Jurnal Matematika, Statistika dan Komputasi
Not a member yet
562 research outputs found
Sort by
Model B-Spline dalam Menaksir Kurva Regresi Nonparametrik
Penaksir B-Spline adalah salah satu metode yang digunakan untuk menaksir kurva regresi nonparametrik. Model B-Spline dengan titik knots digunakan untuk menyelesaikan kelemahan model spline pada saat orde yang tinggi, titik knot yang banyak atau knots yang terlalu dekat yang akan membentuk matriks dalam perhitungan yang hampir singular sehingga persamaan normal sulit diselesaikan. Metode yang digunakan dalam menaksir parameter B-Spline adalah Metode Kuadrat Terkecil (Ordinary Least Square) yang didefinisikan secara rekursif. Aplikasi B-Spline yang diberikan adalah ratio berat dan tinggi badan bayi setiap bulan. Hasil yang diperoleh adalah B-Spline linier dengan menggunakan satu titik knot merupakan model yang terbaik untuk data tersebut dalam menjelaskan pengaruh umur terhadap ratio berat dan tinggi badan bayi, kriteria pemilihan model terbaik yaitu R2 (Koefisien Determinasi) dan MSE (Means Square Error)
Algoritma Penalized Residual Sum of Square pada Penentuan Model Multivariate Adaptive Regression Spline dengan Respon Kontinu
Analisis regresi digunakan untuk melihat pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen dengan terlebih dahulu melihat pola hubungan variabel tersebut. Hal ini dapat dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu pendekatan parametrik dan nonparametrik. Penerapan Algoritma Penalized Residual Sum of Square (PRSS) pada model MARS akan digunakan untuk menyelesaikan permasalahan dengan respon kontinu. Adapun tujuan dalam penulisan ini adalah mendapatkan model MARS terbaik pada penurunan tekanan darah terhadap pemberian ramuan buah mengkudu dan daun kumis kucing pada pasien hipertensi yang berobat di laboratorium P4OT Surabaya. Secara keseluruhan, model terbaik dipilih berdasarkan koefisien determinasi terbesar. Namun demikian untuk MARS, model terbaik dipilih berdasarkan pada Generalized Cross Validation (GCV), minimum Mean Square Error (MSE), dan koefisien determinasi terbesar
OPERASI JOIN KOTERI-k DIPERLUAS
Sebagaiman diketahui bahwa koteri-k merupakan perluasan dari definisi koteri yang dapat diterapkan masalah mutex-k. Pada mutex-k terdapat sebanyak k proses yang dapat mengakses sumber daya. Selain itu, kita juga mengenal koteri-k khusus yang disebut dengan koteri-k mayoritas dimana untuk setiap korumnya memiliki ukuran yang sama yang ditentukan dengan . Terdapat beberapa cara dalam penggabungan koter-ki salah satu diantaranya dan sudah tidak asing lagi yaitu operasi join yang merupakan suatu operasi yang digunakan dalam menggabungkan koteri-k mayoritas yang diperkenalkan oleh Neilsen dan Mizuno. Pada operasi join, terdapat salah satu sifat yang menyatakan bahwa jika dan tak-terdominasi maka tak-terdominasi. Ternyata sifat tersebut tidak selamanya berlaku sehingga mengakibatkan koteri-k yang dihasilkan dari operasi join menjadi terdominasi.Tujuan dari penelitian ini yaitu memperkenalkan suatu cara baru dalam menggabungkan koteri-k mayoritas tak-terdominasi yang disebut dengan operasi join diperluas. Dimana operasi join diperluas ini adalah suatu operasi yang dikembangkan dari operasi join yang dibangun dengan cara menggabungkan dua koteri-k mayoritas dan yang memiliki ukuran korum yang sama masing-masing atas semesta tak-kosong dan dengan unsur tereliminasi , dimana untuk membentuk atas semesta tak-kosong . Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa untuk penggabungan dua koteri-k mayoritas tak-terdominasi dengan mengguankan operasi join diperluas akan selalu menghasilkan koteri-k tak-terdominasi dengan nilai k sebelum dan setelah dilakukan operasi penggabungan tidak mengalami perubahan
Peranan Matematika Dan Statistika Dalam Menganalisis Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Pertumbuhan Usaha Industri Kecil Di Sulawesi Selatan
Untuk menganalisis pengaruh antar variabel dibutuhkan pengetahuan Matematika dan Statistika. Sehubungan dengan itu, maka tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kompetensi individu terhadap perilaku kepemimpinan, kinerja bawahan dan pertumbuhan usaha. Juga untuk mengetahui peranan Matematika dan Statistik dalam menganalisis pengaruh tersebut. Penelitian ini dilakukan pada industri kecil manufaktur di Sulawesi Selatan, dengan fokus pada wilayah Kota Makassar, Kabupaten Wajo dan Kabupaten Enrekang. Penentuan sampel menggunakan teknik pengambilan sampel acak secara accidental. Banyaknya sampel adalah 260 orang yang diambil secara acak dan proporsional dari setiap wilayah. Proses pengolahan data terdiri dari analisis deskriptif, uji validitas dan reabilitas, uji normalitas dan uji signifikasi pengaruh. Hasil analisis menunjukkan bahwa kompetensi individu berpengaruh positif terhadap perilaku kepemimpinan, perilaku kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja bawahan dan kinerja bawahan berpengaruh terhadap pertumbuhan usaha. Jadi kepemimpinan berpengaruh terhadap pertumbuhan usaha. Matematika dan Statistika mempunyai peran yang sangat besar dalam penelitian manajemen khususnya penelitian pengaruh kepemimpinan terhadap pertumbuhan usaha. Perannya dapat dilihat pada pembuatan model, penurunan rumus, pengujian model, uji validitas, uji realibilitas, uji normalitas, pembuatan model, uji signifikansi pengaruh antar variabel, dan interpretasi hasil pengolahan data
Peran Matematika Dalam Industri Percetakan
Peran Matematika dalam industri percetakan sangat besar, khususnya Matematika dasar atau perhitungan dasar seperti operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, persentase, dan ukuran dasar yang menyangkut panjang, luas, dan isi, serta statistik. Perhitungan dasar ini diterapkan dalam proses percetakan dalam menghitung ukuran tipografis, ukuran film dan klise, jumlah halaman cetak, kertas, jumlah cetakan, jumlah waktu cetak, pemakaian listrik, kebutuhan dan harga tinta, dan kalkulasi dan grafik (statistik). Peranan ini perlu kiranya diperluas untuk industri-industri yang lain
Penentuan Distribusi Sample Terbatas Uji-J Davidson dan Mackinnon dengan Metode Bootstrap pada Model Regresi Tak Tersarang
Georgina Maria Tinungki* AbstractThere are some tests proposed for un-nested hypothesis between J-Davidson Test and MacKinnon Test. J’s Test is often bad result, but it always works very well when used bootstrap. Bootstrapping for J’s Test is expected to be able to show that by using bounded sample is better, because there is no fault in counting process. Moreover, bootstrapping J-Test will omit the possibility of inconsistence of the results test previously. Simulation result of Monte Carlo will compare the proposed bounded sample test with Cox and J’s Test previously. Keywords: un-nested hypothesis, J-Davidson Test, MacKinnon Test AbstrakTerdapat beberapa pengujian yang diusulkan untuk hipotesis tak tersarang antara lain Uji-J Davidson dan MacKinnon. Uji-J sering bekerja buruk, tetapi biasanya bekerja sangat baik ketika dibootstrapkan.. Bootstrapping Uji-J diharapkan mampuh menunjukkan sampel terbatas lebih baik karena tidak mempunyai kesalahan didalam proses perhitungan. Lebih dari itu, bootstrapping J-Tests akan mengeluarkan kemungkinan dari ketidak konsistenan hasil uji yang sebelumnya. Hasil Simulasi Monte Carlo membandingkan uji sampel terbatas yang diusulkan dengan test yang sebelumnya seperti Uji Cox dan J-Test. Kata Kunci: Hipotesis tak tersarang,, Uji-J Davidson, Uji MacKinno
Matematika Dan Anak
Kemampuan menguasai Matematika adalah bakat dan tidak semua orang diberi kemampuan untuk itu. Seperti halnya musik, seni atau olah raga, kita dapat membuat anak menguasai bidang tersebut, misalnya dengan les, tetapi tanpa bakat maka anak akan berada dalam kita dapat membuat anak kita menguasai hal tersebut dengan les misalnya, tapi tanpa bakat, mereka akan berada dalam tahap dapat mengapresiasi matematika/musik/seni/olahraga tapi tidak akan jadi ahli, hal yang mungkin tidak diperlukan. Dengan demikian, kita bisa mengajarkan hingga tahap seberapa banyak mereka memerlukan matematika.rkembangan intelegensia anak dan hal-hal yang menunjang perkembangannya didiskusikan. Penguasaan bahasa verbal dan nonverbal sejak dini, logika, nalar yang menunjang perkembangan intelegensia anak, hubungan intelegensia dengan matematika, konsep pemikiran matematis, tata cara mengajarkan matematika yang terbaik serta proses pendidikan matematika dipaparkan secara sederhana
Estimasi Hazard Rate Temporal Point Process
sifatnya acak baik dalam ruang maupun waktu. Point process dikarakterisasikan oleh intensitas bersyaratnya (conditional Intensity). Pada penelitian ini intensitas bersyarat proses titik temporal (temporal point process) dipandang sebagai proses pembaruan (renewal process) dimana selisih waktu sejak kejadian terakhir tidak tergantung pada selang sebelumnya. Intensitas bersyarat yang bersesuaian pada model ini disebut hazard rate. Untuk mengestimasi parameter hazard rate digunakan metode Hazard Rate Single Decrement (HRSD) yang diadaptasi dari metode estimasi dalam studi aktuaria yang dipakai dalam pembentukan tabel mortalita. Pada metode ini, satu individu diasosiasikan dengan satu kejadian. Jika informasi yang digunakan pada pembentukan tabel mortalita adalah tanggal lahir dan tanggal meninggal, maka pada temporal point process digunakan informasi waktu mulai dan berakhirnya suatu kejadian. Selanjutnya pada bagian akhir, ditinjau dua kasus yaitu estimasi hazard rate dengan waktu antar kejadian berdistribusi uniform dan eksponensial
Penentuan Harga Opsi Eropa Menggunakan Persamaan Black-Scholes
Rumus opsi saham Black-Scholes merupakan terobosan dalam penentuan nilai suatu wahana keuangan derivatif opsi saham. Namun demikian, rumus ini didasari beberapa asumsi yang dalam praktiknya tidak realistis. Pengembangan asumsi tersebut diperlukan agar model penilaian harga opsi saham lebih realistis. Tulisan ini membahas solusi persamaan diferensial parsial Black-Scholes terhadap opsi Eropa pada saham yang berfokus pada solusi analitis. Relaksasi asumsi yang dibahas merupakan asumsi tanpa dividen, suku bunga konstan, volatilitas tetap, dan waktu yang kontin