12755 research outputs found
Sort by
PENGARUH BEBAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA GURU SMA KESATRIAN 1 SEMARANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beban kerja dan motivasi kerja
terhadap kepuasan kerja. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan
teknik pengumpulan datanya adalah kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah
guru SMA Kesatrian 1 Semarang yaitu berjumlah 32 guru. Jumlah sampel yang
digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 32 guru dengan menggunakan
teknik sampling jenuh. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis kuantitatif
dengan menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini
menunjukkan beban kerja berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap
kepuasan kerja, motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap
kepuasan kerja, beban kerja dan motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap
kepuasan kerja.
Kata Kunci: Beban Kerja, Motivasi Kerja, Kepuasan Kerja
PENGARUH LITERASI KEUANGAN DAN EFIKASI DIRI TERHADAP PERILAKU KREDIT ONLINE BERISIKO DI KALANGAN MAHASISWA PADA UNIVERSITAS NEGERI DAN SWASTA DI KOTA SEMARANG
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan dan efikasi diri
keuangan terhadap perilaku kredit online berisiko pada mahasiswa universitas negeri dan swasta
di Kota Semarang. Latar belakang penelitian ini adalah pesatnya perkembangan financial
technology (fintech), khususnya layanan kredit online seperti paylater dan pinjaman daring, yang
semakin diminati mahasiswa namun berpotensi menimbulkan masalah keuangan. Penelitian ini
menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Partial Least Square–Structural Equation
Modeling (PLS-SEM) melalui perangkat lunak SmartPLS. Sampel penelitian terdiri dari 200
mahasiswa berusia 18–25 tahun yang pernah menggunakan layanan kredit online, masing-masing
100 mahasiswa dari universitas negeri (UNDIP dan UNNES) serta 100 mahasiswa dari universitas
swasta (UNIKA dan UDINUS). Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner secara daring.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif signifikan
terhadap efikasi diri pada kedua kelompok mahasiswa. Pada mahasiswa universitas swasta, literasi
keuangan berpengaruh negatif signifikan terhadap perilaku kredit online berisiko, sedangkan
efikasi diri tidak berpengaruh signifikan. Sebaliknya, pada mahasiswa universitas negeri, literasi
keuangan tidak berpengaruh signifikan, namun efikasi diri berpengaruh positif signifikan
meskipun lemah. Temuan ini mengindikasikan adanya perbedaan pola hubungan antara literasi
keuangan, efikasi diri, dan perilaku kredit online berisiko berdasarkan jenis universitas. Secara
keseluruhan, terdapat perbedaan signifikan dalam perilaku kredit online berisiko antara mahasiswa
universitas negeri dan swasta di Kota Semarang.
Kata kunci: Literasi Keuangan, Efikasi Diri, Perilaku Kredit Online Berisiko, Mahasiswa,
Fintec
ANIMASI INDIE DENGAN TEMA KEPEDULIAN DI KALANGAN REMAJA
Remaja sering kali mengalami penurunan empati dan kepedulian sosial
akibat pengaruh media digital. Tugas akhir ini merancang animasi edukatif berjudul
Blizzard & Hopey yang ditujukan untuk remaja usia 13–15 tahun sebagai sarana
meningkatkan nilai kepedulian. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif
dengan pendekatan studi pustaka, observasi, dan uji coba visual. Proses
perancangan mencakup pengembangan karakter antropomorfik, pembuatan naskah
cerita, storyboard, animatik, hingga animasi jadi. Hasil perancangan menunjukkan
bahwa pendekatan visual yang menarik, karakter yang dekat dengan audiens, dan
narasi ringan penuh humor mampu menyampaikan pesan moral dengan lebih
efektif. Animasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan media
pembelajaran berbasis animasi yang edukatif dan menghibur
Kata kunci :
Animasi edukatif, kepedulian sosial, remaja, desain karakter
KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA AWAL DEWASA DITINJAU BERDASARKAN JENIS KELAMIN
Masa dewasa awal (18-40 tahun) merupakan tahap perkembangan krusial dengan
tuntutan perkembangan yang signifikan, termasuk eksplorasi identitas dan karier,
yang dapat mempengaruhi kesejahteraan psikologis. Sering kali faktor jenis
kelamin dianggap berpengaruh pada tingkat kesejahteraan psikologis, di mana
perempuan diasumsikan memiliki tingkat kesejahteraan mental lebih tinggi
dibanding laki-laki. Namun, hasil penelitian sebelumnya menunjukkan temuan
yang bervariasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi perbedaan
tingkat kesejahteraan psikologis pada dewasa awal ditinjau berdasarkan jenis
kelamin. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan
komparatif. Partisipan dalam penelitian ini merupakan individu dewasa awal
berusia antara 18 sampai 29 tahun. Data dikumpulkan menggunakan skala
Psychological Well-Being (Ryff, 1989). Data dianalisis menggunakan uji
Independent Sample t-test. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikan p = 0,991 (p
> 0,05), artinya tidak ada perbedaan signifikan kesejahteraan psikologis antara
laki-laki dan perempuan. Hasil ini mengindikasikan bahwa jenis kelamin bukan
menjadi aspek utama dalam menentukan kesejahteraan psikologis. Faktor lain,
seperti dukungan sosial, pengalaman hidup, dan konteks sosial budaya
tampaknya memiliki dampak yang lebih besar terhadap kesejahteraan psikologis
pada masa dewasa awal.
Kata Kunci: Kesejahteraan Psikologis, Dewasa Awal, Jenis Kelami
HUBUNGAN POLA ASUH OTORITER DENGAN PERILAKU BULLYING PADA REMAJA AKHIR
Perilaku Bullying merupakan bentuk spesifik dari agresi yang disengaja dan
berulang yang melibatkan ketidakseimbangan kekuatan (fisik, verbal, relasional,
dll.) antara pelaku dan korban. Fenomena bullying sering dikaitkan dengan faktor
lingkungan keluarga, salah satunya adalah pola asuh orang tua. Penelitian ini
berfokus pada pola asuh otoriter, yang dicirikan oleh kontrol tinggi dan tuntutan
berlebihan, sebagai prediktor perilaku bullying pada remaja. Penelitian ini
bertujuan menguji hubungan empiris antara pola asuh otoriter orang tua dan
perilaku bullying pada 100 remaja akhir di Pusat Pengembangan Anak Pudak
Payung, Semarang, menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Hipotesis
yang diajukan adalah terdapat hubungan positif antara pola asuh otoriter dengan
perilaku bullying. Alat ukur yang digunakan meliputi skala pola asuh otoriter dan
skala perilaku bullying. Hasil uji validitas menunjukkan skala pola asuh otoriter
memiliki 13 item valid dari 16 item dengan nilai reliabilitas Cronbach Alpha sebesar
0.849. Sementara itu, skala perilaku bullying memiliki 32 item valid dengan nilai
reliabilitas Cronbach Alpha sebesar 0.988. Analisis data menggunakan uji korelasi
Spearman’s Rho menghasilkan koefisien 0.399 (p<0.001), menunjukkan adanya
hubungan positif dan signifikan antara pola asuh otoriter dengan perilaku bullying.
Hasil ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat pola asuh otoriter yang
diterapkan, semakin tinggi pula kecenderungan perilaku bullying pada remaja.
Hipotesis penelitian diterima.
Kata kunci : pola asuh otoriter, perilaku bullying, remaja akhi
HUBUNGAN RIWAYAT CEDERA LUTUT DENGAN OSTEOARTHRITIS LUTUT DI RSUD DR. GONDO SUWARNO
Latar Belakang: Osteoarthritis (OA) adalah penyakit degeneratif sendi dengan
prevalensi yang terus meningkat seiring bertambahnya usia populasi. Penyakit ini
menyebabkan keterbatasan rentang gerak sendi yang signifikan, sehingga
mengganggu fungsi fisik pasien dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Dampak dari
gangguan fungsi tersebut selanjutnya dapat mempengaruhi kehidupan sosial serta
kesehatan mental pasien. Salah satu faktor risiko terjadinya OA adalah cedera lutut.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara riwayat cedera
lutut dengan kejadian osteoarthritis lutut di RSUD dr. Gondo Suwarno.
Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional ini
melibatkan 84 responden berusia ≥45 tahun. Data dikumpulkan melalui wawancara
dan rekam medis. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat
menggunakan uji Fisher’s exact.
Hasil: Dari 84 responden, 48 orang (57,1%) mengalami OA lutut dan 41 orang
(48,8%) memiliki riwayat cedera lutut. Proporsi OA lutut lebih tinggi pada
responden dengan riwayat cedera (70,7%) dibandingkan tanpa cedera (44,2%).
Analisis Fisher’s exact menunjukkan hubungan signifikan antara riwayat cedera
lutut dengan OA lutut (p=0,017).
Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara riwayat cedera lutut dengan
kejadian osteoarthritis lutut di RSUD dr. Gondo Suwarno. Riwayat cedera lutut
memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian OA lutut.
Kata kunci: Osteoarthritis lutut, cedera lutut
PESAN POLITIK CALEG PEREMPUAN PKS TERPILIH SE PULAU JAWA PADA KAMPANYE PEMILU 2024 DI INSTAGRAM
Keterwakilan calon legislatif (caleg) perempuan di parlemen masih belum sesuai harapan dikarenakan adanya stereotipe gender, peran struktural, dan budaya yang menjadi penghalang, namun berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 7
Tahun 2017 Tetang Pemilihan Umum keterwakilan perempuan dalam parlemen sebesar 30 persen. Maka dari itu perlunya caleg perempuan menunjukan bahwa memiliki dampak bagi negara pada kursi politik. Caleg perempuan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), memiliki jumlah terbanyak dari delapan partai politik se Pulau Jawa. Penelitian ini menganalisis pesan politik caleg perempuan PKS terpilih se Pulau Jawa pada masa kampanye Pemilu 2024 di Instagram, dengan menggunakan teori agenda setting. Metodologi penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan penyajian data deskriptif dan metode riset studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tak berstruktur, observasi non partisipan, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian ini adalah, caleg perempuan PKS
terpilih se Pulau Jawa melakukan pesan politik menggunakan dua indikator, yaitu verbal dan nonverbal. Indikator verbal, menunjukan caleg membahas isu perempuan dan anak. Indikator nonverbal, peneliti menemukan unggahan caleg perempuan PKS terpilih se Pulau Jawa yang menggunakan simbol, atribut yang digunakan caleg perempuan sebagai sarana komunikasi dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat. Caleg perempuan PKS terpilih melakukan pesan politik menggunakan peran media sosial (medsos) dan fitur Instagram. Peran medsos sebagai media kampanye, meningkatkan kesadaran politik, meningkatkan partisispasi pemilih. Ketiga peran medsos digunakan dalam fitur Instagram yaitu unggah foto, video, dan caption. Kesimpulan dari penelitian ini adalah caleg perempuan PKS terpilih se Pulau Jawa menggunakan pesan politik untuk melakukan kampanye dan menyuaran isu perempuan dan anak di Instagram yang didukung dengan peran medsos dan fitur Instagram pada kampanye Pemilu 2024.
Kata kunci: agenda setting, instagram, isu perempuan, kampanye, media sosial, pesan politi
PENYAMPAIAN PESAN POLITIK CALEG PARTAI GOLKAR DI DAPIL JAWA BARAT MELALUI MEDSOS SELAMA MASA KAMPANYE PEMILU 2024
Penelitian ini membahas terkait penyampaian pesan politik yang diterapkan oleh
calon anggota legislatif (caleg) DPR RI dari Partai Golkar dalam kampanye politik
mereka melalui media sosial, khususnya Facebook dan Instagram. Studi ini
bertujuan untuk menganalisis bagaimana caleg membangun citra politik mereka
dengan memanfaatkan fitur-fitur media sosial serta bagaimana pendekatan tersebut
dikaitkan dengan teori dramatisme. Metode penelitian yang digunakan adalah
analisis kualitatif dengan teknik studi dokumentasi terhadap akun media sosial
caleg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi politik caleg
mencerminkan lima elemen dalam teori dramatisme, yaitu akting, adegan, agensi,
tujuan, dan agen. Akting tercermin dalam unggahan dan interaksi caleg dengan
pemilih, adegan menggambarkan konteks visual dalam unggahan, agensi mengacu
pada media sosial sebagai alat komunikasi, tujuan berkaitan dengan peningkatan
elektabilitas, dan agen merujuk pada caleg itu sendiri sebagai subjek utama dalam
kampanye digital. Kesimpulannya, media sosial menjadi alat dalam membangun
citra politik dan mendekatkan caleg dengan pemilih. Penelitian ini diharapkan dapat
menjadi referensi bagi studi komunikasi politik serta memberikan wawasan bagi
caleg dalam mengoptimalkan strategi kampanye digital mereka.
Kata kunci: Caleg DPR RI, kampanye digital, komunikasi politik, media
sosial, teori dramatisme
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU TERHADAP KEJADIAN PEDICULOSIS CAPITIS DI PONDOK PESANTREN AL KAROMAH, PANGGANG, KECAMATAN JEPARA, KABUPATEN JEPARA
Latar belakang: Pediculosis capitis merupakan salah satu penyakit integumen
yang disebabkan oleh ektoparasit Pediculus humanus capitis yang menginfeksi
rambut kepala manusia dan prevalensi tinggi pada lingkungan hidup yang tertutup
dan padat seperti pondok pesantren, asrama, panti asuhan, dan lain sebagainya.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat
pengetahuan dan perilaku terhadap kejadian pediculosis capitis di Pondok
Pesantren Al Karomah, Kelurahan Panggang, Kecamatan Jepara, Kabupaten
Jepara. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan
menggunakan desain penelitian cross-sectional. Penelitian dilakukan dari Oktober
2024 hingga Desember 2024. Hasil: Data penelitian diperoleh dari seluruh santri
pondok pesantren Al Karomah dengan jumlah sampel 27 dan dengan rentang usia
12-23 tahun. Analisis data dilakukan dengan metode analisis bivariat spearman
dalam perangkat lunak SPSS ver. 25. Didapatkan hasil bahwa 16 (59%) dari 27
santri terinfeksi Pediculus humanus capitis. Analisis spearman hubungan tingkat
pengetahuan dan perilaku terhadap kejadian infeksi menunjukkan hasil bahwa
tingkat pengetahuan tidak memiliki hubungan dengan infeksi (p-value = 0.241) dan
perilaku memiliki hubungan terhadap infeksi (p-value < 0.001). Saran: Prevalensi
infeksi kutu rambut pada pondok pesantren Al Karomah melebihi setengah populasi
santri meskipun sebagian besar memiliki tingkat pengetahuan yang cukup. Edukasi
perilaku dapat diberikan sebagai bentuk upaya pencegahan infeksi yang lebih
lanjut
HUBUNGAN ANTARA KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS DENGAN KESEPIAN PADA MAHASISWA RANTAU DARI LUAR PULAU JAWA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesejahteraan
psikologis dengan kesepian pada mahasiswa rantau luar pulau Jawa. Hipotesis
yang diajukan dalam penelitian ini yaitu “Terdapat hubungan negatif antara
kesejahateraan psikologis dengan kesepian pada mahasiswa rantau luar pulau
Jawa.” Semakin tinggi kesejahteraan psikologis maka semakin rendah kesepian
pada mahasiswa rantau, begitu juga sebaliknya. Teknik pengambilan sampel pada
penelitian ini menggunakan accidental sampling. Subjek yang diambil dalam
penelitian ini adalah mahasiswa rantau yang berasal dari luar pulau Jawa, berusia
18-25 tahun, sedang berkuliah di pulau Jawa, tinggal sendiri atau kos. Jumlah
responden dalam penelitian ini sebanyak 152 responden. Metode pengumpulan
data menggunakan skala kesejahteraan psikologis dan skala kesepian UCLA.
Berdasarkan analisis data dengan teknik korelasi Spearman diperoleh nilai
korelasi rxy sebesar -0,510 dengan signifikansi 0,000 (p<0,05). Hal ini menunjukkan
adanya hubungan negatif yang signifikan antara kesejahteraan psikologis dengan
kesepian pada mahasiswa rantau luar pulau Jawa