Jurnal Ilmu Fisika (JIF)
Not a member yet
245 research outputs found
Sort by
Benchmarking of the Split-Step Fourier Method on Solving a Soliton Propagation Equation in a Nonlinear Optical Medium
Benchmarking of the numerical split-step Fourier method in solving a soliton propagation equation in a nonlinear optical medium is considered. This study is carried out by comparing the solutions calculated by numerics with those obtained by analytics. In particular, the soliton propagation equation used as the object of observation is the nonlinear Schrödinger (NLS) equation, which describes optical solitons in optical fiber. By using the split-step Fourier method, we show that the split-step Fourier method is accurate. We also confirm that the nonlinear and dispersion parameters of the optical fiber influence the soliton propagation
Efek Prisma pada Pemakai Kacamata Single Vision
Desentrasi lensa pada kacamata dapat menyebabkan efek prisma, dan dapat menyebabkan berbagai keluhan penglihatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil efek prisma pada pemakai kacamata. Sebanyak 89 mahasiswa STIKes Bakti Tunas Husada penderita miopia dan menggunakan kacamata single vision berpartisipasi pada penelitian ini. Efek prisma ditentukan secara resultan (binokuler) dengan menggunakan persamaan Prentice Rule. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa efek prisma horizontal pada pemakai kacamata dengan besaran terbesar (0,0 - 2.0) Â sebanyak 44 orang dan didominasi pada arah base in. Serta efek prisma vertikal dengan besaran terbesar 6 Â dominasi base up. Efek prisma ini dapat menjadi salah satu faktor timbulnya keluhan penglihatan pada pengguna kacamata
Tingkat Energi Pada Osilator Anharmonik 1 Dimensi Menggunakan Metode Perturbasi Orde 2
Penentuan tingkat energi dari potensial osilator anharmonik dapat diperoleh dengan berbagai metode pendekatan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan koreksi tingkat energi osilator anharmonik 1 dimensi menggunakan metode perturbasi hingga orde 2 dimana potensial gangguan dianggap berbentuk kuartik . Metode perhitungan orde 2 dilakukan menggunakan gambaran Heseinberg dengan mendefinisikan operator kreasi dan anihilasi untuk mendapatkan koreksi energi pada tingkat tersebut. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan, potensial gangguan harus memiliki nilai pada rentang agar metode yang digunakan valid. Perbandingan hasil koreksi tingkat energi perturbasi orde 2 dengan metode numerik dan WKB menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat energi semakin besar persentase error, sehingga metode perturbasi hanya sesuai jika digunakan pada tingkat energi rendah
Pengaruh Doping Palladium (Pd) Terhadap Lapisan TiO2 dengan Metode LPD untuk Applikasi Fotoanoda Sel Surya DSSC
Lapisan TiO2 yang didoping Pd dengan metode deposisi fase cair (Liquid Phase Deposition, LPD) telah dilakukan. Adapun tujuan sintesis lapisan tersebut adalah untuk mendapatkan lapisan yang terdiri dari nanoplate yang akan diaplikasikan untuk fotoanoda sel surya. Sebagai larutan prekursor digunakan 0,5 M (NH4)2TiF6 dengan variasi doping Pd adalah 0; 6.25; 12.50; 25,00 dan 50,00 mM. Penumbuhan lapisan dilakukan pada suhu 900°C selama 9 jam.Didapatkan berturut-turut energi gap adalah 3,20; 3,25; 3,18; 3,16; dan 3,10 eV. Karakterisasi FESEM menunjukkan bahwa lapisan yang dihasilkan terdiri dari partikel berbentuk nanoplate yang tersebar merata di permukaan substrat ITO. Luas nanoplate yang dihasilkan di bawah 100 μm2 dengan ketebalan beberapa nanometer. Karakterisasi-karakterisasi ini menunjukkan bahwa lapisan TiO2 yang didoping oleh Pd sangat berpotensi sebagai photoanode untuk elektroda sel surya DSSC (Dye Sensitized Solar Cell)
Aplikasi Sensor Serat Optik untuk Pengukuran Kadar Bakteri E-Coli Dalam Air
Telah dilakukan fungsionalisasi sensor serat optik untuk meningkatkan sensitivitas dan akurasi alat untuk mengukur kadar bakteri e-coli. Serat optik digunakan sebagai pemandu cahaya dari sumber laser dioda merah (λ=650 nm) ke fotodioda. Interaksi antara gelombang evanescent dan bakterie-coli dalam air mengakibatkan pelemahan cahaya terpandu dalam serat optik. Panjang pengupasan cladding serat optik divariasikan yaitu 1 cm, 3 cm, dan 5 cm. Konsentrasi OTS (Oktadecyl Trichloro Silane) dan panjang pengupasan serat optik mempengaruhi sensitivitas dan akurasi sensor kadar bakteri e-coli. Sensitivitas meningkat dengan semakin besarnya konsentrasi OTS dan panjang pengupasan 1 cm. Pengukuran konsentrasi bakteri e-coli oleh sensor memiliki akurasi diatas 95%. Sensitivitas tertinggi yaitu 6,25 mV/(CFU/mL) yang diperoleh dari sensor dengan konsentrasi OTS 20 mL pada panjang pengupasan 1cm. Kata kunci: serat optik, gelombang evanescent, bakteri e-coli, OTS, sensitivitas, akurasi
Pengujian Tabung Kolimator Pesawat Sinar-X Merk Toshiba Type E2739 di Laboratorium Radiologi Universitas Baiturrahmah Padang
Telah dilakukan pengujian tabung kolimasi pesawat sinar-X konvensional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui iluminensi lampu kolimator dan kesamaan berkas cahaya kolimasi pada pesawat tersebut. Penelitian dilakukan di laboratorium radiologi jurusan DIII Radiologi Universitas Baiturrahmah. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif experimental dengan langsung meneliti ke lapangan. Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah Lux Meter, Collimator Alignment Test Tool dan Beam Alignment Test Tool, dengan menggunakan Focus Film Distace (FFD) 100 cm. Hasil yang diperoleh dari penelitian untuk uji iluminensi lampu kolimator adalah 124,75 lux masih berada dalam batas toleransi yaitu lebih dari 100 lux pada jarak 1 meter dan untuk hasil uji kesamaan berkas cahaya kolimasi adalah berupa penyimpangan sebesar ΔX sebesar 1 cm dan ΔY sebesar 1,3 cm dan deviasi sebesar 1,5 derajat. Nilai ini masih berada dalam rentang toleransi pengukuran NCRP (National Council on Radiation Protection and Measurements) yaitu ΔX dan ΔY ≤ 2% FFD dan deviasi ≤ 30. Dengan demikian pengujian terhadap tabung kolimasi pesawat sinar-X konvensional ini telah sesuai standar KEPMENKES No.1250/MENKES/SK/XII/2009 tentang Pedoman Kendali Mutu (Quality Assurance) Peralatan Radiodiagnostik.Kata kunci: pesawat sinar-X Toshiba type E2739, uji iluminensi, uji kesamaan berkas kolimasi
Pemanfaatan Data Satelit Tropical Rainfall Measuring Mission 3A25 dan 3B43 Sebagai Input Model ITU-R untuk Mengestimasi Intensitas Curah Hujan di Indonesia
Model yang dikeluarkan oleh International Telecommunication Union-Radiocommunication Sector (ITU-R) digunakan secara luas untuk menentukan intensitas curah hujan dalam pemodelan penjalaran gelombang elektromagnetik dalam medium hujan. Parameter yang digunakan untuk menentukan intensitas curah hujan adalah curah hujan rata-rata tahunan (Mt) dan probabilitas hujan (P0). Input data dari model ITU-R berasal dari data 40-year ECMWF re-analysis (ERA-40) dengan resolusi spasial dan temporal yang rendah. Penelitian ini menguji penggunaan data satelit Tropical Rainfall Measuring Mission (TRMM) 3A25 dan 3B43 yang memiliki resolusi spasial yang lebih baik sebagai input data ITU-R (ITU-R P.837-6). Data TRMM yang digunakan adalah data dari tahun 1998 sampai 2014. Hasil estimasi dibandingkan dengan model ITU-R standar dan kemudian divalidasi dengan data rain gauge di Kototabang dan data DBSG3 untuk Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan data TRMM 3A25 dan 3B43 sebagai input model ITU-R P.837-6 cukup akurat untuk mengestimasi curah hujan di Indonesia. Nilai root mean square error (RMSE) dan persentase error yang didapatkan dari data TRMM dan model ITU-R tidak jauh berbeda ketika dibandingkan dengan data rain gauge dan DBSG3. Untuk keseluruhan data di Kototabang, nilai RMSE dari TRMM dan ITU-R berturut-turut adalah 21,97 dan 16,70 mm/h dengan persentase error 16,28% dan 9,63%. Untuk Bandung, nilai RMSE ketika dibandingkan dengan data DBSG3 adalah 8,72 mm/h (TRMM) dan 1,72 mm/h (ITU-R) dengan persentase error 16,18% (TRMM) dan 11,13% (ITU-R). Dengan demikian, ITU-R dengan input ERA-40 lebih akurat dari ITU-R dengan input TRMM 3A25 dan 3B43 untuk mengestimasi intensitas curah hujan menitan di Indonesia.Kata kunci: Intensitas curah hujan, TRMM, ITU-R P.837-6, Indonesi
Optimalisasi Persentase Serat Bambu Terhadap Sifat Fisis Papan Komposit Beton Ringan
Telah dilakukan penelitian dengan judul optimalisasi serat bambu terhadap sifat fisis papan komposit beton ringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh serat bambu terhadap sifat fisis papan komposit yang diharapkan dapat menghasilkan papan komposit beton ringan lebih kuat, lentur, ringan dengan persentase serat bambu yang optimum. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode two dimensional reinforcement (planar) dalam penyusunan serat bambu. Persentase serat yang digunakan pada masing-masing sampel, yaitu 0%; 0,6%; 1,2%;2,5% dan 5% serta foam agent 0,06%, dan tebal sampel papan 1 cm. Berdasarkan hasil pengujian nilai densitas optimum diperoleh sebesar 1,63 g/cm3 pada serat 0,6% dari volume sampel, kuat lentur optimum terdapat pada serat 0,6% dari volume sampel bernilai 44,25 kg/cm2 sedangkan nilai kuat tekan optimum diperoleh sebesar 6,9 kg/cm2 pada serat 2,5% dari volume sampel. Nilai kuat lentur  telah memenuhi standar SNI 03-2104Kata kunci: Papan komposit, serat bambu, foam agent
Pengukuran Konsentrasi Larutan Sodium Hidroksida (NaOH) Dengan Transduser Kapasitif
 Telah dilakukan pengukuran konsentrasi larutan sodium hidroksida (NaOH) menggunakan transduser kapasitif yang bekerja berdasarkan fenomena electrical capacitive tomography (ECT). Sebelum digunakan, transduser kapasitif diverifikasi berdasarkan ASTM D.1076-02 terhadap sampel larutan getah lateks oleh Laboratorium Penguji Balai Penelitian Teknologi Karet Bogor. Jenis larutan yang diukur konsentrasinya dalam penelitian ini adalah larutan sodium hidroksida (NaOH) dengan pelarut air pada berbagai variasi konsentrasi. Larutan NaOH mewakili bahan elektrolit. Dalam pelaksanaan pengukuran konsentrasi larutan, dibutuhkan konsentrasi tertinggi sebagai referensi yang dalam hal ini larutan NaOH dengan konsentrasi 80%, sehingga dari grafik hasil pengukuran diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,999. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa transduser kapasitif mempunyai potensi yang tinggi sebagai alat alternatif untuk mengukur konsentrasi larutan dengan cepat tanpa preparasi sampel.Kata kunci: transduser kapasitif, electrical capacitive tomography, konsentrasi larutan
Nanokomposit Karet Alam/Silikon Sebagai Otot Sintetik Dengan Sifat Mekanik Seperti Otot Manusia
Penggunaan kadaver di dalam studi medis sudah lazim digunakan terutama sebagai media pembelajaran dan pelatihan tindakan medis seperti bedah. Akan tetapi kadaver manusia membawa sejumlah masalah yang tidak dapat dihindari. Sehingga perlu dicari material substitusi yang dapat digunakan untuk mengganti kadaver. Penggunaan material substitusi ini perlu memperhatikan potensi Indonesia agar dapat membantu perkembangan bangsa. Indonesia sendiri merupakan negara penghasil karet alam terbesar kedua di dunia. Maka dipilihlah komposit karet alam sebagai pengganti kadaver manusia. Penelitian ini dilakukan untuk melihat karakteristik dari komposit karet alam yang disintesis tersebut. Selain itu komposisi material yang digunakan juga penting untuk diperhatikan. Material yang digunakan adalah foaming agent, gelling agent, curing agent, activator, stabilizer dan filler. Filler yang akan digunakan adalah nanosilika, kaolin dan kalsium karbonat. Material yang telah dibakar kemudian dikarakterisasi mekanik dengan Universal Testing Machine untuk menentukan modulus Young dan FTIR untuk melihat struktur gugus fungsi penyusun nanokomposit dari polimer karet alam ini. Pengujian sampel kontrol juga dilakukan pada sampel yang dibuat dari karet sintetis (silikon) dan daging sapi. Penelitian ini menghasilkan beberapa material yang memiliki kemiripan karakteristik mekanik dengan anggota tubuh bagian dalam. Karet komposit lateks 50% dan Silikon 50% pengujian 1 (0,070 MPa) menyerupai kerongkongan (0,77 MPa) serta pengujian 2 (0,041 MPa) memiliki karakteristik mekanik yang menyerupai usus manusia (0,0356 MPa). Karet komposit lateks 75% dan Silikon 25% pengujian 1 (0,196 MPa) dan pengujian 2 (0.136 MPa), memiliki karakteristik menyerupai tulang rawan pada lutut pria remaja (0,13 MPa).Kata kunci:Kadaver, karet alam, karakteristik mekanik, siliko