Jurnal Matematika, Statistika dan Komputasi
Not a member yet
562 research outputs found
Sort by
ESTIMASI REGRESI ROBUST M PADA FAKTORIAL RANCANGAN ACAK LENGKAP YANG MENGANDUNG OUTLIER
Dalam statistik, melakukan suatu percobaan adalah salah satu cara untuk mendapatkan suatu data. Pada perancangan percobaan ada beberapa hal yang membuat suatu data menjadi outlier, yaitu tidak berhasilnya suatu pengamatan pada salah satu unit percobaan atau kesalahan dalam pengambilan pengamatan. Pada perancangan percobaan tidak berhasilnya suatu pengamatan pada unit percobaan biasanya disebut data hilang. Dengan kata lain data hilang tersebut biasanya disebut outlier. Jika terjadi outlier atau suatu pengamatan gagal maka nilai datanya harus ditaksir atau melakukan percobaan ulang. Pada penelitian ini, untuk mengatasi outlier pada faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) digunakan estimasi regresi robust M sehingga diperoleh nilai penduga baru yang resistant terhadap outlier
ANALISIS KOVARIANSI RANCANGAN PETAK TERBAGI PADA RANCANGAN ACAK KELOMPOK (RAK) DENGAN DATA HILANG
Pada skripsi ini akan di kaji analisis kovariansi rancangan petak terbagi (split plot design) pada Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu data hilang. Analisis kovariansi pada rancangan petak terbagi dilakukan melalui dua analisis yaitu analisis petak utama dan analisis anak petak. Sebagai aplikasi selanjutnya diberikan studi kasus pada percobaan dengan satu data hilang. Dari hasil analisis rancangan petak terbagi pada Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu data hilang diperoleh nilai koefisien keragaman dari analisis variansi lebih kecil dibandingkan analisis kovariansi. Hal ini menunjukkan analisis variansi lebih baik dibandingkan analisis kovariansi pada rancangan petak terbagi (split plot design) pada Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu data hilang.
Kontrol Optimal Upaya Pencegahan Infeksi Virus Flu Burung H5N1 dalam Populasi Burung dan Manusia
Pada penelitian ini dikaji mengenai aplikasi dari teori kontrol optimal pada sistem persamaan differensial dari model matematika penyakit flu burung yang telah dibentuk. Pada penelitian sebelumnya diketahui bahwa penyebaran virus flu burung sangat bergantung pada keberadaan populasi yang infektif sehingga perlu dilakukan pengontrolan terhadap populasi tersebut melalui suatu treatment tertentu. Teori kontrol optimal diaplikasikan pada model untuk mendapatkan bentuk kontrol yang optimal sehingga jumlah populasi yang infektif dapat ditekan secara maksimal. Target utama yang akan dicapai pada penelitian ini adalah menemukan bentuk kontrol optimal yang tunggal yang mana kontrol optimal tersebut dapat digambarkan sebagai tingkat efisiensi dari vaksinasi pada burung sehat dan pengobatan pada penderita flu burung yang dilakukan untuk menurunkan jumlah infeksi dan mencegah terciptanya infeksi baru dalam sistem
Penentuan Nilai R0 dengan Menggunakan Operator The Next Generation
Model epidemiologi merupakan salah satu model matematika yang banyak diaplikasikan untuk menggambarkan proses penularan suatu penyakit yang infektif dalam dunia kedokteran, ke dalam bahasa matematika. Model ini pada umumnya menggambarkan mengenai perilaku umum sebuah penyakit yang berkembang dalam suatu sistem. Salah satu besaran yang sangat penting dalam model epidemiologi adalah besaran yang disebut sebagai basic reproductive number yang biasa dilambangkan dengan R0. Besaran ini banyak memberikan makna dalam interpretasi model matematika untuk menjelaskan seberapa besar proses penularan suatu penyakit dapat terjadi. Dalam tulisan ini akan diberikan suatu metode yang dapat digunakan dalam menentukan nilai R0
Perbandingan Metode Analisis Diskriminan dan Mahalanobis Taguchi (MT) untuk Data Penderita DM RS. Wahidin Sudirohusodo Makassar
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa dan menetapkan perkiraan inflasi karena adanya perbedaan perkiraan inflasi yang dikeluarkan lembaga pemerintah (Bank Indonesia) dan lembaga non-pemerintah. Berkaitan kelengkapan data dan waktu kajian, diawali dengan perkiraan angka inflasi Kota Banda Aceh bulan Mei 2008 dengan meneliti angka Indeks Harga Konsumen (IHK) dan variabel informasi yang diharapkan dapat membantu memperkirakan angka inflasi. Variabel informasi yaitu inflasi inti, aktiva bank, suku bunga SBI dan kurs rupiah terhadap dollar AS. Untuk mendapatkan model dilakukan dengan pendekatan VAB menggunakan software EViews 4.1. Dari hasil proyeksi inflasi model IHK dengan variabel informasi inflasi inti memberikan hasil terbaik karena memiliki nilai RMS
PENAKSIRAN RATAAN DAN VARIANSPOPULASI PADA SAMPEL ACAK TERSTRATIFIKA DENGAN AUXILIARY VARIABLE
Penaksiran rataan dan variansi suatu populasi dilakukan melalui sampel yang diharapkan hasilnya dapat mewakili karakteristik populasi tersebut. Teknik pengambilan sampel yang baik akan memberikan hasil penelitian yang baik pula. Kebanyakan peneliti menggunakan teknik pengambilan sampel acak tetapi hasil penaksiran dengan teknik ini masih menghasilkan variansi yang besar dan tidak sesuai untuk jumlah sampel yang besar sehingga dibutuhkan teknik pengambilan sampel lain, salah satunya adalah pengambilan sampel acak terstratifikasi. Teknik ini masih lebih baik dibandingkan dengan sampel acak sederhana karena menghasilkan variansi yang lebih minimum dan sesuai untuk jumlah sampel yang besar. Tetapi dengan hanya mengandalkan teknik pengambilan sampel, masih tidak menjamin hasil penaksiran akan lebih baik sehingga dalam penelitian ini ditambahkan beberapa teknik lain seperti penambahan auxiliary variable dan alokasi optimum dalam penentuan jumlah sampel. Adanya penggabungan antara teknik pengambilan sampel yang distratifikasi, penambahan auxiliary variable, serta alokasi optimum memperlihatkan hasil penaksiran yang lebih baik dalam menggambarkan karakterisrik populasi melalui sampel
Perbandingan Penduga M, S, dan MM pada Regresi Linier dalam Menangani Keberadaan Outlier
Metode Kuadrat Terkecil (MKT) merupakan metode penduga parameter yang paling banyak digunakan pada analisis regresi. MKT merupakan metode penduga parameter tak bias yang baik selama asumsi komponen galatnya terpenuhi. Namun dalam aplikasinya sering ditemui terjadinya pelanggaran asumsi. Diantaranya, pelanggaran asumsi galat berdistribusi normal disebabkan adanya outlier pada data amatan. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu metode yang kekar terhadap keberadaan outlier. Metode pendugaan parameter yang kekar terhadap keberadaan outlier pada regresi linier diantaranya ialah penduga M, penduga S, dan penduga MM yang masing-masing memiliki keunggulan dari segi efisiensi dan breakdown point yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan penduga M, S, dan MM dalam menduga parameter regresi pada analisis regresi linier sederhana terhadap keberadaan outlier menggunakan data simulasi. Simulasi dilakukan untuk ukuran sampel yang berbeda (20, 60, dan 120) ketika terdapat 20% dan 45% outlier pada variabel bebas dan variabel terikat. Metode terbaik ialah metode dengan Standard Error (SE) dan Mean Square Error (MSE) terkecil. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa penduga MM lebih baik dibandingkan penduga M dan penduga S
Penggunaan Algoritma Genetika untuk Desain Topologi Mesh pada Jaringan Fisik Telekomunikasi
Paper ini bertujuan untuk mendesain topologi mesh yang biasanya berada pada jaringan fisik telekomunikasi level atas. Topologi mesh ini menggunakan pendekatan desain multi ring, dimana dalam proses desainnya akan ditentukan jumlah node dan ring untuk membentuk topologi mesh. Terdapat beberapa metode optimasi yang biasa digunakan dalam perencanaan jaringan fisik telekomunikasi, salah satu metode yang dapat digunakan adalah Algoritma Genetika. Pada jurnal ini, gen-gen yang digunakan pada desain menggunakan representasi kode biner