Jurnal Pengembangan Energi Nuklir
Not a member yet
349 research outputs found
Sort by
Analisis Morfotektonik dan Pemetaan Geologi pada Identifikasi Sesar Permukaan di daerah Plampang, Pulau Ngali dan Pulau Rakit, Provinsi Nusa Tenggara Barat
Kebutuhan listrik di Indonesia semakin meningkat terutama di Indonesia bagian tengah dan timur, maka diperlukan pembangkit listrik untuk memasok kebutuhan tersebut, dan wacananya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan salah satu kawasan strategis yang memerlukan listrik terutama untuk industri pariwisata, namun demikian, daerah NTB rawan terhadap bahaya gempabumi, yaitu guncangan dan bahaya ikutan, seperti retakan tanah, likuifaksi dan gerakan tanah atau longsor. Sesar permukaan yang termasuk sesar aktif adalah salah satu jenis bahaya gempabumi yang harus dihindari. Penyelidikan ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya sesar permukaan di daerah NTB, yaitu di Plampang, Pulau Ngali, Pulau Rakit. Metodologi yang digunakan meliputi pengamatan morfologi, morfotektonik, singkapan batuan, dan unsur-unsur pensesaran permukaan, dan pemetaan geologi. Hasil penyelidikan menunjukkan tidak terindikasi adanya sesar permukaan di daerah Plampang, Pulau Ngali, Pulau Rakit, namun hanya didapatkan beberapa kelurusan dan kekar dan indikasi sesar minor saja. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa tidak ditemukan adanya pensesaran permukaan di NTB khususnya di daerah Plampang, Pulau Ngali, dan Pulau Rakit
Analisis Spektrum Respon Desain Gedung Reaktor RDE Menggunakan SAP2000
Daerah Serpong yang terletak di Indonesia bagian barat merupakan wilayah dengan Gempa bumi tinggi dan dapat memunculkan energi yang disebabkan dari patahan aktif dan gerak-gerak lempeng bumi. Adanya gempa yang terjadi dapat mengakibatkan kerusakan struktur gedung di atas permukaan. Hal ini perlu memperhitungkan beban lateral (gempa bumi) pada perencanaan gedung reaktor RDE yang dianalisis menggunakan cara statik ekivalen dan analisis dinamik (respons spektrum dan riwayat waktu). Struktur bangunan yang tidak beraturan dan mempunyai tingkat banyak dapat dianalisis menggunakan analisis dinamik untuk pengaruh gempa terhadap struktur. Analisis yang digunakan ini memperhitungkan beban lateral pada gempa bumi ada dua, yakni Analisis statik dan analisis dinamik. Pada cara elastis dibedakan Analisis Ragam Riwayat Waktu (Time History Modal Analysis), dimana cara ini diperlukan rekaman percepatan gempa dan Analisis Ragam Respons spektrum (Respons Spectrum Model Analysis), dan pada cara ini respons maksimum setiap ragam getar yang terjadi didapat dari Respons spektrum Rencana (Design Spectra). Metode penelitian ini menggunakan analisis dinamik respons spektrum yang dibantu dengan program SAP2000. Berdasarkan hasil analisis dinamik respon spektrum yang menggunakan gempa rencana berdasarkan SNI 1726-2012, didapatkan bahwa bangunan mempunyai nilai S1 0,30g dan Ss 0,75g. Analisis tekan tanah pada dinding basement tiap m2 adalah 27,361 kN/m2 atau 0,2,736 t/m2 Periode getar adalah 0,0926 detik, koefisien respon seismik adalah 0,1800, distribusi gaya lateral 578,489 ton besarnya gaya tersebut dibebankan pada pusat massa struktur tiap-tiap lantai tingkat sehingga apabila ditinjau berdasarkan ATC-40 termasuk dalam kategori level Immediate Occupancy
Reviu Implementasi Thorcon Molten Salt Reactor di Indonesia
REVIU IMPLEMENTASI THORCON MOLTEN SALT REACTOR DI INDONESIA. Thorcon Molten Salt Reactor (Thorcon MSR) merupakan jenis PLTN generasi ke-4 yang dirancang oleh Martingle Inc. Amerika Serikat. PLTN ini berbahan bakar, dan berpendingin garam cair , beroperasi pada temperatur tinggi dan tekanannya mendekati tekanan atmosfir. PLTN ini berdaya 1000 MWe yang dihasilkan oleh 4 modul dengan daya masing-masing 250 MWe. Makalah ini bertujuan untuk menguraikan dan memberi gambaran tentang kelayakan ThorCon MSR kepada pemangku kepentingan ketika akan diimplementasikan di Indonesia. Metodologi yang digunakan adalah mempelajari berbagai pustaka tentang teknologi Thorcon, ketersediaan SDM, partisipasi nasional dan regulasinya, serta dilakukan dengan analisis SWOT (Strength, Weaknesses, Opportunities, Threats). Jenis PLTN ini layak diimplementasikan dalam jangka panjang di Indonesia karena mempunyai aspek keselamatan tinggi, dan mudah dikonstruksi tetapi berbagai kendala masih perlu diselesaikan seperti status teknologi masih desain konsep, SDM belum tersedia, dan belum mendapat sertifikasi dari lembaga yang berwenang
Ketersediaan Uranium Di Indonesia Untuk Memenuhi Kebutuhan Bahan Bakar PLTN
Bahan bakar nuklir merupakan komponen penting PLTN dalam menghasilkan panas. Besarnya kebutuhan bahan bakar nuklir akan mempengaruhi jumlah penyediaan bijih uranium. Demi menjaga keberlangsungan operasi PLTN, sangat penting untuk menjaga keseimbangan kebutuhan dan pasokan uranium. Oleh karena itu, sebelum PLTN dibangun di Indonesia perlu dilakukan analisis ketersediaan uranium, agar dapat dibuat strategi pasokan uranium yang baik. Metoda yang digunakan meliputi mengumpulkan data cadangan uranium di Indonesia, lalu menyusun spread sheet Nuclear Fuel Mass Balance (NFMB) Calculator untuk menghitung jumlah kebutuhan uranium pada setiap tahap siklus bahan bakar nuklir, selanjutnya membandingkan antara kebutuhan riil uranium PLTN dan cadangan uranium yang dimiliki oleh Indonesia. Hasil analisis ini memperlihatkan bahwa PLTN jenis PWR dengan kapasitas 1.000 MWe akan menghasilkan energi listrik sebesar 7.884 GWh dalam setahun. Dengan burn-up 43 GWd/tonU maka kebutuhan bahan bakar nuklir per tahun sekitar 28,93 ton yang didapatkan dari uranium alam U3O8 (yellow cake) sebanyak 244,68 ton atau setara dengan 108.362,2 ton bijih uranium. Dengan cadangan uranium Indonesia 70.000 ton dalam bentuk yellow cake, akan mampu memenuhi kebutuhan bagi 7 unit PLTN dengan kapasitas masing-masing 1.000 MWe yang beroperasi untuk 40 tahun
Conceptual Design On N16 Decay Chamber For Modified TRIGA-2000 With Plate-Type Fuel
Conceptual Design On N16 Decay Chamber For Modified TRIGA-2000 With Plate-Type Fuel. the TRIGA-2000 is a research reactor in bandung that will be modified using plate-type fuel. The reactor core cooling system is changed from the natural convection cooling mode to the forced convection mode. The purpose of the study is to assess the conceptual design for the decay chamber of N16 nuclide in the primary cooling system of the reactor. In this design, the hold-up system decays the nuclide of N16 resulted from neutron activation product. In the period of 50 seconds, the activity of N16 (T1/2= 7.13 seconds) decays 7 time from half life to low level. The cube shape of decay chamber is provided a plate with 4 hollows and facility to flush the cavitation bubbles. The decay chamber, which is submerged into the bulk shielding as located outside of the reactor pool. The conceptual design uses the Fluent software compared with the analytical estimation for flow velocity in the decay chamber. The result shows a good agreement range with the analytical estimations. The uniform flow profile can be obtained at the velocity of about 0.4 m/s. Water flow life time of 50 seconds in the decay chamber with the capacity of 3.5 m3 is able to decay the N16 nuclide to low level. This decay chamber is expected to contribute in completing the design of reactor primary coolant system using the forced convection mode
Penelitian dan Pengembangan Material Struktur Reaktor Maju
PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN MATERIAL STRUKTUR REAKTOR MAJU. Pengoperasian suatu pembangkit listrik tenaga nuklir secara selamat dan ekonomis sangat tergantung kepada ketersediaan material struktur yang handal. Selama umur operasi reaktor yang dewasa ini mencapai 60 tahun, material struktur terpapar temperatur yang tinggi, lingkungan korosif dan medan radiasi kuat yang terjadi akibat proses fisi. Struktur penopang bahan bakar akan memiliki umur lebih singkat dalam lingkungan demikian. Sementara itu tuntutan dalam pengembangan reaktor maju masa depan adalah temperatur operasi dan burnup yang lebih tinggi untuk meningkatkan efisiensi operasi reaktor. Material yang mampu mengatasi kondisi itu harus stabil secara dimensional dalam medan radiasi, baik dengan maupun tanpa adanya stress, serta memiliki sifat yang baik di lingkungan yang korosif. Makalah ini menelaah secara singkat litbang material struktur reaktor yang potensial digunakan dalam sistem reaktor maju, seperti baja ferritic/martensitic, baja ODS, dan keramik, termasuk sintesis baja ODS yang dikembangkan di BATAN. Selain itu dikaji pula kerusakan radiasi pada material struktur serta sintesis dan simulasi kinerja perisai radiasi menggunakan paket program MCNP5. Hasil kajian menunjukkan bahwa walaupun hasil yang ada sudah cukup baik, masih diperlukan litbang lebih lanjut guna mendapatkan material yang memenuhi kriteria yang diinginkan, baik melalui eksperimen maupun secara simulasi dan pemodelan dengan komputer
The Implementation of Importance Measure Approaches for Criticality Analysis in Fault Tree Analysis: A Review
THE IMPLEMENTATION OF IMPORTANCE MEASURE APPROACHES FOR CRITICALITY ANALYSIS IN FAULT TREE ANALYSIS: A REVIEW.Fault tree analysis (FTA) has been widely applied in nuclear power plant (NPP) probabilistic safety assessment to evaluate the reliability of a safety system. In FTA, criticality analysis is performed to identify the weakest paths in the system designs and components. For this purpose, an importance measure approach can be applied. Risk managers can apply information obtained from this analysis to improve safety by implementing risk reduction measure into the new design or build a more innovative design. Various importance measure approaches have been developed and proposed for criticality analysis in FTA. Each important measure approach offers specific purposes and advantages but has limitations. Therefore, it is necessary to understand characteristics of each approach in order to select the most appropriate approach to reach the purpose of the study. The objective of this study is to review the current implementations of importance measure approaches to rank individual basic events and/or minimal cut sets regarding their contributions to the unreliability or unavailability of NPP safety systems. This study classified importance measure approaches into two groups, i.e. probability–based importance measure approaches and fuzzy–based importance measure approaches. This study concluded that clear understanding of the purpose of the study, the type of reliability data at hands, and the uncertainty in the calculation need to be considered prior to the selection of the appropriate importance measure approach to the study of interest.
Identifikasi Patahan Pada Batuan Sedimen Menggunakan Metode Geolistrik Konfigurasi Dipole-Dipole di Tapak RDE Serpong, Banten
IDENTIFIKASI PATAHAN PADA BATUAN SEDIMEN MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI DIPOLE-DIPOLE DI TAPAK RDE SERPONG, BANTEN. Telah dilakukan identifikasi patahan menggunakan metode geolistrik dengan konfigurasi dipole- dipole yang melintang terhadap kelurusan berarah Tenggara–Barat Laut di Tapak Reaktor Daya Ekperimental (RDE). Pengukuran geolistrik ini merupakan bagian kegiatan evaluasi tapak RDE Serpong untuk menunjukkan kelayakan tapak RDE dari patahan. Perka BAPETEN Nomor 8 tahun 2013 mensyaratkan bahwa tidak boleh terdapat patahan kapabel dalam radius 5 km dari tapak. Tujuan penelitian adalah membuktikan ada atau tidaknya patahan dalam radius 5 km berdasarkan analisis geolistrik. Metode yang digunakan adalah pendataan resisitivitas batuan bawah permukaan dalam konfigurasi dipole-dipole yang memiliki dua elektroda arus dan dua elektroda potensial. Interpretasi data geolistrik didasarkanpada pola resistivitas yang berkaitan dengan sifat fisik batuan/pelapisan. Batuan yang tidak terkonsolidasi dengan baik memberikan nilai resistivitas yang tinggi atau sebaliknya lapisan batuan yang kompak dan masiv yang ditunjukkan nilai resistivitas rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam radius 5 km pada formasi batuan batupasir dan batulempung tidak terdapat perbedaan pola resistivitas yang signifikan terkait dengan keberadaan patahan.Kata kunci: Kelurusan, patahan, geolistrik, resistivita