JURNAL BIOEDUKATIKA
Not a member yet
    191 research outputs found

    Analisis komponen penyusun desain kegiatan laboratorium bioteknologi

    Full text link
    Tujuan dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan tiga komponen utama dalam desain kegiatan laboratorium bioteknologi yakni tujuan, proses dan pertanyaan yang dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan rekonstruksi terhadap desain kegiatan laboratorium tersebut. Pengambilan sampel dilakukan secara purposif dengan mengambil 10 sampel desain kegiatan laboratorium yang terdapat di sepuluh SMA Negeri di kota Bandung. Peneliti mengembangkan instrument berupa tabel deskriptif yang digunakan untuk menganalisis keterkaitan antara komponen tujuan, proses dan pertanyaan. Hasil menunjukkan bahwa praktikum secara keseluruhan mengarah pada kategori meningkatkan pemahaman terhadap materi pelajaran dan mengembangkan keterampilan dasar. Hanya 20% tujuan praktikum mengacu pada indikator hasil penjabaran Kompetensi Dasar, tergambar dalam langkah kerja dan dapat dicapai setelah melakukan kegiatan laboratorium, 20% proses sesuai dengan tujuan, berstruktur logis, sistematis, serta tepat dalam menghasilkan data, dan temuan mengungkap hanya 39,28% pertanyaan yang bersesuaian dengan tujuan dan proses. Sisanya bermasalah terutama dalam hal tidak tergambarnya tujuan dalam langkah kerja, tidak dapat dicapainya tujuan, proses tidak mengacu pada tujuan, tidak logis, dan juga tidak sistematis, tidak menghasilkan data yang diharapkan, serta tidak mengacunya pertanyaan pada tujuan ataupun proses. Hasil tersebut merupakan temuan yang dapat dijadikan sebagai dasar untuk melakukan rekonstruski terhadap desain kegiatan laboratorium bioteknologi.Analysis of the components of the design of biotechnology laboratory activities. The aims of this study was to describe the components of objectives, processes, and questions in Biotechnology lab activities design that can used as a basis for reconstruction it. Sample was taken purposively by taking 10 samples of lab activities design in 10 SMA Negeri in Bandung. Researchers developed descriptive table as instrument that used to analyze the interrelations between objective, process and questions. The results show that overall lab objectives leads to category of developing basic skills and improving understanding of subject matter. There are only 20% of objectives which refer to Basic Competence outcome indicator, illustrated in activity step, and can be achieved after lab activities, 20% of process refers to objectives, systematic and logical structure, and can produce correct data, and only 39,28% of questions refer to objectives and processes. The rest is problematic especially in event that objectives are not illustrated in activity steps, objectives can not be achieved, process is not referring to objectives, not systematic and illogical, and does not produce expected data, question does not refer to objectives or process. These results are findings can be used as a basic for reconstruction lab activities design of biotechnology

    Case: Quality of Students Content Writing Through Implementation of Project Based Learning Model in Biology

    Full text link
    The research aims to improve the quality of students content writing in biology through implementation of Project Based Learning model. The research is a Classroom Action Research (CAR) with the subjects of this research were students of class XI MIPA 6 SMA N 4 Surakarta are 32 learners. Research conducted by the cyclical phases: planning, implementation, observation, and reflection. The research data was collected through observation, documentation, and interviews, which are equipped with a writing rubric skills. Data validation method using triangulation techniques. Data were analyzed using qualitative descriptive analysis: reduction, presentation, and verification of data. The results showed an increase in the quality of learners writing the content for the application of the model Project Based Learning in learning biology

    Discovery Learning untuk Meningkatkan Kuantitas dan Kualitas Pertanyaan dan Pernyataan Siswa SMA pada Pembelajaran Biologi

    Full text link
    Penelitian bertujuan meningkatkan kuantitas dan kualitas pertanyaan dan pernyataan siswa melalui penerapan discovery learning pada pembelajaran biologi SMA. Penelititan dilakukan selama 3 siklus, dengan subjek penelitian adalah 28 siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 5 Surakarta. Data diperoleh dari observasi proses pembelajaran, wawancara, dan dokumentasi. Validasi data menggunakan teknik triangulasi. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif. Analisa pertanyaan dan pernyataan menggunakan rubrik Taksonomi Bloom terevisi. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan kuantitas dan kualitas pertanyaan dan pernyataan siswa pada pembelajaran biologi dengan penerapan discovery learning. Peningkatan kuantitas merupakan pertambahan jumlah pertanyaan dan pernyataan dari baseline sebanyak 65 pertanyaan dan 157 pernyataan. Masing-masing siklus ditunjukkan dengan pertambahan pertanyaan dan pernyataan dari baseline yang diperoleh dari hasil observasi sebanyak 29 pertanyaan dan 56 pernyataan menjadi 84 pertanyaan dan 213 pernyataan di siklus 1, 88 pertanyaan dan 157 pernyataan di siklus 2, serta 94 pertanyaan dan 208 pernyataan di siklus 3. Peningkatan kualitas  merupakan pertambahan tingkat kognitif yang ditunjukkan dengan pergeseran proses berpikir dari C2 menjadi C5, serta pergeseran dimensi faktual menjadi dimensi pengetahuan di siklus 1, siklus 2, dan siklus 3. Kesimpulan dari penelitian adalah penerapan model discovery learning mampu meningkatkan kuantitas dan kualitas pertanyaan dan pernyataan siswa SMA pada pembelajaran biologi

    Paradigma Pembelajaran Biologi di Era Digital

    Full text link
    Kegiatan belajar dan mengajar yang dilakukan oleh guru dengan siswa di sekolahan dikenal dengan istilah pembelajaran. Kualitas pembelajaran akan optimal apabila proses pembelajaran berpusat pada siswa (student centered instruction), bukan berpusat pada guru (teacher centered instruction). Proses pembelajaran sebaiknya juga dilakukan dengan cara-cara yang menyenangkan, termasuk pada pembelajaran biologi. Anggapan bahwa pelajaran biologi merupakan sesuatu yang menakutkan, sulit dimengerti karena banyak dikombinasi dengan istilah Latin atau bahasa ilmiah, dan juga membosankan karena banyaknya materi, perlu segera diluruskan. Stigma negatif pada pelajaran biologi tersebut salah satu penyebabnya karena pembelajaran dilakukan dengan metode-metode konvensional dan cenderung monoton. Di era digitital seperti sekarang ini, guru sebaiknya mempunyai paradigma yang baru terhadap pembelajaran biologi. Sudah saatnya guru memanfaatkan kemajuan teknologi dan internet sebagai sarana pembelajaran biologi. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana merubah paradigma lama menuju paradigma baru dalam pembelajaran biologi di era digital? Bagaimana menerapkan pembelajaran biologi di era digital? Dan bagaimana segi positif maupun negatifnya pembelajaran digital? Pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan benang merah yang akan dibahas dalam artikel ini

    Profil Keterampilan Dasar Mengajar Mahasiswa Calon Guru Biologi pada Matakuliah Microteaching

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan dasar mengajar mahasiswa calon guru Biologi pada matakuliah Microteaching. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian adalah mahasiswa prodi pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta yang menempuh matakuliah Microteaching. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa yang menempuh matakuliah Microteaching pada semester genap tahun ajaran 2015/2016 sejumlah 190 mahasiswa. Sampel diambil secara purposif sehingga diperoleh tiga kelas sebagai sampel yaitu kelas A, B, dan C yang berjumlah 59 mahasiswa. Aspek keterampilan dasar mengajar yang dianalisis meliputi keterampilan menyusun skenario pembelajaran, membuka pelajaran, menjelaskan, bertanya, mengelola proses pembelajaran, mengadakan variasi, menggunakan media pembelajaran, memberikan penguatan, dan menutup pembelejaran. Teknik pengumpulan data dengan observasi yang dilaksanakan dengan menggunakan rubrik penilaian kinerja (performance assessment). Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data diketahui bahwa skor capaian keterampilan dasar mengajar pada matakuliah microteaching mengalami peningkatan pada kedua tampilan latihan mengajar. Jika dilihat dari rata-rata capaian setiap aspek maka skor keterampilan menyusun skenario pembelajaran sebesar 71.65, membuka pelajaran sebesar 69.5, menjelaskan sebesar 71.9, bertanya sebesar 71.3, mengelola proses pembelajaran sebesar 70.7, mengadakan variasi sebesar 70, menggunakan media pembelajaran sebesar 73.5, memberikan penguatan sebesar 71.7, serta keterampilan menutup pelajaran sebesar 70.8. Berdasarkan hasil tersebut, keterampilan dasar mengajar mahasiswa sudah cukup  baik pada beberapa aspek namun, pada aspek keterampilan membuka pelajaran, mengadakan variasi, dan menutup pelajaran masih perlu dilatihkan lebih lanjut

    Pengaruh Penerapan Hypothetico-deductive Reasoning dalam Learning Cycle terhadap Keterampilan Proses Sains dan Pemahaman Konsep Siswa

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan hypothetico-deductive reasoning (HDR) dalam learning cycle terhadap keterampilan proses sains (KPS) dan pemahaman konsep siswa. Penelitian ini berbentuk kuasi-eksperimen dengan desain pretest-postest non-equivalent control group yaitu kelas A sebagai kelompok eksperimen bermodelkan HDR-Learning Cycle (HDR-LC), serta kelompok kontrol yaitu kelas B bermodelkan Learning Cycle (LC) dan kelas C bermodelkan Direct Instruction (DI). Sumber data KPS-intelektual dan pemahaman konsep diperoleh dengan instrumen tes sedangkan KPS-manual diperoleh dengan observasi performansi. Data dianalisis dengan MANOVA dilanjutkan uji Bonferroni, atau uji Kruskal-Wallis dilanjutkan uji Games-Howell untuk data nonparametrik. Hasil penelitian ini yaitu: (a) penerapan HDR-LC (mean: 86,4) secara signifikan berpengaruh positif terhadap KPS-intelektual dibandingkan model LC (mean: 78,3) dan DI (mean: 75,1). Sedangkan KPS-manual kelas HDR-LC (mean: 64,3) dibandingkan kelas LC (mean: 87,4) dan DI (mean: 82,3) terdapat perbedaan yang signifikan dengan pengaruh negatif. (b) penerapan HDR-LC (mean: 84,8) secara signifikan berpengaruh potisif terhadap pemahaman konsep siswadibandingkan model LC (mean: 61,7) dan DI (mean: 66,6)

    Persepsi dan Sikap Mahasiswa Pendidikan Biologi UMP Terhadap Mata Kuliah Multimedia Pembelajaran

    Full text link
    Multimedia pembelajaran merupakan mata kuliah pilihan untuk membekali calon guru terhadap penguasaan teknologi pembelajaran. Hal ini sesuai dengan learning outcomes yang dirumuskan oleh pendidikan biologi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) bahwa lulusan yang diharapkan menjadi tenaga pendidik yang berinovasi untuk meningkatkan mutu pendidikan biologi (kompetensi pedagogik ) Keberhasilan perkuliahan dapat dilihat dari persepsi dan sikap mahasiswa dalam pembelajaran multimedia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi dan sikap mahasiswa terhadap mata kuliah multimedia pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Subyek penelitian adalah seluruh mahasiswa Pendidikan Biologi UMP berjumlah 32 orang yang mengambil mata kuliah multimedia pembelajaran pada tahun ajaran 2015/2016. Instrumen yang digunakan adalah angket dan dokumen. Instrumen yang digunakan memiliki alfa cronbach 0,83 yang berarti instrumen reliabel. Validasi dilakukan dengan expert judgement. Teknik analisis data yang digunakan dengan analisis deskriptif kuantitatif. Persepsi dan sikap mahasiswa terhadap pembelajaran multimedia dalam kategori cukup. Hal ini ditunjukkan dari rata-rata persepsi mahasiswa adalah 71,93 sehingga diperoleh presentase 64,2 % yang berarti persepsi mahasiswa berada dalam kategori cukup. Sikap peserta didik terhadap pembelajaran memiliki kriteria cukup ditunjukkan dengan persentase 72,19% dengan rata-rata skor 80,85

    Peranan Pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) Terhadap Keterampilan Proses dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X SMA Negeri 5 Lubuklinggau

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) terhadap keterampilan proses dan hasil belajar biologi siswa kelas X. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 5 Lubuklinggau tahun ajaran 2015/2016. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan populasi siswa kelas X yang terdiri dari 9 kelas. Sampel adalah siswa kelas X.1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X.8 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi berbentuk lembar observasi dan tes tertulis berbentuk uraian sebanyak 9 butir soal, dimana data hasil belajar dianalisis dengan menggunakan uji-t. Untuk keterampilan proses, rata-rata keseluruhan aspek keterampilan proses siswa menggunakan pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) yaitu 76,11 % dengan kategori baik. Hal ini berarti keterampilan proses siswa menggunakan pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) pada kelas X SMA Negeri 5 Lubuklinggau memperoleh kategori baik. Berdasarkan nilai rata-rata tes awal kelas eksperimen 45,71, nilai rata-rata tes akhir 72,16. Berarti terjadi peningkatan nilai rata-rata sebesar 28,14. Nilai rata-rata tes awal pada kelas kontrol adalah 45,86 dan nilai rata-rata tes akhir adalah 61,40. Berdasarkan hasil perhitungan uji-t mengenai kemampuan akhir menunjukkan bahwa thitung  > ttabel  (3,52 > 1,67). Hal ini berarti ada pengaruh pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) terhadap hasil belajar biologi siswa kelas X SMA Negeri 5 Lubuklinggau

    Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Konteks dan Kreativitas untuk Melatihkan Literasi Sains Siswa Sekolah Dasar

    Full text link
    Tujuan penelitian ini mengembangkan bahan ajar berbasis konteks dan kreativitas untuk meningkatkan literasi sains siswa Sekolah Dasar. Penelitian ini merupakan penelitian R & D (Penelitian dan Pengembangan) yang meliputi tiga tahap penelitian yaitu: 1) Studi Pendahuluan, 2) Pengembangan bahan ajar, dan 3) Uji coba bahan ajar. Studi pendahuluan dilakukan dengan studi kurikulum IPA di SD dan survey lapangan terhadap guru-guru kelas 4 dan 5 SD di kota sukabumi sebanyak 16 orang. Pengembangan model berupa penyusunan bahan ajar serta validasi oleh expert judgement dan peer reviewer. Uji coba terbatas dan uji coba lebih luas bahan ajar. Tanggapan dari guru dilakukan dengan memberikan kuosioner kepada 3 orang guru. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah, berdasarkan analisis kurikulum pembelajaran IPA di SD menuntut adanya pembelajaran kontekstual yang terintegrasi dengan praktikum untuk menanamkan konsep/konten yang selaras dengan kemampuan literasi sains, 2) telah dihasilkan 3 buah bahan ajar dengan konteks: a) Kemanakah Perginya Capung?, b) Mengapa Hujan Turun?, c) Mengapa gigi kita bisa sakit?. 3) Hasil uji coba terbatas dan lebih luas dijadikan pijakan untuk pengembangan bahan ajar, 4) umumnya guru memberikan respon yang baik terhadap bahan ajar yang telah dikembangkan

    Pengaruh Penggunaan Modul Biokimia pada Mahasiswa Pendidikan Biologi STKIP-PGRI Lubuklinggau

    Full text link
    Peranan dan penggunaan sumber belajar secara terencana dan terprogram akan berpengaruh pada pencapaian tujuan pembelajaran yang ditargetkan. Salah satu sumber belajar yakni modul. Modul merupakan paket belajar mandiri yang meliputi serangkaian pengalaman belajar yang direncanakan dan dirancang secara sistematis untuk membantu peserta didik mencapai tujuan belajar. Tujuan penelitin ini untuk mengetahui: (1) Hasil belajar mahasiswa setelah mengikuti pembelajaran Biokimia menggunakan modul. (2) Aktivitas mahasiswa pada proses pembelajaran Biokimia menggunakan modul. Populasi sebagai sampel dalam penelitian ini adalah mahasiwa pendidikan Biologi semester III angkatan 2014 STKIP-PGRI Lubuklinggau. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes dan observasi. Data interval dianalisis dengan SPSS versi 10.05 dengan non parametik berupa Mann Whitney. Dari output Rank, dapat kita lihat bahwa nilai mean untuk siswa eksperimen lebih besar daripada nilai mean siswa kontrol (15,05 > 5,95) sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil belajar Biokimia setelah menggunakan modul  meningkat. Aktivitas mahasiswa saat mengikuti pembelajaran menggunakan modul baik.Kata kunci: Pengaruh, Modul, Hasil Belajar dan Biokimi

    165

    full texts

    191

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JURNAL BIOEDUKATIKA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇