Jurnal Ilmu Fisika (JIF)
Not a member yet
245 research outputs found
Sort by
KONDUKTIVITAS ELEKTRODA DARI CAMPURAN RESIN DAMAR DAN ZEOLIT DARI BOTTOM ASH
Proses sokletasi terhadap resin damar dengan menggunakan pelarut heksana mempengaruhi sifat konduktivitas dari campuran damar dengan zeolit pada perbandingan tertentu. Konduktivitas elektroda dari resin damar dan zeolit bottom ash diukur dengan menggunakan rangkaian sederhana. Elektroda dibuat dengan mencampur hasil sokletasi resin damar dan zeolit dengan perbandingan tertentu. Zeolit yang digunakan merupakan hasil sentesis dari limbah bottom ash melalui metoda hidrotermal menggunakan peleburan NaOH. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa damar yang telah disokletasi mempunyai konduktivitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan damar tanpa sokletasi
FOTOVOLTAIK PASANGAN ELEKTRODA CUO/CU DAN CUO/STAINLESS STEEL MENGGUNAKAN METODE PEMBAKARAN DALAM BENTUK TUNGGAL DAN SERABUT DENGAN ELEKTROLIT NA2SO4
Sel fotovoltaik pasangan elektroda CuO/Cu dan CuO/Stainless Steel dibuat melalui metode pembakaran dalam bentuk tunggal dan serabut, dengan menggunakan Na2SO4 sebagai larutan elektrolit. Pengukuran kuat arus dan tegangan dilakukan pada berbagai waktu mulai dari jam 08.00- 16.00 WIB. Besarnya arus dipengaruhi oleh konsentrasi elektrolit dan waktu penyinaran. Konsentrasi optimum Na2SO4 yang digunakan sebagai elektrolit adalah 0,06 M dan waktu penyinaran (saat penyinaran) adalah pada jam 11.00 WIB dengan arus dan tegangan masing-masing adalah 0,448 mA dan 0,239 V untuk untuk pasangan elektroda CuO serabut/stainless steel. Efisiensi tertinggi diperoleh untuk pasangan elektroda CuO tunggal/stainless steel yaitu sebesar 7,66 x 10-6 watt/cm2
STUDI HASIL PHOTOLUMINESCENCE PADA LAPISAN TIPIS TIO2 YANG DIDOPING Sn DAN HUBUNGANNYA DENGAN AKTIFITAS FOTOKATALITIK DALAM MENDEGRADASI SENYAWA ASAM STEARAT SEBAGAI MODEL POLUTAN
Photoluminescence merupakan suatu teknik non-destructive dan memiliki sensitivitas yang tinggi untuk mempelajari sifat fotofisika dan fotokimia suatu semikonduktor. Pengukuran photoluminescence dari beberapa sampel lapisan tipis TiO2 yang didoping Sn dilakukan pada suhu kamar. Panjang gelombang eksitasi yang digunakan adalah 300 nm dengan lebar celah emisi 1 nm. Photoluminescence merupakan suatu teknik pengukuran yang bisa memberikan informasi mengenai kekosongan oksigen atau cacat pada permukaan kristal, kondisi permukaan serta pemisahan atau penggabungan muatan, yang berhubungan erat dengan aktifitas fotokatalitiknya. Pada percobaan ini, doping dengan Sn memperlihatkan pengaruh yang jelas pada intensitas photolumniscence nanopartikel TiO2 pada puncak 370 nm tetapi tidak terlalu jelas pada puncak 470 nm. Sampel Sn-3 (dengan konsentrasi Sn4+ 3.2 wt%) menunjukkan intensitas puncak yang paling rendah dibandingkan sampel-sampel lainnya yang menunjukkan rendahnya kecepatan rekombinasi elektron-hole. Hal ini mendukung hasil aktifitas fotokatalitik Sn-3 yang lebih baik dibandingkan dengan sampel-sampel lainnya
IDENTIFIKASI PENCEMARAN AIR PERMUKAAN SUNGAI BY PASS KOTA PADANG DENGAN METODE SUSEPTIBILITAS MAGNET
Sampel air permukaan pada penelitian ini diambil di sekitar kawasan Sungai By Pass Kota Padang. Pengukuran susebtibilitas magnet sampel dilakukan dengan menggunakan Bartington Magnetic Susceptibility sensor model MS2 dengan dual frequency sensor model MS2B. Analisis unsur logam berat yang terkandung dalam air permukaan dilakukan dengan menggunakan Atomic Absorbtion Spektrofotometry, AAS (Analytica Jena Specord 200) atau disebut juga dengan Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Hasil pengukuran susebtibilitas magnetik menunjukkan bahwa nilai rata-rata suseptibilitas sampel sebelum sumber polutan utama adalah berkisar dari - 1,08 x 10-5 SI hingga -0,76 x 10-5 SI dan nilai susebtibilitas sesudah sumber polutan utama adalah berkisar dari -1,60 x 10-5 SI hingga -0,74 x 10-5 SI. Hasil pengukuran Atomic Absorbtion Spektrofotometry menunjukkan bahwa kandungan logam berat Fe yang terdapat di perairan adalah 0,1304 ppm
ANALISIS PENGARUH PEMBENGKOKAN PADA ALAT UKUR TINGKAT KEKERUHAN AIR MENGGUNAKAN SISTEM SENSOR SERAT OPTIK
Telah dirancang sistem sensor serat optik untuk mengukur tingkat kekeruhan air dengan model U-system. Rancangan sistem terdiri dari pemancar berupa LED merah (660 nm), serat optik FD 620 10, fotodetektor OPT101, mikrokontroler ATMEGA32 untuk memproses masukan detektor, dan LCD untuk penampil. Serat optik sepanjang 30 cm dikupas claddingnya pada bagian tengahnya sepanjang 5 cm. Pengumpulan data dilakukan dengan membandingkan hasil keluaran dari detektor dari beberapa variasi sudut pembengkokan serat optik terhadap larutan yang telah diketahui nilai kekeruhannya. Pemberian variasi sudut pembengkokan memberikan perbedaan sensitivitas pada pengukuran. Dengan menganalisa nilai keluaran sensor akibat pembengkokan, didapatkan besarnya rugi daya yang dialami sensor sebanding dengan besarnya sudut pembengkokan yang diberikan. Semakin besar sudut yang diberikan maka akan semakin tinggi sensitivitas pengukuran, namun terdapat suatu keadaan dimana apabila sudut diperbesar lagi maka sensitivitasnya berkurang
ANALISIS SISA RADIOFARMAKA TC99M MDP PADA PASIEN KANKER PAYUDARA
Telah dilakukan analisis sisa radiofarmaka Tc99m MDP pada pasien kanker payudara di salah satu rumah sakit di Jakarta. Dalam penelitian ini digunakan dua alat utama yaitu kamera gamma dan dose calibrator, dengan bahan utama Tc99m MDP yaitu unsur radioaktif yang telah dicampur dengan senyawa farmaka. Data diambil dari 32 pasien kanker payudara, 63% diantaranya sudah bermetastasis, kemudian data tersebut diolah menggunakan program statistik untuk melihat rerata dan korelasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa rerata sisa radiofarmaka Tc99m MDP yang tertinggal di tubuh pasien (130 – 265) menit pasca injeksi dengan dosis injeksi yang tidak sama, masih cukup tinggi yaitu 7,48 mCi. Pada hasil penelitian, terlihat bahwa meningkatnya dosis injeksi tidak selalu diikuti oleh meningkatnya sisa radiofarmaka sehingga antara sisa radiofarmaka dengan dosis injeksi memiliki korelasi yang sangat lemah, sedangkan sisa radiofarmaka dengan lama pemeriksaan (rentang waktu pengukuran aktivitas Tc99m MDP) memiliki korelasi kuat
KARAKTERISASI SIFAT MAGNET DAN KANDUNGAN MINERAL PASIR BESI SUNGAI BATANG KURANJI PADANG SUMATERA BARAT
Sifat magnet yang ditentukan pada penelitian ini adalah suseptibilitas magnetik dan kandungan mineral pasir besi. Persentase massa pasir besi yang terdapat di dalam pasir di lokasi penelitian tidak merata dengan nilai berkisar antara 5,01% dan 20,26%. Jumlah ini lebih kecil dibanding persentase rata-rata pasir besi dari daerah pantai Padang. Suseptibilitas magnetik pasir besi pada daerah penelitian berkisar antara 4,921x10-5m3kg-1 dan 56,020x10-5m3kg-1 yang masuk kelompok ferromagnetik, dan nilai cukup tinggi jika dibandingkan dengan yang diperoleh dari pasir pantai. Dari hasil pengukuran menggunakan x-ray diffractometer diketahui bahwa mineral yang terdapat dalam pasir besi di lokasi penelitian adalah albite (NaAlSi3O8). Selain itu, juga ditemukan mineral lain yai tu magnetite (Fe 3O4 ), quartz (SiO2 ), halloysite (Al2Si2O5(OH)4 2H2O), saponite (CaO2Mg 3(SiAl)4O10(OH)24H2O) dan pyrophyllite (Al2O3 4SiO2 H2O)
PENDUGAAN POTENSI AIR TANAH DENGAN METODE GEOLISTRIK TAHANAN JENIS KONFIGURASI SCHLUMBERGER (Jorong Tampus Kanagarian Ujung Gading Kecamatan Lembah Malintang Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat)
Penelitian untuk menentukan letak dan kedalaman akuifer air tanah telah dilakukan di Jorong Tampus Kanagarian Ujung Gading Kecamatan Lembah Malintang Kabupaten Pasaman Barat Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan metode geolistrik tahanan jenis dengan konfigurasi Schlumberger dengan empat titik sounding yaitu TM_01, TM_02, TM_03 dan TM_04. Jarak antar masing-masing titik sounding adalah 400 m. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan software HIRA. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa akuifer terletak pada kedalaman 96.00 – 100.00 m dengan titik pengeboran yang direkomendasikan terletak di titik sounding TM_03 pada kedalaman 100.00 m. Akuifer tersebut merupakan akuifer tertekan yang terletak pada lapisan batu pasir vulkanik
ANALISIS KEJADIAN SPREAD F IONOSFER PADA GEMPA SOLOK 6 MARET 2007
Analisis kejadian Spread F menggunakan data ionosonda FMCW di stasiun pengamat dirgantara LAPAN Kototabang telah dilakukan untuk melihat keterkaitan antara kejadian gempa bumi Solok dengan kemunculan Spread F. Dari hasil pengamatan pada tanggal 20 Februari sampai 20 Maret 2007 kemunculan Spread F terjadi pada tanggal 2, 3 dan 5 Maret 2007. Kemunculan Spread F tersebut diprediksi sebagai prekusor gempa bumi Solok yang terjadi pada tanggal 6 Maret 2007 karena pada saat itu aktivitas geomagnet dan matahari dalam kondisi normal. Setelah gempa Solok aktivitas ionosfer kembali menunjukkan kondisi yang normal
IMPLEMENTASI KARTU BER-PASSWORD BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51 UNTUK SISTEM KONTROL KEHADIRAN
Telah dirancang suatu sistem kontrol kehadiran berbasis mikrokontroler AT89S51 untuk menginformasikan kehadiran dengan menggunakan kartu ber-paswword. Password dibuat dalam deretan 8 logika biner yang dipresentasikan oleh kombinasi bagian kartu yang berlubang dan tak-berlubang. Lubang-lubang digunakan untuk melewatkan cahaya dari 8 buah LED ke 8 buah fotodioda (jarak antara LED dan fotodioda adalah 0,5 cm) yang kemudian dibaca oleh mikrokontroler sebagai logika “1†(4,8 V ). Berdasarkan data 8-bit yang diterimanya, mikrokontroler kemudian memerintahkan relay untuk menyalakan ataumematikan lampu nama yang sesuai dengan password yang dimasukkan ke kotak detektor. Pada kartu terdapat dua password, yaitu password untuk masuk (hadir) dan password untuk keluar (pulang). Sistem detektor dijalankan berdasarkan program yang ditulis menggunakan bahasa pemrograman BASCOM. Hasil uji keseluruhan terhadap kinerja alat memperlihatkan bahwa alat dapat membedakan password untuk masuk atau keluar, dan membedakan pemilik password untuk masuk atau keluar, dan membedakan pemilik password yang satu dengan yang lain