JURNAL BIOEDUKATIKA
Not a member yet
191 research outputs found
Sort by
Variasi Dosis Pupuk Cair Lcn (Limbah Cair Nanas) terhadap Pertumbuhan Anggrek Dendrobium Sp untuk Menyusun Panduan Praktikum
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis pupuk cair oganik LCN (Limbah Cair Nanas) terhadap pertumbuhan tanaman anggrek Dendrobium sp, dan hasil penelitiannya sebagai rancangan sumber belajar Biologi SMA Kelas XII Semester Ganjil berupa Panduan Praktikum. Rancangan penelitian menggunakan penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian ini terdapat 1 kontrol, 3 perlakuan. Pupuk Cair LCN (Limbah Cair Nanas) dengan dosis kontrol (0ml), A (2ml), B (3ml), dan C (4ml). pupuk cair diberikan dengan cara penyemprotan menggunakan spreyer. Parameter yang diukur adalah pertumbuhan tinggi tanaman (cm) dan pertambahan jumlah daun (helai). Hasil penelitian diuji menggunakan uji ANAVA satu jalur menunjukkan bahwa pada aplikasi pupuk cair organik LCN tidak berpengaruh secara nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman anggrek (p<0,05) dan pada pertambahan jumlah daun (helai) berpengaruh secara nyata (p>0,05). Hasil validasi panduan praktikum menunjukkan bahwa panduan praktikum yang dibuat layak untuk digunakan menjadi sumber belajar dalam proses belajar mengajar biologi pada materi Pertumbuhan dan Perkembangan
Deskripsi Hasil Perkuliahan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi S1 Universitas Muhammadiyah Metro
Penelitian deskriptif ini dilakukan pada program studi Pendidikan Biologi pada semester ganjil dan genap 2013/2014, melalui studi dokumentasi terhadap entry pemaketan mata kuliah yang terdata dalam KRS (Kartu Rencana Studi), serta KHS/Kartu Hasil Studi mahasiswa. Diperoleh rerata paket mata kuliah maksimal/24 sks semester ganjil dan genap berhasil diprogramkan oleh 90% mahasiswa, dengan perolehan IP rerata 90% mahasiswa adalah 3,0. Capaian hasil belajar secara umum mengalami penurunan. Pada nilai A menurun 4,67%, A- menurun 6,75%, B+ menurun 1,9%. Di sisi lain terjadi kenaikan prosentase mahasiswa yang mendapatkan nilai di bawah KKM, yaitu terjadi peningkatan jumlah mahasiswa yang mendapatkan nilai di bawah B termasuk nilai yang belum lulus karena permasalahan mahasiswa tertentu dengan peningkatan hampir 100%. Kondisi ini memperkuat kesimpulan terjadinya penurunan hasil perkuliahan secara keseluruhan
Hubungan antara Sikap, Kemandirian Belajar, dan Gaya Belajar dengan Hasil Belajar Kognitif Siswa
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara variabel sikap, kemandirian belajar dan gaya belajar dengan hasil belajar kognitif biologi. Penelitian ini merupakan penelitian ex post facto. Instrumen penelitian berupa angket yang digunakan untuk memperoleh data sikap, kemandirian belajar, dan gaya belajar siswa. Dokumentasi, digunakan untuk memperoleh nilai hasil belajar kognitif biologi. Pengumpulan data sikap, kemandirian, dan gaya belajar siswa dilakukan melalui pemberian angket (kuesioner) kepada siswa. Data hasil belajar kognitif siswa diperoleh dari nilai ulangan semester. Data dianalisis dengan menggunakan analisis statistik inferensial dengan uji korelasi product moment, regresi sederhana dan berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara: (i) sikap siswa dengan hasil belajar kognitif Biologi, dengan nilai korelasi sebesar 0,621, (ii) kemandirian belajar siswa dengan hasil belajar kognitif Biologi, dengan nilai korelasi sebesar 0,579, (iii) gaya belajar siswa dengan hasil belajar kognitif Biologi, dengan nilai korelasi sebesar 0,577, (iv) sikap, kemandirian belajar dan gaya belajar siswa dengan hasil belajar kognitif Biologi
Persepsi Mahasiswa Calon Guru Biologi Tentang Pengembangan Praktikum Biologi Sekolah Menengah: Studi Pengembangan Pembelajaran pada Mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta
Pengembangan praktikum Biologi sekolah (PPBS) merupakan salah satu matakuliah pilihan yang baru di program studi pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi awal mahasiswa calon guru Biologi FKIP UMS tentangPengembangan Praktikum Biologi Sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Sampel penelitian diambil dari seluruh mahasiswa yang mengikuti matakuliah pilihan PPBS (population sampling) yang terdiri dari dua kelas paralel dengan total mahasiswa sebanyak 35 orang. Data persepsi awal mahasiswa diperoleh dari angket awal perkuliahan PPBS. Berdasarkan hasil analisis angket awal perkuliahan PPBS diketahui bahwa: (1) sebagian besar mahasiswa menyatakan pernah melaksanakan praktikum pada saat duduk di Sekolah Menengah Atas (SMA) meskipun dalam intensitas yang bervariasi; (2) sebagian besar mahasiswa memandang bahwa matakuliah PPBS penting karena akan membekali mahasiswa berbagai keterampilan untuk melaksanakan praktikum; serta (3) sebagian besar mahasiswa berharap bahwa setelah mengikuti matakuliah PPBS mahasiswa dapat memperoleh banyak tambahan materi tentang pengembangan praktikum Biologi sekolah
Pengembangan Modul Pembelajaran IPA dengan Tema “Pencemaran Lingkungan†untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMP Kelas VII
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran IPA dengan tema pencemaran lingkungan yang layak digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa SMP kelas VII. Penelitian ini merupakan Research and Development (R&D). Pengembangan dilakukan dengan mengacu pada model 4-D yang dimodifikasi menjadi 3-D. Tahapan model 3-D meliputi define (pendefinisian), design (perancangan), dan develop (pengembangan). Penilaian produk dilakukan oleh seorang ahli materi, seorang ahli media, dua orang guru IPA, dan tiga orang teman sejawat. Uji coba dilakukan kepada 43 siswa kelas VII SMP Muhammadiyah I Wonosobo dengan rincian: 10 siswa untuk uji coba kelompok kecil dan 33 siswa untuk uji lapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, tes (pretest dan posttest), dan lembar observasi. Data yang diperoleh dari kuesioner dan lembar observasi dianalisis secara deskriptif. Data pretest dan posttes dianalisis menggunakan normalized gain score yang kemudian dianalisis secara deskriptif.Hasil penelitian adalah sebagai berikut. 1) Modul pembelajaran IPA dengan tema “Pencemaran Lingkungan dinilai dari: (a) aspek kelayakan isi berkualitas baik menurut ahli materi, dan berkualiatas sangat baik menurut guru dan teman sejawat; (b) aspek bahasa dan gambar berkualitas baik menurut ahli materi, dan berkualiatas sangat baik menurut guru dan teman sejawat; (c) aspek penyajian berkualitas sangat baik menurut ahli media, guru, dan teman sejawat; dan (d) aspek kegrafikan berkualiatas sangat baik menurut ahli media, guru, dan teman sejawat. 2) Tanggapan siswa terhadap modul yang dikembangkan berkualitas sangat baik dari aspek materi, bahasa dan gambar, penyajian, dan tampilan. 3) Peningkatan hasil belajar dengan menggunakan modul yang dikembangkan berkategori sedang dengan rerata gain score sebesar 0,50. 4) Terjadi peningkatan 62,09 % jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar. Hasil tersebut menunjukkan bahwa modul pembelajaran IPA dengan tema “Pencemaran Lingkungan hasil pengembangan layak digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa SMP kelas VII
Pengaruh Penerapan Metode Guided Inquiry terhadap Aktivitas dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X SMA N 2 Banguntapan
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh penerapan metode Guided Inquiry terhadap aktivitas belajar biologi pada materi avertebrata siswa kelas X SMA Negeri 2 Banguntapan. (2) mengetahui pengaruh penerapan metode Guided Inquiry terhadap hasil belajar biologi pada materi avertebrata siswa kelas X SMA Negeri 2 Banguntapan. Penelitian ini termasuk penelitian Quasi Experiment (eksperimen semu). Desain penelitian yang digunakan adalah Pretest-Posttest Control Group. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas X SMA Negeri 2 Banguntapan. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas yang diambil secara random (acak), yaitu kelas X2 sebagai kelas eksperimen dan kelas X3 sebagai kelas kontrol. Data penelitian berupa hasil observasi aktivitas belajar siswa dianalisis dengan uji Two Independent Samples Kolmogorov-Smirnov dan data hasil belajar siswa berupa pretest dan posttest dianalisis menggunakan t-Test (uji-t) dengan bantuan program SPSS 17.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh yang signifikan terhadap aktivitas belajar siswa pada kelas eksperimen dengan menerapkan metode Guided Inquiry dibandingkan dengan kelas kontrol yang menerapkan metode konvensional. Hal ini ditunjukkan dan dibuktikan dengan hasil uji Two Independent Samples Kolmogorov-Smirnov, dengan sig. (2-tailed) senilai 0,000 < taraf signifikansi (0,01). (2) tidak terdapat pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar biologi pada kelas eksperimen dengan menerapkan metode Guided Inquiry dibandingkan dengan kelas kontrol. Hal ini ditunjukkan dan dibuktikan dengan hasil uji-t dengan sig. (2-tailed) senilai 0,318 > taraf signifikansi (0,05). Kesimpulan hasil analisis data menunjukkan bahwa metode Guided Inquiry berpengaruh signifikan terhadap aktivitas belajar, dan dapat pula meningkatkan hasil belajar siswa meskipun tidak secara signifikan, sehingga dapat digunakan sebagai salah satu alternatif metode pembelajaran biologi di sekolah
Pemanfaatan Lingkungan Sekolah sebagai Sumber Belajar dalam Lesson Study untuk Meningkatkan Metakognitif
Pemanfaatan lingkungan sekolah dengan dua pola yaitu di dalam kelas dan di luar kelas. Kegiatan di dalam kelas memperhaatikan tujuan, materi, trategi, karakter siswa, dan alokasi waktu, sedang di luar kelas dengan cara bebas, terkontrol, perorangan, dan kelompok. Model pembelajarannya menggunakan pembelajaran aktif dengan berbagai strategi dan pendekatan yang berpusat pada siswa. Pembelajaran dikemas dalam program Lesson Study, yaitu tahap Plan, Do, dan See. Dalam tahapan ini juga menanamkan kesaadaran metakognitif melalui tahapan memahami, mengendaikan, dan memanipulasi proses kognisi
Perbandingan Variasi Jarak Tempuh ke Sekolah terhadap Prestasi Belajar IPA Siswa Kelas VII SMP Muhammadiyah 2 Kalibawang
SMP Muhammadiyah 2 Kalibawang, berlokasi di daerah pinggiran kota Yogyakarta tepatnya di Dusun Duwet II, Desa Banjarharjo, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo,dimana jarak tempuh siswa ke sekolah bervariasi dari yang terdekat hingga terjauh. Apakah variasi jarak tempuh ke sekolah dapat menentukan prestasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jarak tempuh ke sekolah dari setiap siswa, dan membandingan variasi jarak tempuh tersebut terhadap prestasi belajar IPA siswa. Prestasi belajar IPA diukur dengan tes, dalam hal ini adalah nilai UAS (Ujian Akhir Sekolah). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kualitatif yang dilakukan di SMP Muhammadiyah 2 Kalibawang dengan teknik dokumentasi dan wawancara kepada siswa sebanyak 24 orang pada Juni 2014 sampai Juli 2015. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa, perbedaaan jarak tempuh ke sekolah setiap siswa tidak menentukan prestasi belajar IPA siswa (siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 2). Ada beberapa faktor yang lebih mempengaruhi prestasi siswa, diantaranya motivasi internal siswa, orang tua, serta keadaan ekonomi keluarga
Penerapan Pendekatan Sains Teknologi Lingkungan Masyarakat untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Biologi di SMAN 1 Kota Padang
Artikel ini memaparkan hasil penelitian tentang Penerapan Pendekatan Sains Teknologi Lingkungan Masyarakat untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Bioteklogi di SMAN 1 Kotapadang. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Biologi di SMAN 1 Kotapadang melalui penerapan pendekatan Sains Teknologi Lingkungan Masyarakat. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus. Langkah-langkah dalam penelitian ini meliputi: perencanaan (planning) merupakan langkah pertama dalam setiap kegiatan, 2) tindakan (action) merupakan realisasi dari rencana yang dibuat, 3) observasi (observation) bertujuan untuk mengetahui kualitas tindakan yang dilakukan, 4) refleksi (reflection) bertujuan untuk melihat atau merenungkan kembali apa yang telah dilakukan dan apa dampaknya bagi proses belajar siswa. Pengumpulan data berupa lembar observasi dan tes, yang diolah secara deskriptif. Analisis data observasi menggunakan skala penilaian pengukuran, dan untuk hasil tes dengan persen ketercapaian. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata pada siklus I. aspek afektif adalah 69,14 dengan ketuntasan klasikal 43,75%; aspek psikomotorik adalah 75,21 dengan ketuntasan klasikal 68,75%, dan aspek kognitif adalah 6,2 dengan ketuntasan 43%. Sedangkan pada siklus ke II pada aspek afektif adalah 76,36 dengan ketuntasan klasikal 90,62%; aspek psikomotorik adalah 83,78 dengan ketuntasan klasikal 100%; dan aspek kognitif adalah 7,3 dengan ketuntasan 74%
Efektivitas Pelaksanaan Praktikum Anatomi Hewan Pendidikan Biologi FKIP UMS Tahun 2011/2012 dan 2012/2013 Ditinjau dari Nilai Akhir Praktikum
Penerapan jadwal online menyebabkan pelaksanaan praktikum di prodi pendidikan biologi FKIP UMS tahun akademik (TA) 2012/2013 mengalami perubahan waktu. Hal ini mengakibatkan terjadinya perubahan sistem pelaksanaan praktikum mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan sistem evaluasi pembelajaran praktikum yang dapat mempengaruhi hasil belajar mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan praktikum Anatomi Hewan di laboratorium biologi tahun akademik 2011/2012 dan 2012/2013 ditinjau dari nilai akhir praktikum. Jenis penelitian ini adalah Deskriptif kuantitatif dengan menggunakan uji rasio efektivitas untuk mengetahui seberapa besar tingkat persentase sasaran yang dicapai atas target yang telah ditetapkan dalam pelaksanaan praktikum Anatomi Hewan (AH) TA 2011/2012 dan TA 2012/2013 dan Uji Mann-whitney (non parametrik) untuk mengetahui perbedaan efektivitas antara pelaksanaan praktikum AH TA 2011/2012 dan 2012/2013 ditinjau dari nilai akhir praktikum. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh melalui teknik dokumentasi dengan mengumpulkan data pada masing-masing tahun akademik. Hasil dari uji rasio efektivitas dapat diketahui bahwa rasio efektivitas TA 2011/2012 adalah 88.08% dan rasio efektivitas TA 2012/2013 adalah 73.43%. Suatu kegiatan dikatakan efektif jika mencapai rasio efektivitas diatas seratus persen. Hasil dari uji Mann-Whitney diketahui bahwa nilai probabilitas 0,000 < 0,05, maka H0 ditolak artinya ada perbedaan efektivitas yang signifikan antara pelaksanaan praktikum AH di laboratorium biologi UMS pada tahun akademik 2011/2012 dan 2012/2013 ditinjau dari nilail akhir praktikum. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, pelaksanaan praktikum AH di laboratorium biologi FKIP UMS pada TA 2011/2012 dan 2012/2013 sudah efektif namun ada perbedaan efektivitas yang signifikan antara pelaksanaan praktikum AH TA 2011/2012 dan 2012/2013 ditinjau dari nilai akhir praktikum