JURNAL BIOEDUKATIKA
Not a member yet
191 research outputs found
Sort by
Analisis Potensi Materi Ajar Biologi SMP Berbasis pada Potensi Lokal dari Area Sungai Gajah Wong Kabupaten Bantul
Kebutuhan akan materi pembelajaran yang berbasis pada potensi lokal belum banyak ditemukan dalam referensi/buku pegangan guru. Materi ajar yang kontekstual sangat diharapkan dalam pengembangan standar isi pada Kurikulum 2013. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui potensimateri ajar biologi yang ditemukan di wilayah Kabupaten Bantul, (2) mengetahui kesesuaian temuan-temuan materi berbasis potensi lokal dengan kebutuhan materi ajar biologi SMP yang memenuhi prinsip-prinsip relevansi, adequacy, dan konsistensi, dan (3) mengetahui kualitas prototipe/desain suplemen materi ajar yang dikembangkan dengan isi/bahan materi ajar berbasis potensi lokal untuk 3 Kompetensi Dasar versi Kurikulum 2013 di jenjang SMP. Penelitian ini didesain denganfragmen/penggalan dari penelitian pengembangan dengan langkah analisis kebutuhan dilakukan melalui penelitian eksplorasi di sungai gajah wong Kabupaten Bantul, selanjutnya dilakukan penelaahan mendalam tentang materi ajar yang ditemukan dari penelitian eksplorasi, dan dilanjutnya dengan mengembangkan prototipe suplemen materi ajar biologi SMP. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara diskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan potensi materi ajar yang ditemukan Sungai Gajah Wong cocok untuk materi klasifikasi hewan invertebrata. Selanjutnya, hasil analisis mendalam ditemukan materi ajar yang ditemukan sudah memenuhi kriteria materi ajar yang mencakup pengetahuan, sikap, dan ketrampilan juga memenuhi prinsip pengembangan materi yaitu relevansi, adequacy, dan konsistensi. Hasil pengujian kualitas suplemen materi ajar menunjukkan bahwa suplemen materi ajar klasifikasi hewan invertebrate dinyatakan layak dengan kategori baik
Efektifitas Pembelajaran Biologi dengan Pendekatan Saintifik Menggunakan Media Wheel Concerned
Pembelajaran Biologi bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir analitis, induktif, dan deduktif untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari dengan menggunakan konsep dan prinsip biologi. Fakta di atas menunjukkan perubahan konsep pembelajaran menjadi tuntutan. Maka melalui kurikulum 2013 proses pembelajaran diperkuat dengan pendekatan saintifik dan penilaian autentik untuk mencapai kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan. Mencermati substansi penting kurikulum 2013 dan permalahannya sebagai guru di sekolah piloting, pembelajaran yang dirasa rumit repot menjadi mudah, efektif dan menyenangkan, yaitu menggunakan media Wheel Concerned pada pembelajaran biologi dengan pendekatan saintifik, yang diadopsi dari permainan Rolet (Roulette) dan bersifat game & fun. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan saintifik. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dari penilaian untuk mendapatkan umpan balik dari media yang diterapkan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis data deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan media Wheel Concerned secara signifikan meningkatkan efektifitas pembelajaran Biologi dengan pendekatan saintifik yang ditunjukkan dari hasil penilaian sikap, unjuk kerja dan produk, berturut-turut: skor rata-rata (4,12) kategori baik, (4,20) kategori baik, (4,40) kategori sangat baik. Selain itu nilai tugas menjadi meningkat melalu penerapan konsep yang diterapkan dari tugas-tugas yang ada di dalam media Wheel Concerned
Peningkatan Keaktifan dan Prestasi Belajar Mahasiswa Pendidikan Biologi UAD Melalui Model Belajar Kelompok dan Media Pembelajaran Imitasi Persilangan pada Mata Kuliah Genetika
Salah satu program studi di lingkungan Universitas Ahmad Dahlan adalah Program studi Pendidikan Biologi. Pada tahun 2011 Program studi Pendidikan Biologi membuka Kelas baru yang berstandar Internasional dengan mahasiswa yang dibatasi yaitu 25 mahasiswa. Berdasar hasil belajar mahasiswa Pendidikan Biologi semester lima tahun ajaran 2010/2011 pada mata kuliah genetika terlihat cukup memprihatinkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keaktifan dan prestasi belajar mahasiswa pendidikan biologi UAD khususnya pada kelas berstandar Internasional melalui model belajar kelompok dan media pembelajaran imitasi persilanganPenelitian ini dilakukan di UAD kampus 3 Jl. Prof. Dr. Soepomo Janturan Yogyakarta mulai bulan September 2012 dengan menyesuaikan kalender akademik semester gasal tahun ajaran 2012/2013. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa pendidikan biologi UAD kelas berstandar Internasional semester lima yang berjumlah 25 mahasiswa yang dikelompokan menjadi 5 kelompok dan diberikan pembelajaran dengan model belajar kelompok dengan bantuan media pembelajaran imitasi persilangan, dengan melibatkan 1 dosen pengampu mata kuliah dan 1 dosen pengamat penelitian. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan secara kolaboratif. Teknik Pengumpulan data yang dilakukan yaitu menggabungkan instrumen-instrumen penelitian yaitu data observasi keaktifan mahasiswa dan Hasil Belajar MahasiswaBerdasarkan hasil penelitian tentang perbaikan pembelajaran pada mata kuliah Genetika yang terdiri dari 2 siklus, serta melakukan pengamatan pada kegiatan tersebut, dapat dirumuskan kesimpulan bahwa prestasi belajar mahasiswa sebelum menggunakan variasi model pembelajaran dan media pembelajaran menunjukkan prestasi yang kurang memuaskan. Aktifitas mahasiswa selama proses pembelajaran genetika dengan metode ceramah, tanyajawab, penugasan, model belajar kelompok dan penggunaan media pembelajaran menunjukkan perubahan yang positif
Variasi Morfologi Floral Anggota Suku Leguminosae Subsuku Lotoideae
Penelitian ini menarik untuk dilakukan karena sangat bervariasinya suku Leguminosae dimana salah satu subsukunya adalah Lotoideae. Struktur morfologi bunga dari anggota subsuku digunakan sebagai karakter state dalam membedakan anggota-anggotanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui variasi morfologi floral vegetatif anggota subsuku Lotoideae serta untuk mengetahui variasi morfologi floral generatif anggota subsuku Lotoideae.Metode yang digunakan adalah eksplorasi ke Yogjakarta dan sekitarnya untuk mencari bunga tanaman anggota subsuku Lotoideae, kemudian dilakukan pengamatan terhadap struktur morfologi floralnya, baik vegetatif maupun generatif. Selain itu juga dilakukan pengamatan terhadap morfologi serbuk sari yang sebelumnya telah dibuat preparat dengan menggunaan metode asetolisis. Data yang diperoleh berupa hasil pengukuran berbagai parameter bunga seperti petala, sepala, benangsari, serbuk sari, androecium, gynaecium, dan data hasil pengukuran serbuk sari dianalisis secara deskriptif.Hasil dari penelitian ini adalah Variasi morfologi floral vegetatif anggota sub-suku Lotoideae yaitu memiliki kelopak yang berbeda pada ukurannya sedangkan persamaannya berjumlah 5, aestivationya berlekatan. Perbedaan mahkotanya adalah pada warna dan ukuran dari masing-masing bagian bunga,sedangkan persamaannya terdiri atas 5 petala, bentuknya menyerupai kupu-kupu, Bentuk mahkotanya terbagi 3 yaitu, bendera di bagian terluar merupakan bagian yang terlebar, sayap dengan ujung runcing dan lunas yang saling berlekatan berbentuk seperti sekoci. Variasi morfologi floral generatif anggota subsuku Lotoideae yaitu memiliki perbedaan pada jumlah berkas. Persamaan benangsarinya berjumlah 10, dan tersusun dalam berkas. Gynaecium perbedaannya adalah pada ukuran dan warna, sedangkan persamaannya adalah posisi ovarium menumpang, jumlah carpel 1, plasentasi marginal, Aestivatio bebas. Ciri pada serbuksarinya berbeda dalam ukuran, aperture dan ornamentasi eksin sedangkan persamaannya adalah pada unit serbuk sari, simetri dan bentuknya
Persepsi Guru dan Siswa SD di Yogyakarta terhadap Program Conservation Scout
Penanaman karakter cinta lingkungan dan pemahaman akan pentingnya konservasi perlu dilakukan sejak dini. Program conservation scout atau pandu konservasi menawarkan edukasi dan empowering siswa SD mengenai konservasi. Kegiatan ini bertempat di Pusat Studi Lingkungan, Universitas Sanata Dharma dan melibatkan 38 SD di Yogyakarta. Peserta conservation scout terdiri dari 32 guru dan 70 siswa SD.Penelitian ini bertujuan untuk melihat respon sekolah, persepsi guru, persepsi siswa, dan keberhasilan sekolah dalam mendukung program conservation scout. Metode yang digunakan adalah action reseach, survey, dan diskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dengan hasil validasi sangat baik.Sekolah memberikan respon sangat positif (84%) terhadap program conservation scout, dari 38 sekolah yang diundang, ada 32 sekolah yang mengikuti program ini. Guru memberikan persepsi negatif (2,50), bukan pada esensi program melainkan pada teknik pelaksanaan program. Siswa memberikan persepsi positif (3,51) dan 36 dari 70 siswa berhasil melakukan peer tutoring dan kampanye mengenai konservasi. Ada 53, 12 % SD yang siswanya menjadi duta konservasi lingkungan
Uji Resistensi Bakteri Escherichia Coli dari Sungai Boyong Kabupaten Sleman terhadap Antibiotik Amoksisilin, Kloramfenikol, Sulfametoxasol, dan Streptomisin
Resistensi mikrobia merupakan masalah yang serius dihadapi oleh ahli-ahli mikrobiologi kesehatan. Hal ini menimbulkan masalah yang menyebabkan antibiotika menjadi tidak berkhasiat bagi penyembuhan penyakit infeksi, perawatan menjadi lebih lama, dan biaya perawatan menjadi lebih tinggi. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui resistensi bakteri SE. Coli yang diisolasi dari air sungai dan air rumah tangga sepanjang Sungai Code wilayah Kabupaten Sleman terhadap antibiotika amoksisilin, kloramfenikol, sulfametoxasol, dan streptomisin.Isolasi E. coli dari sumber air sungai dan air rumah tangga dilakukan dengan cara taburan menggunakan medium kromogenik TBX, sedangkan uji resistensi menggunakan metode difusi padat cara Kirby Bauer yang dimodifikasi menngunakan medium Mueller Hinton Agar (MHA). Inokulasi isolat E.coli pada medium MHA dilakukan secara apus menggunakan kapas kidi streril, selanjutnya diletakkan disk antibiotika amoksisilin, kloramfenikol, sulfametoxasol, dan eritromisin di atasnya. Inkubasi dilakukan pada 37 derajat celcius selama 24 jam. Bakteri dapat dikatakan resisten, intermediet ataupun sensitif dengan mengukur zona hambat pada media uji, kemudian membandingkannya dengan Tabel Interpretasi Zona Hambat Standar dari BSAC version 8, January 2009.Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa : Isolat bakteri E.coli dari air sungai dan air rumah tangga sepanjang Sungai Code wilayah Sleman telah resisten terhadap antibiotik, khususnya amoksisilin dan streptomisin. Hasil uji resistensi memperlihatkan untuk amoksisilin 80% dan 66.7%, Kloramfenikol : 20% dan 6.7% ; Sulfametoxasol : 33.3% dan 46.7%, serta streptomisin 73.3% dan 86.7%
Pengaruh Perhatian Guru, Motivasi Belajar, dan Kecerdasan Emosional terhadap Prestasi Belajar Biologi Siswa SMA Negeri 2 Bantul
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perhatian guru, motivasi belajar dan kecerdasan emosional secara bersama-sama maupun secara parsial terhadap prestasi belajar biologi siswa SMA Negeri 2 Bantul Tahun Pelajaran 2013/2014. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII jurusan IPA SMA Negeri 2 Bantul yang berjumlah 127 siswa. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik proporsional random sampling. Penentuan besarnya sampel menggunakan tabel penentuan sampel dari Isaac dan Michael diperoleh hasil sejumlah 95 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang meliputi perhatian guru, motivasi belajar dan kecerdasan emosional. Dalam mengukur prestasi belajar biologi menggunakan tes prestasi dengan mengacu pada standar kompetensi lulusan.Uji coba instrumen dilakukan dengan jumlah responden 32 siswa. Analisis validitas butir instrumen yang berupa angket dengan menggunakan korelasi product moment dan reliabilitas dengan Cronbach Alpha. Sebelum dialakukan analisis uji hipotesis dilakukan uji persyaratan terlebih dahulu diantaranya uji normalitas,, liniearitas, uji multikolinearitas. Untuk uji hipotesis dengan menggunakan analisis regresi ganda dan menggunakan analisis bivariate. Selain itu juga dihitung sumbangan relatif dan sumbangan efektif dari masing-masing variabel bebas.Hasil penelitian ini menunjukkan babwa (1) terdapat pengaruh posistif yang signifikan perhatian guru, motivasi belajar dan kecerdasan emosional secara bersama-sama terhadap prestasi belajar biologi apabila perhatian guru, motivasi belajar dan kecerdasan emosional tinggi maka prestasi belajar biologi cenderung tinggi besarnya sumbangan efektif sebesar 59,483%, (2) terdapat pengaruh positif yang signifikan perhatian guru dengan prestasi belajar biologi apabila perhatian guru tinggi maka prestasi belajar biologi cenderung tinggi, besarnya sumbangan relatif sebesar 60,690% dan sumbangan efektif sebesar 36,100% (3) terdapat pengaruh positif yang signifikan motivasi belajar terhadap prestasi belajar biologi apabila motivasi belajar tinggi maka prestasi belajar biologi cenderung tinggi besarnya sumbangan relatif sebesar 21,565 % dan sumbangan efektif 12,827 % (4) terdapat pengaruh positif yang signifikan kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar biologi apabila kecerdasan emosional tinggi maka prestasi belajar biologi cenderung tinggi besarnya sumbangan relatif sebesar 17,746 dan sumbangan efektif 10,556 %
Peningkatan Prestasi Belajar Mahasiswa Semester VII pada Mata Kuliah Teknologi Fermentasi melalui Implementasi Metode Eksperimen
Mata kuliah Teknologi Fermentasi merupakan salah satu mata kuliah pilihan pada Program Studi Pendidikan biologi Universitas Ahmad Dahlan yang bertujuan untuk memberikan ketrampilan kepada mahasiswa agar mampu memanfaatkan mikrobia untuk menghasilkan berbagai produk fermentasi. Selama ini pembelajaran pada mata kuliah Teknologi Fermentasi dilakukan dengan metode ceramah Penggunaan metode ceramah membuat mahasiswa pasif dan hasil belajarnya rendah. Untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa dilakukanlah kegiatan Lesson Study.Aktivitas Lesson Study dibagi menjadi 3 aktivitas utama yaitu : plan, do, dan see, semua aktivitas dilakukan secara berkolaborasi antar dosen di program studi pendidikan biologi. Implementasi kegiatan Lesson Study (LS) melibatkan 1 orang dosen model dan 8 dosen sebagai observer serta 62 mahasiswa semester 7. Pada kegiatan pembelajaran mata kuliah Teknologi Fermentasi digunakan berbagai macam metode pembelajaranya yaitu: diskusi, presentasi, dan eksperimen dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa.Kegiatan Lesson Study dilaksanakan selama empat siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan Implementasi Lesson Study hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Teknologi Fermentasi secara keseluruhan meningkat. Agar Lesson Study dapat berjalan dengan lancar perlu komitmen yang kuat dari seluruh dosen yang terlibat dalam kegiatan Lesson Study baik dosen model maupun para observer
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS X.3 MELALUI MODEL GROUP INVESTIGATION (GI) PADA MATERI AVERTEBRATA DI SMA NEGERI I PAJANGAN TAHUN AJARAN 2011/2012
Pembelajaran yang didominasi guru dengan menggunakan media yang konvensional dapat berpengaruh dalam proses pembelajaran dikelas, begitupula yang terjadi dalam proses pembelajaran di kelas X.3 SMA Negeri I Pajangan bahwa motivasi belajar siswa masih rendah, sehingga masih nampak pembelajaran yang kurang efektif dan belum sepenuhnya melibatkan siswa. oleh karena itu, solusi alternatif yang dapat digunakan sebagai solusi adalah menerapkan pembelajaran tersebut dengan model Group Investigation (GI) dengan tujuan untuk melihat kesesuaian model pembelajaran Group Investigation (GI) dapat diterapkan sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran, melihat ketercapaian banyaknya siklus dalam proses ketecapaian pembelajaran dan melihat besarnya peningkatan motivasi belajar biologi siswa kelas X.3 melalui penerapan model pembelajaran Group Investigation (GI) pada materi pembelajaran avertebrata di SMA N I Pajangan tahun ajaran 2011/2012 .Penelitian ini merupakan penelitian tindakan Kelas yang dilakukan di SMA Negeri I Pajangan sebanyak 2 siklus dengan subyek penelitian adalah siswa kelas X.3 sebanyak 32 siswa. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan tes obyektif. dengan perolehan data melalui observasi motivasi belajar siswa dan post test sebagai bentuk prestasi dari pengaruh motivasi belajar yang kemudian data dianalisis secara deskriptif. Penerapan model pembelajaran Group Investigation (GI) dapat diterapkan sesuai dengan sintaks-sintaks pembelajaran, dan motivasi belajar siswa mengalami peningkatan dengan perbaikan pembelajaran di siklus II dengan cara guru lebih mendekatkan dengan siswa dan memonitoring dengan baik. Dapat dilihat dari hasil peningkatan motivasi belajar siswa ialah motivasi belajar siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran meningkat pada siklus I 60,15% siswa aktif dan 77 ,82% pada siklus II. Berdasarkan peningkatan motivasi belajar siswa maka hasil dari belajar atau prestasi siswa juga mengalami peningkatan, yakni ditunjukkan dengan nilai rata-rata kelas post tes siswa pada siklus I sebesar 65,34 dan 81,45 pada siklus II, sehingga pembelajaran diberhentikan pada siklus II. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Group Investigation (GI) dapat terlaksana sesuai dengan sintaks sintaks pembelajaran, proses pembelajaran tercapai pada sebanyak 2 siklus, dan motivasi belajar siswa mengalami peningkatan terutama siswa kelas X.3.Kata kunci: Motivasi belajar, Group Investigation (GI), Avertebrat
PERTUMBUHAN TANAMAN BAYAM CABUT (Amaranthus tricolor L.) DENGAN PEMBERIAN KOMPOS BERBAHAN DASAR DAUN KRINYU (Chromolaena odorata L.)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: pertumbuhan tanaman bayam cabut (Amaranthus tricolor L.) yang diberi perlakuan dengan pemberian kompos berbahan dasar daun krinyu (Chromolaena odorata L.), dan untuk mengetahui komposisi kompos berbahan dasar daun krinyu (Chromolaena odorata L.) dan tanah yang efektif terhadap pertumbuhan tanaman bayam cabut (Amaranthus tricolor L.).Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan antara lain : K : kontrol (tanpa kompos) dan 2,5 kg tanah, A1: kompos 0,12 5 kg dan tanah 2,37 5 kg, A2:kompos 0,25 kg dan 2,25 kg tanah, A3:kompos 0,5 kg dan 2 kg tanah, A4:kompos 0,75 kg dan 1,75 kg tanah, A5:kompos 1 kg dan 1,5 kg tanah. Selanjutnya data dianalisis menggunakan analisis varian (ANAVA). Apabila terdapat beda nyata, maka dilanjutkan dengan uji BNT dengan taraf 5%. Hasil penelitian diperoleh bahwa pertumbuhan bayam cabut (Amaranthus tricolor L.) dengan pemberian kompos berbahan dasar daun krinyu (Chromolaena odorata L.) menunjukkan hasil yang baik dan komposisi pemberian pupuk kompos berbahan dasar daun krinyu (Chromolaena odorata L.) dan tanah yang efektif untuk pertambahan bayam cabut (Amaranthus tricolor L.) adalah pada perlakuan A2 (Komposisi kompos 0,25 kg dan tanah 2,25 kg). Hasil penelitian ini diharapkan dapat diterapkan langsung sebagai alternatif sumber belajar Biologi SMA kelas XII pada materi pembelajaran pertumbuhan pada tumbuhan dalam bentuk power point.Kata kunci : pertumbuhan, bayam cabut (Amaranthus tricolor L.), dan kompos daun krinyu (Chromolaena odorata L.)