Jalan Gajah Mada hingga kantor Pemerintah daerah Jember, Peristiwa ini juga disertai dengan pengrusakan terhadap beberapa toko milik etnis Cina. Peristiwa ini menimbulkan ketakutan dan rasa tidak aman bagi masyarakat etnis Cina untuk melakukan aktivitas jual beli. Peristiwa  ini terjadi sebagai akibat dari kekagetan/ eforia terhadap situasi politik dan sosial yang sedang tidak stabil. Kata kunci: Gerakan Reformasi, etnis Cina, Kecamatan Kaliwates Abstract  The May 1998 riots were one of the historical events in the nation's journey, this event had a complex impact on all levels of society who experienced it in various regions, one of which was ethnic Chinese. Ethnic Chinese are often the target of the riots such as in the Situbondo area, there were anti-Chinese riots in 1967 caused by political and economic disparities and in several other areas (Winarni and Badriyanto, 2012: 144). Based on the empirical data and facts the authors are interested in exploring whether in Kaliwates District there is also destruction of ethnic Chinese shops as a series of reform movements or not remembering the large number of ethnic Chinese communities in this sub-district.The study method used is the historical method by collecting data in the form of interview techniques to several informants. Based on interviews that have been conducted, information that can be obtained is that riots (demonstrations) in Kaliwates District occurred in Jalan Gajah Mada area to Jember Regional Government offices, Events this was also accompanied by destruction of several ethnic Chinese shops. This event raises fears and insecurity for ethnic Chinese people to carry out buying and selling activities. This event occurred as a result of the shock / euphoria of the political and social situation that was being unstable. Keywords: Reformation Movement, ethnic Chinese, Kaliwates Distric

    Ekspansi Hindia Belanda dan Runtuhnya Kekuasaan Elit Tradisional Kerajaan Koto Besar di Rantau Batanghari

    Get PDF
    This study discusses about expansion of the Dutch Indies Government in the area Kingdom of Koto Besar, which is a cow instead the Kingdom of Pagaruyung. This research was conducted using historical science methods and social science approaches as a tool. The first stage of this research, namely the collection of data carried out with literature and field studies. After the data is collected, it continues with source criticism in obtaining historical facts. Furthermore, these facts are interpreted, until closed with historiography (writing). The results of this study revealed that there was a relationship between the arrival of the Dutch East Indies and the collapse of the power of the traditional elite in the Kingdom of Koto Besar. At first the Dutch only asked permission from Tuanku Koto Besar to place troops in his territory. In its development, it turned out that the Netherlands had another purpose, which was to fully control the Koto Besar region. This has an impact on the power of traditional elites who have long had influence in the Koto Besar Kingdom

    NILAI EDUKASI CANDI JABUNG KECAMATAN PAITON KABUPATEN PROBOLINGGO DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH

    Get PDF
    Jabung Temple is a historical heritage temple from Majapahit Kingdom in Probolinggo Regency, which is located in Jabung Candi Village, this temple heritage site is still not maximally used in history learning. this study aims to determine the value of education contained in the temple jabung so that it can help in class learning for students. This study is an analytical / descriptive study of the value of education contained in jabung temples. The research site is the jabung candi village in Paiton sub-district where the temple of jabung stands. The research method is by step 1. heuristics (data collection) through the stages of observation, document study, and interviews 2. Criticism of sources 3. Interpretation through qualitative descriptive and 4. Historiography. The study studied was the value of education contained in the temple in its use in historical learning. the result of this research is Jabung Temple called Bajrajinaparamita Candi. Candi Jabung was visited by Maha Raja Hayam Wuruk when traveling east of Java. The journey carried out by the king was followed by the leadership, minister, family and Maha Patih gajah Mada by leading the troops of the parade, the journey also aimed at seeing and uniting the territory of the Majapahit kingdom in the eastern Java region. The area passed by Lasem, Lohdaya, Palah Lawang, Blitar, Jime, Simping, and Kalayu. When you get to Paiton, you can use it as a learning resource in the classroom and as a tangible proof of historical heritage around students. The conclusion is of course there is an educational value contained in this jabung temple in learning history

    KAMPUNG ARAB AL-MUNAWAR 13 ULU PALEMBANG SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH LOKAL

    Get PDF
    Penulisan penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, yang menggunakan cara mengumpulkan sumber-sumber secara sistematis dan menggunakan sumber data secara mendalam. Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai setting, berbagai sumber, dan berbagai cara. Teknik pengumpulan data menggunakan sumber primer dan sumber sekunder. Berdasarkan hasil dan Pembahasan, pengamatan terhadap bentuk-bentuk rumah yang terdapat di kampung Arab Al-Munawar 13 Ulu Palembang diketahuai ada enam jenis rumah, yaitu 1) Rumah Tinggi, 2) Rumah Darat,  3) Rumah Batu , 4) Rumah Kembar Darat, 5) Rumah Kaca, dan 6) Rumah Kembar Laut. Ragam hias yang terdapat dirumah-rumah di kampung Arab Al-Munawar 13 Ulu Palembang berupa ragam hias bergaya Eropa dengan motif flora, funan dan geometris. Rumah-rumah dipemukiman kampung Arab Al-Munawar 13 Ulu Palembang mempunyai kesamaan pola ruang, yaitu adanya ruang terbuka, yang tedapat dibagian tengah dan belakang rumah-rumah. Denah rumah-rumah di kampung Arab Al-Munawar 13 Ulu Palembang berupa persegi, huruf U, hurup U terbalik

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FLIP CHART BERBAHAN DASAR BAMBU

    Get PDF
    Pengembangan pada media pembelajaran diperlukan dalam hal pemenuhan kebutuhan guru dalam kegiatan pembelajaran. Pengembangan media pembelajaran ini sendiri dapat berupa pemanfaatan sumber daya yang ada disekitar, dengan menggunakan bambu contohnya. Penggunaan bambu sendiri dipilih karena potensi sumber daya alam yang berlimpah serta bambu memiliki karakteristik lentur dan mudah dibentuk, membuat bambu cocok untuk dijadikan bahan dasar dari pembuatan Flip Chart. Flip Chart berbahan dasar bambu merupakan sebuah produk baru dari pengembangan media pembelajaran. Melalui metode penelitian Pengembangan (R&D), media ini dapat dijadikan sebagai alat penyampai materi atau sebagai media komunikasi antara guru dengan murid. Penelitian ini melalui bebrapa tahapan sesuai dengan desain pengembangan ADDIE, dengan juga dilakukan uji ahli media serta uji ahli materi guna menilai kelayakan dari media tersebut sebelum nantinya di implementasikan di dalam kelas

    235

    full texts

    283

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    HISTORIA Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇