JURNAL BIOEDUKATIKA
Not a member yet
    191 research outputs found

    Diversitas Kelelawar (Chiroptera) Penghuni Gua, Studi Gua Ngerong di Kawasan Karst Tuban Jawa Timur

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui diversitas kelelawar penghuni gua di gua Ngerong. Penelitian ini merupakan penelitian Nature Snapshop Experiment (NSE). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November - Desember 2011 di gua Ngerong, Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Penangkapan dilakukan dengan metode tangkap langsung. Penangkapan dilakukan dengan menggunakan misnet dan handnet. Kelelawar diidentifikasi berdasarkan pengukuran morfometri dan ciri morfologi mengacu kunci identifikasi Suyanto, 2001 dan Payne et al., 2000. Seluruh data dianalisis secara deskriptif. Di gua Ngerong terdapat 9 spesies dari 4 famili atau 60% dari total spesies kelelawar penghuni gua di kawasan karst Tuban. Enam spesies anggota Subordo Microchiroptera yang merupakan insectivor dan 3 spesies anggota Subordo Megachiroptera yang merupakan frugivor dan nictivor. Keanekaragaman di gua Ngerong tergolong tinggi dengan nilai Simpson's Diversity Index sebesar 0,76. Tingginya diversitas kelelawar penghuni gua Ngerong berbanding lurus dengan panjang lorong gua Ngerong. gua Ngerong merupakan gua terpanjang di kawasan karst Tuban, dengan panjang lorong mencapai 1800m.kata kunci: Kelelawar (Chiroptera), Diversitas, Gua Ngerong, Biospeleologi, Kars

    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Dosen Pendidikan Biologi FKIP Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta

    No full text
    This study aimed to reveal:(1) lecturers performance education biology in FKIP UAD and (2) the effects of working motivation, lecturers' main duties and working atmosphere on lecturers' performance educational biology FKIP UA

    UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA KELAS VII B MELALUI METODE PEMBELAJARAN OBSERVASI PADA MATERI KLASIFIKASI HEWAN DI SMP NEGERI 2 KASIHAN BANTUL TAHUN AJARAN 2011/2012

    Get PDF
    Penggunaan metode yang baik dan tepat dapat berpengaruh dalam proses dan pencapaian tujuan pembelajaran. Seperti yang terjadi dalam proses pembelajaran di kelas VII B SMP Negeri 2 Kasihan Bantul bahwa aktivitas belajar siswa masih rendah dan belum mencerminkan pembelajaran yang terpusat pada siswa selain itu hasil belajar siswa belum sesuai dengan standar KKM sekolah. Karena itu diperlukan solusi untuk meningkatkan aktivitas dan pemahaman siswa. Salah satu upaya untuk meningkatkan aktivitas dan pemahaman siswa adalah dengan menggunakan metode observasi. Tujuannya untuk mengetahui apakah metode observasi dapat memperbaiki kualitas proses pembelajaran siswa pada materi klasifikasi hewan, dan mengetahui berapa siklus yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran pada materi klasifikasi hewan di SMP Negeri 2 Kasihan Bantul. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan di SMP Negeri 2 Kasihan Bantul sebanyak 2 siklus dengan subyek penelitian adalah siswa kelas VII B sebanyak 38 siswa. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan soal objektif, dengan perolehan data melalui observasi aktivitas siswa. Post-tes sebagai data tingkat pemahaman siswa. Penggunaan metode pembelajaran observasi dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran, dan meningkatkan pemahaman siswa dengan perbaikan pembelajaran disiklus II. Berdasarkan dilihat dari hasil peningkatan aktivitas belajar siswa yaitu 32 ,89 % menjadi 44,74 %, dan hasil nilai rata-rata pemahaman siswa dari posttes siklus I dan Siklus II yaitu 66,18 menjadi 75,39.Kata kunci: Pemahaman siswa, Metode Pembelajaran Observasi, Klasifikasi Hewan, Aktivitas belaja

    PENGARUH KOMPOSISI CAMPURAN TEPUNG TULANG IKAN PATIN (Pangasius pangasius) DAN PELET TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KADAR PROTEIN IKAN LELE (Clarias sp.)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi campuran tepung tulang ikan patin dan pelet terhadap pertumbuhan dan kadar protein lele, untuk mengetahui komposisi campuran tepung tulang ikan patin dan pelet yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kadar protein lele. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari satu faktor yaitu komposisi tepung tulang ikan patin dan pelet dengan komposisi 0% : 100%, 10% : 90%, 20% : 80%, 30% : 70%, 40% : 60% dengan pemberian makan sebanyak 5 % dari berat badan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi campuran tepung tulang ikan patin berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kadar protein lele, komposisi pemberian tepung tulang ikan patin dan pelet dengan perbandingan 40% : 60% merupakan komposisi yang paling berpengaruh terhadap pertambahan berat, panjang dan kadar protein lele. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai sumber belajar siswa SMA Kelas XII pada materi pembelajaran pertumbuhan pada hewan.Kata Kunci : Tulang ikan patin (Pangasius pangasius), Lele (Clarias sp), Pertumbuhan, Kadar protein, Sumber belajar

    PENGARUH PERTUMBUHAN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) TERHADAP AKUMULASI METABOLIT SEKUNDER TERPENOID

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengamati pertumbuhan biji jarak paga

    UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI INFUSA AKAR BAYAM DURI (Amaranthus spinosus L.) TERHADAP Shigella flexneri

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri infusa akar bayam duri (Amaranthus spinosus L) terhadap Shigella flexneri secara in vitro, untuk mengetahui Konsentarasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) infusa akar bayam duri (Amaranthus spinosus L) terhadap bakteri Shigella flexneri. Penelitian ini menggunakan 5 perlakuan konsentrasi infusa akar bayam duri (Amaranthus spinosus L.) yaitu 50%, 25%, 12 ,5%, 6,25%, dan 3,12 5%. Pembuatan infusa dilakukan dengan metode infundasi, sedangkan uji antibakteri dilakukan dengan metode dilusi cair. KHM Konsentrasi Hambat Minimum) ditentukan dengan pengamatan kekeruhan dan kejernihan dari masing masing larutan uji dan dibandingkan dengan larutan kontrol, sedangkan KBM (Konsentrasi Bunuh Minimum) ditentukan dengan pengamatan ada tidaknya bakteri yang tumbuh pada media Mc Conkey . Data hasil penelitian dianalisis dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KHM tidak dapat ditentukan karena infusanya keruh dan KBM juga tidak dapat ditentukan karena semua ruang pada cawan petri ditumbuhi bakteri, sehingga dapat disimpulkan bahwa infusa akar bayam duri (Amaranthus spinosusL) tidak memperlihatkan aktivitas antibakteri terhadap Shigella flexneri. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai alternatif sumber belajar biologi di SMA kelas X semester I untuk mencapai Kompetensi Dasar Mendeskripsikan Ciri Ciri Archaeobacteria dan Eubacteria dan Peranannya dalam Kehidupan.Kata kunci : antibakteri, infusa akar bayam duri (Amaranthus spinosus. L), Shigella flexneri

    PENGARUH DOSIS EKSTRAK AIR DAUN BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor L.) TERHADAP JUMLAH ERITROSIT DAN KADAR HEMOGLOBIN PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus): SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI SISWA SMA KELAS XI PADA MATERI PEMBELAJARAN SISTEM SIRKULASI PADA MANU

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis ekstrak air daun bayam merah (Amaranthus tricolor L.) terhadap jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin pada tikus putih (Rattus norvegicus), serta untuk mengetahui dosis ektrak air daun bayam merah yang paling perpengaruh terhadap jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin serta pemanfaatan hasil penelitian dosis ekstrak air daun bayam merah terhadap jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin tikus putih sebagai sumber belajar biologi SMA siswa kelas XI pada materi pembelajaran sistem sirkulasi pada manusia. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 1 faktor yaitu dosis ekstrak air daun bayam merah dengan perlakuan yaitu A (1,25% setara dengan dosis 0,12 5 gram/KgBB), B (2,5% setara dengan dosis 0,25 gram/KgBB), C (5% setara dengan dosis 0,5 gram/KgBB), D (10% setara dengan dosis 1 gram/KgBB), dan kontrol (tanpa pemberian ekstrak air daun bayam merah). Perhitungan jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin dilakukan pada hari ke-20 setelah pemberian ekstrak air daun bayam merah. Untuk mengetahui pengaruh dosis ekstrak air daun bayam merah terhadap jumlah eritrosit pada tikus putih dilakukan analisis regresi, untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan terhadap jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin dilakukan analisis varian (ANAVA) dan dilanjutkan dengan uji LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis ekstrak air daun bayam merah berpengaruh terhadap jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin pada tikus putih. Dosis yang paling berpengaruh adalah perlakuan D (dosis ekstrak air daun bayam merah 1 gram/KgBB). Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai sumber belajar biologi siswa SMA kelas XI pada materi pembelajaran sistem sirkulasi pada manusia dalam bentuk power point.Kata kunci : Dosis ekstrak air daun bayam merah (Amaranthus tricolor L.), Tikus putih (Rattus norvegicus) Jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, dan Sumber belaja

    Oil Extraction and Production of A Biodiesel Using Vegetable Oil Derived From Algae (Scenedesmus dimorphus)

    No full text
    Biodiesel is a biofuel which is projected to substitute diesel oil.Keyword: Scenedesmus dimosphus, biodiesel, sand, n-hexan

    ANALISIS VEGETASI STRATA SEMAK DI PLAWANGAN TAMAN NASIONAL GUNUNG MERAPI PASCA ERUPSI MERAPI 2010

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis vegetasi strata semak yang memiliki peranan paling besar berdasarkan Indeks Nilai Pentingnya, Indeks diversitas jenis strata semak dan pengaruh lingkungan abiotik yang meliputi (suhu udara, suhu tanah, kelembaban udara, pH tanah, kandungan besi (Fe), kadar silika (Si), kadar mangan (Mn) dan kapasitas pertukaran kation (KPK) dalam tanah) yang terdapat di daerah Plawangan Taman Nasional Gunung Merapi Yogyakarta. Pada penelitian ini digunakan tiga area kajian yaitu area kajian A (dekat dengan erupsi merapi), area kajian B (agak jauh dengan erupsi merapi) dan area kajian C (jauh dengan erupsi merapi). Adapun metode yang digunakan adalah metode Point Centered Quarter (PCQ). Analisis data yang digunakan untuk mengetahui pola pengelompokan stand vegetasi strata semak terhadap faktor abiotik yang terukur adalah cluster dengan menggunakan program SPSS versi 16. Berdasarkan hasil penelitian di Palawangan Taman Nasional Gunung Merapi Yogyakarta diperoleh 12 jenis vegetasi strata semak. Vegetasi strata semak yang memiliki rerata INP tertinggi pada area kajian A (dekat dengan erupsi merapi) yaitu Chromolaena odorata (80.071 4%), Eupatorium riparium (41.7777 5%), dan Crotalaria striata (33 .84885%). Area kajian B (agak jauh dengan erupsi merapi) yaitu Chromolaena odorata (82.17 01%), Lantana camara (55.68935%), dan Eupatorium riparium (51.53475%). Dan pada area kajian C (jauh dengan erupsi merapi) yaitu Chromolaena odorata (78.4494%), Bambusa Sp (61.029%), dan Clidemia hirta D.Don. (35.8157%). Rerata Indeks Diversitas pada Area kajian A (1.73 ), area kajian B (1.64) dan Area kajian C (1.7). Faktor lingkungan abiotik yang berpengaruh terhadap pola pengelompokan stand vegetasi strata semak adalah Si, Fe dan Mn. Adapun kelembapan udara, suhu udara, suhu tanah, pH tanah, KPK tanah merupakan faktor abiotik yang tidak mempengaruhi pola pengelompokan stand. Melalui metode pengkajian, hasil penelitian yang dilakukuan di daerah Plawangan Taman Nasional Gunung Merapi Yogyakarta dapat digunakan sebagai alternatif sumber belajar Biologi siswa SMA kelas X pada materi pembelajaran struktur dan fungsi ekosistem terestrial dalam bentuk CD pembelajaran.Kata kunci: Analisis vegetasi, Strata semak, Plawangan Taman Nasional Gunung Merap

    Soil Nitrate Concentration araound Kawah Sikidang, Dieng Plateau, Central Java

    No full text
    The area around kawas sikidang have a specifict environmental condition

    165

    full texts

    191

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JURNAL BIOEDUKATIKA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇