12755 research outputs found
Sort by
EVALUASI PASCA HUNI RUANG KOMUNAL DI RUMAH KOST MAHASISWA (STUDI KASUS : KOST 3N 2)
Ruang komunal pada Kost 3N 2 rutin digunakan oleh mahasiswa UNIKA Soegijapranata
yang merupakan penghuninya untuk melakukan berbagai aktivitas. Dengan banyaknya
aktivitas yang dilakukan pada ruang komunal, penting adanya proses peninjauan untuk melihat
apakah ruang komunal yang berada di Kost 3N 2 sudah memenuhi kebutuhan penggunanya
khususnya dalam melakukan aktivitas studi. Oleh karena itu, untuk mengetahui tingkat
keberhasilan fungsi ruang komunal dalam menunjang kebutuhan studi penggunanya dilakukan
proses peninjauan dengan metode Evaluasi Pasca Huni yang digunakan untuk mempelajari,
menganalisis dan mengevaluasi permasalahan yang terdapat pada ruang komunal. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi eksisting ruang komunal serta untuk mengkaji
sejauh mana ruang komunal di Kost 3N 2 dapat memenuhi kebutuhan studi mahasiswa UNIKA
Soegijapranata sebagai penghuninya.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode campuran (mixed methods)
kualitatif dan kuantitatif. Tahapan pada penelitian ini adalah data akan dikumpulkan dengan
metode kuantitatif berupa penyebaran kuisioner berisi pertanyaan terbuka dan pernyataan skala
likert. Kemudian diambil data lapangan dengan proses observasi yang kemudian dianalisis
dengan pendekatan Evaluasi Pasca Huni, sehingga hasil evaluasi dapat dijadikan sebagai
rekomendasi pengembangan konsep perancangan ruang komunal untuk mahasiswa.
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa ruang komunal di Kost 3N 2 digunakan secara aktif
oleh seluruh penghuni kost untuk melakukan berbagai aktivitas. Ruang komunal tersebut dapat
menunjang sebagian besar aktivitas mahasiswa dan dinilai nyaman oleh penggunanya, namun
setelah dilakukan penelitian dengan metode POE didapati bahwa ruang komunal kurang
mampu menunjang kebutuhan studi mahasiswa UNIKA Soegijapranata sebagai penghuni Kost
3N 2. Permasalahan-permasalahan yang harus dilakukan perbaikan pada ruang komunal,
meliputi penataan interior yang kurang efektif, pencahayaan malam yang kurang terang, sumber
kebisingan yang terdengar di dalam ruang komunal, tidak tersedianya APAR, dan kurangnya
area personal
SEKOLAH PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DAN PENITIPAN ANAK DI SEMARANG
Perancangan “Sekolah Pendidikan Anak Usia Dini dan Penitipan Anak di Semarang”
dilandasi oleh pentingnya peningkatan mutu pendidikan anak usia dini sebagai bagian dari upaya
mewujudkan Indonesia Emas 2045. Proyek ini dirancang dengan pendekatan arsitektur perilaku
dan budaya, yang bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang mendukung tumbuh kembang
anak secara menyeluruh, baik dari sisi keamanan, kenyamanan, maupun stimulasi perkembangan.
Bangunan menggabungkan dua fungsi utama, yaitu sebagai tempat pendidikan formal PAUD dan
layanan penitipan anak dalam satu kawasan yang terintegrasi. Desain dirancang ramah anak
dengan memperhatikan skala tubuh anak, keamanan, pencahayaan dan ventilasi alami, serta
penggunaan material yang aman dan edukatif. Penataan ruang disusun untuk mendorong aktivitas
eksploratif, aktif, dan menyenangkan bagi anak-anak. Unsur budaya lokal turut dihadirkan melalui
elemen simbolik seperti bentuk baling-baling pada fasad, yang mencerminkan keceriaan dan
dinamika dunia anak. Pemilihan lokasi di Semarang Selatan didasarkan pada kemudahan akses
dari area permukiman dan perkantoran. Dengan desain ini, diharapkan bangunan dapat menjadi
sarana pendukung dalam membentuk generasi unggul sejak usia dini serta menjawab kebutuhan
orang tua akan lingkungan pengasuhan yang layak
HUNIAN BERSAMA UNTUK KELUARGA BARU DI KABUPATEN SLEMAN PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Hunian Bersama Untuk Keluarga Baru di Kabupaten Sleman Provinsi
Daerah Yogyakarta ini adalah salah satu alternatif saran untuk pemerintah guna
memenuhi kebutuhan papan generasi muda selain untuk skripsi. Mewujudkan
rumah sehat yang diajarkan di sekolah – sekolah dasar. Karena, gaya hidup
generasi muda. Di prediksi beberapa peneliti melalui survey, generasi muda ini
sulit memiliki rumah. Selain intu naiknya harga tanah dan rumah setiap tahun.
Ditambah terdapat wacana rumah 14m2 dari pemerintah melalui kementrian
perumahan. Hal ini bertentangan dengan rumah sehat yang dikenalkan di
sekolah dasar. Disamping itu hunian yang penataannya kurang baik sudah
terbukti dapat mengganggu kesehatan mental yang bisa saja berdampak pada
seorang pemuda mengakhiri hidupnya seperti yang terjadi pada beberapa
mahasiswa/i di daerah Tembalang, Semarang
PERAN AI DALAM TAHAPAN IDEASI KONSEP ARSITEKTURAL
Kecerdasan buatan (AI) telah merevolusi proses perancangan arsitektur, terutama pada tahap konseptual. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi potensi platform Midjourney sebagai alat ideasi desain berbasis text-to-image. Midjourney dipilih karena kemampuannya menghasilkan visualisasi berkualitas tinggi dengan daya komputasi rendah, sehingga mempermudah eksplorasi desain bagi arsitek. Metode penelitian terdiri dari dua tahap iteratif: brainstorming ide dan enhancing ide. Tahap brainstorming digunakan untuk menghasilkan visualisasi awal berdasarkan prompt yang disusun secara spesifik. Selanjutnya, tahap enhancing melibatkan fitur lanjutan, seperti blending dan retexturing, untuk memperhalus detail desain dan meningkatkan relevansi visual. Proses iterasi ini didukung oleh umpan balik dinamis, memungkinkan pengguna untuk terus menyempurnakan ide hingga mencapai hasil yang diinginkan. Hasil menunjukkan bahwa Midjourney mampu mempercepat proses ideasi dan menghasilkan keragaman alternatif desain yang mendalam. Kombinasi eksplorasi parameter seperti chaos, stylize, dan blending membuka peluang besar bagi arsitek untuk mengeksplorasi ide desain secara efisien. Namun, integrasi AI tetap membutuhkan pendekatan kritis untuk menjaga keseimbangan antara teknologi dan kreativitas manusia, memastikan hasil desain mencerminkan nilai estetika dan fungsi arsitektural
ANALISIS FAKTOR KETERLAMBATAN PROYEK DENGAN METODE ENHANCED DAILY WINDOWS DELAY ANALYSIS (EDWDA) (Studi Kasus: Proyek X di Kota Solo)
Proyek konstruksi sering menghadapi tantangan keterlambatan yang dapat
mempengaruhi biaya, waktu penyelesaian, dan kualitas proyek. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor keterlambatan proyek konstruksi
dengan menggunakan metode Enhanced Daily Windows Delay Analysis (EDWDA)
serta menentukan akibat dari keterlambatan. Studi kasus dilakukan pada Proyek X
di Kota Solo yang mengalami keterlambatan saat pelaksanaannya. Metode
EDWDA dipilih karena kemampuannya untuk mengidentifikasi keterlambatan
harian dengan lebih rinci mengenai durasi keterlambatan, dan mengalokasikan
tanggung jawab kepada pihak-pihak yang terlibat, pihak internal maupun eksternal.
Penelitian ini menganalisis keterlambatan berdasarkan data harian menggunakan
perangkat lunak manajemen proyek untuk mengidentifikasi penyebab dan durasi
keterlambatan secara spesifik. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa
keterlambatan pada Proyek X disebabkan oleh faktor internal yaitu kontraktor dan
owner. Pihak kontraktor berkontribusi terhadap keterlambatan selama 65 hari atau
sebesar 92,86% terhadap keterlambatan, sedangkan pemilik proyek turut
menyumbang keterlambatan selama 5 hari atau sebesar 7,14% terhadap
keterlambatan. Akibat dari keterlambatan tersebut meliputi peningkatan biaya
operasional yang melebihi anggaran awal sebesar Rp. 1.204.000.000,00 dan
dikenakannya denda sebagai sanksi atas keterlambatan untuk kontraktor yaitu
sebesar Rp 1.105.000.000,00 dan kepada owner sebesar Rp. 85.548.740,545
KEWENANGAN PEMERINTAH KOTA SEMARANG DALAM PENGELOLAAN HUTAN WISATA TINJOMOYO
Penulisan skripsi dengan judul “KEWENANGAN PEMERINTAH KOTA
SEMARANG DALAM PENGELOLAAN HUTAN WISATA TINJOMOYO”
bertujuan untuk mengetahui pengaturan pengelolaan Hutan Wisata Tinjomoyo
Kota Semarang, pengaturan kewenangan Pemerintah Kota Semarang dalam
mengelola Hutan Wisata Tinjomoyo.Penelitian ini menggunakan metode
pendekatan yuridis normatif dengan melakukan pendekatan peraturan perundangundangan
(statue
approach),Jenis
data
yang
digunakan
yaitu
data
sekunder
dan
data
primer
dengan
teknik
pengumpulan
data
menggunakan
Library
research
dan
studi
lapangan
(wawancara).
Hasil
penelitian
dan
pembahasan
dapat
diketahui
bahwa
(1)
pengaturan
pengelolaan
hutan
wisata tinjomoyo kota semarang merupakan amanat dari Undang Undang
Dasar Negara Republik Indonesia Pasal 33 ayat (3) dan ayat (4) berdasarkan prinsip
berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Kawasan hutan wisata tinjomoyo juga
termasuk dalam ranah lingkungan hidup, dimana perlindungan dan pengelolaan
lingkungan hidup meliputi : Perencanaan, Pemanfaatan, Pengendalian,
Pemeliharaan, Pengawasan, Penegakan hukum. Kawasan Hutan wisata tinjomoyo
masuk dalam ranah pariwisata maka dalam pengelolaannya berdasarkan prinsip
konservasi, partisipasi,edukasi dan rekreasi,ekonomi dan kendali yang diatur dalam
Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor
P.13/MENLHK/SETJEN/KUM.1/5/2020. Sesuai penjelasan Lampiran Undang –
Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah bahwa pemerintah
kabupaten/kota hanya bertugas sebagai pelaksana pengelolaan Taman Hutan
Rakyat (Tahura) dalam sub urusan konservasi sumber daya alam hayati dan
ekosistem. Hutan wisata tinjomoyo merupakan salah satu komponen dalam
Kawasan Ruang Terbuka Hijau Kota Semarang yang berfungsi sebagai kawasan
fungsi resapan, fungsi ekologis, fungsi edukatif, fungsi budidaya, fungsi wisata
alam yang pengelolaannya dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota
Semarang melalui UPTD Hutan Wisata Tinjomoyo yang bertugas untuk
pengurusan dan perawatan Hutan Wisata. Kegiatan pengelolaan hutan wisata
tinjomoyo juga mengacu pada Undang – Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang
Kehutanan.
(2) Hutan Wisata Tinjomoyo merupakan kewenangan Dinas Kebudayaan dan
Pariwisata Kota Semarang yang dalam pelaksanaannya membentuk UPTD dengan
Surat Keputusan Walikota Semarang Nomor 72 Tahun 2008 tentang Organisasi dan
Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas Kehutanan Pariwisata Tinjomoyo Kota
Semarang namun keterlibatannya hanya sebagai pendukung, yang terlibat langsung
adalah Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang yang telah membuat program
Kehati dimana masterplannya adalah pembangunan kebun raya tinjomoy
PENGATURAN ANALISIS DAMPAK LALU LINTAS (ANDALALIN) DI PROVINSI JAWA TENGAH
Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) adalah kajian yang dilakukan
untuk menilai dampak lalu lintas yang ditimbulkan oleh suatu pembangunan atau
kegiatan tertentu. Tujuan utama Andalalin adalah memastikan bahwa setiap
rencana pembangunan tidak mengganggu keamanan, keselamatan, ketertiban, dan
kelancaran lalu lintas di sekitarnya. Melalui Andalalin, diharapkan dapat
diidentifikasi potensi permasalahan lalu lintas yang mungkin timbul serta solusi
yang tepat untuk mengatasinya.
Metode pendekatan yang digunakan adalah metode penelitian normatif
dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Data yang digunakan
adalah data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan
perundang-undangan, buku, jurnal, dan sumber relevan lainnya.
Pengaturan analisis dampak lalu lintas (Andalalin) di Provinsi Jawa
Tengah telah memiliki landasan hukum yang kuat dan peraturan perundangundangan
yang ada sudah konsisten dan saling melengkapi antara peraturan
perundang-undangan yang ada diatas dengan peraturan perundang-undangan yang
ada dibawahnya
PENGARUH PENGUNGKAPAN EMISI KARBON TERHADAP ABNORMAL RETURN SAHAM (Studi Kasus Perusahaan Yang Go Public di Bursa Efek Indonesia Tahun 2014 - 2021)
Penelitian ini berjudul “Pengaruh Pengungkapan Emisi Karbon Terhadap Abnormal
Return Saham” (Studi Kasus Perusahaan Yang Go Public di Bursa Efek Indonesia Tahun
2014 – 2021). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengungkapan emisi
karbon terhadap abnormal return saham dengan mempertimbangkan biaya ekuitas sebagai
variabel mediasi. Studi ini dilakukan pada perusahaan yang go public di Bursa Efek
Indonesia (BEI) selama periode 2014–2021. Data yang digunakan mencakup laporan
tahunan perusahaan yang mempublikasikan informasi emisi karbon, data harga saham
untuk menghitung abnormal return, serta informasi keuangan untuk menghitung biaya
ekuitas.
Metode penelitian yang digunakan adalah analisis regresi dengan pendekatan uji asumsi
klasik dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan emisi karbon
tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap abnormal return saham. Namun, biaya
ekuitas terbukti menjadi variabel mediasi dalam hubungan antara pengungkapan emisi
karbon dan abnormal return saham. Penelitian ini menunjukkan bahwa transparansi dalam
pelaporan emisi karbon dapat mengurangi biaya ekuitas perusahaan, yang pada akhirnya
memengaruhi reaksi pasar terhadap saham perusahaan tersebut