E-JOURNAL PORTAL SYSTEM KH. A. WAHAB HASBULLAH UNIVERSITY
Not a member yet
2615 research outputs found
Sort by
Implementasi Metode Bandongan dalam Pembentukan Akhlakul Karimah Santri Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Jombang
Pesantren merupakan salah satu komponen lembaga pendidikan di Indonesia yang dapat meningkatkan mutu pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia bagi masyarakat luas. Salah satunya adalah Pondok Pesantren Sunan Bonang Denanyar Jombang di Mamba'ul Ma'arif. Pondok Pesantren Sunan Bonang Denanyar Jombang, Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif, memiliki tujuan untuk mengembangkan kader masyarakat dan bangsa sebagai sumber daya manusia masa depan. Para kader ini nantinya akan menjadi generasi penerus ulama 'alimin dan mampu mengaplikasikan ilmu yang diperolehnya dalam kehidupan nyata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan metode bandongan, bakat santri, dan pembinaan Akklakul Karimah.. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu Studi kasus yang hasilnya didapatkan dengan cara wawancara dan observasi lapangan. Pada pelaksanaan metode bandongan ini, Akhlakul karimah yang terbentuk adalah berupa sikap tawadhu’ kepada sang Kyai atau Ustadz, kesederhanaan, Tanggung jawab, serta kedisiplinan santri dalam memecahkan permasalahan di kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci: Impelementasi, Ahlakul Karimah, Metode Bandonga
Analisis Pertumbuhan Tanaman dan Kejadian Hama Penyakit Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) Akibat Pemberian Air Limbah Lele
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh air limbah lele terhadap pertumbuhan tanaman sawi pakcoy, yang meliputi: panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot basah, intensitas serangan hama, dan penyakit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kuantitatif dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial. Metode ini menggunakan 7 perlakuan yakni (F1) air biasa 250 ml, (F2) air biasa 250 ml + pupuk NPK 0,75 g/tanaman, (F3) air biasa 200 ml + air limbah lele 50 ml, (F4) air biasa 150 ml + air limbah lele 100 ml, (F5) air biasa 100 ml + air limbah lele 150 ml, (F6) air biasa 50 ml + air limbah lele 200 ml, (F7) air limbah lele 250 ml dan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian ini pada parameter panjang tanaman, jumlah daun, dan luas daun menunjukkan tidak adanya perbedaan yang nyata akibat pemberian air limbah lele, namun pada parameter bobot brangkasan dan bobot total tanaman menunjukkan adanya perbedaan yang nyata pada perlakuan F4, F5, F6, dan F7. Adapun hama dan penyakit yang muncul ialah ulat daun, belalang kayu, dan bercak daun, dari keseluruhan intensitas serangannya menunjukkan tidak adanya perbedaan yang nyata akibat perlakuan air limbah lele
Uji Organoleptik terhadap Aplikasi Tepung Uwi sebagai Subtitusi Tepung Terigu dalam Pengolahan Kue Bolu
Kue bolu kukus umumya adalah kue yang berbahan dasar tepung terigu yang pengolahannya dengan cara dikukus. Untuk mengurangi ketergantungan terhadap pemanfaatan tepung terigu, maka harus ada bahan alternatif pengganti umbi-umbian lokal, salah satunya adalah umbi uwi (Dioscorea alata). Tepung uwi sebagai subtitusi tepung terigu pada pembuatan kue bolu diharapkan dapat memperoleh kue bolu yang baik dan disukai. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan perbandingan konsentrasi tepung uwi sebagai subtitusi tepung terigu yang terdiri dari enam perlakuan, yaitu A (100%:0), B (80%:20%), C (60%:40%), D (40%:60%) E (20%:80%), F (100%:0). Penghimpunan data dalam penelitian ini menggunakan metode daftar pertanyaan kepada 9 panelis dengan 3 kali ulangan untuk setiap sampel. Data hasil kuesioner akan diubah dalam bentuk scoring dan dianalisis menggunakan metode analisis varians (ANOVA) dengan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kue bolu dari 6 perlakuan dari uji organoleptik warna, aroma, kegurihan, dan kemanisan mendapatkan nilai sama rata dari hasil pengujian panelis, kecuali pada tekstur. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlakuan yang menggunakan tepung uwi lebih banyak maka hasil yang didapat akan semakin kurang bagus menurut panelis
Biodiversitas Serangga pada Tanaman Jagung Varietas Jago 20 di Kabupaten Nganjuk
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biodiversitas atau keanekaragaman serangga pada tanaman jagung fase generatif. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Penelitian dilakukan di lahan sitematis dan non sitematis. Pengambilan sampel serangga pertanaman jagung pada pagi hari (yellow trap dan blue trap), dan pada pagi, siang, dan sore (observasi). Adapun jumlah serangga yang diperoleh dihitung keanekaragaman (H’), dominasi (C), dan indeks nilai penting (INP). Pada lahan sistematis, nilai H’ serangga adalah 2,89 sedangkan untuk lahan non sitematis sebesar 2,81. Data menunjukan indeks keanekaragaman serangga dalam keadaan sedang. Indeks dominasi (C) pada lahan jagung fase generatif lahan sistematis sebesar 0,089 sedangkan pada lahan non sitematis sebesar 0,081 artinya kedua lahan tersebut menujukan indeks dominasi yang rendah. Pada lahan sistematis, famili Muscidae menunjukan INP sebesar 20,69, untuk lahan non sitematis INP tertinggi ditunjukan famili Coccinelidae dengan nilai 21,53. Lahan jagung fase generatif yang menggunakan perlakukan secara sitematis menunjukan keanekaragaman serangga yang lebih tinggi dibandingkan dengan lahan jagung fase generatif yang menggunakan perlakuan secara non sitematis
UPAH PERSPEKTIF ISLAM DALAM PENGEMBANGAN EKONOMI
Religion as a from of belief is part and core of the existing set of values and becomes culture or costums in society.Religion is a series of plans for behavior based on values and rules.Economics is used to study human behavior in using scarce resources to produce goods and services that humans need.The relationship and position between the development of religion and rising economic standards is very relevant,the relationship can also influence each other. The problem in paying wages is the perspective of enterpreneurs and the government towards workers who only use it as a means of production, capacity and attracting investment.For enterpreneurs, wages are part of production costs,so expenses must be calculated as economically as possible and their use maximized to increase productivity and work ethic. In fact, for workers, wages are very useful income to meet their needs. This is based on Marshall's theory that setting a minimum wage allows workers to improve their nutrition so that in the long term they can increase their productivity. Meanwhile, wage determination in Islam is based on work services us usefulness and benefits of a person's energy and based on the burden in life .
 
Pemanfaatan Mading Kreatif Berbasis Gambar untuk Meningkatan Pemerolehan Kosa Kata 3 Bahasa Siswa di SD Negeri Made Jombang
Education has an important role in shaping the next generation of the nation, and one important factor is the use of learning media. Learning media such as wall magazines (mading) can help students understand lesson material more effectively. This community service program aims to: 1. increase interest in reading, 2. know, understand and increase vocabulary in Indonesian, English and Arabic. 3. increase students' motivation in the learning process so that they are more enthusiastic in learning. The target audience is 58 students from SDN Made consisting of 33 grade 5 students and 25 grade 6 students. This activity will be held on August 13, 2024. The method used in implementing this community service activity is Learning-Service, a teaching approach that emphasizes practical aspects that refer to the concept of applying lecture knowledge in the midst of society or communities and becoming a solution to problems faced by society, communities, and community institutions. The three stages carried out in implementing this program are preparation, implementation and evaluation. The results obtained by partners after participating in this implementation activity are knowledge about wall magazine-based learning media and the acquisition of new vocabulary including Indonesian, Arabic and English. This application is expected to motivate and facilitate students in the learning process and create a more enjoyable learning atmosphere
Sosialisasi Pentingnya Gizi Seimbang dan Pola Asuh Anak Sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Randuwatang
The incidence of short toddlers or commonly known as stunting is one of the nutritional problems experienced by toddlers in the world today. Stunting is a condition of failure to grow in children under five years old as a result of chronic malnutrition, so that the child is too short for his age. The problem of stunting has a quite serious impact on the quality of human resources, especially the educational aspect. This impact is not only limited to academic achievement, but also to other aspects such as learning motivation, social abilities and the child's future. According to data from the Jombang District Health Service, in 2023 there will be approximately 534 toddlers experiencing stunting spread across all regions in Jombang Regency. Based on this explanation, community service in Randuwatang village through community service activities in the field of education took the initiative to implement a balanced nutrition socialization work program as an effort to prevent stunting, especially regarding its prevention. The method for implementing this socialization program consists of several strategic steps designed to ensure the effectiveness of activities in increasing public understanding of the importance of balanced nutrition and appropriate parenting patterns to prevent stunting. Community approach: Service implementers will start by coordinating with community leaders, village heads and posyandu cadres in Randuwatang Village. Based on the results and discussion of the implementation of community service activities with the socialization of "The Importance of Balanced Nutrition and Parenting as an Effort to Prevent Stunting" in Randuwatang Village, it was concluded that the socialization activities succeeded in increasing the community's knowledge and understanding by 80% about the importance of balanced nutrition and the dangers of stunting
Sosialisasi Microteaching sebagai Upaya Meningkatkan Keterampilan Mengajar Kreatif di MI Cikaso
This community service activity aims to enhance the effectiveness of creative and quality teaching at MI Cikaso through the socialization of microteaching. The background of this activity is based on the need for teachers to develop more innovative teaching methods that align with technological advancements and curriculum demands. The method used in this activity is Participatory Action Research (PAR), which actively involves MI Cikaso teachers in all stages of the research, from planning, implementation, to evaluation. This activity includes microteaching training sessions, group discussions, and reflections that are expected to improve teachers' pedagogical competence and professionalism. The results of this activity indicate a significant improvement in teachers' ability to design and implement more interactive, student-centered learning. The conclusion of this activity is that the socialization of microteaching through the PAR approach is effective in enhancing the quality of teaching at MI Cikaso, as well as strengthening collaboration among teachers in creating a more dynamic and creative learning environment
Pendampingan NIB dan Sertifikasi Halal Bagi UMKM di Desa Batukerbuy, Kecamatan Pasean
Batukerbuy Village is one of the areas in Pasean District, Pamekasan Regency. Batukerbuy Village is a village that has quite a large number of MSMEs and LMKM contributions to community welfare. However, the development of MSMEs in Batukerbuy Village is hampered by business legality permits and halal certificates. This is due to the lack of knowledge of MSME actors regarding the procedures for submitting business legality (NIB) and processing halal certification. Business legality and halal certificates are two important aspects that influence consumers' desires and trust in the type of product or business from MSMEs. Therefore, outreach and assistance were carried out to MSMEs in Batukerbuy Village regarding applying for business legality in the form of a Business Identification Number (NIB) and processing halal certificates. The strategies used in this service activity include discussion and coordination with the Village Apparatus and the hamlet head of Batukerbuy Village, socialization and assistance for MSME actors, assistance and creation of a NIB as a condition for applying for a halal certificate and mapping of MSMEs whose NIB has been issued to continue with halal certification. This mentoring program was welcomed enthusiastically by the community, especially business actors who intend to develop their businesses because the NIB and halal certification can help with promotions and gain more trust from consumers
Pemanfaatan Wall planter di Asman Toga Kesambi Indah
Mitra dalam kegiatan ini (Asman Toga) antusias untuk melakukan budidaya tanaman sayuran dan ingin memanfaatkan lahan yang kurang bermanfaat. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka kegiatan ini dilakukan dengan tujuan memberikan solusi berupa budidaya vertikultur dengan memanfaatkan wall planter. Kegiatan dilakukan pada bulan Agustus 2024 di Asman Toga Kesambi Indah, Dusun Bebekan Kidul, Desa Ranuklindungan, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan dengan melibatkan peserta sejumlah 15 orang. Tahap kegiatan antara lain: (1) pre-test (lisan) dan dilanjutkan dengan pengenalan dan penyampaian materi terkait budidaya vertikultur; (2) pemasangan wall planter dan penanaman sayur pakchoy; (3) diskusi dan post-test. Hasil pre-test menunjukkan 20% peserta (3 orang) mengetahui budidaya vertikultur dan wall panter, 60% peserta (9 orang) mengetahui budidaya vertikultur tapi belum mengetahui wall planter, serta 20% peserta (3 orang) belum mengetahui vertikultur dan wall planter. Wall planter berhasil terpasang di tembok yang tidak termanfaatkan dan seluruh peserta terlibat dalam proses penanaman pakchoy. Penyampaian materi yang selaras dengan praktek (penanaman pakchoy pada wall planter) meningkatkan antusias peserta untuk memahami materi melalui pertanyaan (diskusi). Sehingga diperoleh hasil post-test menunjukkan 100% peserta (15 orang) memahami budidaya vertikultur dan mengetahui teknik penanaman sayuran menggunakan wall planter