Jurnal Ilmu Fisika (JIF)
Not a member yet
    245 research outputs found

    Analisis Pengaruh Macrobending Serat Optik Pada Sensor Glukosa Dengan Metode Evanescent

    Get PDF
    Telah dilakukan analisis pengaruh macrobending serat optik yang telah dikupas claddingnya sepanjang 1 cm  pada sensor glukosa dengan memanfaatkan interaksi gelombang evanescent pada serat optik dengan molekul glukosa. Cahaya dari laser dioda dengan panjang gelombang 650 nm ditransmisikan pada serat optik multimode. Pengupasan sebagian cladding serat mengakibatkan pelemahan intensitas terukur pada detektor akibat interaksi gelombang evanescent dengan molekul glukosa dalam urine. Penurunan intensitas cahaya terukur sebagai perubahan tegangan pada fotodioda yang mengindikasikan kosentrasi glukosa. Perbedaan konsentrasi glukosa berkaitan dengan indeks bias larutan glukosa (n2) yang menentukan kuat interaksi dan pelemahan gelombang evanescent. Intensitas cahaya yang sampai ke detektor meluruh secara eksponensial sebagai fungsi dari panjang pengupasan cladding serat optik. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa tegangan keluaran dari sensor berkurang secara linear terhadap konsentrasi glukosa dengan sensitivitas yang diperoleh adalah 0,32558 (mg/dl)/mV, 0,34193 (mg/dL)/mV, dan 0,33677 (mg/dL)/mV. Kata kunci: macrobending, gelombang evanescent, serat optik, glukosa

    Analisis Pengaruh Macrobending Pada Sensor Albumin Urin Dengan Metode Evanescent Menggunakan Serat Optik FD 620-10

    Get PDF
    Telah dilakukan analisis pengaruh macrobending pada sensor albumin urin dengan metode evanescent menggunakan serat optik FD 620-10. Sumber cahaya dari laser dioda dengan panjang gelombang 650 nm ditransmisikan pada serat optik multimode. Pengupasan cladding serat optik sepanjang 3 cm mengakibatkan pelemahan intensitas terukur pada detektor akibat interaksi gelombang evanescent dengan molekul albumin dalam urine. Sensor albumin urin dikarakterisasi berdasarkan tegangan keluaran fotodioda. Hasil karakterisasi sensor menunjukkan serat optik pada jari-jari bending 2,5 cm adalah yang  optimal untuk pengukuran kadar albumin urin dengan  sensitivitas sensor sebesar 0.001 (mg/dL)/V. Tegangan keluaran fotodioda semakin mengecil seiring meningkatnya kadar albumin urin.Kata kunci : macrobending, serat optik, albumin urin.Â

    Identifikasi Pencemaran Logam Berat Tembaga (Cu), Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) Air Laut di Sekitar Pelabuhan Teluk Bayur Kota Padang

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian mengenai identifikasi pencemaran logam berat timbal (Pb), tembaga (Cu) dan kadmium (Cd) di kawasan Pelabuhan Teluk Bayur Kota Padang. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi logam Pb, Cu dan Cd yang terkandung pada air laut di kawasan pelabuhan Teluk Bayur Kota Padang. Alat yang digunakan adalah Atomic Absorbtion Spectroscopy (AAS). Dari pengukuran diperoleh nilai konsentrasi rata-rata untuk Pb sebesar 0,224 mg/L, Cd tertinggi sebesar 0,005 mg/L dan Cu paling tinggi adalah 0,964 mg/L. Nilai konsentrasi logam berat pada penelitian ini telah melebihi batas ambang baku mutu Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 51 Tahun 2004. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kawasan di sekitar pelabuhan Teluk Bayur, Padang telah terkontaminasi logam berat.Kata kunci: Pelabuhan Teluk Bayur, Baku mutu,  Atomic absorbtion spectroscopy

    Rancang Bangun Alat Pendeteksi Asap Rokok Dan Nyala Api Untuk Penanggulangan Kesehatan Dan Kebakaran Berbasis Arduino Uno Dan GSM SIM900A

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk membuat alat pendeteksi asap rokok dan nyala api dengan menggunakan sensor MQ-2 dan sensor DFR0076 berbasis Arduino Uno dan GSM SIM900A. Alat pendeteksi asap rokok dan nyala api ini tersusun atas komponen-komponen elektronika, seperti sensor MQ-2 untuk mendeteksi asap rokok, sensor DFR0076 untuk mendeteksi nyala api, Arduino Uno sebagai sistem kontrol dari seluruh rangkaian dan GSM SIM900A untuk mengirimkan informasi ke pengguna. Alat pendeteksi ini dujicoba pada ruangan/kotak yang terbuat dari bahan akrilik dengan dimensi panjang 40 cm, lebar 30 cm, dan tinggi 30 cm. Alat pendeteksi ini dapat mendeteksi asap rokok dan nyala api sampai jarak 25 cm dari sensor. Jika nilai data digital sensor asap yang terdeteksi lebih besar atau sama dengan 90 (³ 90), sistem akan memberikan informasi bahwa terdeteksi asap rokok didalam ruangan. Jika nilai data sensor asap yang terdeteksi kecil dari 90 (< 90), sistem akan memberikan informasi bahwa tidak terdeteksi asap rokok di dalam ruangan. Jika sensor nyala api mendeteksi nilai data digital kecil dari 600 (<600), sistem akan memberikan informasi bahwa terdeteksi nyala api didalam ruangan. Jika sensor nyala api mendeteksi nilai data digital besar sama 600 (³600), sistem akan memberikan informasi bahwa tidak terdeteksi nyala api didalam ruangan. Informasi tingkat asap rokok dan nyala api ini kemudian dikirimkan ke pengguna agar pengguna dapat memperoleh informasi dan melakukan tindakan yang diperlukan.Kata kunci: Arduino Uno, GSM SIM900A, Sensor DFR0076, Sensor MQ-

    Kalibrasi TLD-100 di Udara Menggunakan Radiasi Sinar-X Pada Rentang Radiation Qualities in Radiodiagnostic (RQR)

    Get PDF
    Telah dilakukan kalibrasi TLD-100 di udara menggunakan radiasi sinar-X pada rentang Radiation Qualities in Radiodiagnostic (RQR). Kalibrasi dilakukan untuk mengetahui koefisien kalibrasi TLD di udara, faktor koreksi kualitas radiasi dan pengaruh variasi dosis radiasi terhadap koefisien kalibrasi. Penelitian menggunakan pesawat sinar-X konvensional sebagai sumber radiasi, detektor TLD-100 sebagai detektor yang akan dikalibrasi dan detektor unfors-X2 sebagai detektor standar. Dosis radiasi yang digunakan yaitu (0,2; 0,3; 0,5; 0,7) mGy dengan variasi tegangan (50, 60, 70, 80, 90, 100) kV. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien kalibrasi TLD bergantung kepada kualitas radiasi sehingga TLD harus dikalibrasi pada setiap tegangan. Nilai faktor koreksi kualitas radiasi berada pada rentang 0,825 ± 0,097 sampai 1,039 ± 0,084 yang berarti kemampuan detektor merespon radiasi berbeda-beda seiring perubahan kualitas radiasi. Nilai koefisien kalibrasi meningkat seiring bertambahnya nilai dosis radiasi.Kata kunci: koefisien kalibrasi, faktor koreksi, TL

    Analisis Kecocokan Nilai Percepatan Tanah Kota Padang Berdasarkan Perhitungan Secara Empiris Dengan Data Percepatan Tanah Dari Akselerograf Yang Terpasang Di Stasiun Maritim Teluk Bayur Padang

    Get PDF
    Telah dilakukan perhitungan beberapa nilai percepatan tanah kota Padang akibat gempa bumi dari Segmen Mentawai dari beberapa persamaan empiris yang divalidasi   dengan data percepatan tanah dari akselerograf yang terpasang di Stasiun Maritim Teluk Bayur Padang. Data gempa yang digunakan adalah data gempa dari  Segmen Mentawai dari tahun 2013 – 2017 yang terekam di akselerograf  Stasiun Maritim Telukbayur Padang. Digunakan 4 rumusan empiris, yaitu Mc.Guire, Fukushima-Tanaka, Esteva, dan Donovan. Hasil validasi menunjukkan bahwa rumusan Fukushima-Tanaka merupakan rumusan paling cocok  digunakan untuk Kota Padang dengan persentase kesalahan rata-rata terendah sebesar 51%, sedangkan 3 rumusan lainnya mempunyai persentase kesalahan rata-rata yaitu Mc.Guire 396%, Esteva 74%, dan Donovan 861%. Kata kunci :  Gempa bumi, percepatan tanah, akselerograf, persamaan empiri

    Portable Electronic Nose Sebagai Instrumen Untuk Diskriminasi Aroma Kopi Robusta Jawa Dan Robusta Sumatera Yang Terkorelasi Dengan Gas Chromatography Mass Spectrometry

    Get PDF
    Kualitas kopi sangat dipengaruhi oleh aromanya. Sedangkan aroma kopi dapat diperngaruhi oleh banyak faktor, salah satunya daerah asal kopi. Oleh karena itu, instrumen uji aroma sangat dibutuhkan terutama untuk kendali mutu pada saat proses pengolahannya. Dalam penelitian ini, aroma kopi diuji menggunakan electronic nose yang hasilnya dikorelasi dengan gas chromatography mass spectrometry (GC-MS). Biji kopi jenis robusta yang berasal dari Pulau Jawa (DIY) dan Sumatera digunakan sebagai sampel uji. Penyangraian (roasting) dilakukan selama 20 menit pada suhu 210 °C. Setelah proses roasting, selanjutnya biji kopi dihaluskan menjadi bubuk dengan grinder. Pola respon masing-masing sensor gas dalam electronic nose terhadap setiap sampel bubuk kopi, direkam. Kemudian dilakukan ekstraksi ciri dengan menggunakan dua metode, yakni ekstraksi ciri gradien dikalikan dengan nilai puncak dan ekstraksi nilai rerata. Principle Component Analysis (PCA), diterapkan untuk proses diskriminasi aroma bubuk kopi. Hasil analisa GCMS menunjukkan bahwa ada perbedaan senyawa aromatik yang terdeteksi antara kopi robusta yang berasal dari pulau Jawa dan dari pulau Sumatera. Hasil ini terkorelasi dengan hasil diskriminasi aroma kopi robusta dengan menggunakan electronic nose. Selanjutnya, electronic nose mempunyai potensi digunakan pada industri kopi sebagai instrumen untuk keperluan kendali mutu selama proses pengolahan. Kata kunci: kopi robusta Jawa, robusta Sumatera, aroma, electronic nose, GC-M

    Analisis Keluaran Berkas Radiasi Sinar-X Pesawat Terapi LINAC Berdasarkan TRS 398 IAEA Pada Fantom Air Di Instalasi Radioterapi RS Universitas Andalas

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian tentang analisis keluaran berkas sinar-X pesawat terapi linear acceleration (LINAC) pada fantom air.  Analisis ini bertujuan untuk mengetahui kondisi pesawat terapi LINAC selama digunakan dengan mengacu pada nilai 1 cGy sama dengan 1 MU.  Penelitian dilakukan dengan cara menganalisis muatan yang ditangkap oleh detektor ionisasi chamber dengan faktor koreksi suhu, tekanan, efek polaritas dan rekombinasi ion.  Penelitian dilakukan dengan variasi energi 6 MV dan 10 MV dengan ukuran luas lapangan penyinaran (10 x 10) cm dan teknik penyinaran Source to Surface Distance (SSD) 100 cm. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada berkas sinar-X energi 6 MV dan 10 MV didapatkan nilai keluaran per 1 MU sebesar 1,026 cGy dan 1,025 cGy dengan deviasi pengukuran 2,60 % dan 2,56 %, nilai ini masih berada dalam rentang toleransi pengukuran yaitu ± 3 %.  Dengan demikian, keluaran berkas radiasi sinar-X pesawat terapi LINAC di Rumah Sakit Universitas Andalas (RS Unand) telah sesuai standar TRS 398 IAEA.Kata kunci: berkas sinar-X, fantom air, LINAC, RS Unan

    Rancang Bangun Sistem Keamanan Menggunakan Sensor Passive Infra Red (PIR) Dilengkapi Kontrol Pendingin Ruangan Berbasis Arduino Uno Dan Real Time Clock

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan membuat sebuah sistem yang berfungsi menjaga fasilitas yang ada di dalam laboratorium berupa komputer dan perangkat lainnya. Kontrol sistem pendingin ruangan diperlukan untuk mengatur penggunaan energi listrik yang sesuai dengan waktu pemakaian laboratorium. Sistem ini bekerja berdasarkan pada penjadwalan dan keluaran dari sensor Passive Infra Red (PIR). Sistem penjadwalan mengatur jadwal pada sistem, mengaktifkan sistem keamanan atau sistem kontrol pendingin ruangan. Sensor PIR berguna untuk mendeteksi keberadaan orang dalam ruangan dan keluaran dari sensor PIR dijadikan sebagai masukan pada Arduino Uno. Arduino mengontrol tindakan yang akan dilakuan yaitu sistem aktif (on) atau sistem mati (off). Pada pukul 08.00 hingga pukul 17.00 sistem mengaktifkan kontrol pendingin dan pada pukul 17.00 hingga pukul 08.00 sistem mengaktifkan keamanan ruangan dengan memanfaatkan relay sebagai saklar otomatis. Kata Kunci: Keamanan, Laboratorium, Sensor PIR, Arduino Uno

    Analisis Anomali Geomagnetik Ultra Low Frequency (ULF) Sebagai Prekursor Gempa Bumi Pada Gempa Sumatera 2016

    No full text
    Penelitian tentang anomali sinyal geomagnetik ultra low frequency (ULF) sebagai prekursor gempa telah dilakukan pada 3 gempa besar yang terjadi di Pulau Sumatera tahun 2016. Gempa tersebut adalah gempa Mentawai (Mw=7,8) pada tanggal 2 Maret, gempa Pesisir Selatan (Mw=6,5) pada tanggal 1 Juni dan gempa Pidie Jaya (Mw=6,5) pada tanggal 6 Desember. Penelitian dilakukan dengan menggunakan data geomagnetik yang direkam oleh magnetometer MAGDAS di stasiun pengamatan Gunung Sitoli (GSI), Sumatera Utara. Data geomagnetik yang dianalisis memiliki rentang waktu 2 bulan sebelum kejadian gempa. Data ini diolah pada frekuensi 0,012 Hz. Anomali ditentukan berdasarkan nilai polarisasi power ratio SZ/SH yang melewati batas standar deviasi. Anomali yang terdeteksi kemudian divalidasi dengan data indeks Dst dan indeks Kp. Validasi dilakukan untuk memastikan bahwa anomali merupakan prekursor gempa bumi yang sedang diteliti. Hasil analisis menunjukkan terdapat anomali sinyal eletromagnetikik (ULF) yang terjadi sebelum kejadian gempa bumi. Sebelum kejadian gempa Mentawai terdeteksi 31 anomali, 10 diantaranya dapat dianggap sebagai prekursor gempa. Onset time anomali untuk gempa ini terjadi pada tanggal 19 Februari dengan lead time 12 hari sebelum gempa. Untuk gempa Pesisir Selatan terdeteksi 5 dari 28 anomali yang dapat dijadikan sebagai prekursor gempa dengan onset time pada tanggal 15 Mei dan lead time anomali 17 hari sebelum gempa . Kemudian, terdapat 36 anomali sebelum gempa Pidie Jaya, dimana ada 8 anomali yang dapat dijadikan sebagai prekursor gempa. Gempa ini memiliki onset time yang terjadi pada tanggal 13 November  dan lead time 24 hari sebelum gempa. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengamatan prekursor gempa untuk gempa di Sumatera (Mw>6) menggunakan anomali sinyal geomagnetik ULF mempunyai lead time dalam rentang 12-24 hari sebelum gempa terjadi. Kata kunci: prekursor gempa, anomali sinyal geomagnetik, Ultra Low Frequency (ULF),    MAGDAS, polarisasi power ratio, gempa Sumater

    207

    full texts

    245

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmu Fisika (JIF)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇