Jurnal Ilmu Fisika (JIF)
Not a member yet
    245 research outputs found

    Rancang-Bangun Sistem Kontrol Solution Shaker Berbasis Mikrokontroler AT89S51 dengan Motor Stepper Sebagai Penggerak

    Get PDF
    Telah dihasilkan sebuah sistem kontrol solution shaker berbasis mikrokontroler AT89S51 dengan motor stepper sebagai penggerak. Sistem kontrol solution shaker ini dirancang untuk memudahkan pekerjaan di laboratorium terutama di laboratorium Elektronika dan Instrumentasi dalam hal melarutkan PCB. Motor stepper yang digunakan adalah motor stepper tipe TEAC 14769070-30 dengan menggunakan IC ULN2003 sebagai rangkaian penggeraknya. Sistem ini dikontrol dengan menggunakan mikrokontroler AT89S51. Arah putaran motor dan variasi kecepatan putar motor diatur dalam program yang ditulis dalam bahasa C. Pengujian yang dilakukan terhadap sistem kontrol solution shaker ini antara lain menghitung kecepatan linier pada saat alat bergerak tanpa beban. Hasil kecepatan linier maksimum solution shaker tanpa beban adalah (12,300 ± 0,014)cm/s  pada waktu tunda 80 ms. Sedangkan kecepatan linier minimum tanpa beban adalah (3,740 ± 0,002) cm/s pada waktu tunda 280 ms. Pada saat solution shaker diberi beban sebesar 50 g, maka gup kecepatan linier maksimum yang dihasilkan adalah (12,020 ± 0,014) cm/ s pada waktu tunda 80 ms. Sebaliknya untuk kecepatan linier minimum yang dihasilkan adalah (3,010± 0,002)cm/s pada waktu tunda 280 ms. Setelah dilakukan pengujian terhadap variasi beban,alat ini hanya sanggup bergerak untuk beban sebesar 400 g. Hasil pengukuran kecepatan linier maksimum untuk beban 400 g ini adalah (1,634 ± 0,001)cm/s

    Prediksi Konsentrasi Co2 pada Cerobong Asap dari Rencana Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin dan Gas (PLTMG) Duri

    Get PDF
    PT. PLN Persero Pekanbaru Riau merencanakan pembangunan PLTMG Duri yang berlokasi di Desa Balai Pungut, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis. Bahan bakar yang akan digunakan dalam kegiatan tersebut adalah minyak solar High Speed Diesel (HSD) dan gas alam Liquefied Natural Gas (LNG) yang merupakan bahan bakar fosil yang dapat menghasilkan beberapa zat salah satunya adalah  karbon dioksida (CO2). CO2  merupakan FE (Faktor Emisi) terbesar yang dihasilkan dari bahan bakar LNG dan HSD. Untuk mengetahui konsentrasi CO2 di atmosfer maka perlu dilakukan penelitian dengan menggunakan model dispersi Gaussian dan menggunakan data meteorologi tahun 2012 yang diperoleh dari Bandar Udara Pinang Kampai Dumai (BUPKD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi gas emisi CO2 sangat dipengaruhi oleh faktor meteorologi. Nilai konsentrasi CO2 maksimum dari bahan bakar LNG terjadi pada bulan Nopember dan Desember pada titik koordinat 800 m dari cerobong asap yaitu 285,77 µg/m3 dan 284,62 µg/m3 secara berurutan. Begitu pula nilai konsentrasi CO2 dari bahan bakar HSD, nilai konsentrasi maksimum juga terjadi pada bulan Nopember dan Desember yaitu 2127,31 µg/m3 dan 2118,78 µg/m3. Pada stabilitas atmosfer A pada bulan juni, gas emisi CO2 maksimum menyebar pada jarak 300 m dari cerobong, sedangkan pada stabilitas atmosfer C pada bulan Nopember dan Desember menyebar pada jarak 800 m dari cerobong. bahwa semakin besar kecepatan angin, konsentrasi maksimum polutan semakin dengan jarak sebaran semakin kecil

    Analisis Burn Up pada Reaktor Cepat Berpendingin Gas Menggunakan Bahan Bakar Uranium Alam

    Get PDF
    Burn up analysis of gas cooled fast reactor (GCFR) with natural uranium fuel has been done. Burn up modification used in order to make reactor can be operated with natural uranium without enrichment. The reactor core subdivided into 10 regions with the same volume in radial directions. Optimization evaluated by burning natural uranium for 100 years and put each of its burn up result per year in reactor with certain configuration. After 10 years burn up period, fuel from first region was shuffling radially to second region and so on fuel from 9th  shuffling to 10th and then fuel from 10th was carried out from reactor core and fresh uranium input to the first region. Calculation has been done by using SRAC system code with JENDL-32 as library, with cylindrical two dimensional R-Z core models. Shuffling method was used in order to make reactor can be operated using natural uranium. . This natural uranium initially being burned by guessed power level of burn up. The height and  diameter core are 350 cm and 240 cm respectively. The volume fraction for this design is 65% fuel, 10% cladding and 25% coolant; with output power 700 MWTh.  The result show that reactor demonstrated excellent performance with effective multiplication factor 1,05

    Pengaruh Air Laut Terhadap Sifat Listrik Zeolit Sintetis dari Bottom Ash Melalui Proses Alkali Hidrotermal

    Get PDF
    Telah dilakukan sintesis zeolit berbahan dasar bottom ash dan NaOH sebagai aktivator dengan perbandingan 1 : 1,2 g. Sebagai media kristalisasi dalam proses pembentukan kristal zeolit, digunakan air laut dan akuades melalui proses alkali hidrotermal. Proses alkali hidrotermal dilakukan menggunakan teflon autoclave yang dipanaskan di dalam oven pada temperatur 100oC selama 6 jam. Zeolit sintetis yang didapatkan kemudian diuji secara kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan XRD dan SEM-EDS serta penentuan konduktivitas listrik menggunakan LCR-meter model TH2820. Hasil analisis pola XRD menunjukkan bahwa sampel mengandung zeolit Na-X, zeolit Na-P, hidroksisodalit, dan kuarsa. Hasil SEM-EDS memperlihatkan pengaruh perbedaan media kristalisasi terhadap permukaan zeolit yang dihasilkan.  Zeolit dengan kemurnian yang baik berbentuk kubik didapatkan pada sampel yang menggunakan media kristalisasi air laut dari tepi pantai dengan kadar kuarsa yang lebih rendah. Dari nilai konduktivitas listriknya diketahui bahwa sampel berada dalam rentang bahan semikonduktor. Nilai dengan konduktivitas listrik tertinggi terdapat pada sampel yang menggunakan media kristalisasi air laut di tepi pantai dengan nilai konduktivitas 1,287 x 10-6 - 3,040 x 10-6  S/cm

    Penentuan Koefisien Absorbsi dan Impedansi Material Akustik Resonator Panel Kayu Lapis (Plywood) Berlubang dengan Menggunakan Metode Tabung

    Get PDF
    Penelitian ini untuk menentukan nilai koefisien absorbsi bunyi dan impedansi akustik dengan menggunakan metode tabung impedansi.  Sampel yang digunakan yaitu material beton dan kayu lapis.  Rentang frekuensi yang digunakan yaitu 500 Hz, 1000 Hz, 2000 Hz, 4000 Hz dan 8000 Hz.  Hasil menunjukkan bahwa koefisien absorbsi bunyi beton 0,25 pada frekuensi 2000 Hz. Setelah dilapisi resonator panel kayu lapis meningkat menjadi 0,51.  Beton yang dilapisi resonator panel kayu lapis berlubang didapatkan koefisien absorbsi bunyi paling tinggi yaitu 0,61.   Impedansi akustik paling tinggi pada beton dilapisi resonator panel kayu lapis berlubang yaitu sebesar 0,97-i0,05

    Pengukuran Koefisien Absorbsi Material Akustik dari Serat Alam Ampas Tebu Sebagai Pengendali Kebisingan

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian tentang pengukuran koefisien absorbsi material akustik dari serat alam ampas tebu sebagai pengendali kebisingan. Metode yang digunakan yaitu metode tabung. Komposit berbahan dasar serat ampas tebu dengan matriks resin poliester–MEKPO. Komposit tersebut dibuat dengan massa serat berbeda dan massa resin poliester sama pada setiap sampel yaitu 60 g. Sampel 1 dengan massa serat 0,4 g, sampel 2 dengan massa serat 0,6 g, sampel 3 dengan massa serat 0,8 g, sampel 4 dengan massa serat 1 g dan sampel 5 dengan massa serat 1,2 g. Range frekuensi yang digunakan pada penelitian ini yaitu 500 Hz, 1000 Hz, 2000 Hz, 4000 Hz dan 8000 Hz. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien absorbsi bunyi pada sampel ke 4 paling tinggi terjadi pada frekuensi 1000 Hz yakni 0,961 dan sampel ke 5 memiliki nilai koefisien absorbsi paling rendah pada frekuensi 500 Hz dengan nilai 0,363. Nilai impedansi akustik tertinggi terjadi pada sampel ke 4 yaitu pada frekuensi 8000 Hz dengan nilai 0,9774 dyne.s/cm5. Serat ampas tebu ini sangat cocok digunakan pada ruangan audio karena memiliki nilai koefisien absorbsi yang cukup tinggi pada frekuensi 1000 Hz

    Pengaruh Temperatur Terhadap Ukuran Partikel Fe3O4 Dengan Template PEG-2000 Menggunakan Metode Kopresipitasi

    Get PDF
    Sintesis nanopartikel Fe3O4 dengan bahan baku batuan besi dan PEG-2000 telah dilakukan menggunakan metode kopresipitasi. Variasi temperatur dilakukan untuk melihat pengaruh temperatur terhadap ukuran partikel yang dihasilkan. Template PEG-2000 digunakan untuk menyeragamkan dan menghambat pertumbuhan partikel. Variasi temperatur yang digunakan yaitu 500 ËšC, 600 ËšC dan 700 ËšC. X-Ray Difractometer (XRD) digunakan untuk melihat fasa yang terkandung dalam sampel dan ukuran kristal. Hasil perhitungaan dari difraktogram XRD didapatkan ukuran kristal berturut-turut yaitu 46,60 nm, 54,39 nm, dan 65,25 nm

    Karakteristik Absorbsi dan Impedansi Material Akustik Serat Alam Ampas Tahu (Glycine Max) Menggunakan Metode Tabung

    Get PDF
    Telah dilakukan pengujian karakteristk akustik dari material ampas tahu. Material tersebut merupakan material alternatif penyerap bunyi. Pengujian dilakukan dengan menggunakan metode tabung. Hasil pengujian menunjukkan bahwa material serat alam yang dicampur dengan lem memilki nilai koefisien absorbsi bunyi yang baik pada rentang frekuensi 1000-8000 Hz. Nilai koefisien absorbsi bunyi yang tinggi dimilki oleh material dengan pori-pori yang lebih besar (0,90 - 0,99). Selain koefisien absorbsi juga dilakukan pengujian nilai impedansi akustik. Hasilnya Menunjukkan bahwa perbandingan massa lem dengan ampas tahu diperoleh nilai impedansi yang baik (7,75 dan 8,33)

    Rancang Bangun Alat Ukur Pollutant Standard Index yang Terintegrasi dengan Pengukuran Faktor-Faktor Cuaca Secara Real Time

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian tentang perancangan dan pembuatan alat ukur Pollutant Standard Index (PSI) yang terintegrasi dengan pengukuran faktor – faktor cuaca secara real time. Alat ukur  menggunakan basis  mikrokontroller arduino mega ADK. Sensor gas MQ-135 dan MQ-7 digunakan untuk pengukuran indeks polusi udara  sedangkan untuk pengukuran faktor cuaca digunakan sensor DHT-11 dan DFR0026. Sistem ini juga ditambahkan GPS shield untuk penentuan lokasi pengukuran secara real time. Hasil  pengukuran disimpan ke dalam sistem database komputer yang terhubung melalui kabel USB. Penelitian  terdiri atas perancangan hardware, perancangan software, dan  tahap pengujian keseluruhan dari sistem alat ukur. Data yang dapat diukur oleh alat  adalah data tingkat polusi udara, suhu udara, kelembaban udara dan intensitas cahaya. Tahap pengukuran lapangan dilakukan di area sekitar IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dan Universitas Jambi. Analisis perhitungan memperlihatkan  tingkat polusi udara sangat mempengaruhi temperatur udara suatu wilayah.  Semakin tinggi tingkat polusi udara, maka temperatur udara di wilayah tersebut akan semakin tinggi. Tingkat polusi udara tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kelembaban dan intensitas cahaya

    Pengaruh Variasi Ukuran Agregat Terhadap Karakteristik Beton dengan Campuran Abu Sekam Padi

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh variasi ukuran agregat kasar 9,6-12,5 mm, 12,5-19 mm dan 19- 25,4 mm  terhadap karakteristik beton dengan campuran abu sekam padi 10 %. Semen yang digunakan yaitu Ordinary Portland Cement (OPC). Karakterisasi yang dilakukan meliputi pengujian kuat tekan, kuat tarik, porositas dan daya serap air dengan mutu beton K350. Hasil optimal untuk kuat tekan diperoleh pada ukuran agregat 9,6 – 12,5 mm sebesar 487 kg/cm2, sedangkan untuk  kuat tarik diperoleh pada  ukuran agregat 12,5 – 19 mm sebesar 35 kg/cm2. Porositas dan daya serap air optimal diperoleh pada ukuran agregat 9,6 -12,5 mm masing - masing sebesar 1,9 %

    207

    full texts

    245

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmu Fisika (JIF)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇