JURNAL BIOEDUKATIKA
Not a member yet
    191 research outputs found

    Implementasi Model Pembelajaran Reflektif untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Mahasiswa Pendidikan Biologi pada Mata Kuliah Strategi Pembelajaran di Program Studi FKIP Universitas Ahmad Dahlan

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa melalui penerapan model pembelajaran reflektif dalam pembelajaran mata kuliah strategi pembelajaran biologi di Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Ahmad Dahlan. Selama ini perkuliahan menggunakan presto ( presentasi total), metode ceramah, tanya jawab, dan penugasan ternyata terdapat kelemahan diantaranya mahasiswa bersifat pasif sehingga berdampak pada pemahaman belajar, kurangnya pemahaman mahasiswa akan berdampak pada keterampilan yang mereka miliki pada saat pelaksanaan pembelajaran ketika mengaplikasikan strategi apa yang akan dipakai sehingga sesuai dengan materi dan karakteristik peserta didik. Karena itu diperlukan solusi untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa dengan menerapkan model pembelajaran reflektif dalam pembelajaran mata kuliah strategi pembelajaran biologi. Model pembelajaran reflektif (reflective learning) memberikan kesempatan kepada peserta untuk melakukan analisis atau pengalaman individual yang dialami dan memfasilitasi pembelajaran dari pengalaman tersebut. Pembelajaran reflektif juga mendorong peserta didik untuk berpikir kreatif, mempertanyakan sikap dan mendorong kemandirian pembelajar. Pembelajaran reflektif melihat bahwa proses adalah produk dari berpikir dan berpikir adalah produk dari sebuah proses. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan di Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, dengan empat prosedur penelitian yang di mulai dari 1) perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah seluruh mahasiswa peserta kuliah strategi pembelajaran biologi yang berjumlah 45 orang. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, catatan guru dan tes.Kata kunci: model pembelajaran reflektif, pemahaman mahasiswa,strategi pembelajaran biolog

    Hubungan Antara Persepsi Kerja Kelompok dengan Hasil Pemecahan Masalah dalam Pembelajaran Biologi Berbasis Masalah Siswa Kelas XI SMAN 6 Kota Bengkulu

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara persepsi kerja kelompok dengan hasil pemecahan masalah dalam Pembelajaran Biologi Berbasis Masalah (PBM) siswa kelas XI IPA SMAN 6 Kota Bengkulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasi.Subjek penelitian yang digunakan adalah siswa kelas XI IPA SMAN 6 Kota Bengkulu yang berjumlah 35 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket dan rubrik penilaian. Angket digunakan untuk mengukur persepsi kerja kelompok dalam Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM), rubrik penilaian digunakan untuk mengukur hasil pemecahan masalah dalam Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM). Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hubungan antara persepsi kerja kelompok dengan hasil pemecahan masalah dalam pembelajaran biologi berbasis masalah (PBM) dihitung dengan menggunakan rumus korelasi Pearson Product Moment. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu rata-rata skor persepsi kerja kelompok dalam Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) adalah 76,37 sehingga tergolong kedalam kategori cukup. Sedangkan rata-rata skor hasil pemecahan masalah dalam model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) adalah 245,43 dan tergolong kedalam kategori cukup. Tidak ada hubungan antara persepsi kerja kelompok dengan hasil pemecahan masalah dalam Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) siswa kelas XI IPA SMAN 6 Kota Bengkulu.Kata kunci: Persepsi Kerja Kelompok, Hasil Pemecahan Masalah, Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM

    Pemanfaatan Hasil Induksi Hormon Estrogen Terhadap Kadar Estradiol dan Histologi Uterus Mencit (Mus musculus) Sebagai Buku Suplemen Sistem Reproduksi di SMA

    Full text link
    Synthetic estrogen hormone that has known by the public is an estrogen that is contained in hormonal contraception or birth control pills. The lack of public knowledge about the action mechanism of oral contraception on the reproductive organs makes people ignoring about the impact of it. This study was conducted to analyze the differences in the induction of estrogen towards the levels of estradiol and histology of the uterus and its utilization as a supplement book of Reproductive System topic in high school. Balb-C female mices were used as the tested animals and Microgynon, the contraceptive pillas trademark was used as a source of estrogen induces. Blood samples were taken at pro-estrus phase, while the uterus was taken at each phase of the estrous cycle. Measurement of estradiol levels was done by ELISA method, whereas the thickness of endometrium is determined on a longitudinal incision of the uterus by the method of preparation of histological paraffin and HE staining. The supplement book was arranged refers to 4-D models. The results showed that there was a difference between the levels of estradiol-induced estrogen treatment with control, but in endometrial thickness among the control treatment with estrogen did not show the differences significantly. The results also showed that the estrogen induction has no significant effect on endometrium thickness at each phases of estrous cycle. The results of research were used as supplement book and it can be used for enriching knowledge of reproductive topic on high school

    Model Guided Inquiry Berbasis Scientific Approach dalam Pembelajaran IPA Biologi Siswa SMP N 14 Yogyakarta

    Full text link
    Implementasi pembelajaran IPA Biologi di SMP masih sebatas penyampaian materi oleh guru dan penekanan penguasaan materi (kognitif) terhadap siswa. Penggunaan model Direct Instruction yang masih mendominasi di kelas kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat langsung dalam pembelajaran sehingga berdampak pada hasil belajar yang belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar IPA Biologi siswa kelas VII pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotor ditinjau dari penerapan Model Guided Inquiry berbasis Scientific Approach. Penelitian ini termasuk penelitian quasy experiment dengan desain nonequivalent control group design. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas VII SMP N 14 Yogyakarta T.A. 2014/2015. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas yang diambil dengan teknik purposive sampling, yaitu kelas VII A (kelas eksperimen) dan kelas VII B (kelas kontrol). Teknik pengumpulan data menggunakan tes, angket, dan observasi. Analisis data hasil belajar siswa pada aspek kognitif menggunakan Independent Samples t-test, aspek afektif dan psikomotor menggunakan uji Mann Whitney U Test. Hasil belajar IPA Biologi pada kelas kontrol dan kelas eksperimen signifikan rata-rata berbeda untuk aspek kognitif, afektif, dan psikomotor ditunjukkan dengan p < 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar IPA Biologi pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotor signifikan rata-rata berbeda ditinjau dari penerapan Model Guided Inquiry berbasis Scientific Approach.Kata kunci: Guided Inquiry, Scientific Approach, Pembelajaran, Hasil Belaja

    Penerapan Model Pembelajaran NHT melalui Lesson Study untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Kemampuan Mengemukakan Pendapat Mahasiswa pada Matakuliah Biologi Umum

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan meningkatkan pemahaman konsep dan kemampuan mengemukakan pendapat mahasiswa yang menempuh matakuliah biologi umum dengan menerapkan model pembelajaran Number Head Together (NHT) NHT melalui Lesson study (LS). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang ditempuh dengan tujuan untuk memperbaiki praktik pembelajaran secara nyata di dalam kelas. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam tiga siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahap, yaitu: perencanaan (planning), pelaksanaan tindakan (action), pengamatan tindakan (observation) dan refleksi (reflection), pada setiap pertemuan menerapkan tahapan LS, yaitu plan, do, dan see. Berdasarkan hasil analisis data nilai pemahaman konsep mahasiswa meningkat dari siklus I ke siklus III, yaitu  70,74% pada siklus I, 80% pada siklus II dan 81,3% pada siklus III. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kemampuan mengemukakan pendapat mahasiswa meningkat dari siklus I hingga siklus III. Pada siklus I jumlah persentase nilai kemampuan mengemukakan pendapat mahasiswa sebesar 80,63%, meningkat menjadi 87,7% pada siklus II, dan sebesar 87,85% pada siklus III. Model pembelajaran NHT melalui LS mampu meningkatkan pemahaman konsep dan kemampuan mengemukakan pendapat mahasiswaKata kunci: NHT, LS, pemahaman konsep, kemampuan mengemukakan pendapa

    Perangkat Pembelajaran Model Cooperative Scripts Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Mengeliminasi Miskonsepsi IPA pada Siswa Sekolah Dasar

    Full text link
    Telah dilakukan penelitian pengembangan perangkat pembelajaran IPA di Sekolah Dasar model Cooperative Scripts dengan 4D modifikasi yang bertujuan untuk mengeliminasi Miskonsepsi pemahaman konsep IPA pada pokok bahasan materi sistem pernapasan. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan perangkat pembelajaran valid, keterlaksanaan pembelajaran baik (3.97), kegiatan berpusat pada murid aktif. Hasil tes pemahaman konsep siswa dianalisis dengan N-gain menunjukkan pemahaman konsep IPA siswa meningkat (0.65) begitu pula dengan eliminasi Miskonsepsi siswa, sejalan dengan hasil penilaian afektif siswa menunjukkan hasil yang baik (3.9). Simpulan penelitian ini, bahwa perangkat pembelajaran IPA model Cooperative Scripts layak, dapat meningkatkan dan berpengaruh secara signifikan terhadap eliminasi Miskonsepsi pemahaman konsep IPA siswa di Sekolah Dasar

    The Influence Of Socio-Scientific Issues On Reflective Judgment Of High School’s Student In Ecosystem Material

    No full text
    This research is aimed to (1) determined the effect of learning strategy Socio-scientific Issues on students reflective judgment. This research was a quasi-experimental design with pre-test experimental post-test control group. The variables of this study consists of independent variable implementation strategy Socio-scientific Issues, the dependent variable was reflective judgment students ability. The sampling technique used purposive random sampling. The validity of the research instrument used content validity, construct and empirically validity. Test reliability was calculated used Cronbach's Alpha R11= 0.706. Analysis of the data in this study used the Wilcoxon test for reflective judgment. This result showed a significant difference of concept understanding  and reflective judgment between experimental class and control class with a significance level of 0.000. Thus, it can be concluded that the application of learning strategies Socio-scientific Issues effected on the reflective judgment student on the ecosystem (hydrological cycle) material

    Penerapan Metode Diskusi-Presentasi Dipadu Analisis Kritis Artikel melalui Lesson Study untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep, Kemampuan Berpikir Kritis, dan Komunikasi

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keberhasilan penerapan metode diskusi-presentasi dipadu dengan  analisis kritis artikel dalam meningkatkan pemahaman konsep, kemampuan berpikir kritis, dan komunikasi mahasiswa pada matakuliah Biologi Umum. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) melalui Lesson Study (LS) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini terdiri atas tiga siklus, setiap siklus menggunakan langkah-langkah PTK yang terdiri atas empat tahap yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, dan (4) refleksi dan terintegrasi dengan tiga tahapan LS, yaitu (1) plan, (2) do, dan (3) see. Berdasarkan hasil analisis data, rata-rata pemahaman konsep mahasiswa pada tiga materi yang diajarkan yaitu 82%. Rata-rata nilai kelas hasil kemampuan berpikir kritis pada siklus I, II, dan III secara berurutan, yaitu 76, 87, dan 90. Peningkatan kemampuan berpikir kritis dari siklus I ke II dan siklus II ke III sebesar 15% dan 3,4%. Rata-rata nilai kemampuan komunikasi pada siklus I, II, dan III secara berurutan, yaitu 52, 63, dan 63. Peningkatan kemampuan komunikasi dari siklus I ke II dan dari siklus II ke III secara berurutan sebesar 21% dan 0%. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan metode diskusi-presentasi dipadu dengan analisis kritis artikel dapat meningkatkan pemahaman konsep, kemampuan berpikir kritis, dan komunikasi mahasiswa.Kata kunci: Diskusi-Presentasi, Analisis Kritis, Pemahaman Konsep, Berpikir Kritis, Komunikas

    Analisis Kualitas Media Pembelajaran Insektarium dan Herbarium untuk Mata Pelajaran Biologi Sekolah Menengah

    Full text link
    Media pembelajaran berperan penting dalam proses pembelajaran. Keberadaannya mampu menghantarkan siswa menuju proses pembelajaran yang utuh. Media pembelajaran yang berbasis alam diharapkan mampu membangkitkan semangat siswa, dalam hal ini yaitu media pembelajaran insektarium dan herbarium. Meskipun demikian, kualitas media tersebut tetap dinomor satukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas media pembelajaran yang dikembangkan dalam bentuk insektarium dan herbarium dari penelitian mahasiswa.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan kajian laporan hasil penelitian. Metode yang dilakukan yaitu dengan Comparative of Result Experiment (CRE), kemudian dianalisis secara mendalam terhadap kualitas media pembelajaran yang meliputi aspek kesesuaian dengan kurikulum, kualitas materi, kesesuaian bahasa, penyajian, kemudahan,dan manfaat dari media pembelajaran. Pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif.Berdasarkan hasil analisis kualitas media pembelajaraninsektarium dan herbarium memenuhi tuntutan kompetensi dalam Kurikulum 2013, khususnya pada KD 3.8 dan KD 3.3 pada jenjang Sekolah Menengah. Ditinjau dari berbagai aspek, media insektarium dan herbarium pada aspek kualitas materi memperoleh skor rata-rata 97.83%, kesesuaian bahasa 100%, penyajian 98.34%, kemudahan 94.20%, dan manfaat 98.66%. Secara keseluruhan media insektarium dan herbarium yang dikembangkan memenuhi syarat sebagai bahan ajar yang berkualitas dengan kualitas baik dan layak digunakan untuk menunjang pembelajaran

    Pengembangan Multimedia Interaktif pada Materi Sistem Saraf untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa SMA Kelas XI

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengembangkan multimedia interaktif yang layak digunakan dalam pembelajaran biologi; 2) mengetahui kualitas multimedia interaktif hasil pengembangan ditinjau dari aspek kelayakan isi, bahasa dan gambar, penyajian dan kegrafikaan, menurut ahli materi, ahli media, guru biologi, dan teman sejawat, 3) mengetahui peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa setelah menggunakan multimedia interaktif Penelitian ini merupakan Research and Development (R&D) model 4-D yang dimodifikasi menjadi 3-D. Tahapan model 3-D meliputi define (pendefinisian), design (perancangan), dan develop (pengembangan). Penilaian produk dilakukan oleh satu ahli materi yang meliputi aspek kelayakan isi, dan aspek bahasa dan gambar, satu ahli media yang meliputi aspek penyajian, dan aspek kegrafikaan, satu guru biologi, dan tiga teman sejawat yang meliputi aspek kelayakan isi, bahasa dan gambar, penyajian, dan kegrafikan. Subjek ujicoba produk adalah siswa kelas XI SMA N 2 Wates, sembilan siswa untuk ujicoba terbatas, dan 29 siswa untuk ujicoba lapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket, lembar observasi, dan tes (pretest-posttest).Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) multimedia interaktif yang dikembangkan telah layak digunakan dalam pembelajaran biologi; 2) kualitas multimedia interaktif ditinjau dari aspek kelayakan isi, menurut ahli materi, ahli media, guru biologi, dan teman sejawat memiliki kategori sangat baik; 3) terjadi peningkatan motivasi siswa sebelum dan setelah menggunakan multimedia interaktif dengan nilai rerata angket sebesar 29,34 dan 32,80 serta memiliki kategori sedang dengan nilai gain score sebesar 0,33; dan 4) terjadi peningkatan hasil belajar siswa setelah menggunakan multimedia interaktif dengan kategori sedang dengan rerata gain sebesar 0,42 dan peningkatan 68,97% siswa yang mencapai ketuntasan belajar

    165

    full texts

    191

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JURNAL BIOEDUKATIKA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇