Jurnal Forum Nuklir
Not a member yet
    208 research outputs found

    ANALISIS KESELAMATAN lRADIASI TARGET Nd2O3 DI REAKTOR RSG-GAS

    No full text
    ANALISIS KESELAMATAN REAKTlVlTAS TARGET Nd2O3 DI REAKTOR RSG-GAS. Radioisotop Neodimium-149 merupakan salah satu radioisotop yang dipergunakan di bidang kesehatan. Untuk menghasilkan radioisotop tersebut dapat dilakukan dengan cara mengiradiasi target Nd2O3 di teras reaktor RSG G.A Siwabessy. Untuk kepentingan pengguna dan keselamatan operasi dilakukan beberapa perhitungan antara lain perpindahan panas dari target ke lingkungan, besarnya reaktivitas target yang dihasilkan dan perhitungan tegangan termal akibat kenaikan tekanan internal. Perhitungan perpindahan panas menggunakan paket program GENGTC, perhitungan tegangan termal akibat kenaikan tekanan internal dengan manual untuk besarnya reaktivitas target menggunakan paket program BATAN 2-DIFF. Dari hasil perhitungan untuk iradiasi target Nd2O3 dengan berat 1 gram, besarnya suhu di pusat target adalah 562,09 ⁰c (titik leleh Nd2O3=2272 ⁰C), tarikan tangensial (ft)=28,38 Pa dan tarikan aksial (fa= 14, 19 Pa) pada harga fallowable=69,948 Pa, serta perhitungan reaktivitas (ρ) Nd2O3 1 Gram adalah +0.00065% (reaktivitas yang disyaratkan maksimum ± 0.5 %) sehingga target Nd2O3 dengan berat 1 gram aman untuk diiradiasi di reaktor RSG-GAS

    PERAN KEAHLIAN TEKNOLOGI PROSES DAN SINTESIS BAHAN DALAM MENDUKUNG INDUSTRI NUKLIR DI INDONESIA

    Get PDF
    Energi telah menjadi basic need, yang setara dengan kebutuhan pangan. Dengan pandangan jauh ke depan, kini sudah tiba saatnya untuk mengupayakan pengurangan ketergantungan pada sumber energi primer fosil dan dengan serius mengembangkan sumber energi primer baru yaitu energi nuklir, sinergi dengan pengembangan energi baru dan terbarukan yang lain. Pengembangan reaktor maju menjadi mutlak diperlukan bila energi nuklir akan tetap digunakan sebagai andalan teknologi pemenuhan energi. Peluang untuk mengembangkan industri proses bahan semakin terbuka di Indonesia. Kekayaan alam, mineral dan energi merupakan modal besar bila ditopang dengan kemampuan penguasaan teknologi dan kebijakan pemerintah yang berpihak pada kemampuan dan kemandirian bangsa. Bila hydrogen diproduksi menggunakan reaktor maju dapat diproduksi secara komersial, dapat dipastikan kebutuhan zircon oxide, yang merupakan produk antara industri zirconium logam, akan sangat tajam meningkat kebutuhannya, yaitu untuk fuel cell. Fuel cell jenis SOFC diyakini paling efisien untuk digunakan sebagai alat konversi energi yang menggunakan bahan bakar hydrogen. Agar kemandirian bangsa ini dapat terwujud, dibutuhkan sumber daya manusia yang memiliki keahlian teknologi proses. Keahlian tidak dapat diperoleh hanya melalui pendidikan formal di perguruan tinggi. Keahlian diperoleh melalui 3 tahapan yaitu: a) Pendidikan; b) Pelatihan c) Pengalaman kerja. Pelatihan dan pengalaman kerja memiliki kontribusi besar terhadap keahlian seseorang. Oleh karena itu sertifikasi keahlian/profesi yang terdiri atas aspek pelatihan atau pengalaman kerja menjadi hal-hal yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan di atas

    Kajian Tentang Penentuan Kriteria Penerimaan Pada Analisis Keselamatan INNR untuk Peningkatan Pengawasan Terhadap INNR

    Get PDF
    Dalam Perka 10 tahun 2006 tentang pedoman penyusunan LAK INNR bab 13 tentang Analisis Keselamatan Nuklir, belum terdapat penjabaran analisis keselamatan yang meliputi analisis bahaya dan kecelakaan dalam satu alur proses secara komperehensif yaitu pengembangan skenario, analisis suku sumber dan analisis konsekuensi. Pada makalah ini dikaji tentang analisis kecelakaan pada instalasi nuklir non reaktor dengan menggunakan metode analisis kecelakaan berdasarkan referensi US-DOE-3009-94. Hasil kajian menunjukan bahwa analisis kecelakaan dalam metode ini diawali dengan skenario kecelakaan yang dilengkapi dengan pohon kejadian. Semua asumsi utama dalam skenario diidentifikasi dan dijustifikasi. Langkah selanjutnya adalah menentukan suku sumber kecelakaan yang terlepas secara tak sengaja melalui jalur yang dianalisis dengan menentukan semua parameter dan model fenomenologi. Setelah suku sumber ditentukan, konsekwensi akibat dispersi atmosfir atau jalur relevan lain ditentukan yaitu dengan melakukan analisis perhitungan perkiraan dosis yang diterima masyarakat akibat kecelakaan terpostulasi. Dari hasil kajian tersebut dapat disimpulkan bahwa kriteria penerimaan berdasarkan referensi US-DOE-3009-94 yang meliputi pengembangan skenario, analisis suku sumber dan analisis konsekuensi dapat melengkapi Perka BAPETEN No. 10 Tahun 2006 tentang Pedoman Penyusunan Laporan Analisis Keselamatan Instalasi Nuklir Nonreaktor untuk digunakan oleh evaluator atau pemohon untuk melakukan analisis keselamatan nuklir

    Kesiapan SDM Sebagai TSO dalam Analisis Keselamatan Deterministik Pada PLTN Pertama di Indonesia

    Get PDF
    Dalam peraturan pemerintah nomor 43 Tahun 2006 disebutkan bahwa salah satu syarat yang harus disampaikan dalam proses perizinan konstruksi dan operasi reaktor daya komersial (PLTN) adalah laporan analisis keselamatan pendahuluan dan akhir. Tujuan dari laporan analisis keselamatan adalah untuk memastikan kecukupan dan efisiensi ketentuan yang ada di dalam konsep pertahanan berlapis pada reaktor nuklir. Analisis deterministik digunakan dalam laporan analisis keselamatan. Salah satu tugas TSO (Technical Support Organization) adalah mengevaluasi laporan tersebut berdasarkan permintaan operator atau badan regulasi. Makalah ini membahas mengenai kesiapan SDM sebagai TSO dalam analisis keselamatan deterministik pada PLTN pertama di Indonesia. Kajian dilakukan dengan membandingkan tahapan analisis yang ada di dalam SS-23 dan SS-30 dengan kondisi SDM yang ada di BATAN pada saat ini. Dari hasil kajian menunjukkan bahwa sumber daya manusia analisis keselamatan deterministik siap berfungsi sebagai TSO terutama dalam mereview laporan analisis keselamatan pendahuluan dan merevisi laporan analisis keselamatan akhir dalam proses perizinan PLTN pertama di Indonesia. Sedangkan untuk membuat laporan analisis keselamatan masih diperlukan sejumlah SDM yang berkompeten. Katakunci: SDM,TSO, deterministik, PLT

    Uji Tak Merusak Komponen Lock Actuator Menggunakan Teknik Radiografi Neutron

    No full text
    Telah dilakukan uji tak merusak komponen lock actuator menggunakan teknik radiograji neutron. Lock actuator adalah perangkat mekanik yang dikontrol oleh Central Lock lvlodule yang berisi rangkaian elektronik, yang mengatur agar lock actuator bekerja untuk membuka atau mengunci pintu mobil. Uji tak merusak menggunakan teknik radiograji neutron ini bertujuan untuk mengetahui jenis kerusakan dari komponen lock actuator dengan membandingkan yang rusak dengan yang baru. Metoda yang dipakai untuk ~lji tak merusak komponen lock actuator adalah metoda jilm (metoda langsung). Dari hasil radiograji terbukti ba/nva pengambilan gambaI' telah memenuhi standar radiograji ASTM dengan densitas background 2.2, 7 garis, 3 lubang pada sensitivity indicator (SI) dan hasilnya memberikan gambaI' yang cukup baik. Pada lock actuator bani terlihat motor DC-nya masih dalam kondisi baik, sedangkan lock actuator yang rusak terlihat lapisan isolator pembatas kumparan sudah meleleh. Dengan ~lji tak merusak menggunakan teknik radiograji neutron dapat dideteksi secm'a dini jenis kerusakan komponen lock actuator yang terdapat pada bagian dalamnya tanpa harus membongkarnya

    Proses Oksidasi Biokimia untuk Pengolahan Limbah Simulasi Cair Organik Radioaktif

    Get PDF
    Kegiatan industri nuklir menimbulkan limbah cair organik seperti limbah detergen dari pencucian pakaian kerja, pelarut 30% TBP (tri-n-butyl phosphate) dalam kerosen dari pemurnian ataupun pengambilan uranium dari gagalan fabrikasi elemen bahan bakar, pelarut yang mengandung D2EHPA (di-2-ethyl hexyl phosphoric acid) dan TOPO (trioctyl phospine oxide) dalam kerosin dari pemurnian asam fosfat. Limbah tersebut bersifat bahan berbahaya dan beracun (B-3) serta radioaktif, oleh karena itu limbah tersebut harus diolah sehingga terjadi detoksifikasi B-3 dan dekontaminasi radionuklidanya. Telah dilakukan penelitian proses oksidasi biokimia pengolahan limbah simulasi cair organik radioaktif dari pencucian pakaian kerja menggunakan campuran bakteri mutan aerob bacillus sp, pseudomonas sp, arthrobacter sp, dan aeromonas sp. Limbah berkadar deterjen 1,496 g/L, aktivitas 10-1Ci/m3, dengan COD (Chemical Oxygen Demand) 128, BOD (Biological Oxygen Demand) 68 dan TSS (Total Suspended Solid) 1000 ppm, diolah dengan oksidasi biokimia dengan penambahan bakteri yang diberi nutrisi nitrogen dan fosfor, dan diaerasi. Hasilnya menunjukkan bahwa bakteri mampu menguraikan detergen menjadi karbon dioksida dan air sehingga memenuhi baku mutu air golongan B dengan kadar BOD dan COD berturut-turut berharga 6 dan 0 ppm, diperlukan waktu penguraian 106 jam untuk pemenuhan baku mutu tersebut. Semakin lama waktu proses memberikan kadar padatan total dalam lumpur semakin besar karena biomassa yang terbentuk dari massa koloni bakteri yang hidup dan mati semakin banyak

    Studi Penggunaan Detektor Gelembung Sebagai Dosimeter Dan Detektor Kekritisan

    Get PDF
    Suatu studi terhadap detektor gelembung untuk digunakan sebagai dosimeter dan detektor kekritisan nuklir telah dilakukan. Metoda studi adalah dengan cara menginvestigasi karakteristik dari detektor gelembung terhadap radiasi netron untuk mendapatkan kelebihannya sebagai dosimeter netron dan kemungkinan pengembangannya sebagai detektor kekritisan. Hasil investigasi menunjukkan bahwa detektor gelembung jenis BD-100 dan BD-100 R sensitif terhadapnetron cepat, tidak sensitif terhadap gamma, responnya cepat, dapat digunakan berulang untuk jenis BD-100 R, dosis radiasi dapat dibaca secara langsung dan jumlah gelembung sebanding dengan besar dosis. Batas dosis tertinggi untuk tipe BR-100R (1.5) dan BD-100R (3.3) berturutturut adalah 180 mrem dan 560 mrem. 1ndikator bunyi akustik yang ditimbulkan oleh interaksi netron pada tetesan mikroskopik cairan superheated dapat dimanfaatkan untuk mengembangkannya sebagai detektor kekritisan nuklir

    Modifikasi Surveymeter Gamma Dosimeter 3007A Untuk Pemantauan Melalui Ethernet Dengan PLC T100MD Series

    Get PDF
    Telah dilakukan modifikasi terhadap surveymeter gamma Dosimeter 3007A. Surveymeter ini merupakan surveymeter analog, sehingga diperlukan perangkat antar muka untuk melakukan akuisisi data. Akuisisi dari surveymeter dilakukan dengan menambah modul penguat tegangan dari 0 – 200 mV menjadi 0 – 5 V . Tegangan ini merepresentasikan laju paparan dari 0 – 5 mR/jam. Selanjutnya sinyal analog 0 – 5 V, sebagai sinyal masukan ke perangkat PLC T100MD series. Data berupa sinyal analog diolah dan ditampilkan pada lokal display PLC. Untuk pemantauan dari jarak jauh data dikirim ke komputer dari PLC melalui jaringan ethernet. Surveymeter ini setelah dilakukan modifikasi dapat berfungsi untuk melakukan pemantauan dari jarak jauh, bahkan dengan memakai jasa ISP (Internet Service Provider) pemantauan dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja asalkan masih terhubung dengan jaringan internet

    Aplikasi Programmable Logic Controller (PLC) Pada Sistem Kontrol Proses Pengelasan Inner dan Outer Tabung Iradiasi

    Get PDF
    Pada proses pengelasan inner dan outer tabung iradiasi, diperlukan sumber daya manusia yang handal sehingga hasil pengelasan memenuhi persyaratan yang ditetapkan untuk dapat diiradiasi di reaktor nuklir. Karena adanya keterbatasan sumber daya manusia yang mampu melakukan pengelasan tabung iradiasi secara sempurna, maka dibuat sistem kontrol proses pengelasan inner dan outer tabung iradiasi. Dengan sistem kontrol tersebut maka pengelasan tabung iradiasi dapat dilakukan secara otomatis. Metoda yang digunakan yaitu dengan menggunakan Programmable Logic Controller (PLC) yang difungsikan untuk mengatur proses pengelasan secara otomatis melalui program yang ditanamkan di dalamnya. Hasil yang diperoleh berupa unit kontrol yang telah diuji secara simulasi, kemudian dirangkai pada unit mesin las, dan selanjutnya dilakukan uji pengelasan terhadap tabung iradiasi. Pada hasil pengelasan dilakukan juga uji kebocoran dengan metode bubble test. Sistem kontrol dapat dinyatakan berfungsi dengan baik, karena semua langkah dalam proses pengelasan sudah terpenuhi. Hasil pengelasan yang kurang maksimal lebih besar diakibatkan oleh kondisi tabung iradiasi yang kurang sempurna seperti bentuk kurang simetris dan permukaan tidak bersih, serta kondisi bagian mekanik pada pemutar tabung iradiasi yang tidak presisi

    Pengaruh Bioksida Pengoksidasi Terhadap Pertumbuhan Mikroorganisme Pada Air Pendingin Sekunder RSG-GAS

    Get PDF
    Sistem Pendingin sekunder RSG-GAS merupakan sistem air pendingin sirkulasi ulang terbuka. Salah satu permasalahan yang timbul pada sistem air pendingin resirkulasi terbuka adalah pertumbuhan mikroorganisme. Untuk mengendalikan pertumbuhan mikroorganisme pada sistem pendingin sekunder RSG-GAS ditambahkan bahan kimia bioksida pengoksidasi dan dilakukan pemantauan terhadap pertumbuhan mikroorganisme pada air sistem pendingin.sekunder Pemantauan pertumbuhan mikroorganisme dilakukan dengan jalan penentuan jumlah total bakteri pada sistem pendingin sekunder dengan menggunakan dipslide test. Dari hasil pemantauan menunjukan bahwa pertumbuhan mikroorganisme pada air pendingin sekunder lebih cepat pertumbuhannya pada saat sistem pendingin sekunder tidak beroperasi dan akan mengalami penurunan pertumbuhannya setelah penambahan bioksida pengoksidasi,

    118

    full texts

    208

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Forum Nuklir
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇