12755 research outputs found
Sort by
INOVASI KEMASAN PRODUK KUE KERING PADA USAHA NSTAR.BITES
Usaha kue kering Nstar.bites di Kota Semarang menghadapi tantangan dalam
persaingan pasar yang ketat, terutama dalam aspek pemasaran dan daya tarik produk.
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan inovasi kemasan produk kue kering nastar guna
meningkatkan daya saing, minat konsumen, dan penjualan. Metode penelitian
menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif melalui survei terhadap 50 responden,
pengembangan prototipe kemasan, serta uji coba produk. Tahapan inovasi meliputi Idea
Generation, Opportunity Recognition, Idea Evaluation, Development,
dan Commercialization.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 90,3% responden menganggap kemasan
sebagai faktor utama yang perlu diperbarui. Inovasi dilakukan dengan memperkenalkan
varian rasa baru (red velvet dan pandan) serta desain kemasan toples mika 250 gram yang
lebih menarik dan informatif. Uji coba prototipe menghasilkan tanggapan positif, di mana
100% responden menyatakan kepuasan terhadap rasa, kemasan, dan harga. Penerapan
kemasan baru berdampak signifikan pada peningkatan omzet penjualan, dari rata-rata Rp
1.040.000 per bulan menjadi Rp 3.000.000 pada Maret 2025.
Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa inovasi kemasan berbasis preferensi
konsumen efektif meningkatkan daya tarik produk, kepuasan pelanggan, dan kinerja
penjualan. Rekomendasi bagi pelaku usaha mencakup penguatan strategi pemasaran
digital dan diversifikasi varian produk untuk mempertahankan keberlanjutan bisnis
PENGARUH KOMITMEN ORGANISASIONAL TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN DI CV MAJU BERSAMA FOLKAFE
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komitmen organisasional
terhadap kepuasan kerja karyawan di CV Maju Bersama Folkafe. Komitmen
organisasional terdiri dari tiga dimensi utama, yaitu komitmen afektif, komitmen
kontinyu, dan komitmen normatif. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif
dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada 35
karyawan CV Maju Bersama Folkafe. Analisis data dilakukan dengan menggunakan
regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komitmen
organisasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan.
Dengan demikian, semakin tinggi komitmen organisasional, semakin tinggi pula
tingkat kepuasan kerja karyawan
ANALISIS KINERJA TRANS JATENG RUTE TERMINAL BAWEN – STASIUN TAWANG DI JAWA TENGAH
Public transportation is examined based on the criteria of services provided to
users of public transportation services aimed at growing the economy and
increasing activities in the community. Public transportation can also be a solution
to overcome transportation problems in Indonesia, such as congestion which can
disrupt traffic flow, especially in the city of Semarang. Lack of public interest in
using existing public transportation can cause congestion, which can disrupt traffic
flow. One of the efforts created by the Semarang City Government is creating a
mode of public transportation, the Trans Jateng Bus. Bus performance and user
satisfaction are aspects that people consider when using public transportation to
carry out activities. The level of performance was conducted to this research and
satisfaction of Trans Jateng Bus service users for the Bawen Terminal route to
Tawang Station, Semarang. Trans Jateng is one of the public transportation
operating in the Central Java region based on Bus Rapid Transit, which has its own
special route, high quality and capacity with calculation of Vehicle Operating Costs
(BOK) as well as fast and safe service to service users based on Ministerial
Regulation Number 27 2015. The method in this research is a research scale
(Rating scale method) based on the 2002 Director General of Land Transportation
Standards and the Customer Satisfation Index (CSI). The results of this research
are performance which is classified as good for indicators of waiting time is 5.28
and 5.38 minutes, travel time is 1.42 and 1.13 hours, service time is 15.83 hours,
travel speed is 25 and 31 km/h, and the average number of passengers is 3,048 and
2,317 people. Those classified as medium include the time between is 10.26 and
10.51 minutes, load factor is 80.28%, vehicle frequency is 6 vehicles/hour, and
operating capacity is 80 places. The criterion that is classified as still lacking is
circulation time is 175.8 minutes. The level of satisfaction of Trans Jateng Bus
service users is classified as very satisfied with a score of 81.82% according to CSI
data. Vehicle frequency and travel speed can be improved for the better
MANAJEMEN KONFLIK PEMERINTAH DAERAH TERHADAP SENGKETA MATA RUMAH PARENTAH ANTARA MATA RUMAH DENGAN SANIRI DAN PEMERINTAH NEGERI DI KABUPATEN MALUKU TENGAH
Proses penetapan mata rumah parentah di Kabupaten Maluku Tengah sering dihadapkan pada konflik yang kompleks antara tradisi dan hukum formal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen konflik yang dilakukan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam menangani sengketa mata rumah parentah di empat negeri, yaitu Negeri Wotay, Negeri Telutih Baru, Negeri Hila, dan Negeri Asilulu. Penelitian ini menggunakan konsep mata rumah parentah dan manajemen konflik dan mengacu pada Face Negotiation Theory sebagai dasar untuk melakukan analisis. Penelitian ini menggunakan metodologi studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui studi dokumen dan wawancara semi- terstruktur. Subjek yang di wawancara terdiri dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Kepala Bagian Pemerintahan Malteng, penjabat negeri, saniri negeri, dan raja dari empat negeri yang dikaji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemda hanya berperan sebagai fasilitator, sementara penjabat negeri dan saniri negeri menjadi perpanjangan tangan Pemda dalam penyelesaian konflik di masing-masing negeri. Penyelesaian konflik dilakukan dengan menerapkan beberapa gaya manajemen konflik yakni dominating, compromising, dan avoiding. Melalui sudut pandang Face Negotiation Theory, ancaman terhadap muka menjadi faktor utama pemicu konflik dan gaya manajemen konflik yang digunakan dapat dipengaruhi oleh faktor budaya dari pihak-pihak yang berkonflik. Face Negotiation Theory menunjukkan bahwa gaya dominating dan competing cenderung berkaitan dengan wajah negatif, sementara gaya compromising lebih mencerminkan wajah positif. Saat ini ketiga negeri masih menerapkan sistem pemerintahan adat dengan pemimpin dari garis lurus mata rumah parentah, sedangkan satu negeri masih dalam proses pemilihan. Kesimpulannya, penyelesaian konflik melibatkan berbagai strategi dengan keputusan akhir dikembalikan kepada masing-masing negeri. Sebagai saran, penelitian selanjutnya dapat menggunakan metode etnografi dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam dan observasi partisipatif agar memperoleh data yang lebih mendalam terkait dinamika dan faktor budaya yang mempengaruhi konflik mata rumah parentah.
Kata Kunci: face negotiation theory, manajemen konflik, mata rumah parentah, pemda, saniri neger
HUBUNGAN MOTIVASI KERJA DAN DISIPLIN KERJA PADA KARYAWAN WISATA PROMAS GREENLAND KENDAL
This study aims to determine the relationship between wrok motivation and work
discipline in Promas Greenland Kendal employees. The sample in this study were
41 Instagram followers, aged 25 to 59 years and actively using social media. The
sampling technique was carried out using the Saturated Quota Sampling
technique. The measuring instruments used were the Work Motivation and Work
Discipline Variables. The hypothesis proposed in this study is that there is a positive
relationship between work motivation and work discipline in Promas Greenland
Kendal employees. The results show that from the hypothesis test the Sig. (2tailed)
value of work motivation and work discipline is 0.000, which is smaller than 0.05
(Sig.≤ 0.05) which means there is a significant relationship between work
motivation and work discipline in Promas Greenland Kendal employees.
Key words: Work motivation, Work Discipline, Employee
HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DENGAN PERILAKU KONSUMTIF PEMBELIAN BAJU BRANDED PADA MAHASISWA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan negatif antara harga
diri dengan perilaku konsumtif pembelian baju branded mahasiswa di Kota
Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional.
Subjek yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 96 orang mahasiswa
dengan kriteria berusia 18 – 25 tahun berdomisili di Kota Semarang. Alat
ukur dalam penelitian ini menggunakan skala harga diri dan skala perilaku
konsumtif pembelian baju branded. Uji hipotesis dengan product moment.
Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi r = -0,686 dengan signifikansi
0,000 atau (p<0,01). Dengan demikian terdapat hubungan negatif sangat
signifikan antara harga diri tinggi dengan perilaku konsumtif dalam
pembelian baju branded. Mahasiswa dengan harga diri tinggi akan memiliki
perilaku konsumtif rendah dalam pembelian baju branded, demikian
sebaliknya. Berdasarkan hasil tersebut, hipotesis penelitian diterima.
Kata kunci : harga diri, perilaku konsumtif pembelian baju branded,
mahasiswa
WELLNESS CENTER DI KOTA SEMARANG
Peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat perkotaan, khususnya di kota besar
seperti Semarang, semakin penting untuk diperhatikan. Dengan iklim tropis, perancangan
fasilitas kesehatan perlu pendekatan khusus, terutama dalam penyembuhan holistik.
Perancangan Wellness Center menggunakan pendekatan Healing Architecture untuk
mengoptimalkan elemen tropis dalam desain arsitektural, mendukung penyembuhan fisik dan
mental. Pendekatan ini menekankan pada ventilasi alami, material ramah lingkungan,
pencahayaan alami, serta penciptaan ruang yang memperhatikan sirkulasi udara dan koneksi
dengan alam.
Kesejahteraan mental masyarakat diperkotaan, khususnya di Kota Semarang, semakin
menjadi perhatian serius karena meningkatkan jumlah kasus gangguan kesehatan mental
seperti depresi dan kecemasan. Menurut riset Kesehatan dasar tahun 2018 ((Riskesdas) 2018,
t.t.), Presentase gangguan kesehatan mental di Indonesia meningkat dari 6,1% pada tahun 2013
menjadi 9,8% pada tahun 2018. Word Health Organization juga menyatakan bahwa ganguan
mental menyebabkan kerugian ekonomi global karena berkurangnya produktivitas sumber
daya manusia (Kesehatan Mental dalam Kedaruratan, t.t.), Hal ini mendorong perlunya
penyediaan fasilitas yang mendukung kesejahteraan mental di masyarakat perkotaan.
Wellness Center ini dirancang dengan pendekatan Healing Architecture, yang
memanfaatkan iklim tropis untuk menciptakan lingkungan yang nyaman dan mendukung
pemulihan pengunjungnya. Pendekatan ini mengintegrasikan elemen arsitektur seperti
sirkulasi udara yang baik, penggunaan material lokal yang ramah lingkungan, serta
memberikan hubungan antara bangunan dan alam sekitarnya. Jl. Marina Raya 88, Kota
Semarang, dipilih sebagai lokasi Wellness Center ini karena kawasan tersebut relatif tenang
dan asri, meskipun berada di pusat kota, sehingga menciptakan suasana yang cocok untuk
relaksasi dan penyembuhan.
Penelitian ini menggunakan studi literatur dan analisis contoh bangunan serupa. Hasilnya
menunjukkan bahwa penerapan prinsip arsitektur tropis seperti pengaturan bukaan,
penggunaan tanaman, dan pemilihan material yang sesuai dengan iklim tropis dapat
menciptakan lingkungan yang mendukung penyembuhan holistik, berkontribusi pada
kesehatan masyarakat, dan memberikan solusi desain yang mendukung kesejahteraan mental
di kawasan perkotaan
GREEN DATA CENTER DI SEMARANG
Pertumbuhan pesat kebutuhan akan data center di Indonesia didorong oleh
digitalisasi dan adopsi teknologi seperti Internet of Things (IoT), big data, dan kecerdasan
buatan. Pertumbuhan ini menghadirkan tantangan besar pada data center, terutama
konsumsi energi dan air, serta kebutuhan akan keamanan. Tugas akhir ini mengusung
perancangan Green Data Center sebagai solusi arsitektural yang berkelanjutan dan aman
terhadap isu-isu tersebut.
Tujuan utama dari perancangan ini adalah menciptakan bentuk dan tata ruang
bangunan data center yang efisien, aman, serta mendukung passive cooling untuk
menurunkan konsumsi air dan listrik secara signifikan. Pendekatan desain
mengintergrasikan konsep green dengan green building dengan elemen-elemen desain yang
timeless dari sisi kenetralan arsitektur kontemporer, serta menyesuaikan dengan iklim tropis
Semarang. Hasil perancangan diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam
pengembangan data center berkelanjutan dari segi arsitektur
ANALISIS PENGARUH LIKUIDITAS DAN SOLVABILITAS TERHADAP PROFITABILITAS PERUSAHAAN SEKTOR TEKNOLOGI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2021 - 2023
Penelitian ini menganalisis mengenai pengaruh likuiditas dan solvabilitas terhadap
profitabilitas yang diukur melalui dependen Return on Equity (ROE) pada perusahaan sektor
teknologi dan IT Services yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2021-2023.
Tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh likuiditas yang diproyeksikan dengan
Quick Ratio, Current Ratio, Cash Ratio dan solvabilitas yang diproyeksikan oleh Debt to Asset
Ratio (DAR) dan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap profitabilitas perusahaan yang diukur
melalui ROE. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis regresi linier
berganda dengan teknik pengambilan sampel dengan syarat tertentu purposive sampling melalui
annual report perusahaan sektor teknologi yang diperoleh dari IDX. Berdasarkan hasil
penelitian, Quick Ratio, Current Ratio, Cash Ratio, Debt to Asset Ratio (DAR) tidak memiliki
pengaruh terhadap Return on Equity (ROE). Sedangkan, salah satu rasio solvabilitas yaitu Debt
to Equity Ratio (DER) sebagai variabel independen memiliki pengaruh terhadap ROE dengan
nilai (p-value) sebesar 0.07<0.002. Size sebagai variabel kontrol juga berpengaruh terhadap
profitabilitas perusahaan
HUBUNGAN ANTARA STRES DENGAN KUALITAS TIDUR YANG BURUK PADA REMAJA DI CIKARANG
Penelitian ini mengkaji hubungan antara stres dan kualitas tidur pada remaja di
Cikarang, sebuah wilayah industri padat dan menghadapi tekanan di tengah
lingkungan perkotaan sibuk dan tekanan akademik yang tinggi. Hipotesis dalam
penelitian ini adalah terdapat hubungan positif antara tingkat stres dan buruknya
kualitas tidur pada remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif
korelasional. Partisipan berjumlah 106 remaja berusia 15–17 tahun yang tinggal di
Cikarang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan
kriteria remaja tidak mengalami kesehatan mental, dan tidak mengonsumsi obatobatan
yang mempengaruhi tidur dalam satu bulan terakhir. Alat ukur yang
digunakan adalah Perceived Stress Scale (PSS-10) dan Pittsburgh Sleep Quality
Index (PSQI). Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman’s Rho. Hasil
menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara stres dan kualitas tidur (r =
0,628; p < 0,01). Artinya, semakin tinggi tingkat stres yang dialami remaja, semakin
buruk kualitas tidurnya. Hipotesis dalam penelitian ini diterima.
Kata kunci: kualitas tidur, tingkat stres, remaja