Jurnal Pengembangan Energi Nuklir
Not a member yet
    349 research outputs found

    HARGA DAN TARIF LISTRIK PLTN DI DUNIA

    Get PDF
    ABSTRAKHARGA DAN TARIF LISTRIK PLTN DI DUNIA. Pembangunan PLTN masih menjadi isu kontroversi. Kalangan industri nuklir dan pihak-pihak yang pro nuklir berusaha menyajikan perhitungan biaya listrik PLTN yang optimistik. Sementara kalangan industri pembangkitan dan pihak-pihak yang anti nuklir menyajikan perhitungan biaya listrik PLTN pesimistik. Untuk itu penelitian biaya pembangkit listrik berbahan bakar nuklir perlu disajikan secara ilmiah apa adanya agar kontroversi dapat dikurangi. Penelitian menggunakan data capital cost untuk EPC (Engineering Procorument Construction) PLTN berasal dari benua Asia, Amerika dan Eropa, biaya operasional dan perawatan menggunakan data pengalaman PLN, dan biaya bahan bakar nuklir menggunakan data tahun 2008 dengan skenario harga tertinggi, terendah dan rata-rata. Metodologi yang digunakan adalah membandingkan biaya pembangkit listrik dengan menggunakan program LEGECOST yang dikeluarkan oleh IAEA (International Atomic Energy Agency), sedangkan perhitungan harga tarif listrik menggunakan program yang dibuat oleh PLN Litbang. Dengan menggunakan discount rate 10%, hasil perhitungan menunjukkan bahwa harga keekonomian PLTN termurah kurang dari 3,7 cents US/kWh(China)danhargatariflistriktermurahratarata5,5centsUS/kWh (China) dan harga tarif listrik termurah rata-rata 5,5 cents US/kWh (Korea Selatan). Sedangkan di negara-negara Eropa, sedikit lebih mahal dari harga tarif listrik PLTN di Asia. Biaya pembangkitan dan harga tarif listrik PLTN di Amerika Serikat kurang kompetitif karena biaya investasinya relatif mahal. Perbedaan biaya pembangkitan dan harga tarif listrik di masing-masing negara disebabkan perbedaan gaji dan upah tenaga kerja, pengaruh kenaikan bahan material, struktur spesifikasi konstruksi yang dibuat, peraturan yang terkait dengan PLTN dan masalah lingkungan.Kata kunci: biaya pembangkitan listrik, harga tarif listrik, PLTN ABSTRACTNPP ELECTRICAL PRICE AND TARIFF IN THE WORLD. Construction of a Nuclear Power Plant (NPP) is always become a controversial issue. Nuclear utility and other party which support the NPP present a calculation of NPP electricity cost too optimistic. However for utility and other party that contra to nuclear present a calculation of NPP electricity cost too pessimistic. This study present to reduce the controversy of nuclear cost. In this study, capital cost (Engineering Procurement Construction, EPC) was taken from Asian, America and Europe, operating and maintenance cost uses experience data of PLN, and nuclear fuel cost uses data year of 2008 with high price, low price and average price scenario. The methodological tools used to compare electricity generation cost was LEGECOST, a program developed by IAEA (International Atomic Energy Agency), while for electricity tarif- price calculation using a program developed by PLN research and development centert. With the discount rate 10%, the resulst shows that the cheapest electricity generation cost of NPP is less than 40 mills/kWh, and average electricity tariff was 55 mills/kWh. In the Europe countries the electricity tariff more expensive than NPP in Asia. However generating cost and electricity tariff of NPP in United Stated of America (USA) less competitive because investment cost more expensive. Generating cost and electricity tariff was different at each country depend on salary, labor wage, materials price, construction specification, regulation related to NPP and environment aspect.Keyword: electricity generating cost, electricity tariff, Nuclear Power Plan

    IDENTIFIKASI KEANEKARAGAMAN FLORA DAN FAUNA BERAU KALIMANTAN TIMUR PADA KEGIATAN PRA SURVEI TAPAK PLTN

    Get PDF
    ABSTRAKIDENTIFIKASI KEANEKARAGAMAN FLORA DAN FAUNA BERAU KALIMANTAN TIMUR PADA KEGIATAN PRA SURVEI TAPAK PLTN. Dalam kegiatan prasurvei calon tapak PLTN, aspek lingkungan termasuk kategori aspek non keselamatan, namun demikian keberadaannya sebagai kawasan penting perlu dipertimbangkan. Kegiatan pra survei tapak PLTN di Berau Kalimantan Timur dilakukan dalam rangka menindaklanjuti hasil kesepakatan Gubernur di Kalimantan. Tujuan kegiatan adalah mengidentifikasi keanekaragaman flora dan fauna di Berau Kaltim guna melengkapi data base untuk aspek lingkungan kegiatan survei calon tapak PLTN. Metode yang digunakan adalah melakukan inventarisasi dan identifikasi flora-fauna melalui pengumpulan data sekunder, membuat zonasi kawasan endangered species berdasarkan jenisnya, dan menganalisis serta mengevaluasi kesesuaiannya. Lokasi survei memprioritaskan daerah pantai Kecamatan Sambaliung, Derawan, Maratua, Tabalar, Biatan-Lempake, Talisayan, Batu Putih dan Biduk-Biduk Kabupaten Berau, Propinsi Kalimantan Timur. Kegiatan dilakukan pada Juni 2008 – Juni 2009. Hasil menunjukkan bahwa di lokasi kajian ditemukan berbagai spesies flora dan fauna yang dikategorikan dilindungi sesuai UU RI No. 5 tahun 1990, namun demikian, beberapa daerah seperti Tanjung Pandan, Tanjung Bohe bagian utara, Tanjung Ulingan bagian selatan, Kecamatan Pulau Derawan, dan Batu Putih Kecamatan Talisayan, serta Teluk Sulaiman, Kecamatan Biduk-Biduk perlu studi lebih lanjut dan dipertimbangkan untuk penetapan daerah interest PLTN karena memenuhi kriteria yang ada.Kata kunci: keanekaragaman flora dan fauna, survei tapak, PLTN ABSTRACTIDENTIFICATION OF FLORA AND FAUNA BIODIVERSITY AT BERAU, EAST KALIMANTAN IN NPP PRE SITE SURVEY. In pre survey activity of NPP site candidate, environmental aspect is a part of non safety aspect, but the existence as an important area is needed to consider. Pre survey activity of NPP site at Berau East Kalimantan is done for follow up result of agreement of Governor in Kalimantan. Purpose of study is to identify fauna and flora biodiversity in Berau Kaltim to complete the data base of environmental aspect at survey activity of NPP site candidate The method used is to conduct an inventory and identification of flora-fauna through secondary data collection, making zoning area based on the type of endangered species, and analyze and evaluate the suitability. The survey location priority the coast area such as Sambaliung District, Derawan, Maratua, Tabalar, Biatan-Lempake, Talisayan, Batu Putih and Biduk-Biduk District, Berau Regency, East Kalimantan Province. Activity is done at June 2008 - June 2009. The results showed that there were various species of flora and fauna that are categorized protected under Law Decree no. 5 of 1990 in the study location. However, some areas such as Tanjung Pandan, Tanjung Bohe northern, southern of Tanjung Ulingan, District Derawan Island, and Batu Putih Talisayan District, and Teluk Sulaiman, Biduk-Biduk District need further study and consideration for zoning interest in nuclear power plants because they meet the existing criteria.Keywords: flora dan fauna biodiversity, site survey, NP

    SUMBER POTENSIAL BAHAYA EKSTERNAL AKIBAT KEGIATAN MANUSIA PADA SURVEI TAPAK PLTN

    Get PDF
    ABSTRAKSUMBER POTENSIAL BAHAYA EKSTERNAL AKIBAT KEGIATAN MANUSIA PADA SURVEI TAPAK PLTN. Dalam Safety Series No. 50-SG-S9 IAEA Guides diterangkan bahwa ”kejadian akibat kegiatan manusia” merupakan salah satu aspek penting dalam analisis regional pada kegiatan survei tapak PLTN. IAEA menerbitkan Safety Guide No. NS-G-3.1 tentang pedoman evaluasi tapak PLTN terkait potensi bahayanya. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi berbagai jenis kegiatan manusia yang menimbulkan kejadian eksternal dan kriteria Screening Distance Value (SDV) pada kegiatan survei dan evaluasi tapak PLTN. Pada kajian ini dibahas beberapa kegiatan yang menurut IAEA mempunyai potensi menimbulkan tumbukan, ledakan, lepasnya bahan beracun/toksik, awan racun dan kebakaran yang dapat mengancam keselamatan PLTN. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka termasuk pengalaman terbaik dari beberapa negara yang mengoperasikan PLTN. Hasil menunjukkan bahwa keberadaan bandara, pelabuhan, instalasi militer, industri kimia dan kilang minyak merupakan kegiatan manusia yang perlu diperhatikan karena dapat menjadi pemicu kejadian eksternal dan mengancam keselamatan PLTN.Kata kunci: bahaya eksternal, tapak PLTN, SDV ABSTRACTPOTENCIAL SOURCES OF EXTERNAL HAZARDS BY HUMAN INDUCED EVENTS ON NPP SITE SURVEY. In Safety Series No.50-SG-S9 IAEA Guides described that man induced events is one of the important aspect on regional analysis of NPP site survey activities. Referring to he potential hazard, IAEA have published a guidance of Safety Guide IAEA NS-G-31 of External Human Induced Events. The objective of the assessment is to identify external man induced events and determine Screening Distance Value (SDV) criteria related to site survey and site evaluation activity. In this assessment, some human activities that have potential to generate missile impact, blasting, toxic material release, toxic cloud and firethat threat of NPP safety will be discussed. The method applied in the study is literature study including best practice of several countries that have been operating NPP. The results howed that airport and harbor existing, military installation, chemical industry and oil refinery are human activity that need attention because that can initiate the external events and threat NPP safety.Keywords: external hazard, NPP site, SD

    ANALISIS PENGARUH TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI TERHADAP KEEKONOMIAN PLTN

    Get PDF
    ABSTRAKANALISIS PENGARUH TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI TERHADAP KEEKONOMIAN PLTN. Telah dilakukan studi pengaruh tingkat komponen dalam negeri terhadap keenomian PLTN. Lingkup penelitian ini meliputi telaah teknologi sistem PLTN (Optimized Power Reactor, OPR-1000), kemampuan industri nasional untuk berpartisipasi dalam pembangunan PLTN dan analisis pengaruh keekonomiannya. Analisis ekonomi dilakukan untuk pembangunan 2 unit PLTN OPR-1000. Dari hasil studi dapat disimpulkan bahwa: (1) TKDN untuk pembangunan PLTN Indonesia yang pertama adalah sebesar 35,24% untuk kasus pesimis dan 43,86% untuk kasus optimis. (2) Pemenuhan angka TKDN tersebut perlu didukung pemerintah berupa kebijakan industri, terutama yang terkait dengan proses alih teknologi. (3) Besarnya biaya pembangkitan yang dapat dihemat per tahun pada penerapan TKDN pesimis berkisar antara US14,55jutaUS 14,55 juta - US 14,57 juta dan pada TKDN optimis berkisar antara US22,23jutaUS 22,23 juta - US 22,26 juta. (4) Penerapan TKDN memberikan dampak penurunan biaya pembangkitan listrik berkisar antara 1,75% - 1,76% untuk kasus pesimis dan 2,67% - 2,68% untuk kasus optimis.Kata kunci: komponen dalam negeri, keekonomian, PLTN, alih teknologi ABSTRACTANALYSIS ON THE EFFECT OF LOCAL CONTENT TO THE ECONOMIC ASPECT OF NPP. Study analysis on the effect of local content to the economic aspect of NPP has already been conducted. This scope of study covers: NPP technology system analysis (OPR-1000), national industry capability to participate in NPP construction and effect analysis toward the economic. Economic analysis is conducted for 2 units NPP OPR-1000. This study concludes that: (1) The level of local content for the first 2 units NPP in Indonesia about 35,34% (pessimistic case) and 43,38% (optimistic case). (2) To reach the local content government support is needed, i.e. policy of industry, particularly the police related to technology transfer. (3) The total generation cost that could be saved per year in pessimistic case is around US14.55millionUS 14.55 million - US 14.57 million and in optimistic case it is around US22.23millionUS 22.23 million – US 22.26 million. (4) The local content implementation will provide decreasing of generation cost about 1.75% up to 1.76% in pessimistic case, and around 2.67% up to 2.68% in optimistic case.Keywords: local content, economic, NPP, technology transfe

    PANTAI UTARA KABUPATEN BATANG SEBAGAI ALTERNATIF CALON TAPAK PLTN

    Get PDF
    ABSTRAKPANTAI UTARA KABUPATEN BATANG SEBAGAI ALTERNATIF CALON TAPAK PLTN. Telah dilakukan analisis mengenai beberapa aspek yang disyaratkan oleh Badan Tenaga Atom Internasional yang meliputi aspek antara lain: pensesaran permukaan (surface faulting), kegempaan (seismicity), material bawah permukaan (Suitability of subsurface materials), kegunungapian, banjir pantai dan banjir sungai, berdasarkan data sekunder dan analisis literatur. Tujuan analisis adalah untuk mendapatkan alternatif calon lokasi tapak interes di Pulau Jawa untuk pengembangan PLTN di Indonesia pada masa yang akan datang. Hasil analisis menunjukkan bahwa di lokasi yang ditinjau (Pantai Utara Kabupaten Batang) tidak terdapat indikasi sesar kapabel yang dapat membahayakan lokasi calon tapak dan kegempaan termasuk rendah. Pantai Utara Kabupaten Batang tersusun oleh batuan sedimen klastik formasi Damar yang diduga memiliki daya dukung baik, sehingga cukup baik untuk calon lokasi tapak PLTN. Aspek kegunungapian di wilayah tinjauan dipertimbangkan sebagai salah satu aspek keselamatan terpenting dalam analisis kelayakan tapak. Sebaran batuan gunungapi Jembangan mempunyai jarak terjauh 33,24 km, dan tidak mencapai pantai utara. Elevasi sebagian pantai utara Batang > 5m sehingga bebas dari bahaya banjir. Daerah yang baik untuk dikembangkan dan ditindaklanjuti sebagai alternatif calon tapak PLTN meliputi pantai kecamatan Batang (> 500 ha) dan pantai Kecamatan Subah-Gringsing (> 3500 ha).Kata kunci: tapak, PLTN, keselamatan, Kabupaten Batang ABSTRACTNORTH COAST OF BATANG REGENCY AS AN ALTERNATIVE OF NPP’S CANDIDATE SITE. It has been analysis that several aspects as required by International Atomic Energy Agency covering among other: surface faulting, seismicity, suitability of subsurface materials, volcanology, coastal flooding and river flooding, based on secondary data and literature analysis. The analysis is aimed in order to have an alternative of candidate site in Java Island for future Indonesia NPP development. The results of analysis indicate that North Coast of Batang Region did not have capable fault indication which is endanger potential location of candidate site and the seismicity of north coast is with in low category. The North Coast of Batang Region is composed by sediment clastic rock of Damar formation that have a good support capability, hence the North Coast of Batang Region has been considered as a good candidate NPP site. Volcanology aspect in Batang Region is considered as one of the most safety aspect. The farthest distance of Jembangan’s volcano product distribution is 33.24 km and it was not reach the north coast. Elevations of some places in Batang north coasts are > 5m that mean are free from flooding hazard potential. The interest areas to be developed as an alternative NPP location cover coast of Batang’s district (> 500 ha) and coast of Subah-Gringsing’s district (> 3500 ha).Keyword: site, NPP, safety, Batang Regenc

    MANAGEMENT OF RADIOACTIVE WASTE FROM OPERATION OF NUCLEAR POWER PLANT -PERSPECTIVE FOR INDONESIAN PROGRAM-

    Get PDF
    ABSTRACTMANAGEMENT OF RADIOACTIVE WASTE FROM OPERATION OF NUCLEAR POWER PLANT -PERSPECTIVE FOR INDONESIAN PROGRAM-. Nuclear power is the only energy industry which takes full responsibility for all its wastes, and costs this into the product. Nuclear power is characterized by the very large amount of energy available from a very small amount of fuel. The amount of waste is also relatively small. It is predicted in the near future of Indonesia NPP program, about approximately 200m3 of low and intermediate level waste and 6,76m3 of spent fuel is taken each year from the core of a l000 MWe Nuclear Power Plant. There is a new option for the spent fuel management i.e. repatriation of the spent fuel to the supplier country through Global Energy Partnership (GNEP) or Developing Global Nuclear Infrastructure (DGNI) programs. Disposal methods for radioactive wastes vary in many countries. The two main options currently employed or planned by countries are, near surface disposal facilities (for short lived and low level waste); and geologic repositories (for long lived and high level waste).Keywords: radioactive waste, management, nuclear power plant, prediction, disposal ABSTRAKPENGELOLAAN LIMBAH RADIOAKTIF DARI OPERASI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA NUKLIR -PERSPEKTIF UNTUK PROGRAM INDONESIA. Tenaga nuklir merupakan satu-satunya industri energi yang bertanggungjawab penuh seluruh limbah yang dihasilkannya., termasuk memperhitungkan biaya limbah dalam produksi listrik. Tenaga nuklir dicirikan dengan energi yang sangat besar berasal dari kuantitas bahan bakar yang sangat kecil. Limbah yang dihasilkannya kuantitasnya juga kecil. Diprediksikan dari operasi tiap 1000MWe PLTN di Indonesia yang akan dibangun dalam waktu dekat, akan dihasilkan 200m3 limbah aktivitas rendah dan sedang serta 6,76m3 bahan bakar bekas. Ada opsi lain untuk pengelolaan bahan bakar bekas, yaitu repatriasi ke negara asal melalui program Global Energy Partnership (GNEP) atau Developing Global Nuclear Infrastructure (DGNI). Pembuangan limbah radioaktif bervariasi di berbagai negara. Dua opsi utama adalah pembuangan limbah dekat permukaan (aktivitas rendah dan sedang), dan pembuangan di lapisan geologi (limbah umur panjang dan aktivitas tinggi).Kata kunci: limbah radioaktif, pengelolaan, pembangkit listrik tenaga nuklir, prediksi, disposa

    PEMODELAN TRANSPORT SEDIMEN DI PERAIRAN PESISIR SEMENANJUNG MURIA, JEPARA

    Get PDF
    ABSTRAKPEMODELAN TRANSPORT SEDIMEN DI PERAIRAN PESISIR SEMENANJUNG MURIA, JEPARA. Penelitian pergerakan transport sedimen di perairan Semenanjung Muria telah dilakukan. Dalam studi ini digunakan model matematika yang terdiri dari model hidrodinamika dan model transport sedimen. Input data yang digunakan dalam model adalah pasang surut, angin muson, dan debit sungai. Hasil simulasi pemodelan transport sedimen menunjukkan bahwa penyebab utama dari variasi pola distribusi sedimen tersuspensi di perairan Semenanjung Muria adalah pasang surut dan variasi musim.Kata kunci: pemodelan, transpot sedimen, hidrodinamika ABSTRACTMODELLING OF SEDIMENT TRANSPORT AT MURIA PENINSULA COASTAL, JEPARA. Modelling of transport sediment modelling at Muria Peninsula have been done. In this study we had been used mathematical model that consist of hydrodynamics and sediment transport . Data input for modelling has been used tidal, moonson wind, and river debit. Simulation result of sedimen transport modelling showed that tides pattern and seasonal variations are the main causes of variations in the suspended sediment distribution in Muria Peninsula.Keywords: modelling, sediment transport, hydrodynamic

    KANDUNGAN LOGAM BERAT (Co, Cr, Cs, As, Sc, DAN Fe) DALAM SEDIMEN DI KAWASAN PESISIR SEMENANJUNG MURIA

    Get PDF
    ABSTRAKKANDUNGAN LOGAM BERAT (Co, Cr, Cs, As, Sc, DAN Fe) DALAM SEDIMEN DI KAWASAN PESISIR SEMENANJUNG MURIA. Pengukuran kandungan logam berat Co, Cr, Cs, As, Sc, dan Fe dalam sedimen telah dilakukan untuk pemutahiran data logam berat di perairan pesisir Semenanjung Muria. Penelitian ini merupakan salah satu aspek evaluasi kondisi lingkungan pada lokasi tapak rencana pembangunan PLTN dan evaluasi lngkungan setelah beroperasinya PLTU Tanjungjati B. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengantisipasi perubahan data rona awal yang diakibatkan oleh masukan kontaminan baik dari daratan maupun dari laut. Lokasi sampling dilakukan pada titik koordinat antara 110048’28,5’’ Bujur Timur; 06024’51,0’’ Lintang Selatan sampai 110049’45,0’’ Bujur Timur; 06024’40,0’’ Lintang Selatan. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode coring. Analisis logam berat dilakukan dengan metode AAN (Analisis Aktivasi Netron). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi logam berat Co, Cr, Cs, As, Sc, dan Fe di sedimen perairan Semenanjung Muria rata-rata berkisar antara 15,5 – 17,4 ppm untuk logam Co; 44,2 – 56,2 ppm untuk logam Cr; 5,1 – 5,8 ppm untuk logam Cs; 9,6 – 12,9 ppm untuk logam As; 15,7 – 18,4 ppm untuk logam Sc; dan 44,7 – 47,5 ppm untuk logam Fe.Kata kunci: logam berat, sedimen, PLTN, PLTU, dan AAN ABSTRACTCONTENT OF HEAVY METALS (Co, Cr, Cs, As, Sc, AND Fe) IN SEDIMENT AT MURIA PENINSULA COASTAL. Measurement of heavy metals that containing of Co, Cr, Cs, As, Sc, and Fe have been done for updating heavy metals data in Muria Peninsula coastal. This research is one of aspect of environmental condition evaluation at NPP site and an evaluation of environmental after operation of Tanjungjati CPP. (Coal Power Plant). The objective of this research is to anticipate change of environmental profile data resulting from contaminant both from land and marine base source pollution. Sediment sample was obtained from coastal waters at Muria Peninsula, Jepara, that located between ranged 110056’06.7”- 110044’01.7” (E) and 06023’99.3”- 06025’49.1’’(S). Sampling method was carried by using coring methods. While the analysis of heavy metal was carried out by using NAA (Neutron Activation Analysis). The result showed that the concentration of Co, Cr, Cs, As, Sc, and Fe in Muria Peninsula coastal sediment have average contents of 15,5 – 17,4 ppm; 44,2 – 56,2 ppm; 5,1 – 5,8 ppm; 9,6 – 12,9 ppm; 15,7 – 18,4 ppm; and 44,7 – 47,5 ppm respectively.Keywords: heavy metal, sediment, NPP, CPP, and NA

    ASPEK OPERASIONAL DI RUANG KENDALI UTAMA PLTN

    Get PDF
    ABSTRAKASPEK OPERASIONAL DI RUANG KENDALI UTAMA PLTN. Ruang kendali utama PLTN merupakan pusat operasional untuk mengendalikan seluruh aktivitas operasi PLTN. PLTN harus dioperasikan secara baik dan aman.. Berbagai aspek yang berperan dalam operasi PLTN, antara lain adalah sumber daya manusia yang mengoperasikan, jenis teknologi yang digunakan, ergonomika ruang kendali, manajemen operasi, dll. Berbagai gangguan komunikasi di ruang kendali utama perlu diantisipasi agar unjuk kerja PLTN tinggi dapat dicapai. Ergonomika ruang kendali PLTN yang akan digunakan di Indonesia harus dirancang sesuai dengan kondisi antrophometrik masyarakat Indonesia.Kata kunci: ruang kendali, keselamatan, unjuk kerja, manajemen ABSTRACTOPERATION ASPECT OF THE MAIN CONTROL ROOM OF NPP. The main control room of Nuclear Power Plant (NPP) is operational centre to control all of the operation activity of NPP. NPP must be operated carefully and safely. Many aspect that contributed to operation of NPP, such as man power whose operated, technology type used, ergonomic of main control room, operational management, etc. The disturbances of communication in control room must be anticipated so the high availability of NPP can be achieved. The ergonomic of the NPPcontrol room that will be used in Indonesia must be designed suitable to anthropometric of Indonesia society.Keywords: control room, safety, availability, managemen

    STUDI PENGEMBANGAN SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK WILAYAH BATAM DENGAN OPSI NUKLIR

    Get PDF
    ABSTRAKSTUDI PENGEMBANGAN SISTEM KELISTRIKAN LISTRIK WILAYAH BATAM DENGAN OPSI NUKLIR. Sebagai kawasan ekonomi khusus yang menitikberatkan pada sektor industri dan jasa, Batam membutuhkan dukungan energi listrik yang ekonomis dan handal. Saat ini, beberapa pembangkit di Batam masih merupakan pembangkit diesel yang kedudukannya semakin tergeser oleh pembangkit gas. Pertumbuhan beban yang mencapai 9,5% per tahun, seperti dinyatakan dalam RUPTL Batam tahun 2008, menyebabkan Batam akan kekurangan pembangkit pada awal tahun 2020. Keadaan ini membutuhkan pengembangan sistem pembangkitan. Jenis pembangkit yang akan dimasukkan (kandidat pembangkit) dalam rencana pengembangan sistem antara lain PLTU batu bara, PLTGU, dan PLTN, masing-masing sebesar 100 MWe. Studi dilakukan menggunakan paket program WASP-IV dari IAEA. Dasar pengembangan sistem adalah total biaya terkecil dari keseluruhan biaya yang meliputi biaya kapital, biaya bahan bakar, biaya operasi dan pemeliharaan, nilai sisa investasi di akhir masa operasi, dan biaya energi tak terlayani. Berdasarkan prinsip ini, WASP akan mencari kombinasi kandidat pembangkit sedemikian sehingga total biaya yang dibutuhkan minimum. Studi dilakukan untuk periode waktu 2008-2027 dengan discount rate 10% dan harga bahan bakar gas dan batubara dikorelasikan dengan harga minyak 60 US/barrel.Berdasarkanhasilstudi,PLTNdapatmasukkedalamsistempadatahun2020sebanyak1unitdenganpenambahanrataratasebanyak1unitpertahunsehinggapadaakhirtahun2027terdapat8unitPLTNterpasang.SementaraituPLTUbatubaramasuksebanyak2unitsajadanPLTGUtidaksamasekali.Katakunci:pengembangansistemkelistrikan,Batam,PLTN ABSTRACTGENERATIONSYSTEMEXPANSIONPLANNINGOFBATAMWITHNUCLEAROPTION.Asaspecialeconomyregion,Batamneedsareliableandeconomicsupportofelectricity.SomegeneratingplantsinBatamarestilloilbased,whichslowlyaretakenplacebygasplants.Batamelectricitydemandgrowthasmuchas9.5/barrel. Berdasarkan hasil studi, PLTN dapat masuk ke dalam sistem pada tahun 2020 sebanyak 1 unit dengan penambahan rata-rata sebanyak 1 unit per tahun sehingga pada akhir tahun 2027 terdapat 8 unit PLTN terpasang. Sementara itu PLTU batubara masuk sebanyak 2 unit saja dan PLTGU tidak sama sekali.Kata kunci: pengembangan sistem kelistrikan, Batam, PLTN ABSTRACTGENERATION SYSTEM EXPANSION PLANNING OF BATAM WITH NUCLEAR OPTION. As a special economy region, Batam needs a reliable and economic support of electricity. Some generating plants in Batam are still oil based, which slowly are taken place by gas plants. Batam electricity demand growth as much as 9.5% per annum, as stated by RUPTL Batam 2008, has lead to lack of electricity in the early 2020. Thus, generation expansion is an urgent need. Using IAEA’s tool, WASP-IV, a study to derive a generation expansion plan is conducted. The candidate plants to compete in the study are coal fired power plant, combined-cycle gas power plant, and nuclear power plant (NPP), each of which is 100 MW in capacity. The expansion is based on the least cost out of the total of capital cost, fuel cost, operation and maintenance cost, salvage values, and the cost of energy not served. According to that principal WASP will look up for the cheapest combination among the three candidates. The study period is 2008 – 2027, discount rate 10%, and the price of gas and coal are based on the correlation with oil price as much as 60 US/barrel. The WASP output shows that nuclear is available as soon as 2020 for one unit. The number of NPP adds up by 1 unit per annum in average, and the total of NPP at the end of 2027 reach 8 units. Meanwhile, coal power plants are available in the late 2 years by 2 units only and gas power plants are none.Keywords: generation system expansion, Batam, NP

    224

    full texts

    349

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Pengembangan Energi Nuklir
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇