KARYA DOSEN Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
Not a member yet
    101 research outputs found

    Kontribusi Kapasitas anaerobic dan Ambilan Oksigen Maksimal Pada Pelari jarak Pendek

    No full text
    This aim of the study is to find out the short distance running the correlation between the anaerobic capacity, the maximum oxygen uptake (VO2Max) toward the  athlete's performance in short distance running. The study was carried out at PIO-KONI Jakarta, with 48 athletes selcted ramdomly. The study reveal that there is positive correlation between (1) Anaerobic capacity (X1) and the athlete's performance in short distance running, with regresion ŷ = 23.196 + 0.53 X1 and ry.1=0.53, (2) Maximum oxygen uptake (VO2Max) (X2) and the athlete's performance in short distance running, with regresion ŷ = 28.163 + 0.43X2 and ry.2 = 0.43, (3) There is positive correlation between anaerobic capacity, the maximum oxygen uptake (VO2Max) simultaneously with the athlete's performance in short distance running with multiple regression ŷ  =  35.145+ 0.43 X1 + 0.25 X2 and  Ry.12 = 0.5

    EVALUASI PEMBINAAN PPLP BALAP SEPEDA JAWA TIMUR

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mengetahui informasi tentang pengelolaan Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) Balap Sepeda Jawa Timur. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini untuk memecahkan 3 jenis permasalahan dari berbagai dimensi (dimensi input untuk penyelenggara serta dimensi process dan product untuk atlet dan pelatih), digunakan beberapa metode antara lain: survey digunakan untuk memecahkan permasalahan dari 2 dimensi yaitu dimensi product dan process, dan analitik digunakan untuk memecahkan permasalahan mengenai dimensi input. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh atlet, pelatih, asisten pelatih, pengurus, pengelola asrama, juru masak, dan penyelenggara PPLP Balap Sepeda Jawa Timur. Hasil yang diperoleh melalui penelitian ini antara lain: (1) perekrutan atlet telah dilakukan dengan baik dan sesuai dengan prosedur; (2) perekrutan pelatih telah dilakukan sesuai dengan prosedur namun masih terdapat pelatih yang belum memenuhi kriteria lulus kepatutan dan kelayakan; (3) pelaksanaan latihan telah dilaksanakan dengan baik; (4) kecukupan asupan gizi telah memenuhi standar gizi makanan atlet; (5) penginapan telah dikelola dengan baik; (6) evaluasi telah dilaksanakan dengan baik; (7) manajemen telah dilaksanakan dengan baik; (8) kelengkapan sarana dan prasarana latihan telah tersedia  namun tetapi masih ditemukan ukuran alat yang kurang memenuhi standar cabang olahraga; dan (9) pendanaan belum berjalan dengan baik

    Kajian Tes Keterampilan Olahraga Pengembangan Tes Standart Keterampilan Bolabasket untuk Atlet Pemula

    No full text
    Manusia pada hakekatnya mempunyai kesanggupan yang terbatas, baik dalam kemampuan fisik, keterampilan maupun psikhis. Karena keterbatasan itulah, maka manusia sering mengalami kegagalan-kegagalan. Kegagalan yang terjadi termasuk yang terjadi dalam aktivitas fisik seperti dalam berolahraga. Keber-hasilan pada aktivitas olahraga sangat ditentukan oleh berbagai faktor, dianta-ranya keadaan kemampuan fisik dan keterampilan yang dimiliki.  Diantara berbagai faktor tersebut, faktor keterampilan mempunyai peran yang amat besar pada aktivitas olahraga yang ditekuni untuk mencapai keber-hasilan prestasi. Berarti unsur keterampilan yang dimiliki dan dikuasai dari setiap cabang olahraga sangat menentukan kinerja atlet. Untuk mengetahui tingkat pe-nguasaan keterampilan dan perkembangan atau kemajuan berbagai keterampilan yang dimiliki oleh setiap atlet, maka perlu dilakukan tindakan evaluasi yang ber-dasarkan hasil tes dari berbagai keterampilan. Hal penting karena menilai ma-nusia dalam gerak berarti berusaha mengenal dan mengetahui serta memperoleh informasi tentang ciri-ciri kapasitas fungsional seseorang termasuk keterampilan-keterampilan dari hasil latihan. Oleh karena itu tindakan melakukan evaluasi terhadap tingkat penguasaan keterampilan dasar yang dimiliki oleh setiap orang yang menekuni salah satu cabang olahraga sangatlah diperlukan. Untuk melaksanakan evaluasi diperlukan alat berupa tes. Alat evaluasi dalam aktivitas gerak umumnya berupa tes yaitu tes tindakan (tes perbuatan). Pelatih jarang melakukan evaluasi terhadap keterampilan dasar dalam permainan. Hal ini disebabkan  beberapa faktor diantaranya: (1) pela-tih tidak memiliki bentuk-bentuk tes yang standart; (2) instrumen tes yang ada tidak cocok dengan karakteristik atlet yang di tes yaitu atlet pemula; (3)  bentuk tes kurang menarik dan tidak menyerupai bentuk permainan yang sebenarnya. Permasalahan tersebut perlu dilakukan tindakan pengkajian melalui penelitian pengembangan, karena instrumen tes ada saat ini belum standart dan tidak sesuai dengan kondisi dari testi seperti atlet pemula atau yunior. Olehkarena itu telah di-lakukan tindakan berupa pengkajian melalui penelitian pengembangan. Berdasar pada masalah tersebut, peneliti mengembangkan instrumen tes me-lalui penelitian pengembangan tentang "Pengembangan Tes Standart Keteram-pilan Olahraga Bolabasket bagi Atlet Pemula". Tujuan penelitian ini mengem-bangkan butir tes keterampilan bola basket melalui prosedur validasi terhadap butir-butir tes seperti tes keterampilan dribel bola dan pasing bola ke petak sasaran di dinding selama 30 detik. Rancangan yang digunakan berupa rancangan observasi dengan menggu-nakan model pengembangan berupa Research and Development. Pengembangan tes ditempuh dengan melakukan 2 kali uji coba pada kelompok kecil dan 1 kali pada pada kelompok besar. Subyek penelitian atlet pemula dari 5 klub bolabasket peserta kompetisi DBL tahun 2009 yaitu berjumlah 70 orang testi, 4 orang ahli dan 4 orang judge tampilan. Instrumen yang digunakan berupa instrumen tes dan non tes. Data diperoleh dengan menggunakan teknik tes dan pengukuran dan hasilnya diolah dengan teknik korelasi tunggal produk moment dan teknik koefisien alfa dan korelasi ganda dilengkapi regresi ganda. Hasil penelitian uji coba I produk awal, pada keterampilan dribel bola zig-zag dan pasing bola ke petak sasaran validitas termasuk "diragukan", reliabilita kedua butir tes termasuk "rendah" dan tingkat objectivitas penilaian termasuk "dapat diterima". Hasil penelitian uji coba II produk kedua, pada keterampilan dribel bola zig-zag dan pasing bola ke petak sasaran validitas termasuk "dapat diterima", relia-bilita kedua butir tes termasuk "sangat baik" dan tingkat objektivitas termasuk "dapat diterima". Hasil penelitian pada uji coba III produk ketiga, pada keterampilan dribel bola zig-zag dan pasing bola ke petak sasaran validitas termasuk "sangat baik", reliabilita kedua butir tes termasuk "sangat baik" dan tingkat objectivitas penilaian termasuk "dapat diterima". Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwasanya butir tes keterampilan dribel bola zig-zag dan pasing bola ke petak sasaran di dinding selama 30 detik setelah pelaksanaan uji coba III, tingkat validitas, reliabilitas dan objectivitas tes telah memenuhi tuntutan persyaratan tes yang baik. Jadi butir tes keterampilan dribel bola zig-zag dan pasing bola ke petak sasaran di tembok selama 30 detik telah memenuhi standart kriteria tes yang baik, sehingga kedua butir tes tersebut dapat distandartisasikan (dibakukan) sebagai tes keterampilan bagi atlet pemula untuk mengukur tingkat penguasaan keterampilan atau media latihan keterampilan

    Development of Social Skills Based Mini Basketball Game Model To Improve Social Skills, Motor, and Physical Fitness in Elementary School Age

    No full text
    The research objective was to conduct need assessment and development of hypothetical products. Research design in the first year using descriptive type of research conducted by survey method. Research subjects in the study consisted of surveys of teachers and students in the province of East Java. Results (hypothetical products) are: 1) teachers and students perceive that the assessment and development of mini-basketball game based social skills needed, 2) infrastructure; to the size of the field with a 7 m wide and 15 m long by 2 to 4m tolerance, type of field could use a paving stone or plaster, high hoop 2 to 2.5 m, the ball using the rubber material, with diametr 60 to 70 cm, weight of the ball between 400 to 500 grams, and the color is an orange ball, 3) games; all players with holding hands on the squad salute your opponent and then to the audience (a friend who did not play), games started with a jump ball from center, the number of players for each team of 5 to 6 people, may be dribel ball with one or two hands and only the maximum permissible 3 steps, passes can be done by thrown, rolled, there are players jik men and women in a team then pass must be carried out by cross-alternate (from male to female or vice versa), shoot the ball can be done with one or two hand, did not follow the rules of the violation will be thrown aside, the rules of error include: pushing, hitting, hitting, kicking and harsh words or rude, does not comply with this rule be punished: players who make mistakes must apologize directly saluted by the players who violated and then tosses the ball from the side, points from the results of a 2 attack, the fire of punishment depending on the distance of the shooter, the end of the game is determined by time, 4) refereeing; referee match is the collaboration between teachers and students, teachers use the whistle and the students with a flag, a referee's students are a two or four people, the color red flags

    Pengembangan Olahraga Berbasis Life Skill Anak-anak Pantai di Kabupaten Trenggalek Jawa Timur

    No full text
    Di sekolah, menurut Undang-Undang Sisdiknas 2003 Pasal 26 ayat (3) menjelaskan bahwa, pendidikan kecakapan hidup (life skill) adalah pendidikan yang memberikan kecakapan personal, kecakapan sosial, kecakapan intelektual, dan kecakapan vokasional untuk bekerja atau usaha mandiri. Yang menjadi permasalahan  adalah, apakah olahraga dapat membantu mengembangkan kecakapan-kecakapan tersebut? Bahwa ada empat ranah yang bisa dicapai melalui belajar gerak (termasuk belajar olahraga), yaitu, ranah fisik, motorik, kognitif dan afektif/sosial.. Pada saat ini, telah ada dasar yuridis formal yang melandasi kegiatan olahraga untuk semua orang yaitu Undang-Undang Republik Indonesia No. 3 Tahun 2005, tentang Sistem Keolahragaan Nasional Bab VII, pasal 21 ayat 4. "Pembinaan olahraga dan mengembangkan keolahragaan dilaksanakan melalui jalur keluarga, jalur pendidikan, dan jalur masyarakat yang berbasis pada pengembangan olahraga untuk semua orang yang berlangsung sepanjang hayat". Dalam melaksanakan kegiatan pengembangan tersebut, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang akan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek, dan sekolah-sekolah yang berada di tepi pantai. Diharapkan dengan adanya pengembangan olahraga berbasis life skill, anak-anak memiliki aneka kecakapan yang sesuai dengan kebutuhan  hidup di tepi pantai. Produk kegiatan ini adalah terlatihnya minimal 10 pelatih yang memiliki kecapan melatih olahraga yang berbasis life skill, untuk anak-anak yang bertempat tinggal di daerah pantai. Anak-anak Usia 9 - 15 tahun (SD kelas IV s/d SLTP) yang bertempat tinggal di tepi pantai (0 sampai 3 km dari pantai).  Mengingat banyaknya populasi anak usia 9 s/d 15 tahun yang tinggal di tepi pantai, maka dalam kegiatan ini peserta dibatasi untuk  masing-masing kelompok usia dan di ambil sejumlah 60 anak.. Pembahasan Training of Trainer bahwa kegiatan TOT "Pengembangan Olahraga Berbasis Life Skill bagi Anak-anak yang Tinggal Di Tepi Pantai Di Kabupaten Trenggalek Jawa Timur". Memiliki  tingkat keberhasilan sebagai berikut: 1. Penguasaan teori Berhasil, 94% peserta menguasai minimal 65% materi yang disajikan 2. Penguasaan praktek berdasarkan Simulasi yang dilakukukan dikatakan Berhasil, 87% peserta terampil mengapung menggunakan ban, pelampung renang dan kayu bulat serta terampil melakukan pertolongan di kolam renang. 3. Pelaksanaan praktek berdasarkan simulasi yang dilakukan dikatakan Berhasil, 98% peserta terampil mengapung menggunakan ban, pelampung renang, dan kayu bulat serta terampil melakukan pertolongan di pantai. Berdasarkan isi, tujuan salah satu tujuan pendidikan jasmani dan olahraga adalah mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri, orang lain dan lingkungan, tujuan ini sesuai dengan pendidikan yang berbasis life skill. Pendidikan jasmani dan olahraga berbasis life skill dapat memberi bekal kemampuan gerak secara khusus sesuai dengan karakteristik kebutuhan gerak dalam kehidupan sehari-hari. Hendaknya kegiatan ini dilaksanakan tidak hanya di daerah Pantai Prigi saja, karena tsunami atau ombak besar bisa datang dari mana saja dengan waktu yang tidak ditentukan. Untuk itu kegiatan ini perlu dilakukan di semua daerah di Indonesia yang dekat dengan pentai untuk mengurangi resiko tsunami yang bisa datang sewaktu-waktu. Terlatihnya trainer yang mampu melatih berenang dan melatih berbagai permaian yang dapat dimainkan anak-anak yang tinggal di tepi pantai, yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari

    Pengembangan Buku Ajar Model Permainan Pada Pembelajaran Gerak Dasar Lari Jarak Pendek (Sprint) Untuk Siswa SD Kelas V di SD Negeri 01 Wajak Kab.Malang

    No full text
    ABSTRAK   Nafratinova, Yuastena.2011. Pengembangan Buku Ajar Model Permainan Pada Pembelajaran Gerak Dasar Lari Jarak Pendek (Sprint) Untuk Siswa SD Kelas V di SD Negeri 01 Wajak Kab.Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mu’arifin M.Pd (II) Dra. Sri Purnami M.Pd.   Kata Kunci: pengembangan, buku ajar, model permainan, pembelajaran, gerak dasar lari jarak pendek, siswa SD kelas V Menurut Badan standar pendidikan nasional (BNSP) (2006:702) menerangkan bahwa pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani, keterampilan gerak, keterampilan berfikir kritis, keterampilan social, penalaran, stabilitas emosional, tindakan moral, aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui aktivitas jasmani, olahraga dan kesehtan terpilih yang direncanakan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Dari analisis kebutuhan yang dilakukan dengan menggunakan angket berupa kuesioner dan wawancara kepada siswa dan guru pendidikan jasmani di SD Negeri 02 Wajak Kab.Malang diperoleh keterangan bahwa siswa senang berolahraga dan bermain serta setuju jika jika pembelajaran pendidikan jasmani khususnya materi lari jarak pendek (sprint) dilaksanakan melalui bermain. Di SD Negeri 02 Wajak Kab. Malang belum mempunyai buku ajar tentang model permainan pada pembelajaran lari jarak pendek (sprint).. Oleh karena itu perlu dikembangkan buku ajar model permainan pada pembelajaran gerak dasar lari jarak pendek (sprint) untuk siswa sekolah dasar kelas V yang dapat digunakan sebagai acuan dan referansi SD Negeri 02 Wajak Kab.Malang pada saat proses belajar mengajar. Tujuan penelitian yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah untuk mengembangkan model buku ajar permaianan pada pembelajaran gerak dasar lari jarak pendek (sprint) untuk siswa SD kelas V di SD Negeri 02 Wajak Kab.Malang yang dapat digunakan sebagai acuan dan referensi guru pada saat proses pembelajaran gerak dasar lari jarak pendek (sprint). Lokasi penelitian dilakukan di SD Negeri 02 Wajak Kab.Malang. subjek uji coba terdiri dari (1) analisis kebutuhan siswa kelas V dan guru pendidikan jasmani, (2) tinjauan ahli, terdiri dari 3 orang ahli yaitu 1 ahli pembelajaran pendidikan jasmani, 1 ahli permainan dan 1 ahli media, (3) uji coba kelompok kecil menggunakan 12 siswa kelas V di SD Negeri 02 Wajak Kab.Malang, dan (4) uji kelompok besar menggunakan 30 siswa kelas V di SD Negeri 02 Wajak Kab.Malang. Dalam penelitian pengembangan ini peneliti menggunakan model pengembangan dari Borg dan Gall (1983:775) dan Ardhan (2002:9). Adapun langkah-langkah yang dipilih oleh peneliti untuk pengembangan bahan ajar model permainan pada pembelajaran gerak dasar lari jarak pendek (sprint) untuk siswa SD kelas V adalah sebagai berikut: 1) Analisis kebutuhan, yaitu dengan pengumpulan informasi melalui analisis kebutuhan sebagai landasan pemikiran guna pembuat konsep, 2) pembuatan produk awal yang akan dievaluasi oleh ahli-ahli, 3) uji coba produk awal dengan subjek 12 siswa (kelompok kecil), 4) revisi produk awal sesuai dengan evaluasi para ahli yang sesuai dengan kegiatan uji kelompok kecil, 5) uji lapangan kelompok besar dengan subyek 30 siswa, 6) revisi akhir produk sesuai dengan kegiatan uji kelompok besar hingga diperoleh produk akhir berupa buku ajar model permainan gerak dasar lari jarak pendek (sprint) untuk siswa SD kelas V di SD Negeri 02 Wajak Kab.Malang. Dari pengembangan dan prosedur yang telah dilakukan, maka diperoleh hasil buku ajar model permainan gerak dasar lari jarak pendek (sprint) untuk siswa SD kelas V di SD Negeri 02 Wajak Kab.Malang dan buku ajar ini dapat digunakan. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar dilakuakan uji coba secara berulang-ulang, untuk subyek penelitian sebaiknya dilakukan pada subyek yang lebih banyak, baik itu siswa maupun sekolah yang digunakan sebagai kelompok uji coba. Sebaiknya dilakukan penelitian lebih lanjut untuk tingkat efektivitas dari produk yang dikembangkan ini, karena hasil dari pengembangan ini hanya sampai tersusun sebuah produk saja

    Pengembangan Model latihan dan pembelajaran physical Fitness berbasis e-learning

    No full text
    Penelitian ini berorientasi pada pengembangan pelatihan kebugaran jasmani menggunakan e-learning dan pengadaan buku yang dapat digunakan sebagai sumber belajar tercetak bagi semua lapisan masyarakat dalam meningkatkan status kesehatan melalui pelatihan kebugaran jasmani. Mengingat betapa pentingnya factor derajad kesehatan setiap individu maka perlu dipilih media yang sesuai untuk dipakai masyarakat luas dengan berbagai macam karakteristik. Melalui pelatihan kebugaran jasmani berbasis pada e-learning, semua lapisan masyarakat akan memperoleh pengetahuan dan pemahaman yang berkaitan dengan pengembang an kesehatan tubuh melalui pelatihan kebugaran jasmani

    LATIHAN ISOTONIK BERBEBAN TERHADAP WAKTU REAKSI DAN KELINCAHAN

    No full text
    : Dalam usaha meningkatkan kekuatan otot, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan latihan beban, karena latihan beban merupakan cara yang paling baik dan efektif untuk mengembangkan kekuatan, power, dan daya tahan (Wilmore, 1978). Bentuk latihan beban untuk meningkatkan kekuatan otot antara lain latihan isotonik atau  latihan kontraksi isotonik. Dalam kontraksi isotonik akan nampak terjadi suatu  gerakan dari anggota tubuh yang disebabkan oleh perubahan panjang otot. Fox (1988)  menyatakan bahwa kontraksi isotonik adalah kontraksi otot memanjang atau memendek selagi tonus pada otot tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan isotonik irama cepat berbeban ringan dengan latihan isotonik irama cepat berbeban sedang terhadap pemendekan waktu reaksi dan kelincahan. Penelitian ini dilaksanakan di Jurusan Pendidikan Olahraga da Kesehatan FIP IKIP Malang tahun 1996/1997. Sampel terdiri dari 90 siswa putra STM Nasional Malang yang berusia antara 16-17 tahun yang diperoleh melalui teknik sampel random sampling  penelitian ini menggunakan rancangan randomized control group pretest-posttest desigh". Analisis data yang digunakan pada penelitian ini, meliputi: analisis deskripsi, analisi varian (anava), analisis (anakova), dan uji t pada taraf signifikansi 5%. Dari hasil penelitian, ternyata latihan isotonik irama cepat berbeban ringan dan latihan isotonik irama cepat berbeban sedang memberikan pengaruh bermakna terhadap pemendekan waktu reaksi dan kelincahan. Tetapi,  walaupun kedua bentuk latihan tersebut terbukti dapat memperpendek waktu reaksi serta meningkatkan  kelincahan secara bermakna, namun memiliki tingkat efektifitas yang berbeda. Dalam waktu 3 minggu kedua bentuk latihan sudah nampak hasil pemendekan waktu reaksi serta peningkatan kelincahan, walaupun relatif  rendah (1-2%). Hal tersebut dimungkinkan karena beban latihan termasuk kategori ringan dan sedang. Tetapi pada akhir latihan minggu ke 6 didapat pemendekan waktu reaksi serta peningkatan kelincahan yang sangat tajam dibandingkan dengan pemendekan waktu reaksi serta peningkatan kelincahan pada akhir minggu ke 3 yaitu 10-18%. Berdasarkan analisis data, maka dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) latihan isotonik irama cepat berbeban ringan lebih memperpendek waktu reaksi dibandingkan dengan latihan isotonik irama cepat berbeban sedang. (2) latihan isotonik irama cepat berbeban sedang lebih meningkatkan kelincahan dibandingkan dengan latihan isotonik irama cepat berbeban ringa

    PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI MENGGUNAKAN PENDEKATAN MULTIPLE INTELLEGINCIES UNTUK ANAK TK/SD

    No full text
    The objective of physical education is to build comprehensive human capabilities through physical ativities medium. Objectives of this research were to analyze the needs of game forms, find games characteristic, develop book and VCD of multiple intelligence games based on Gardner Model for kindergarten and elementary school students. This research used development research approach with survey and development design. The subjects were kindergarten and elementary school teachers, educational experts, physical education experts, and educational psychology experts. The results were a guidebook of physical education theory, a book of game models, a VCD of game models

    PENELITIAN PROFIL OLAHRAGAWAN BERPRESTASI INTERNASIONAL CABANG OLAHRAGA KARATE

    No full text
    Keberhasilan olahraga prestasi di kancah internasional diukur melalui perolehan medali yang diperoleh tiap cabang olahraga. Cabang olahraga yang turut menyumbangkan medali adalah  karate. Ada banyak faktor yang mempengaruhi pembinaan dan pengembangan olahragawan (karateka) yang berprestasi di tingkat nasional dan internasional. Pembelajaran yang dapat diambi adalah bahwa keberhasilan seorang atlet karate berprestasi internasional dipengaruhi oleh dukungan  stakeholder, peranan sumber daya manusia, motivasi olahragawan, peranan induk organisasi dan sarana prasaran

    4

    full texts

    101

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    KARYA DOSEN Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇